Hening suasana di dalam apartement kayra, Gavin sama sekali tidak berani lagi membuka mulut. Bahkan untuk bernafas saja ada rasa takut.
Kayra yang sedikit agak tenang kembali menatap gavin yang berdiri tegak, Postur tubuh yang sangat menawan dan di sertai wajah yang tampan.
"Vin.."
"Iya nona?"
"Hmmm, Usia mu berapa sekarang?" Tanya kayra.
"Dua puluh lima nona." Sahut gavin tegas.
Kayra bangkit mendekati gavin, Di lihat dari ujung kaki dan ujung kepala. Semua nya tidak ada cela dalam diri pria ini.
"Kau punya kekasih atau tidak?" Tanya kayra membuat gavin sedikit kaget karena itu menjurus kehidupan pribadi.
Namun gavin memilih untuk menjawab saja, Karena takut jika kayra kembali murka dan marah marah.
"Tidak ada nona." Sahut gavin.
"Kenapa?"
"Sedikit banyak nya saya mengalami nasib hampir sama dengan nona, Dia memilih pergi dengan pria kaya." Jawab gavin.
"Oh, Jadi sekarang kau tidak ingin punya pacar atau pun menikah?" Tanya kayra lagi.
Gavin mengangguk pelan, Dalam hati ia heran karena kayra malah tertarik ingin tahu tentang diri nya.
Kayra tersenyum manis mendengar jawaban gavin, Kayra dan kayla memiliki selera yang sama. Tidak penting dengan status dan harta, Yang paling utama adalah wajah dan tubuh. Hanya itu kesamaan dua saudara kembar ini.
"Menikah lah dengan ku vin selama dua tahun, Agar aku bisa punya anak sendiri." Kayra berkata serius.
Mata gavin langsung mendelik mendengar ucapan kayra yang ingin mengajak nya menikah, Apa lagi wajah kayra tidak ada raut bercanda.
"Tidak usah tertawa, Aku tidak mengajak mu bercanda! Berapa pun yang kau minta aku akan memberikan nya." Kayra berkata lagi.
"Saya...saya tidak mengerti maksud anda nona." Gavin bingung untuk menjawab.
"Singkat nya aku ingin punya anak tapi tidak ingin punya suami, Terpaksa aku harus membeli suami dan menikah secara sah." Jelas kayra.
"Maaf nona, Saya tidak bisa menerima nya! Karena itu sama saja menjual harga diri saya." Tolak gavin.
"Aku memilih mu karena tahu kau adalah orang baik vin, Lagi pula aku tidak akan merendah kan harga dirimu." Ujar kayra.
"Sejak awal anda sudah merendah kan saya nona karena saya hanya bodyguard anda yang butuh uang, Lalu anda menawar kan uang untuk membeli harga diri saya." Tegas gavin.
Kayra menghelai nafas panjang karena gavin menolak nya mentah mentah, Padahal ia sudah menaruh harapan pada pria tampan ini.
"Aku minta tolong vin, Jika kau keberatan sampai dua tahun. Maka sampai aku hamil saja, Kau boleh mencerai kan aku." Hiba kayra.
"Maaf kan saya nona, Saya tidak bisa." Gavin tetap kekeh menolak.
"Vin, Tolong lah aku." Kayra memegang tangan bodyguard nya.
"Tidak bisa nona! Jika anda minta tolong karena akan di bunuh orang, Saya akan rela menyelamat kan anda. Namun ini menyangkut harga diri, Saya tidak mau suatu saat setelah anak saya besar. Dia tahu bahwa saya sebagai ayah telah menjual nya demi uang!" Ucap gavin melepas kan tangan kayra.
Kayra terdiam tidak menjawab ucapan gavin, Bahkan sampai gavin sudah pergi keluar dari apartement nya.
"Kenapa aku malah semakin tertarik?!" Kesal kayra.
Melihat gavin yang tinggi menjunjung harga diri, Kayra malah semakin penasaran ingin mendapat kan anak dari pria itu.
"Shiit! Sekarang malah aku yang mengemis cinta dari pria lagi." Umpat kayra.
Satu gelas wine kembali ia tenggak untuk menghilang kan rasa kesal nya, Membayang kan jika punya anak cantik atau pun tampan. Kayra semakin blingsatan.
...****************...
Keesokan hari nya gavin bersikap seperti biasa kepada kayra, Membuka kan pintu mobil dan kembali menutup setelah kayra masuk.
Dari spion gavin melirik wajah kayra yang tampak lesu, Mungkin saja tadi malam nona nya begadang hingga shubuh.
"Jangan terlalu banyak begadang nona, Tidak baik untuk kesehatan." Nasihat gavin.
"Tidak usah memperhatikan aku, Akan lebih baik jika kau jadi suami ku saja." Sahut kayra.
"Tolong jangan bahas itu terus nona, Tuan kenzo bisa tahu nanti." Cegah gavin.
"Kenapa? Aku malah senang jika dia tahu dan merestui hubungan kita." Kayra memajukan wajah nya kedepan.
"Kita tidak punya hubungan nona!" Gavin sedikit emosi sehingga mencengkeram kemudi kencang.
"Segera punya." Sahut kayra tersenyum.
Tiba lah kayra di perusahaan milik nya, Gavin membuka kan pintu nona cantik nya. Kayra tersenyum sekilas dan langsung masuk.
"Astaga! Kenapa nona ku sekarang jadi begitu?" Keluh gavin sendirian.
"Tunggu! Apa dia sedang masa puber yang kedua?" Tebak gavin lagi.
Sedang gavin yang bertanya tanya dengan kelakuan sang nona, Ponsel nya berdering dan tertulis nama ayah di sana.
"Hallo yah."
"Adik kamu sekarang sedang di opname lagi vin, Tadi kritis keadaan nya." Beritahu ayah gavin.
"Lalu sekarang bagai mana yah?!" Gavin bertanya cemas.
"Dia butuh pendonor ginjal vin, Namun kita tidak punya uang sebanyak itu." Sahut ayah gavin.
Gavin mendesah pasrah mendengar ucapan ayah nya, Mereka memang berasal dari keluarga yang tidak punya. Ayah gavin hanya buruh bangunan yang setiap minggu di gaji delapan ratus ribu dan masih untuk membayar kontrak rumah.
Sementara gaji gavin di pakai untuk makan dan kebutuhan lain nya, Serta untuk biaya cuci darah setiap dua minggu sekali.
Belum lagi hutang yang dulu di pakai untuk pengobatan ibu gavin, Walau pun gaji gavin sekitar delapan juta perbulan. Semua nya terasa pas pasan.
"Aku akan berusaha mencari nya yah, Ayah tenang dulu ya." Hibur gavin tidak ingin ayah nya resah.
"Jangan cari pinjaman lagi dari tuan kenzo vin, Yang kemarin saja masih ada dua juta utang mu." Cegah ayah gavin.
"Ayah tenang saja dulu ya, Aku akan berusaha semampu ku." Sahut gavin.
"Ya sudah, Kamu hati hati ya nak kerja nya."
Sambungan telefon terputus, Gavin mengusap wajah nya kasar karena bingung harus cari uang di mana.
"Aku akan membayar mu."
Tiba tiba ucapan kayra terngiang di benak nya, Namun gavin cepat menggeleng kan kepala nya agar tidak memikir kan cara itu.
"Sama saja aku menjual anak." Keluh gavin bingung.
Tapi hanya itu cara yang bisa mendapat kan uang cepat, Lagi pula ia tidak mengambil hak orang atau pun merampok.
"Ya tuhan aku harus bagai mana." Gavin bingung untuk mengambil keputusan.
Hampir satu jam lama nya gavin diam di dalam mobil untuk mempertimbang kan jalan yang akan di ambil, Namun tak kunjung ada pilihan yang tepat.
Sementara itu kayra kini tengah metting dengan para pemegang saham, Wajah cantik yang serius selalu menjadi perhatian david.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Roslina Dewi
heheheee...nikah dah Gavin and Kayra...kesampai-an maunya Kayra😁
2023-07-13
2
Ny Rudi Harianto
pas bener kan ....ayo bin gas terus....apa lg
2023-07-13
2