Andika bersiap siap akan berangkat kerja, Namun tiba tiba bodyguard memanggil nya untuk menemui kayra di ruang keluarga.
"Kok udah pulang aja kayra." Batin andika terkejut.
Sampai di ruang keluarga andika lebih terkejut lagi, Karena semua nya telah berkumpul.
Sesekali mata andika melirik kayla yang juga duduk tenang, Hanya kayra yang berdiri dengan wajah tidak bersahabat.
"Kamu manggil aku kay?" Tanya andika pelan.
"Lebih tepat nya aku manggil bajingan saat ini." Geram kayra.
"Kayra! Kenapa ngomong nya gitu nak." Tegur dinara.
Tidak di jawab oleh kayra pertanyaan dari mama nya, Ia malah bergegas menyambung kan ponsel nya kelayar televisi.
"Papa sama mama akan pilih siapa di antara aku sama kayla?!" Tanya kayra.
"Ngomong apa kamu kay?!" Kenzo menaik kan nada suara nya.
"Karena setelah semua ini, Akan ada salah satu di antara kami yang akan pergi." Ucap kayra berusaha sekuat tenaga menahan air mata.
"Drama banget sih kamu ra!" Ketus kayla malas.
Senyum dalam sedih keluar dari bibir kayra, Apa lagi andika seolah tidak merasakan bahwa ia sedang tidak baik baik saja.
"Lihat lah kelakuan putri kesayangan kalian." Geram kayra memutar video.
Semula kedua orang tua kayra masih tampak biasa saja, Namun setelah aksi kayla dan andika muncul. Kenzo langsung berdiri dengan wajah merah padam.
"Kayra.."
Andika kaget karena kayra bisa punya video itu, Padahal ia yakin tidak ada CCTV yang merekam di paviliun.
"Apa apaan ini kayla?!" Bentak kenzo menggeram.
Sreeett
Kayra menarik kayla yang masih tidak menunjukan rasa bersalah, Rambut kayla di tarik dan kepala nya di bentur kan kelantai.
"Aakhhh, Sakit kayra." Jerit kayla kesakitan.
"Kau pantas mendapat kan lebih dari ini kayla! Semua barang milik ku selalu kau ambil." Teriak kayra menginjak kepala adik nya.
"Kayra..."
Dinara mendorong kayra hingga jatuh kelantai, Ia menolong kayla yang menangis kesakitan.
Plaakk, Plaak.
Suara tamparan keras menggam dalam mansion, Andika terkapar karena di tampar oleh kenzo hingga mulut nya berdarah.
"Berani kau menyakiti putri ku bajingan! Kau harus nya bersyukur karena kayra mau mencintai pemuda miskin seperti mu, Namun kau malah tidak tahu diri." Geram kenzo.
Buak, Buaak.
"Eggh, Eeghhhh"
Erangan keluar dari mulut andika karena kenzo menendangi perut nya, Sementara kayla masih dalam pelukan dinara.
"Aku yang tersakiti di sini ma, Kenapa mama malah membela dia?" Kayra bergetar saat bertanya.
"Kasihan adik mu ra kalau kau buat seperti itu." Sahut dinara mengusap usap kepala kayla.
"Lalu mama tidak kasihan padaku! Hah akhir nya aku juga yang harus mengalah untuk nya." Keluh kayra miris.
"Bukan begitu maksud mama nak."
"Cukup ma! Hentikan juga pa." Bentak kayra berapi api.
Kenzo kaget karena putri kebanggan nya berani membentak, Walau kenzo tahu jika saat ini kayra merasa sangat terluka.
"Jangan menyakiti pria itu dan juga kayla, Aku kok yang salah di sini. Benar kan ma?" Kayra tersenyum berurai air mata.
Sudah sakit karena penghianatan, Namun kini kayra juga merasa sakit karena sang mama seolah tidak peduli pada nya.
"Kayra dengar kan mama dulu nak." Dinara mendekati putri sulung nya.
"Tidak usah, Aku tidak ingin mendengar apa pun lagi dari kalian." Kayra berseru kecewa.
Dinara menangis melihat putri nya yang kini berlari masuk kamar, Sementara kayla masih tetap biasa merasa tidak ada salah apa pun.
"Maaf kan saya tuan kenzo, Saya bersalah di sini." Sesal andika.
"Hajar dia." Kenzo menyuruh gavin.
Gavin yang mendapat perintah pun langsung menghajar andika, Tidak peduli pada andika yang sekarat tidak bisa melawan.
"Cukup pa, Bagai mana jika dia mati. Anak ku tidak punya ayah nanti." Cegah kayla mengaget kan orang tua nya.
"Apa maksud mu kayla?!" Dinara menarik lengan anak nya.
"Aku hamil anak dia ma." Sahut kayla menunduk.
"Bohong! Kita baru sekali melakukan nya tadi malam." Elak andika.
"Apa maksud mu mas? Kita sudah berhubungan di belakang kayra selama dua bulan." Kayla menangis.
"Tidak tuan! Kami melakukan nya hanya sekali." Andika memegang kaki kenzo.
"Dia bohong pa karena tidak mau bertanggung jawab pada anak ini." Teriak kayla.
Kenzo sangat pusing saat ini, Kayla yang ternyata sedang hamil. Dan kayra yang pasti nya sangat hancur, Kenzo masih belum tau untuk mengambil langkah apa.
"Mereka harus menikah." Cetus dinara karena tidak mau jika anak nya hamil tanpa suami.
"Pikir kan anak mu yang lain juga dinara!" Bentak kenzo.
"Nikah kan saja mereka! Aku akan pergi dari sini." Kayra turun dengan membawa koper nya.
"Kayra."
Kenzo mengejar putri nya yang berlalu sambil menangis, Dinara pun juga melakukan hal yang sama.
"Tunggu papa nak."
"Aku akan tinggal di apartement ku saja, Mama bisa leluasa menyayangi kayla." Ujar kayra pedih.
"Mama juga sayang sama kamu sayang." Dinara ikut menangis.
"Iya aku tahu mama sayang kok sama aku, Tapi jika di banding kan dengan kayla. Hanya sepuluh persen untuk ku, Yang sembilan puluh persen untuk kayla." Sahut kayra berusaha tersenyum.
"Dengar kan papa nak, Mereka yang berbuat salah. Kamu tidak perlu keluar dari rumah." Cegah kenzo.
"Mereka akan menikah pa karena mama takut kayla menanggung malu sendirian, Lebih baik aku keluar saja! Kita masih bisa bertemu lagi kok, Itu pun jika papa mau." Ujar kayra.
"Tentu kita akan selalu bertemu sayang, Kita akan bertemu di perusahaan." Kenzo memeluk kayra.
Kenzo tidak ingin terlalu mencegah kepergian kayra dari mansion, Lagi pula kayra akan tinggal di apartement milik nya.
"No! Aku juga akan resign dari perusahaan." Jawab kayra.
"Tidak kay, Papa tidak ingin kamu juga pergi dari perusahaan." Panik kenzo.
"Aku ingin hidup sendiri pa, Papa tunggu ya sampai aku bisa sukse membangun perusahaan ku sendiri. Agar kayla tidak perlu cemas kalau aku akan menguasai harta." Ucap kayra.
Menangis kenzo mendengar tekad anak nya yang akan hidup sendiri, Tampak nya sakit hati kayra sangat dalam sehingga ia berniat memutus kan semua kontak dengan keluarga nya.
"Aku pergi pa." Pamit kayra mencium pipi kenzo dan langsung masuk mobil.
Sama sekali kayra tidak berpamitan pada mama nya, Dinara merosot kelantai karena sedih di acuh kan oleh putri nya.
"Cegah anak kita pergi sayang, Aku tidak ingin di tinggal kayra." Jerit dinara.
"Kan masih ada kayla anak mu." Ketus kenzo meninggal kan istri nya.
Kenzo kembali menghampiri andika yang sudah tidak kuat lagi berdiri, Gavin tidak pernah main main jika menghajar orang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
millie ❣
gue paling sebel tuh ama emak'y bikin darting aja beneran g bisa bedain anak yg baik n g bener bgt g usa dianggep tu emak durhakim muak gue 😏😏😏😏
2023-07-07
3
Ny Rudi Harianto
beneran hamil gak sih.....baru sekali kok ngaku hamil....
jahat bener jd kembaran ya....semua nya mau d ambil sampai pakai segala mcm cara....
2023-07-07
2
Roslina Dewi
rasa-in lu, Andika😁
2023-07-07
1