sari memperhatikan setiap jengkal tubuh Ratmi, penuh luka lebam membiru di setiap bagian tubuh nya.
Ratmi hanya di beri obat-obatan herbal oleh sari.
Perlahan Ratmi mulai membuka kedua matanya, samar. Dia masih belum bisa melihat dengan jelas. Namun dia tahu bahwa sari lah yang berada di dekatnya.
"mb-mbak sari.."
Ucap Ratmi lirih
enam orang istri juragan Darso, hanya sari yang tinggal satu atap dengan Ratmi.
Sari segera menyeka air matanya, dia memegang erat tangan Ratmi sambil berusaha tersenyum.
Ratmi dengan sari selama ini saling rangkul. Sebab, mereka mendapatkan perlakuan yang kejam dari juragan darso.
"iy-iya Ratmi, ini aku.."
Jawab sari dengan terbata-bata.
Ratmi berusaha bangkit dari tempat tidur, namun dengan sigap sari membaringkan kembali tubuh Ratmi.
"mbak, badan ku rasanya sakit sekali."
ucap Ratmi hingga bulir-bulir bening mulai membasahi pipinya.
"istirahat lah dulu, Ratmi"
Jawab sari sembari menyuguhkan segelas air teh hijau hangat.
Ratmi lantas meminum nya sedikit-sedikit.
"jangan bangkit dari tempat tidur, istirahat dulu untuk saat ini."
Titah Sari dengan nada lembut sembari mengusap ujung kepala Ratmi.
Ratmi mengangguk.
lantas sari keluar meninggalkan Ratmi beristirahat di kamar nya.
Setelah sari keluar dari kamar Ratmi, Ratmi kembali membuka matanya dan menangis sejadi-jadinya.
"aku akan membalas semua perlakuan mu, mas. Hiks hiks.."
Ucap Ratmi lirih,
...****************...
"Apaa.."
ucap Harjo terkejut setelah mendengar kondisi Ratmi saat ini.
"ya Allah.. Apa yang harus mas katakan nanti pada bapak dan ibu, mas tidak bisa menjaga Ratmi. Lantas, bagaimana keadaan Dito.?
"menurut penuturan Hamzah, Dito sangat baik mas. Bahkan, saat ini ndoro Lina tengah mengandung anak Dito."
"ahh.. Syukurlah."
Jawab Harjo sedikit merasa lega. Sebab, adik nya yang satu dalam keadaan baik-baik saja.
"tunggu waktu yang tepat, kita akan mengunjungi Ratmi."
Ucap Hartini sambil mengelus lembut pundak suami nya itu.
...****************...
Tiga hari sudah berlalu, kondisi Ratmi mulai membaik.
Ia mencoba keluar kamar, ingin mencari udara segar.
Ratmi mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan sari. Ternyata ia mendapati sari tengah duduk termenung di taman belakang rumah juragan Darso.
"mbak.."
Panggil Ratmi sambil mengembangkan senyumannya.
"Ratmi.. Kenapa kamu keluar kamar?"
"aku sudah membaik, mbak. Kemana mas Darso?"
"mas Darso, dia pergi kerumah mbak Fatma pagi tadi."
"mbak.. terimakasih sudah merawat dan menjaga ku."
Ratmi langsung memeluk erat sari.
"walaupun kamu, madu ku. Tapi aku menganggap kamu seperti adikku sendiri."
jawab sari.
"mbak, mau kah kamu mengantarkan aku ke dalam hutan leweung larangan."
"leweung larangan? Untuk apa? Setahu ku hutan itu angker, Ratmi."
Jawab sari, dia amat terkejut mendengar ucapan Ratmi.
Hutan leweung larangan berada di ujung desa, dekat dengan sungai. Hutan itu terkenal angker, selain karena belum terjamah oleh warga, konon katanya hutan itu adalah kerajaan dedemit. Banyak orang yang tersesat di dalam hutan itu dan hanya sedikit dari mereka yang berhasil keluar hutan dengan selamat.
"Ratmi, jawab.. Hendak apa kamu ke dalam hutan itu.?"
Desak sari.
"menemui bu'de dasimah"
"bu'de dasimah??"
tanya sari mengulangi kalimat yang di ucapkan oleh Ratmi.
Ratmi hanya mengangguk, dia menunggu reaksi dan perkataan satu selanjutnya.
"siapa dia? Mana mungkin ada orang yang tinggal di dalam hutan itu, Ratmi. Kamu bercanda, iya.?"
Tanya sari memastikan.
"tidak, sungguh ada seorang nenek tua bernama dasimah yang tinggal di dalam hutan itu. Beberapa hari kami sempat bicara, aku masih sangat ingat dengan wajah nya."
Ucap Ratmi meyakinkan.
Sari mengerutkan dahi, berkali-kali ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"sepertinya yang kamu temui itu dedemit, Ratmi. Dia bukan manusia.."
Ratmi hanya tersenyum sinis mendengar ucapan dari sari.
"siapapun dia, yang pasti dia berjanji akan membantuku mendapatkan segala nya yang aku mau, mbak."
Ucap Ratmi tepat di telinga kiri sari.
Seketika bulu tengkuk sari berdiri, suara Ratmi terdengar serak dan lebih berat, sari yakin itu bukanlah suara Ratmi.
"Ratmi, jangan. Aku mohon"
Pinta sari.
Namun Ratmi tidak mendengar nya. Sementara waktu sudah sore, matahari sebentar lagi akan terbenam. Namun tidak ada yang bisa menghalangi niat Ratmi yang sudah bulat itu.
Sari hanya terdiam, dia tidak mungkin menemani Ratmi.
"semoga Gusti Allah selalu melindungi mu"
Lirih sari, hingga air matanya mengalir. Dia pasrah dengan apa yang Ratmi lakukan.
...****************...
Kini Ratmi sudah berada di ambang batas antara hutan leweung larangan dengan kebun milik suami nya itu.
Langkah kaki nya berat, seolah ada sesuatu yang menahan nya melangkah.
Sementara bisikan-bisikan di telinga nya memaksanya untuk masuk ke dalam hutan tersebut.
"maafkan Ratmi, pak, Bu. Dunia Ratmi hancur saat ini."
Isak tangis, Ratmi.
"nduk.. Masuk, rumah bu'de tidak jauh dari sini. Akan tetapi jika kamu sudah melangkah jangan lihat lagi ke belakang."
Tiba-tiba Ratmi mendengar suara bu'de dasimah menggema di kepalanya. Dia mengedarkan pandangan ke setiap sisi, namun tidak menemukan bu'de dasimah dimana pun.
Seketika matahari nampak redup. Cuaca di sekeliling Ratmi terasa dingin, hembusan angin kecil mulai menerpa wajahnya. Suara-suara hewan sayup-sayup mulai terdengar, bahkan suara seseorang tengah menangis dan tertawa dapat Ratmi dengar.
Seolah ada ratusan pasang mata yang sedang memperhatikan nya.
Ratmi bingung, harus kemana dia mencari bu'de dasimah. Sementara suara bu'de dasimah sudah tidak lagi terdengar.
"nduk, menoleh lah kemari.. Hihihi..."
Suara seseorang wanita membuat bulu tengkuk Ratmi seketika merinding, suara itu terus menggoda Ratmi agar dia menoleh ke belakang dan melihat siapa pemilik suara itu.
Ratmi berusaha abai, meskipun kini ia mendengar suara langkah kaki persis di belakang nya. Suara langkah kaki itu amat berat menyeret dedaunan kering.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
neng ade
karena udh terlanjur sakit hati dan sakit fisik akibat perlakuan dari Darso itu mengalahkan rasa takut nya utk terus melangkah menemui Dasimah dngn tekad ingin membalaskandendam nya dan rasa sakit nya sm Darso
2024-02-18
0
Zuhril Witanto
serem dan tegang
2024-01-18
0