Asal-Usul Keluarga Mardani 4

"saya bisa bantu mas, asal saya boleh ikut melarikan diri dari sini.!!"

Ucap wanita itu dengan nada lirih

"kamu siapa? kenapa begitu? Apa yang terjadi dengan mu disini?"

"saya Hartini, nanti saya jelaskan. setelah keluar dari desa ini.!!"

"bagaimana kalau kamu ada di pihak juragan Darso? Kamu mencoba untuk menjebak saya, ya?"

Ucap Harjo sambil menyipitkan matanya.

dengan wajah datar Hartini menggelengkan pelan kepalanya.

"kamu mau atau tidak saya bantu?"

Tanya Hartini dengan wajah datar.

...****************...

Harjo mulai mengekor di belakang Hartini guna menyelinap masuk ke dalam rumah juragan Darso, Hartini menggenggam sebuah sapu dan kemoceng untuk mengelabuhi orang-orang seisi rumah.

Tepat di tangga depan anak tangga, tampak seseorang sedang menuruni anak tangga itu.

Hartini memberi kode kepada Harjo agar gegas bersembunyi.

"Hartini..."

"i-iya, nyonya sari."

"saya tahu kamu sedang melakukan apa"

"sa-saya sedang bersih-bersih, nyonya."

Jawab Hartini terbata-bata

"pergilah, bawa Ratmi menjauh dari tuan Darso. Saya yang akan menghalangi tuan"

Ucap nya dengan nada lirih

"terimakasih, nyonya.!!"

Jawab Hartini sambil tersenyum

Sari berlalu meninggalkan Hartini, kemudian Hartini memanggil Harjo yang bersembunyi dibawah anak tangga.

kemudia mereka mulai menaiki anak tangga tersebut, saat mereka sampai di lantai dua rumah juragan Darso.

Tampak anak buah nya berjaga di depan pintu, dimana Ratmi dikurung disana.

Hartini meminta Harjo kembali bersembunyi, Harjo mengikuti perintah Hartini. Dia bersembunyi di lorong yang mengarah ke gudang.

"permisi, mas. Kalian di panggil nyonya sari, dibawah!!"

ucap Hartini sambil menundukkan kepalanya.

tanpa menjawab sekata pun, penjaga itu pergi menuruni anak tangga.

Hartini memberi isyarat agar Harjo keluar dari tempat dia bersembunyi.

Kemudian Hartini mengeluarkan sebuah kunci dari selipan rok kain batik nya.

Mereka berhasil membuka pintu nya, tampak Ratmi tengah duduk di tepi ranjang.

"Ratmi...!!"

"mas Harjo"

dengan sedikit berlari Ratmi menghampiri kakak nya, nampak bulir-bulir bening berjatuhan di pipinya.

"mas, aku mau pulang saja ke kampung. Aku takut mas, juragan Darso memaksa aku agar mau menikah dengan nya."

ucap nya dengan nada lirih

"kita akan pulang sekarang" jawab Harjo sambil tersenyum menatap adik perempuan nya itu.

"ayo mas, sebelum penjaga tadi datang kembali."

Mereka bergegas keluar dari kamar itu, dan tidak lupa Hartini kembali menutup dan mengunci pintu kamar itu.

Sedikit berlari mereka menuruni anak tangga, namun tepat di bawah anak tangga juragan Darso tengah menatap tajam ke arah mereka.

"ju-juragan.."

Ucap Hartini sedikit membulatkan matanya.

"Ratmi, adik saya. Dan saya berhak atas dirinya."

Ucap Harjo yang menggenggam erat lengan Ratmi.

Namun juragan Darso hanya tersenyum kecut mendengar nya.

di belakang juragan Darso nampak beberapa anak buah nya datanh dan membawa senapan, senapan itu mengarah ke Harjo, Ratmi dan Hartini.

"apapun yang saya inginkan, tidak ada yang bisa menghalangi nya."

Ucap juragan Darso dengan lantang.

"jangan karena harta mu berlimpah, lantas kau seenaknya. ingin menikahi Ratmi tanpa wali nya, pernikahan itu tidak akan sah dan selama itu kalian akan terhitung berzina."

jawab Harjo sedikit berteriak.

"aku kasih kamu tawaran yang menarik, berapa pun yang kamu minta akan aku kasih. Asal kamu mau menjadi wali nya Ratmi, bagaimana?"

Perlahan juragan Darso menaiki anak tangga, mencoba mendekati Ratmi.

Namun Harjo menuntun lengan Ratmi, berjalan mundur menaiki anak tangga.

"jangan dekati adik saya"

Teriak Harjo dengan lantang

PLAKKK.....

Seseorang telah memukul pundak Harjo menggunakan balok kayu, Harjo tersungkur jatuh terguling ke bawah hingga tak sadarkan diri.

"mas Harjo...."

Teriak Ratmi yang panik melihat kakak nya jatuh tersungkur ke bawah dari anak tangga.

tepat di dekat posisi Harjo saat ini, tampak Dito dalam keadaan tangan diikat.

"lihatlah, Ratmi. Aku bisa berbuat apapun yang aku mau, hahaha... kau pilih kakak dan adik mu atau menikah dengan ku? Jika kamu mau menikah dengan ku, kakak mu akan selamat!!"

Ucap juragan Darso dengan lantang.

"i-iya.. Aku mau menikah dengan juragan, asal juragan Darso lepaskan kakak dan adikku sekarang."

Jawab ratmi

"bagus.. Untuk sementara sampai kita sah menjadi suami istri, kakak dan adik mu di amankan dulu. Dan pelayan sialan ini, kurung bersama Harjo dan Dito"

Titah juragan Darso

Lantas Ratmi kembali di kurung di dalam kamar yang sebelumnya dia di kurung juga.

...****************...

Hari dimana juragan Darso akan melangsungkan pernikahan dengan Ratmi telah tiba, Harjo dan juga Dito pasrah dengan keadaan.

Dekorasi pelaminan sangat indah dan lebih dominan khas Jawa, hampir keseluruhan di dekor dengan bunga-bunga.

Para tamu undangan mulai berdatangan, penghulu sudah siap di meja ijab kobul.

Ratmi pun sudah selesai di rias, memakai kebaya putih dengan riasan khas Jawa.

"siapkan mental mu, Ratmi. Karena, jika kamu tak sesuai keinginan nya mas Darso saat ini. Kamu akan di campakkan sama seperti kita."

Ucap nyonya sari.

Ratmi terkejut hingga membulatkan mata nya.

di halaman depan tampak Karlina datang dengan dua pengawalnya di belakang.

Karlina datang memakai kebaya dan riasan khas kraton Jawa, dia nampak anggun berjalan menghampiri juragan Darso.

"pak'de.."

"ndoro Lina.. Terimakasih sudah menyempatkan waktunya datang kesini"

Jawab juragan Darso sambil menundukkan kepalanya.

"dimana pekerja kamu yang bernama, hardito?"

"hardito... calon adik ipar saya?"

Tanya juragan Darso dengan senyuman kecut.

"iya.. Katakan padanya, aku ingin bertemu."

"ndoro Lina.. Bisa tunggu disini, biar saya panggilkan dulu."

jawab nya lalu gegas pergi memanggil Dito.

"buka pintu nya"

titah juragan Darso pada penjaga kamar dimana Harjo, Dito dan Hartini di kurung.

"baik.. juragan"

Lantas penjaga itu langsung membuka pintu kamar.

"Dito... Nampak nya kau akan menjadi calon menantu kanjeng darma"

"apa maksud mu?"

Jawab Dito dengan lantang.

"didepan sana, ada ndoro Lina. Dia ingin bertemu dengan mu. Jangan sekali-kali kamu mengatakan apa yang terjadi disini, atau adik mu..."

Juragan Darso menghentikan ucapan nya.

"baiklah.. Baik, aku paham."

Jawab Dito

sebelum menemui Karlina, Dito di minta mengganti pakaian. Sebab pakaian nya saat ini sudah lusuh.

Setelah selesai mengganti pakaian, Dito gegas menemui Karlina.

"ndoro Lina.."

"hardito.."

Ucap Karlina dengan mimik wajah berbinar.

"kamu apa kabar..?" tanya Karlina.

"baik, ndoro."

"kalau begitu, saya tinggal dulu ya ndoro. Acara akan segera di mulai."

Pamit juragan Darso.

Ijab kobul telah di mulai..

Mahar yang diberikan juragan Darso untuk Ratmi bukan main-main, satu set perhiasan emas seberat 100 gram.

Ratmi memakai wali hakim, setelah juragan Darso mengucap ijab kobul. Kemudian saksi berkata sah, maka mereka kini sudah sah menjadi suami istri.

...****************...

"dit, bapakku ingin sekali bertemu dengan mu."

"kalau boleh tau, ada ya ndoro?"

"kan aku sudah bilang jangan panggil ndoro, panggil saja Karlina. Bapakku hanya ingin mengenal kamu lebih jauh."

jawab Karlina dengan pipi yang nampak memerah.

Benar, sepertinya Karlina telah jatuh hati terhadap Dito. Lelaki yang tampan dan gagah.

"kapan aku bisa mengunjungi nya?"

"sekarang juga boleh.."

Sahut Karlina dengan cepat.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

akhir nya Ratmi Sah menikah dngn Darso.. lalu Karlina dngn Dito dan Harjo dngn Hartini..

2024-02-18

0

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

si Dito Sekarang dimana...apa bapaknya Mardani

2024-01-18

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!