Kayra tiba dengan selamat di hotel milik kenzo juga, Tiga hari kedepan ia akan menginap di sini.
"Yang itu kamar mu." Tunjuk kayra kepada bodyguard nya.
"Baik nona." Angguk bodyguard tersebut.
"Siapa nama mu?"
"Gavin nona."
Kayra mengangguk dan masuk kamar untuk istirahat, Besok ia akan ada metting dengan gion. Entah orang seperti si gion.
"Dia pasti sudah pulang kerja." Gumam kayra mengambil ponsel nya.
Andika pulang jam dua belas malam, Dengan motor nya ia memasuki kawasan mansion yang tampak benderang walau pun malam hari.
"Kapan aku punya rumah kayak gini." Batin andika menghayal.
Langsung saja andika menuju paviliun, Namun ia mendengar suara tangis seorang wanita di dekat pojok sana.
"Masa mansion mewah gini ada setan nya?" Andika memang penakut.
Merinding sekujur tubuh andika karena suara tangis semakin jelas ketika ia mendekati nya, Jantung andika berdegup keras saat melihat ada wanita berambut panjang yang duduk.
"Astaga! Memang ada hantu." Jerit andika tertahan.
"Apa sih kau itu?!" Sentak kayla yang menangis tersebut.
"Kayla...Ternyata itu kau." Gagap andika.
"Kau pikir siapa?!" Ketus kayla mengelap air mata.
Andika bernafas lega karena ternyata bukan setan, Namun dia juga heran karena kayla menangis sendirian.
"Kamu kenapa di sini?" Tanya andika pelan.
"Gara gara pacar kamu lah!" Sentak kayla kesal.
"Kok jadi nyalahin kayra, Kan dia lagi dinas keluar kota." Bingung andika.
"Kayra selalu jadi anak kesayangan mama sama papa! Sedang kan aku tidak pernah di anggap." Cetus kayla.
"Cuma perasaan kamu saja mungkin." Sahut andika.
Kayla terdiam menatap andika yang ikut duduk di samping nya, Semakin di lihat maka semakin tampan pemuda ini.
"Kamu enggak curiga kalau kayra dinas jauh sampai tiga hari?" Kayla memancing andika agar cemburu.
"Enggak dong, Dia kan bekerja." Jawab andika santai.
"Yakin?! Bukan nya aku menghina kamu ya. Cuman kan kamu orang miskin nih, Sementara kayra selalu bertemu dengan pria kaya." Kayla memanas manasi perasaan andika.
"Maksud kamu apa?" Tanya andika.
"Enggak ada wanita yang mau hidup susah dika, Kayra pun juga salah satu nya." Ucap kayla.
"Aku enggak tahu maksud kamu apa, Aku masuk dulu ya." Pamit andika.
Kayla cepat menarik tangan andika, Dengan tatapan yang penuh damba. Andika merasa tidak nyaman dengan kelakuan adik kembar pacar nya.
"Pernah enggak kamu mikir kalau sekarang kayra lagi mesra mesraan dengan lawan bisnis nya, Semua nya masih muda loh dika." Kayla meracuni pikiran andika.
"Kayra tidak akan seperti itu." Tegas andika.
"Coba kamu telfon dia, Barusan aku telfon kata nya dia lagi ada makan malam sama klien." Ujar kayla.
"Makan malam apa udah tengah malam gini." Cetus andika.
"Maka nya kamu telfon dia dong, Kalau sama kamu dia jawab apa." Pancing kayla.
Andika mengambil ponsel dan menelfon kayra, Namun sama sekali tidak di angkat karena kayra sedang tidur.
Perihal makan malam, Kayla hanya mengada ada saja. Karena kayla ingin sekali merasakan sentuhan andika.
"Tidak di angkat ya? Jangan jangan makan malam di ranjang lagi." Ujar kayla.
Andika tidak menyahut ucapan kayla, Dia terus saja menghubungi nomor kayra. Hasil nya nihil karena kayra yang tertidur pulas.
"Sudah lah dika, Tidak ada wanita yang setia seutuh nya." Kayla mengelus pundak andika.
"Benar kamu baru saja bicara dengan nya?" Tanya andika memastikan.
"Baru saja, Karena aku sebenar nya ingin melampias kan amarah sama dia." Angguk kayla.
Resah hati andika membayang kan jika kayra sungguh berhianat dari nya, Sedang bingung seperti ini. Kayla tiba tiba saja mencium bibir andika.
"Hmmm!"
Semula andika menolak dan mendorong kayla agar melepas kan ciuman, Namun kayla tetap tidak mau lepas dan merangkul kan kaki nya pada pinggang andika.
"Masuk atau di lihat banyak orang." Bisik kayla sambil menjilat telinga andika.
"Tolong jangan begini la." Pinta andika.
"Sekali saja, Belum tentu juga kayra tidak melakukan nya andika." Sahut kayla lagi.
Kayla sedikit mendorong agar andika mau masuk kedalam pavilun, Pintu pun terbuka dan mereka masuk kedalam kamar.
"Ssshh aakkhh!"
Andika menggerang ketika kayla menelusuri bagian leher hingga kedada, Iman yang semula kokok malah jadi hancur berantakan.
Tangan kayla sudah memegang tanduk rusa milik nya, Dengan kelihaian yang sangat handal. Kayla sudah mengeluar kan dari sangkar.
"Eemmhh, Aahhh!"
Tidak bisa lagi andika menolah ketika kayla memasukan tanduk rusa kedalam mulut nya, Andika terbuai dan melupa kan kayra.
...****************...
Pukul enam pagi kayra bangun dari tidur nya, Pukul sembilan nanti pertemuan nya dengan tuan gion. Karena masih lama waktu nya, Kayra membuka ponsel terlebih dahulu untuk melihat lihat.
"Oh iya, Dia ngapain saja ya tadi malam." Kayra teringat kekasih nya.
Memang kayra sengaja menaruh camera tersembunyi untuk melihat andika, Sebenar nya bukan untuk mencurigai. Tapi sebagai hiburan nya jika sedang stres kerja dan tidak bisa bertemu dengan kekasih nya.
Apa lagi kayra kini sering keluar kota untuk bisnis nya, Bucin kayra sangat mendalam pada andika.
"Eemm belum pulang dia." Batin kayra ketika kamar andika masih sepi.
Masih setia kayra memantau video jangka panjang itu, Hampir tiga puluh menit kayra menunggu kamar kosong tidak ada penghuni nya.
"Aku bakal kesepian juga kalau udah jadi istri nya dika, Apa lagi pas masuk malam dia." Gumam kayra.
Tak lama muncul dua anak manusia yang masuk kamar dengan posisi yang sangat tidak layak, Mata kayra membulat melihat adegan itu.
"Tidak mungkin..." Gemetar suara kayra karena tidak percaya.
Semua nya terlihat di mata kayra, Andika yang pasrah ketika wanita itu menaiki nya terlebih dahulu.
Tetes air mata kayra jatuh karena patah hati, Sedikit pun ia tidak menduga jika andika tega melakukan ini kepada nya.
"Itu rumah ku mas, Di rumah ku kamu bawa perempuan lagi." Isak kayra.
Ini bukan hanya keinginan sepihak saja, Karena andika tampak menikamati dan membalik tubuh wanita lawan main nya.
"Tunggu..."
Kayra mempause video tersebut, Yah kini terpampang nyata jika wanita itu adalah saudara kembar nya.
"Bajingan kalian!!"
Braaak, Pyaarr.
Ponsel kayra menabrak cermin hingga pecah berantakan, Kayra sangat marah dan kecewa dengan penghianatan keji ini.
"Huaaaaa, Kenapa kau selalu mengambil milik ku kayla!" Teriakan kayra menggema dalam kamar.
Gavin yang siap siaga pun bisa mendengar teriakan dari kamar sang nona, Namun gavin tidak langsung masuk kedalam.
"Nona... Anda baik baik saja!?!" Tanya gavin dari luar.
Tidak ada sahutan dari kayra, Karena kayra masih menangis menyembunyikan wajah nya di antara kedua lutut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
PARAH SI KAYLA, DN SI DIKA JUGA MANUSIA LMH IMAN, BUKTINYA DGN KYRA JUGA BERZINAH, SUNGGUH WANITA BODOH SI KAYRA..
2023-12-04
0
Ny Rudi Harianto
ish....aku jg ikutan greget Lo sma Kayla itu.....kok udah kyak Uler keket aja
2023-07-07
3