Semula andika menolah ketika di suruh tinggal di paviliun calon mertua nya, Ia malu jika harus menumpang. Namun kayra kekeh memaksa nya agar mau.
"Aku malu lah sayang sama papa kamu." Ujar andika ketika kayra menyusun semua barang nya di paviliun.
"Ngapain malu? Bentar lagi dia juga jadi papa kamu." Sergah kayra.
"Kita loh belum nikah, Tapi aku udah ngerepotin kamu." Ucap andika tak enak hati.
"Enggak usah di pikirin, Lagian mama suruh kamu tinggal di sini biar kita bisa cepat nikah." Kayra memegang tangan andika.
Andika mengangguk dan berjanji dalam hati nya, Ia akan bekerja keras agar uang nya cepat terkumpul dan bisa menikahi kayra gadis yang sangat di cintai nya.
"Kamu lanjut sendiri aja ya, Aku ada metting hari ini." Ucap kayra.
Kayra bekerja di perusahaan papa nya sendiri, Ia menangani sebuah broyek walau pun tidak besar. Setidak nya ia bisa memulai jalan sukses.
"Iya sayang, Biar aku saja yang beres kan." Angguk andika.
"Aku pamit duluan ya." Kayra mencium pipi andika sekilas.
"Hati hati kayra sayang." Teriak andika tersenyum senang.
Setelah kayra berangkat kerja, Andika sendirian mengatur barang nya yang tidak seberapa banyak. Namun ia tidak ingin jika terlihat berantakan.
"Nih ada makanan dari mama." Kayla masuk menaruh piring.
"Terima kasih." Andika tersenyum sopan.
Dengan gaya nya yang angkuh, Kayla duduk di sofa sambil menatap sekeliling. Tanpa sengaja mata nya melihat kearah dada bidang andika.
"Eeh buset, Kayra pinter banget cari pacar." Batin kayla meneguk ludah.
Perwakan andika yang tinggi membuat nya terlihat menawan, Apa lagi ia pekerja keras. Otot nya pun tercetak bagai kan sering pergi gym.
"Jadi nanti malam udah tidur sini?" Tanya kayla.
"Iya." Andika ragu mau memanggil kayla apa.
Andika cepat melengos melihat paha kayla yang terlihat putih mulus, Kayla tersenyum karena menangkap gelagat calon kakak ipar nya.
"Panggil saja kayla, Tidak usah sungkan." Kayla berkata sambil berjalan mendekati andika.
"Iya..."
Terbata andika saat menjawab nya, Kayla malah menyentuh leher belakang andika dengan ujung jari.
"Tidak usah sungkan jika butuh sesuatu." Lirih kayla.
"Baik, Aku mau memberes kan kamar dulu." Pamit andika.
Sedikit berlari andika meninggal kan kayla yang masih berdiri di sana, Bisa rontok iman nya jika terlalu lama dekat dengan kayla.
"Kasur nya empuk kan?!" Kayla malah masuk dan merebah kan diri.
"Astaga!"
Cepat andika melengos, Kayla yang menggunakan rok jeans pendek malah berbaring telentang. Hingga dalam nya yang berwarna pink terlihat.
"Kok malu gitu? Emang enggak pernah di kasih ya sama kayra?!" Dengan tidak tahu malu nya kayla bergeser pelan.
"Maaf kayla, Ini tidak sopan." Ujar andika pelan.
"Jangan malu malu, Aku bisa kok memuas n kamu." Bisik kayla menempel pada andika.
"Kayla.. Tolong jangan begini." Andika takut jika bersikap kasar malah akan jadi masalah.
Namun nyata nya kayla malah semakin tidak tahu malu, Tangan nya menerobos masuk kedalam celana andika dan memegang tanduk rusa nya.
"Waow, Luar biasa." Bisik kayla tetap memegang nya.
"Kayla! Tolong menjauh lah sebelum aku bersikap kasar." Pinta andika.
Kayla melepas kan pegangan nya dari tanduk rusa milik andika, Senyum genit tak lupa ia berikan sebelum keluar dari kamar.
"Astaga! Kuat kan aku tuhan." Andika terengah engah.
Bohong jika ia tidak nafsu melihat tubuh kayla yang aduhai, Sebagai pria pun andika sanga sulit menahan godaan iblis.
...****************...
Kayra menatap papa nya yang tersenyum licik, Rasa dongkol di hati kayra tidak bisa ia lampias kan sekarang.
"Kenapa bukan asisten lim saja pa? Aku banyak kerjaan." Ucap kayra merengut.
"Bonus enam ratus juta jika bisa deal dengan tuan gion." Tawar kenzo menatap putri nya.
"Cih! Uang sekecil itu mau menyogok ku." Kayra melengos.
"Biar saya saja tuan." Asisten lim menawar kan diri karena uang enam ratus juta.
"Delapan ratus juta?"
"Kapan aku berangkat?" Kayra langsung menanya kan keberangkatan nya.
"Nanti malam, Selesai kan dulu pekerjaan mu di lapangan." Ujar kenzo.
"Siap bos."
Kayra semangat bekerja karena akan mendapat bonus yang sangat besar, Padahal dia tadi sudah tergiur dengan enam ratus juta. Namun kenzo malah menambah kan lagi.
"Tuan gion ini sudah tua apa masih muda?" Tanya kayra sendirian.
Di lihat nya profil tuan gion, Ternyata masih muda dan sangat tampan. Kayra jadi bersemangat karena akan bekerja sama dengan pria tampan.
"Dapat lah sedikit cuci mata." Girang kayra.
Tidak peduli walau pun cuaca yang sangat terik, Hari ini kayra turun kelapangan untuk meninjau sudah sampai mana pembangunan hotel yang ia tangani.
Semua mata pekerja menatap kayra yang turun dari mobil, Kaca mata hitam melengkapi kecantikan bos mereka.
"Selamat siang nona." Sapa para pekerja.
"Siang, Apa ada kepala proyek?" Tanya kayra menurun kan kaca mata.
"Aahh tentu saja saya ada nona, Masa saya tidak datang." Kepala proyek mendatangi kayra tergopoh gopoh.
Kayra berjalan dengan kepala proyek untuk meneliti pembangunan yang sudah delapan puluh persen siap ini, Tentu saja kayra senang karena ini proyek nya.
"Utama kan juga keselamatan para pekerja! Aku tidak ingin ada yang celaka." Peringat kayra tegas.
"Tentu saja nona, Saya tidak akan lali." Sahut kepala proyek.
"Bagus lah, Semoga bulan depan sudah selesai." Harap kayra.
"Seperti nya sudah nona, Kini hanya tinggal merampung kan cat bagian luar serta kolam belakang." Ujar kepala proyek.
Kayra mengangguk, Ia bisa pergi dengan tenang karena tidak ada masalah di sini. Kayra masih berjalan untuk melihat semua yang telah di kerjakan.
Hampir empat bulan sudah mereka membangun hotel ini, Walau pun bukan hotel besar. Namun kayra ingin semua kamar di bangun dengan rapi dan teliti.
"Suruh yang lain mengambil makanan di mobil, Aku ada beli beberapa." Kayra berkata pada pekerja yang masih muda.
"Baik nona." Angguk pemuda itu.
Ini lah yang mereka sukai dari kayra, Meski pun kaya dan cantik. Namun kayra tidak pernah sombong, Setiap datang selalu membeli kan mereka makanan atau pun minuman.
"Terima kasih ya non, Semoga murah rezeki dan sehat selalu." Doa mang jajang salah satu pekerja.
"Sama sama." Angguk kayra tersenyum menatap mereka satu persatu.
Tapi mata kayra malah menangkap salah satu pekerja yang tidak makan nasi bungkus yang ia beli, Kayra pun mendekati nya.
"Kenapa bapak tidak makan nasi nya?" Tanya kayra pelan.
"Anu non, Saya tadi sudah sarapan kok! Jadi saya bawa pulang saja." Jawab pak budi.
"Tapi kan ini sudah siang pak, Di makan saja sekarang." Ucap kayra.
"Masih kenyang saya non, Mau buat anak saya saja." Pak budi tersenyum malu.
Hati kayra terenyuh ketika pria berumur ini bilang akan memberikan pada anak nya, Mungkin saja pak budi tidak tega makan nasi bungkus tanpa anak nya.
"Yang ini di makan saja sekarang pak, Kalau di bawa pulang nanti malah basi. Beli kan nanti anak bapak ya." Kayra memasukan uang seratus ribu pada saku pak budi.
"Tidak non! Saya tidak enak jika begini." Pak budi menolak dan mengembali kan.
Namun kayra tetap memaksa nya, Teman pak budi yang lain juga menyuruh menerima. Karena mereka tahu jika pak budi adalah orang susah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
TERNYATA SAMA SAJA KYRA DN KYLA, WANITA YG TK BSA JAGA KHORMATANNYA, TRUTAMA KYLA,, PRCUMA KAYA, TPI MINIM AHKLAK.
2023-12-04
1
Ny Rudi Harianto
semangat Mak.....
2023-07-07
3
Ny Rudi Harianto
proyek mak..... typo
2023-07-07
0