Kayra termenung dalam ruangan nya yang mewah, Masih tergelitik batin nya melihat zero yang lucu dan gembul itu.
"Haish aku sungguh gila sekarang, Kenapa malah jadi ingin punya anak." Rutuk kayra mengguyar rambut nya.
Hari ini pekerjaan kayra lumayan senggang, Jadi ia masih sempat melamun dan sial nya malab terus kepikiran punya anak.
"Tidak! Aku tidak akan menikah." Tekad kayra.
Asisten lim masuk kedalam ruangan ceo nya, Sedikit heran melihat kayra yang terlihat sedang menung entah memikir kan apa.
"Nona."
Tidak ada sahutan dari kayra yang terdiam, Lim pun semakin mendekati kayra. Bayangan zero terus saja menari nari.
"Aku ingin punya seperti itu lim." Lirih kayra.
"Punya apa nona?" Bingung lim.
"Dia lucu sekali, Aku ingin punya satu saja." Jawab kayra.
Lim bingung apa yang nona nya ingin kan, Sementara kayra masih menung dengan pandangan kosong.
"Aku ingin anak yang lucu itu, Satu saja lim." Ucap kayra lagi.
"Anak?! Nona ingin anak." Kaget lim.
"Tapi tidak usah punya suami, Aku hanya ingin anak saja." Ujar kayra.
"Bagai mana pula ingin punya anak tapi tidak punya suami." Cetus lim.
"Haish."
Lemas kayra memikir kan cara nya ingin punya anak, Tapi kayra tidak ingin punya suami. Namun anak yang tidak berzina.
"Baru ini tugas ku yang sangat berat nona, Bagai mana pula aku mencari kan anak tanpa suami." Keluh lim pusing.
"Aku ingin sekali punya anak seperti zero lim." Ujar kayra memelas.
"Adopsi saja zero, Atau cari anak di panti asuhan." Lim menemukan ide.
"Tidak mau! Aku mau melahir kan dan mengandung agar punya kenangan." Tolak kayra.
"Maka nya harus menikah nona." Sahut lim.
"Tidak! Aku tidak mau punya suami." Tolak kayra.
Jika tidak ingat jika kayra adalah bos nya, Ingin sekali lim menghajar kayra karena semua saran nya di tolak.
"Pikir kan cara nya lim!! Aku ingin punya anak." Kayra merengek.
"Ya bagai mana nona, Aku juga tidak bisa membuat kan mu anak." Ujar lim putus asa.
"Aku mau anak lim." Kayra kembali merengek.
Lim pergi duduk di sofa tanpa menghirau kan kayra yang terus mengatakan ingin anak, Otak nya terus berpikir bagai mana cara nya.
"Bagai mana jika beli suami untuk membuat kan anak." Cetus lim.
"Jangan kan beli, Mereka yang naksir padaku pun aku tolak." Sahut kayra sombong.
"Hanya ini cara nya nona, Kita bisa pilih pria mana yang ingin nona nikahi. Lalu setelah hamil maka nona bisa mencerai kan nya." Jelas lim.
"Kenapa harus beli?" Tanya kayra bingung.
"Jika beli maka nona akan memegang kuasa, Dia tidak akan semena mena atau pun menghianati mu." Ujar lim.
Kayra tampak memikir kan ide dari asisten nya, Teringat pula bahwa dia sudah tidak perawan lagi. Jika beli suami maka pria itu tidak akan banyak tanya atau pun protes.
"Di mana kita bisa membeli nya lim?" Tanya kayra.
"Di bar."
"Aku ingin anak ku punya keturunan yang baik lim! Gila kau menyuruh ku bersuami pria bar." Kesal kayra.
"Di sana banyak gigolo nya nona, Mereka tampan semua." Jelas lim.
"Tapi aku ingin pria yang baik dan sopan." Ujar kayra.
"Aarrkkhh!"
Lim berteriak sangking kesal nya memikir kan nona nya ini, Banyak sekali pilihan yang di ajukan nya.
"Nikahi saja aku." Lim tersenyum.
Kayra malah memiring kan bibir nya jijik, Lim bukan nya sakit hati. Tapi malah tertawa terbahak bahak.
"Ayo kita datangi bar nanti malam, Kau buat lah permintaan pada germo nya untuk menyiap kan yang paling bagus." Titah kayra.
Lim mengangguk dan segera keluar dari ruangan kayra, Ia menghubungi pemilik bar yang menyiap kan banyak gigolo.
...****************...
Kini lim dan kayra sudah memasuki bar yang paling besar di kota jakarta, Mereka masuk dengan santai walau pun tanpa bodyguard. Karena gavin masih belum masuk.
"Selamat datang tuan lim, Saya sudah menyiap kan semua nya untuk anda." Germo menyambut kedatangan lim.
"Pilihan terbaik mu kah ini?" Tanya lim menatap enam pria muda yang berbaris.
"Mereka yang paling laris tuan, Jangan ragu pada kemampuan mereka." Sahut germo.
"Laris?! Maksud mu mereka sudah sering ganti pasangan." Kayra menyambar ucapan germo.
"Tentu saja nona." Sahut germo.
Kayra menatap lim tajam karena berani mencari kan nya orang yang sering ganti pasangan, Lim pun tertunduk karena salah.
"Tunggu tuan dan nona! Kenapa langsung pulang?" Germo menahan langkah mereka.
"Aku salah mengerti ucapan nona ku, Ini untuk mu karena telah bekerja." Lim memberikan tiga lembar uang.
Germo pun diam karena kayra sudah menatap nya tidak bersahabat, Bahkan lim sampai di dalam mobil pun tidak berani berbicara.
"Sialan kau lim!" Maki kayra menendang jok kemudi.
"Maaf kan saya nona." Ujar lim merasa bersalah.
Tidak ada sahutan dari kayra yang memang benar benar marah, Kini pun masih diam ketika sudah sampai di apartement.
"Kenapa kau masih mengikuti aku! Pulang kau sana." Sentak kayra.
"Maaf kan saya sekali lagi nona." Lim membungkuk.
"Sudah lah, Makin kesal saja aku melihat mu." Kayra masuk kedalam apartement.
Marah dan kesal sangat menyiksa hati kayra, Dinding yang tidak bersalah pun jadi sasaran amarah kayra.
"Sialan kurang ajar!"
Untung hanya ada satu orang di ujung lorong sana, Namun kayra tidak mempeduli kan nya. Padahal pria itu tampak memperhatikan kayra sejak tadi.
"Nona."
"Astaga! Kau buat kaget saja." Kayra kaget karena di sapa gavin.
"Maaf kan saya nona." Gavin tersenyum singkat.
"Kenapa semua orang pada minta maaf jika sudah berbuat salah, Bikin muak saja." Kesal kayra.
Gavin yang bingung dengan reaksi kayra yang menurut nya berlebihan, Hanya karena kaget saja sudah bisa membuat seemosi itu.
"Ada yang perlu saya lakukan nona?" Tanya gavin ikut masuk kedalam apartement kayra.
"Diam dulu kau, Banyak tanya saja!" Sentak kayra.
Berdiri tegap dan tutup mulut langsung gavin lakukan, Sementara kayra menuang wine kegelas nya.
"Menurut mu gigolo itu punya penyakit menular tidak?" Tanya kayra pada gavin.
"Mungkin saja nona, Mereka kan sering ganti pasangan." Sahut gavin.
Sejujur nya gavin penasaran kenapa nona nya tiba tiba bertanya tentang gigolo, Namun gavin tidak punya keberanian untuk bertanya.
"Aku ingin membeli mereka untuk punya anak! Menurut mu bagus tidak jika dari gigolo?" Tanya kayra membuat gavin kaget.
"Apa saya perlu menjawab nona?" Tanya gavin dulu.
"Tentu saja iya! Bagai mana sih kau ini." Kembali gavin di sentak.
Gavin menelan ludah karena kembali di sentak oleh nona nya yang biasa sangat sabar, Namun malam ini sangat brangasan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Roslina Dewi
iisshh jangan GGL ih, Kayra😔
2023-07-13
2