kini asih dan cahya mencari mentari ke semua penjuru rumah, namun mentari tak di temukan di mana pun. Hanya tinggal kamar tamu yang belum di tengok untuk mencari mentari.
"tapi Bu, mentari bilang kita nggak boleh masuk ke kamar itu Bu" ucap Cahya yang nampak tegang
"kenapa? Lalu bagaimana kalau ternyata mentari ada di dalam?" jawab asih dengan lantang
Tidak perduli dengan apapun yang akan terjadi, asih bersih keras ingin membuka pintu kamar tamu itu untuk mencari mentari.
Krieettt . . .
Asih mulai membuka pintu kamar yang sudah usang.
"mentari . . Nak . . Kamu dimana" asih memanggil
"adek . . Mentari . ." Cahya pun ikut memanggil
Namun masih tidak mendapati mentari disana.
"apa mentari main di luar yaa Bu?"
"kalau gitu kita coba cari di luar" asih masih terus berusaha mencari mentari.
Mereka bergegas menuju luar halaman untuk mencari mentari, namun masih belum di temukan.
"gimana? Mentari sudah ketemu?" tanya Mardani dengan
"belum pak, bagaimana ini? Hhiikkss . . Hhiikkss . ." asih menangis.
"pak, aku coba cari mentari di rumah bu'de Ratmi yaa? Bapak sama ibu tunggu di rumah aja" ucap Cahya
"yasudah kalau gitu, kamu cepat pulang yaa" jawab Mardani
Cahya mencoba cari mentari di rumah bu'de Ratmi.
"kok bisa yaa bu'de Ratmi tinggal disini sendirian, di rumah sebesar ini, jauh dari pemukiman pula" ucap Cahya dalam hati.
Tok tok tok . . .
"bu'de Ratmi"
"Cahya? kenapa kamu keluar rumah saat malam?" tanya bu'de ratmi yang tampak kesal dengan Cahya
"maaf bu'de, aku terpaksa . . Mentari hilang bu'de"
"apaaa? Mentari hilang" ucap bu'de ratmi yang terkejut
"iya bu'de, apa mentari ada main kesini?
"nggak . . Nggak ada, sudah sana kamu pulang besok pagi saja di lanjutkan lagi cari mentari nya" jawab bu'de ratmi
"hahh . . Besok? Bagaimana kalau mentari dalam bahaya bu'de?"
"lebih bahaya lagi kalau kita berada di luar rumah saat malam hari" jawab bu'de Ratmi dengan lantang lalu langsung menutup pintu rumah nya.
"akkhh . ." gerutu Cahya
akhir nya Cahya pulang, namun saat ia melangkah menjauh dari bu'de ratmi ia melihat lelaki paruh baya sedang berdiri di seberang jalan depan rumah Mardani, Lelaki itu sedang menatap rumah Mardani . Namun Cahya enggan menggubris nya, sebab ia sudah pusing atas hilang Nya Mentari.
"jangan pernah kamu percaya dengan semua sandiwara Ratmi" ucap lelaki itu
"pak'de siapa? Apa maksud nya, sandiwara apa?" tanya Cahya yang kebingungan
"dia lah dalang di balik semua ini, adikmu dalam keadaan baik-baik saja. Banyak berdoa meminta pertolongan dan perlindungan dari Gusti Allah agar kalian bisa keluar dari rumah tumbal itu dengan selamat, setelah kalian berhasil keluar dari rumah itu baru kalian bisa menemukan adikmu" tutur lelaki itu
"maksud pak'de mentari? Pak'de tau adik saya ada dimana?"
"selamat kan bapak dan ibu mu terlebih dahulu, hancurkan ranjang jati yang ada ukiran srigala."
"CAHYAAA . . Cepat masuk ke dalam rumah mu" teriak bu'de Ratmi yang nampak kesal
"ingat Cahya!! selamatkan bapak dan ibu mu segera, kamu harus keluar dari rumah itu sebelum matahari terbit" bisik nya
Cahya berlari masuk ke dalam rumah, saat ia membuka pintu. Ia amat terkejut manakala rumah nya berubah drastis, seperti rumah yang sudah lama di tinggalkan, tembok yang retak, cat yang mengelupas bahkan ada beberapa tanaman liar yang tumbuh di dalam rumah.
"akhh . . ada apa sih sebenarnya" teriak Cahya
"ibuuu . . . Bapak . . . Kalian dimana, hhiikkss. . Aku takut" teriak Cahya sambil mengusap kasar wajah nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
neng ade
dengar kan kata pa de itu Cahaya.. cepat bertindak .. selamatkan ayah dan ibu mu lebih dlu lalu hancurkan ranjang jati itu dan cepatlah keluar dari rumah itu segera
2024-02-18
0
Zuhril Witanto
moga saja Cahya bisa nyelametin keluarga nya
2024-01-18
0