Asal-Usul Keluarga Mardani 3

"menjauhlah, Ratmi. Mas Darso akan melakukan apapun demi kesenangan nya, demi ambisi nya. Sebelum nasib mu seperti kami."

"maksud, nyonya gimana?"

Tanya ratmi yang keheranan.

"mas Darso, tengah jatuh hati kepada mu. Namun ada alasan di balik mengapa ia begitu tertarik padamu."

Namun Ratmi masih belum bisa mengerti apa maksud dari nyonya sari.

"maaf, nyonya. Saya disini hanya bekerja untuk kelangsungan hidup saya dan orangtua di kampung."

Ucap Ratmi dengan nada lembut.

"kau begitu polos, Ratmi." sahutnya

...****************...

Di ladang sawah, tampak juragan Darso datang menghampiri Harjo yang tengah bertani.

"Harjo... Jo.. Kemari sebentar Jo."

Panggil juragan Darso, yang berdiri di tepi sawah.

"iya, juragan. Ada yang bisa saya bantu??"

"nggak.. nggak.. saya hanya ingin berbicara sebentar dengan mu."

ucap juragan Darso nampak seperti ingin berbicara serius.

"oh.. Baiklah, mari juragan."

Harjo mengajak juragan Darso duduk di gubuk tempat peristirahatan para pekerja di ladang sawah.

"ada apa juragan? Apa adik-adik saya berbuat masalah?"

Tanya Harjo, khawatir adik-adiknya berulah termasuk Ratmi.

"tidak. Harjo, saya ingin meminta restu. Sebab saya ingin melamar adikmu, Ratmi."

Harjo terkejut bukan main, manakala juragan Darso dengan terang-terangan mengatakan bahwa ia akan melamar adik perempuan nya.

Juragan Darso sudah cukup berumur, usia nya empat puluh tahunan.

Dan Ratmi berusia dua puluh tahun.

"tapi kan... Juragan, anda sudah mempunyai lima orang istri. Lagi pula, juragan baru dua hari mengenal Ratmi"

Jawab Harjo dengan terbata-bata.

"lantas, memang nya kenapa.? Aku ini kan punya banyak harta, Jo. Adik mu tidak akan kekurangan dalam segi materi, dari awal saya melihat adikmu. Saya sudah jatuh hati, Jo."

Tegas juragan Darso yang mulai tampak angkuh atas kekayaan nya.

"baiklah, kalau begitu saya serahkan semua keputusan pada Ratmi dan bapak juga ibu di kampung."

"alah,, orangtua mu nanti saja, Jo. Kalau aku dan Ratmi sudah punya anak, akan aku boyong orangtua mu kemari."

"tidak bisa, juragan. Ratmi masih mempunyai bapak, jika ijab kobul tanpa wali mempelai wanita pernikahan nya tidak sah. Kecuali bapakku sudah tidak ada, barulah saya bisa menjadi wali nya Ratmi."

"ahh,, aku tidak peduli, pokok nya pernikahan aku dan Ratmi akan di langsungkan besok."

Ucap juragan Darso dengan lantang, iatampak memaksakan kehendak.

"kalau begitu, saya tidak merestui pernikahan nya."

"hahaha.... Lantas, kau mau apa?? Aku tidak perduli, Harjo."

Jawab juragan Darso dengan sombong nya.

Lantas ia meninggalkan Harjo begitu saja, di ladang sawah milik nya.

"aku harus membawa adik-adikku pergi dari sini sekarang juga." (ucapnya dalam hati)

Lantas Harjo gegas pergi menghampiri Dito di perkebunan teh, berjalan namun sedikit berlari.

Sesampainya Harjo di perkebunan teh, tampak Dito tengah istirahat makan siang.

"dit.. Mas ingin bicara sebentar"

tidak mungkin dia bicara tentang rencana melarikan diri dari desa Setu bodas, di hadapan para pekerja yang lain.

Dito lantas menghampiri kakak laki-laki nya itu.

"ada apa mas?"

"dit, seperti nya juragan Darso mempunyai niat buruk terhadap Ratmi. barusan sekali dia mengatakan kalau diri nya akan melamar Ratmi, tapi tanpa restu bapak dan ibu." jelas Harjo.

"apaa.. Bagaimana bisa? sedangkan kita baru saja dua hari ada disini, yang artinya juragan Darso baru dua hari mengenal mbak Ratmi. Itupun hanya mengenal sebagai bos dan anak buah."

Ucap Dito sembari menggelengkan kepalanya.

"kalau begitu, benar mas. Kita harus pergi dari desa ini." ucap Dito lagi

"mas pun, punya firasat tidak enak. Mas takut terjadi sesuatu dengan Ratmi nanti nya."

"bapak-bapak, ibu-ibu. Saya permisi sebentar, ingin ke paviliun. Ada yang ingin saya ambil."

Ucap Dito berbohong kepada para pekerja di kebun teh.

"oh.. Iya, nak Dito. Silahkan."

Jawab pekerja yang lain

"mari.. Pak, Bu." ucap Harjo

"iyaa..." sahut nya

Harjo dan Dito menuju paviliun. Sebab, kebun tempat Ratmi bekerja terletak di rumah juragan Darso. Tepat nya dekat dengan paviliun khusus pekerja lelaki.

Saat mereka hampir sampai di pekarangan rumah juragan Darso, tampak beberapa orang tengah memasang tenda.

"dit.. Jangan-jangan...!!!"

Ucap Harjo terhenti.

"juragan Darso, dia sudah mempersiapkan semua nya!!"

Sahut Dito sedikit membulatkan matanya, sebab terkejut.

"dimana Ratmi.." ucap Harjo

"mas, aku coba cari mbak Ratmi di kebun halaman juragan Darso."

"iya baiklah, hati-hati. Nanti kita bertemu lagi di paviliun yaa." ucap Harjo

Mereka berpencar guna untuk mencari Ratmi, Harjo terus mengedarkan pandangannya dan matanya menangkap seorang wanita yang merupakan pelayan di rumah juragan Darso.

Wanita itu melambaikan tangan ke arah Harjo, memberi isyarat agar Harjo menghampiri nya.

untung nya Harjo cukup peka dengan kode yang diberikan wanita tersebut. Lantas Harjo menghampiri wanita itu.

"maaf, ada apa yaa mbak??"

Tanya Harjo yang sedikit bingung.

"kamu mas Harjo, iya??" tanya nya.

"iya betul"

"mas sedang mencari wanita yang bernama Ratmi?"

"iya.. Apa kamu melihat adik saya Ratmi??"

"iya, Ratmi di kurung di kamar atas."

Ucap nya sambil menunjuk ke arah bangunan rumah lantai dua milik juragan Darso.

"Ratmi di kurung??"

Harjo terkejut hingga membulatkan matanya sedikit. Lantas ia menghela nafas panjang.

"benar saja dugaan ku, jika juragan Darso pasti punya maksud buruk."

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

dari awal ternyata juragan Darso itu. udh jahat ya

2024-02-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!