Sudah satu bulan ini dinara tidak pernah bertemu dengan putri sulung nya, Hari ini ia memberani kan diri datang mengunjungi apartement kayra.
Tak lupa juga dinara membawa kan makanan kesukaan kayra, Walau jujur saja dinara sedikit was was jika sampai di tolak oleh putri nya.
"Semoga sudah pulang dia kerja." Batin dinara menekan bel.
Kayra yang memang sudah pulang sejak jam lima tadi, Langsung melihat dari lcd monitor. Kayra kaget melihat mama nya datang.
"Syukur lah kamu sudah pulang sayang, Mama kira tadi belum." Dinara berkata langsung masuk.
"Ngapain mama kesini?" Tanya kayra cuek.
Jujur saja kayra masih sangat hati dengan mama nya yang terus saja membela kayla, Seolah dinara memang tidak rela jika kayla terluka sedikit pun.
Dinara yang mendengar pertanyaan kayra pun langsung menoleh, Senyum yang ia paksa kan karena kecewa dengan respon kayra.
"Mama kan juga pengen ketemu kamu kay." Ucap dinara pelan.
"Hmm, Ya udah duduk saja di sana." Kayra menunjuk sofa.
"Bersih banget apartement kamu, Sempat ya kamu bersih bersih." Dinara mencari topik obrolan.
"Ada sarah yang membersih kan, Jika punya uang maka kita bisa melakukan apa saja! Terlebih uang itu dari hasil keringat sendiri." Sahut kayra mengambil kan air untuk mama nya.
"Hhmm sarah." Dinara berusaha mengabai kan ucapan kayra yang lain.
Hening, Kayra sama sekali tidak mencari topik obrolan. Ia masih fokus melihat gambar bangunan yang kini hampir siap.
Hotel itu ia rencana kan dengan nama QUEEN, lagi pula kenzo memasrah kan semua itu kepada kayra.
"Mama minta maaf sama kamu kay, Mama tahu kalau kamu sakit hati." Lirih dinara.
"Sudah lah, Aku lelah selalu memberi maaf sejak kecil." Cetus kayra.
"Mama begitu bukan berarti tidak sayang kamu, Cuma mama tidak ingin kalian saling menyakiti." Jelas dinara.
"Lebih tepat nya mama tidak ingin kayla tersakiti." Geram kayra.
Padahal sejak tadi gadis ini sudah menahan emosi nya, Namun dinara malah membahas masalah itu lagi.
"Mama tahu kamu sakit hati dengan kelakuan andika dan kayla, Namun yang lebih salah adalah andika nak." Ujar dinara masih tetap membela kayla.
Senyum miris keluar dari bibir kayra, Sebegitu sayang nya dinara dengan kayla. Sudah jelas salah pun masih tetap di bela.
"Sebesar apa pun cinta ku kepada nya dan berapa lama aku memacari nya, Perpisahan ini memang menyedih kan! Di tinggal sendirian memang menyakit kan, Mama juga melakukan itu pada ku." Ujar kayra langsung menetes kan air mata.
"Kamu salah paham kayra, Mama tetap sayang sama kamu! Ini semua gara gara andika, Kamu jadi menjauh dari mama." Dinara malah melimpah kan kesalahan pada menantu baru nya.
"Mama tahu apa yang paling menyakitiku? Karena aku di campakan?! Bukan itu ma..Tapi karena harus mengahiri hubungan yang di rusak oleh seseorang."
"Dan seseorang itu adalah adik ku sendiri, Namun mama tetap membela nya." Lanjut kayra tersedu sedu.
"Jangan kasihan padaku, Jangan juga mama khawatir padaku! Aku tidak suka di cintai, Itu membuat ku lemah dan terluka." Isak kayra.
Dinara juga menangis melihat derita kayra, Namun dalam hati nya ia masih tetap menyalah kan andika dan kayla sama sekali tidak bersalah.
Saat dinara akan memeluk nya, Kayra cepat berdiri menghindar. Sakit hati kayra tidak bisa terbendung lagi, Ia tidak akan luluh meski sang mama akan memeluk nya ratusan kali.
"Pergi lah ma, Sebenar nya aku hari ini ingin istirahat menangis. Namun mama datang." Usir kayra.
"Mama ingin tidur bersama mu nak." Ucar dinara.
"Tidak! Mama hanya akan membuat ku menangis semalaman." Tolak kayra.
Remuk hati dinara mendengar jawaban putri nya, Padahal biasa nya kayra akan menangis jika ia tidak ingin tidur bersama nya.
"Mama pamit ya kalau begitu, Kamu jangan lupa makan masakan mama." Dinara berjalan lemas.
"Sebaik nya mama tidak usah datang lagi." Ujar kayra cepat menutup pintu.
Dinara menangis pilu mendengar kayra yang tidak ingin di kunjungi, Entah bagai mana ia akan menebus kesalahan nya ini.
"Selamat malam nyonya." Sapa gavin yang akan mendatangi kamar kayra.
"Kamu yang menjaga kayra?" Tanya dinara menghapus air mata nya.
"Iya nyonya." Angguk gavin hormat.
"Tolong jaga putri ku dengan baik ya, Jangan lupa ingat kan dia makan." Pesan dinara.
Usai berkata demikian dinara langsung pergi meninggal kan apartement, Bahkan dinara sendiri tidak tahu kalau pemilik apartement ini adalah kayra de lamozada.
Sampai mansion pun dinara masih saja murung, Tidak bisa di pungkiri jika ia kehilangan sosok anak sulung nya.
"Dari mana saja kamu?" Tegur kenzo ketika dinara tiba.
"Jalan jalan cari angin bang." Sahut dinara duduk di sebelah kenzo.
Kenzo tahu jika istri nya pasti habis menemui kayra, Namun kenzo tidak ingin berkomentar apa pun.
"Kayra sangat marah padaku sekarang." Keluh dinara lemas.
"Jika aku yang jadi kayra, Bisa saja aku sudah memasukan mu kedalam kandang macan." Sahut kenzo.
"Abang!!"
"Selam ini aku masih diam dinara, Namun sikap nya terlihat jelas sangat pilih kasih." Ujar kenzo.
"Pilih kasih dari mana? Kenapa kalian semua menuduh ku begitu! Aku menyuruh kayra mengalah karena kayla adalah adik." Jelas dinara.
"Kaisar itu juga adik ku, Bahkan adik ku jesslyn yang perempuan juga ada. Namun mommy dan daddy tidak pernah menyuruh ku mengalah dalam hal apa pun, Jika mereka ingin punya seperti yang aku punya. Maka mommy akan menyuruh mereka berusaha dengan cara yang benar." Kenzo berkata tegas.
"Tidak ada salah nya menyuruh kakak mengalah bang." Dinara masih kekeh dengan pendirian nya.
"Bagi mu dan kayla memang tidak salah, Namun bagi kayra itu sangat menyakit kan." Kenzo jadi emosi karena dinara sangat keras kepala.
"Abang, Bang!!"
Kenzo tidak mengindah kan panggilan istri nya, Ia bergegas masuk kamar nya saja agar tidak semakin emosi.
"Maaa."
Kayla yang baru bangun tidur menghampiri mama nya, Sungguh enak hidup kayla yang hanya makan tidur sepuas nya.
"Ada apa?" Tanya dinara pelan.
"Minta uang dong ma, Besok teman ku ada yang ulang tahun." Kayla mendekati dinara.
"Minta sama suami kamu lah." Dinara melirik andika yang lewat.
"Dia belum gajian ma, Cuma satu juta nih di kasih nya." Rutuk kayla.
"Maka nya cari suami tuh yang bener, Jangan cuma di lihat dari tampang nya saja! Untung kayra tidak jadi nikah sama dia." Ketus dinara.
"Mama kok gitu sih, Aku kan udah kaya dari orok. Ngapain lagi cari suami kaya." Kesal kayla.
Dinara menghelai nafas panjang dan segera mentransfer kerening nya kayla, Senyum bahagia terkembang di bibir nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
DINARA, DINARA... ANAK SPRTI KAYLA DI BELA.. TU KAYLA PSTI HAMIL DGN LAKI2 LAIN.. ANDIKA YG TK KUAT IMAN YG DIGAETNYA
2023-12-04
0
Ny Rudi Harianto
susah emang klu sudah bawaan orok....mau itu kaya atau sombong...sama aja
2023-07-10
2
millie ❣
emak kampret uda ceraiin aja tuh Ken istri g tau diri + keras kepala kyk gt g bisa dididik tu anak loe kayla biar ama emak'y tuh bocah kampret juga ntar tau rasa tuh emaknya anak loe kyk penjahat aja lm3 nyesel3 loe ntar gue sumpahin deh esmoni gue lama3 😠😡😡kok bisa ada emak modelan'y begono sih 😏😏
2023-07-10
1