Kayra menjauhi rombongan besar keluarga nya, Mereka pasti hanya akan bertanya kapan nikah dan segala macam nya.
"Aku tidak tetarik untuk pacaran atau menikah, Lebih baik menghasil kan uang saja. Aku cinta uang." Rutuk kayra menenggak wine.
Andika yang sejak tadi memperhatikan kayra pun berjalan mendekat, Rasa nya sampai saat ini ia tidak terima karena di kelabuhi oleh kayla.
"Menyingkir dari hadapan ku!" Bentak kayra begitu andika datang.
"Beri aku kesempatan untuk menjelas kan kay, Anak itu bukan darah daging ku! Aku sudah melakukan tes DNA." Jelas andika.
"Mau itu anak mu atau bukan, Yang pasti kau sudah selingkuh dariku." Sahut kayra cuek.
"Hanya sekali aku melakukan nya kay, Berilah aku kesempatan." Hiba andika.
"Pergi lah dari hadapan ku! Aku mual melihat wajah mu. Anjing masih ada lucu nya jika di lihat, Tapi kalau kau aduhh ingin muntah aku." Usir kayra.
Andika tampak terluka dengan ucapan mantan kekasih nya, Namun andika mengabai kan rasa itu.
"Kamu juga sudah tidak perawan kay, Tidak akan ada pria tulus menerima mu." Andika mulai melewati batas.
"Kau membicarakan masalah itu, Apa kau ingin menjadikan senjata untuk mengancam ku?! Aku tidak peduli sialan." Sentak kayra.
"Fakta yang aku bicara kan kay! Sampai kapan pun kamu tidak bisa mendapat kan pria yang tulus." Kecam andika.
Kayra mengusap wajah nya kasar, Sebenar nya saat ini kayra sangat emosi dan ingin menghajar andika habis habisan. Namun ia tidak ingin jika pesta pernikahaan vegas sampai kacau.
"Kau tidak usah khawatir andika, Lagi pula aku tidak akan butuh pria." Kayra berkata sambil tersenyum.
"Itu karena kau belum bisa melupa kan aku, Kau masih mencintai ku sampai saat ini kayra." Andika berkata penuh percaya diri.
"Astaga! Singkir kan manusia ini ya tuhan." Kayra benar benar merasa di uji emosi nya dengan andika.
Tanpa rasa malu andika malah mengambil tangan kayra dan menggenggam nya erat, Belum sempat kayra bereaksi. Sebuah tangan menggeplak keras.
"Kenapa kau masih suka mengganggu suami ku kay!" Bentak kayla.
"Najis aku mengganggu suami murahan mu." Sahut kayra memiring kan bibir nya jijik.
"Jangan banyak lagak kau kay, Aku tahu kalau kau masih mencintai dia." Salak kayla garang.
"Aku tidak ingin membahas masalah ini, Ini pesta orang." Sergah kayra.
Kayla tersenyum sinis melihat kembaran nya yang memang terlihat cantik dan elegan, Apa lagi ada kalung seharga satu setengah miliyar di leher kayra.
"Why?! Kau ingin punya seperti ini." Kayra memamer kan kalung nya.
"Cih!"
"Maka nya kerja kayla, Jangan hanya menghabis kan uang saja tahu mu itu." Cemoh kayra.
"Kenapa aku harus susah mencari uang, Ada papa yang selalu membiayayai ku." Bangga kayla.
"Tidak selama nya papa akan memberi mu uang, Sebentar lagi kau juga akan jadi gelandangan." Ejek kayra.
"Tidak salah kau bicara seperti itu? Lihat kan dirimu yang kesepian karena tinggal jauh dari keluarga." Kayla berkata pedas.
"Siapa yang akan peduli padamu, Kau pikir papa begitu karena sayang padamu. Papa baik karena kau bisa menghasil kan uang untuk nya, Sementara mama sudah pasti ada di pihak ku." Kayla berkata sambil memain kan ujung rambut nya.
Kayra terdiam jika adik nya sudah membahas masalah orang tua, Ia merasa kalah karena memang sang mama selalu ada di pihak kayla.
Plakk.
Bukan hanya kayla yang kaget karena tiba tiba pipi nya di tampar, Kayra juga terkejut karena dinara menampar putri bungsu nya.
"Mama!"
"Kita perlu bicara kayla." Dinara menarik anak nya masuk kedalam toilet.
Kayla mengusap pipi nya yang terasa panas oleh tangan sang mama, Sementara dinara menatap nya dengan berapi api.
"Mama kenapa sih?! Sakit tahu pipi ku." Kesal kayla.
"Sakit mu tidak sebanding dengan sakit yang di alami kakak mu kayla! Kenapa kau masih terus saja mengusik kayra?!" Bentak dinara.
"Apa apaan sih ma, Kenapa mama tiba tiba belain dia." Heran kayla.
"Sejak lama mama menahan rasa ini kayla karena kasihan sama kamu, Tapi kamu malah semakin tidak tahu diri. Kamu pikir hati mama tidak sakit melihat kayra seperti itu?! Bahkan aku sampai bingung kayla untuk mengambil sikap!" Dinara berkata sambil menangis.
"Maksud mama apa sih?!"
"Dari kecil kamu selalu mau menang sendiri, Kayra selalu mengalah untuk kamu! Mama belain kamu karena kasihan saja kayla, Karena papa pasti akan menyalah kan mu."
"Padahal mama tahu kalau kamu akan jahat dan semakin mengusik kakak mu, Tapi mama tetap di pihak kamu karena mama tidak ingin kamu merasa sendirian." Jelas dinara.
"Sebagai ibu, Mama merasa gagal dalam mendidik kamu! Mama tuh pengen kalian akur la! Setiap malam mama menangis karena memikir kan kayra yang tidur sendirian." Isak dinara.
"Cih! Padahal aku berpikir mama sungguh menyayangi aku, Namun ternyata hanya sandiwara." Kayla berkata miris.
"Ini lah yang mama benci dari kamu, Kamu tidak pernah menyadari kesalahan mu! Mama sampai di marahin sama papa la, Hanya untuk belain kamu." Teriak dinara lepas kendali.
Namun kayla yang memang dasar nya tidak pernah mau salah pun langsung pergi, Dinara menangis sendirian.
Selama ini dinara membela kayla karena tahu tidak akan ada orang yang membela kayla, Tentu saja karena kayla jahat.
Namun jika ia tidak berada di pihak kayla, Maka kayla akan semakin menjadi dan malah merasa di asing kan oleh keluarga nya. Apa lagi jesslyn selalu bertengkar jika bertemu dengan kayla keponakan nya.
"Sebagai ibu aku tidak ingin jika anak anak ku saling bermusuhan, Namun kenapa kayla sangat susah di atur." Keluh dinara.
"Mama sampai rela di benci oleh kakak mu la, Agar kamu tidak merasa sendirian dan supaya kamu cepat sadar." Dinara berbicara sendiri di dalam toilet.
Kayra yang sejak tadi mendengar kan dari luar pun ikut menangis, Ternyata selama ini dinara juga kehilangan diri nya.
"Mama."
"Kayra..."
Dinara kaget karena tiba tiba saja kayra masuk kedalam, Mereka hanya bertatapan mata.
"Maaf kan kayra ma." Kayra memeluk dinara erat.
"Ada apa kay?" Dinara kebingungan.
"Maaf karena menyalah kan mama dan menganggap mama tidak peduli padaku." Isak kayra.
"Mama juga sayang sama kamu nak, Tidak mungkin mama tidak peduli padamu! Kalian anak anak nya mama." Sahut dinara mengelus rambut kayra.
Kayra tidak menjawab ucapan mama nya, Ia memeluk erat untuk meluap kan rasa rindu nya yang terpendam selama dua tahun ini. Kini hati nya lega setelah tahu bahwa dinara juga menyayangi nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Ny Rudi Harianto
setiap orang tua pasti punya cara sendiri menyayangi ank² nya....tanpa kita tau bagaimana hati dan perasaan nya yg sesungguhnya
2023-07-12
4