dengan cepat Tara menangkis lengan lelaki berjubah hitam, yang kemudian Tara menend*Ng perut nya. Lagi dan lagi lelaki berjubah hitam itu terpelanting ke bawah tangga hingga tak berdaya.
"cepat naik, Tara. Cepat!!" ucap Cahya dengan wajah yang tegang
Dengan tergesa-gesa Tara naik ke atas.
"kamu gak apa-apa Tara?" tanya asih
"gak apa-apa Bu asih, cepat . . Kita harus keluar dari rumah ini sebelum orang tadi memberi tahu yang lain, lalu mencari kita. Itu akan menyulitkan kita keluar dari rumah ini, lagi pula bapak ku berpesan agar kita keluar dari rumah ini sebelum matahari terbit."
"tapi, Tara. Bapak ku belum ketemu" ucap Cahya penuh khawatir
"kamu nggak perlu khawatir kan bapak mu, Cahya." ucap asih sambil menundukan kepala nya
"kenapa Bu? Apa bapak sudah berhasil keluar dari rumah ini?"
"Cahya, bapak mu lah yang menjadi dalang dari semua ini. Bapak mu sudah bersekutu dengan iblis, dia sengaja membawa kita ke sini karena sudah tidak ada lagi yang bisa di tumbalkan"
Jelas asih, berhasil membuat Cahya terkejut hingga membulatkan mata.
"Apaaa!!"
"sudah.. Sudah.. Lebih baik kita keluar dulu dari rumah ini" ucap tara sambil menarik lengan asih dan Cahya
Krriieeettt . .
dengan sangat pelan Tara membuka pintu kamar asih.
Ternyata sudah ada pasukan berjubah hitam sedang bertengger di depan pintu utama, sepertinya kabar asih berhasil keluar dari penjara bawah Tanah sudah di sebar. Lalu mengerahkan semua pasukan berjubah hitam berjaga di pintu utama.
"gawat . ." ucap tara
"kita harus lewat mana Tara?" tanya Cahya yang tampak panik dengan situasi seperti ini.
"kita lompat keluar jendela" ajak Tara
"Cahya, kamu keluar duluan" titah Tara
Lantas Cahya mengikuti arahan Tara, kemudian giliran asih yang melompat keluar jendela, namun saat giliran Tara yang harus lompat, ia tak sengaja menyenggol sebuah guci kecil.
Praannggg . . .
"aakkhhh . . Kenapa harus jatuh sih" gerutu Tara sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
suara kegaduhan di kamar asih terdengar oleh pasukan berjubah hitam.
"cepat periksa, jangan-jangan mereka" ucap salah seorang berjubah hitam
"benar, itu mereka. Mereka lompat keluar jendela" teriak teman nya yang lain
"kejar mereka . .!!!"
dengan cepat Tara, Cahya dan asih lari sekencang-kencangnya, hingga tak sadar mereka memasuki hutan belantara.
Duugghh . .
"ibuuu . ." teriak Cahya panik, melihat ibu nya jatuh tersandung bebatuan
"Tara . . Tolong ibuku!!"
Bergegas Tara membopong tubuh asih dan kembali berlari, mereka memutuskan bersembunyi dahulu di balik semak-semak berlukar.
"aakkhh . . Sial, kemana mereka?" teriak pasukan berjubah hitam
"kalau begitu kita nyebar, aku yakin mereka masih di sekitaran sini" teriak nya
jantung Cahya berdegup kencang, membuat nafas nya sesak, keringat bercucuran membasahi wajah nya.
Sementara asih merintih kesakitan sebab tersandung tadi.
"Cahya, seperti nya Bu asih kaki nya terkilir" ucap tara dengan sangat pelan
"terus, bagaimana ini Tara? Kita nggak bisa ngelanjutin, kalau mereka nyebar ada dimana-mana" ucap Cahya dengan ekspresi wajah yang panik
"lawan rasa cemas mu, lawan semua rasa takut mu" ucap tara
Lantas Tara kembali menggendong asih untuk melanjutkan perjalanan, dengan sangat hati-hati mereka berjalan.
"kita akan kemana Tara?"
"kerumah ku, sebentar lagi sampai"
terdengar suara langkah kaki menginjak dedaunan kering, dengan sigap Tara mencari tempat persembunyian agar mereka tak tertangkap.
"astaghfirullah... Tara, aku lupa membakar ranjang jati itu"
Seketika Cahya mengingat pesan pak'de misterius saat itu, agar membakar ranjang jati sebelum keluar dari rumah itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
neng ade
ternyata bapak nya Cahaya dalang dari semua nya karena dia udh bersekutu dngn iblis utk menumbalkan anak dan istri nya .. semoga mereka selamat ! Cahaya jngn kembali ke rmh itu yg ingin menghancurkan ranjang jati itu.. selamatkan dlu ibu mu
2024-02-18
0
Zuhril Witanto
gak nyangka... ternyata bapaknya Cahya dalangnya
2024-01-18
0
liani purnapasary
iiih tegang bngt baca nya, ga nyangka aja trnyata dalang x ayah x sendiri
2023-09-19
1