Cahya amat terkejut bagaimana bisa pintu kamar itu tertutup dengan sendiri nya.
"mbak, jangan pernah masuk ke kamar itu lagi" ucap mentari sambil menunjuk ke arah kamar tamu
"kenapa, ada apa memang nya di kamar itu" tanya Cahya sambil mengerutkan dahi nya
"di dalam kamar itu lah dia bersembunyi mbak"
"dia siapa maksud kamu" tanya Cahya yang semakin bingung
namun mentari tak menjawab nya lagi, ia lantas pergi begitu saja meninggalkan kakak nya.
Cahya masih belum bisa mencerna apa maksud dari mentari, atau jangan-jangan mentari hanya bercanda saja, namun dari raut wajah nya ia nampak begitu serius tidak seperti biasa nya.
selesai mandi Cahya langsung turun ke dapur untuk membantu ibu nya menyiapkan makan malam, asih masih saja melamun memikirkan hal apa yang akan terjadi kepada keluarga nya itu.
"sebenarnya ibu kenapa sih Bu, kenapa ngelamun terus?" tanya Cahya merasa aneh dengan ibu nya
"selesai makan nanti akan ibu bicarakan dengan kamu dan juga bapak" jawab asih dengan serius
setelah makan malam selesai, asih meminta suaminya juga Cahya untuk menunggu diri nya di ruang tamu.
"ada apa Bu, kayak nya kamu serius banget" ucap Mardani merasa ada sesuatu dengan istrinya
"pak, lebih baik kita pindah rumah secepatnya sebelum hal buruk terjadi pada keluarga kita" ucap asih dengan serius
"pindah? hal buruk? ada apa Bu?" sahut mardani sambil mengerutkan dahi nya
"rumah ini akan mencelakakan kita pak, rumah ini adalah rumah Pemakan Tumbal" jawab asih dengan lantang
"apaaa" sahut Cahya terkejut
"bu'de Ratmi pun membenarkan semua ini, orang tua nya bu'de Ratmi telah melakukan pesugihan dan rumah ini menjadi umpan untuk mencari tumbal, semua orang yang menghuni rumah ini akan celaka bahkan meregang ny*wa" jelas asih
"apa mimpi aku itu adalah peringatan" sahut Cahya dengan nada lirih
"mimpi? kamu mimpi apa nak?" tanya asih
"aku bermimpi lihat mentari sedang bermain ayunan di taman saat malam pertama kita disini, saat aku ajak mentari masuk kerumah mentari bilang bahwa ada yang ingin di tunjukkan teman nya. padahal saat itu aku ngeliat mentari sedang bermain sendirian di taman.
namun nggak lama kemudian ada seorang gadis kecil seumuran mentari sedang berdiri di belakang aku. gadis itu bilang kalau aku dan mentari harus segera sembunyi, lalu muncul seorang wanita yang menurut aku tidak asing tapi aku lupa siapa dia. dan wanita itu berbicara dengan makhluk menyeramkan Bu, pak. teman mentari juga bilang bahwa makhluk itu akan menghabisi keluarga kita" jelas Cahya
"kamu benar Cahya, mentari punya teman tak kasat mata dan hanya kamu, mentari dan bu'de Ratmi aja yang bisa melihat dia. ibu rasa itu bukan mimpi tapi nyata" jawab asih
"lalu kita harus kemana Bu, ibu tau kan desa ini sangat sunyi jika sudah malam hari" tutur Mardani
"kemana saja pak, asal kita bisa keluar dari rumah ini" ucap asih yang mulai ketakutan
"baiklah, kalau gitu kalian kemas baju dan barang-barang kalian setelah itu kita pergi dari sini" Jawab Mardani
dengan tergesa-gesa mereka mengemas barang-barangnya.
"sudah Bu, biar ini bapak yang masuk-masukin ke koper, ibu kemas barang-barangnya mentari saja" ucap Mardani
"astaghfirullah . . iya ibu lupa" jawab asih
asih segara naik ke atas menuju kamar mentari.
saat ia membuka pintu kamar mentari, asih tidak mendapatkan mentari di kamar nya.
ia berpindah ke kamar Cahya untuk mencari mentari.
"Cahya, adik mu kemana? kenapa dia gak di kamar nya?" tanya mentari
"mentari nggak ada di kamar" sahut Cahya yang panik
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
neng ade
jangan sampai Mentari di bawa makhluk yg berwajah srigala itu
2024-02-18
0
Zuhril Witanto
mentari ilang kemana
2024-01-18
0