Setelah meninjau pembangunan, Kini kayra sudah pulang kemansion untuk bersiap siap. Tak lupa ia juga akan berpamitan pada sang kekasih.
"Udah mau berangkat kerja ya sayang?" Tegur kayra saat andika akan naik motor.
"Eeeh kayra, Iya nih aku masuk malam hari ini." Jawab andika.
"Untung aku masih ketemu sama kamu, Aku nanti malam mau keluar kota." Beritahu kayra.
"Mendadak? Mau kemana kay." Tanya andika mendekati kekasih nya.
"Ada pekerjaan dari papa, Mumpung bonus nya besar." Cengir kayra.
"Matre kamu, Ya sudah hati hati di jalan." Ucap andika.
"Kamu juga hati hati kerja nya, Aku paling dua hari di sana." Ujar kayra.
"Yaah dua hari dong enggak ketemu sama kamu." Keluh andika.
Kayra tertawa melihat wajah manyun andika, Andika mendekat dan mencium pipi kekasih nya sekilas karena malu di lihat para bodyguard.
"Jangan nakal ya di sana." Andika mengusap rambut kayra.
"Kamu juga."
Tak lama andika pergi berangkat kerja karena takut telat, Kayra pun masuk mansion untuk menyiap kan koper yang akan ia bawa.
"Nanti malam kamu ikut saya keluar kota ya." Ucap kayra pada salah satu bodyguard.
"Baik nona." Angguk bodyguard yang masih muda dan tampan ini.
"Apa yang perlu pergi lah siap kan, Jangan lupa kan hal yang penting." Ujar kayra berjalan pergi.
Bodyguard yang bernama gavin ini pun pergi paviluun tempat para bodyguard, Ia menyiap kan barang yang perlu untuk melindungi majikan nya.
Sementara kayra masuk kamar dan langsung emosi, Dres nya yang baru beli keluaran dior terbaru kini malah di pakai dengan kembaran nya.
"Ngapain sih kamu la?! Aku saja belum pernah memakai nya kemana mana." Sentak kayra.
"Aku udah pengen banget sama dres ini ra, Ku bayarin deh." Ujar kayla.
"Enggak mau! Lepasin sekarang juga dres aku." Tolak kayra.
"Apaan sih ra?! Aku punya kok uang walau pun tidak kerja." Sengit kayla.
"Bangga kamu tidak kerja?! Dasar parasit." Cemoh kayra yang sangat emosi.
"Ada apa ini kok ribut sekali sayang?" Dinara masuk kedalam kamar kayra.
Kayra menatap mama nya dengan mata berapi api, Sementara kayla masih santai tanpa rasa bersalah.
"Lihat nih anak kesayangan mama! Semua baju aku di ambil." Kesal kayra.
"Aku mau kok bayarin ma, Kayra saja yang menolak." Ujar kayla.
"Jangan gitu dong la, Ini kan baju kakak kamu." Nasihat dinara.
"Tapi aku udah lama banget ngincer baju ini ma, Malah kayra yang dapat." Rengek kayla.
Dinara menghelai nafas panjang jika mereka sudah bertengkar seperti ini, Tidak bisa membela salah satu nya. Ini saja kayra sudah merasa jika sang mama lebih berat kepada kayla.
Karena sejak kecil kayra selalu di ajar kan untuk mengalah kepada adik nya, Dengan alasan kayra adalah kakak yang baik.
"Iya ma iya! Aku ngalah buat anak kesayangan mama." Teriak kayra tiba tiba melihat mama nya kebingungan.
"Enggak gitu sayang." Ralat dinara.
"Apa lagi?! Udah bawa saja semua baju ku yang mau kau ambil! Ngalah aku sama anak kesayangan." Kesal kayra mendorong kayla.
"Kayra..."
"Apa lagi ma? Aku capek sekarang, Lebih baik kalian keluar sana." Usir kayra menahan rasa dongkol nya.
Kayla yang memang egois pun keluar dari kamar kembaran nya, Sementara dinara ragu ragu untuk meninggal kan putri nya.
"Hais! Keparaat.." Umpat kayra menghambur kan barang nya yang di atas meja.
Ini lah yang dinara takut kan, Kayra memang mengalah walau pun tidak ihklas. Wajar saja memang jika kayra merasa kesal.
"Kayra..
"Keluar lah ma, Aku ingin sendiri." Sahut kayra ketika dinara akan mendekat.
"Mama dengar kamu mau keluar kota, Biar mama bantu beres kan baju kamu ya." Tawar dinara.
"Baju yang mana lagi ma?! Semua baju ku di ambil saja anak kesayangan mama." Teriak kayra menangis kesal.
"Nanti mama ganti ya sayang." Bujuk dinara.
"Selalu mama begitu! Menjadi tameng untuk semua kesalahan nya kayla, Kapan dia bisa dewasa ma kalau mama terus saja begini?!" Kesal kayra.
Dinara jadi ikut menangis karena bingung untuk mengambil sikap, Kayla memang selalu manja dan menghambur kan banyak uang.
"Mama jangan nangis dong." Kayra memeluk dinara.
Suatu kelemahan bagi kayra ketika melihat orang tua nya menangis, Kadang orang lain pun kayra tidak tega jika menangis seperti ini.
...****************...
Kenzo menatap putri bungsu nya yang duduk di hadapan nya, Ia mendapat laporan dari sang istri jika kayla selalu mengambil barang milik kakak nya.
"Apa yang kau pikir kan sebenar nya kayla?! Kasihan kakak mu itu." Sentak kenzo.
"Maaf pa." Lirih kayla yang sangat takut kepada papa nya.
"Maaf saja bisa mu! Dia bekerja keras untuk mendapat kan yang dia mau, Sementara kau hanya di rumah dan menghambur kan uang." Ucap kenzo.
"Aku juga mau kerja pa, Tapi tidak ada yang cocok." Sahut kayla.
"Tentu saja tidak ada yang bisa cocok! Karena kau hanya suka memerintah." Kesal kenzo.
Kayla menangis karena merasa di salah kan, Dinara sama sekali tidak membela nya. Sang mama hanya diam sejak tadi.
"Cincin yang kau pakai itu, Itu juga milik kayra." Kenzo menunjuk jari kayla.
"Tidak pa, Ini milik ku." Elak kayla menutup jari nya.
Kenzo berdiri dengan geram mendekati putri nya, Sudah emosi karena kayla selalu mengambil barang kakak nya. Kini bertambah karena kayla malah berbohong.
"Berikan padaku! Itu milik kayra, Papa yang membeli kan cincin itu." Gertak kenzo.
"Ambil lah pa! Papa sangat tidak adil pada ku." Teriak kayla menangis.
"Kayla!"
Dinara mulai angkat bicara karena kayla malah menyalah kan papa nya, Gadis ini berdiri sambil berkata.
"Papa membeli kan dia cincin berlian ini, Kenapa aku tidak di belikan?!" Protes kayla.
"Papa membeli kan kayra cincin ini karena dia berhasil memenang kan tender." Jelas kenzo.
"Itu hadiah atas kerja keras kakak mu la." Ucap dinara.
"Hadiah? Karena kerja keras? Jadi aku yang tidak kerja ini tidak pantas dapat hadiah." Sengit kayla.
"Astaga! Kenapa anak ku egois sekali." Keluh dinara.
"Mama sama papa tidak adil padaku." Teriak kayla berlari pergi.
Kedua orang tua kayla sama sekali tidak mengejar nya, Karena mereka tahu kalau kayla tidak akan pergi kemana pun.
"Kenapa anak ku begini ya tuhan." Keluh dinara.
"Kasihan kakak nya jika kayla terus saja begitu." Sahut kenzo.
"Iya sayang, Kayra malah merasa aku selalu membela kayla." Lirih dinara.
"Yang sabar ya sayang, Nanti aku akan bicara pada kayra setelah dia pulang dari dinas." Ujar kenzo.
Dinara mengangguk pelan, Saat ini mereka masih menunggu kabar dari kayra. Karena kayra masih dalam perjalanan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Kustri
thor pemakaian huruf diperbaiki yaa, acak adul
nama orang sll diawali huruf besar
maaf cm pengen karyamu lbh enak di baca
2024-05-15
0
Ny Rudi Harianto
aku ttp dukung kamu mak
2023-07-07
3