Bab 7: Cerita Lusi

Di saat berikutnya, semua zombie menoleh ke arah Elvino dan Lusi yang berdiri bungkuk di depan pintu ruang tangga darurat.

Wajah mengerikan dengan kulit mengelupas, mata merah berdarah, dan daging yang terekspos jelas, diperlihatkan kepada mereka berdua seraya mengeluarkan dengan lolongan yang melengking.

Kraaahhh!

Ada lebih dari 20 zombie yang berjalan dan merangkak ke arah mereka secara berbarengan.

Melihat ini, Elvino memerintahkan Lusi untuk segera berlari ke meja resepsionis yang masih berdiri utuh dan bersembunyi di baliknya.

Tidak tahu dirinya sudah terbiasa kabur dari zombie atau tidak, Lusi menerima suruhan Elvino dan bergegas berlari ke meja resepsionis hotel.

Elvino tidak tinggal diam, dia ikut berlari mengamankan Lusi yang pergi ke meja resepsionis dari para zombie.

"Eits, kamu dilarang mendekat."

Pedang di tangan Elvino menebas zombie yang berjalan dekat dengan Lusi, memotong tubuh zombie diagonal hingga benar-benar terputus.

Elvino terus-menyerang zombie yang ada di lobi hotel dengan Long Magic Sword miliknya tanpa henti.

Dengan ruangan yang luas, dia menjadi lebih leluasa dalam mengayunkan dan melemparkan banyak serangan energi sihir.

Pertarungan Elvino melawan puluhan zombie sangat intens dan berat sebelah.

Beberapa benda ikut hancur oleh energi biru yang dikeluarkan dari bilah pedang Elvino, bahkan lantai marmer yang ada pada lantai sedikit terkoyak.

Lusi yang bersembunyi di balik meja resepsionis menyaksikan penampilan Elvino yang luar biasa.

Pria yang dia temui ini sangat kuat, puluhan zombie bukanlah lawannya.

Selain rasa senang karena bertemu pria yang kuat, Lusi menjadi takut jika Elvino berbuat jahat kepadanya. Sama sekali tidak bisa lepas dari pria ini, bahkan untuk pergi menjauh saja sangat sulit.

Saat ini dia hanya bisa berharap Elvino bukanlah orang yang jahat.

Tidak jelas apa yang dimaksud orang jahat oleh Lusi. Banyak sekali kategori orang jahat dan masing-masing objek kejahatan yang berbeda.

Kurang dari 5 menit Elvino bergerak membunuh zombie yang pertama, dia berjalan santai dengan tangan memegang pedang menuju Lusi yang bersembunyi di balik meja.

"Kamu aman?" tanya Elvino sambil memeriksa tubuh Lusi melalui pandangan mata.

Lusi menahan malunya dan mengangguk sebagai tanggapannya.

Elvino tersenyum lega, kemudian dia naik ke atas meja resepsionis yang sedikit rapuh dan duduk di atasnya. "Bagus. Kita diam di sini terlebih dahulu untuk istirahat."

Melihat ini, Lusi diam lalu ikut duduk di atas meja resepsionis yang sedikit kotor.

"Bisakah kamu memberi tahu aku dari mana asalmu?"

Lusi masih menutupi sobekan bajunya yang ada di bagian dadanya, dia memandang Elvino dengan malu-malu.

"Aku berasal dari Bandung. Sebenarnya, aku adalah seorang Selebgrem yang sedang pergi ke Jakarta untuk suatu acara. Tiba-tiba saja di hotel terjadi suatu peristiwa yang mengubah manusia menjadi zombie."

"Selebgrem?" tanya Elvino yang terkejut dengan pernyataan Lusi.

Dengan anggukkan kepala yang kejam, Lusi mengonfirmasikan identitasnya. Dia menjadi malu dan kembali melihat ke bawah, menjawab tanpa melihat Elvino di sebelahnya, "Benar, aku punya jutaan pengikut akun di Instagrem. Kamu tidak mengenalku?"

"Tidak, aku lupa."

Elvino sama sekali tidak tahu ada seorang selebgrem Indonesia bernama Lusiana.

Seharusnya, dunia ini tidak berbeda dengan Bumi tempat Elvino tinggal sebelumnya begitu ia mendengar bahwa tempat ini adalah Jakarta.

Dari meja resepsionis ini, Elvino bisa melihat jalan raya besar di luar hotel ini dan itu mencerminkan sebuah kota besar. Dan Elvino merasa familier dengan pemandangan di luar sana karena dia orang Jakarta yang sebagian besar wilayah Kota Jakarta pernah dia kunjungi.

Namun, orang-orang yang tinggal di dunia ini berbeda, ada sesuatu yang berbeda dari dunia ini

Lusi melirik Elvino sesaat dan kembali menundukkan pandangannya. "Wajar saja kalau kamu tidak tahu, zombie-zombie ini sudah ada dari tiga tahun yang lalu, dan juga aku tidak secantik yang dahulu. Lihat saja, aku menjadi lebih kurus dibanding sebelumnya."

Mata Elvino membulat saat Lusi mengatakan kejadian kehancuran dan datangnya zombie sudah dari 3 tahun yang lalu.

Sebuah pertanyaan melintas di kepala Elvino dan dia bertanya lagi, "Bagaimana kamu bisa hidup sampai sekarang?"

"Itu, aku berpindah-pindah kamar di hotel ini selama tiga tahun. Mencari makanan yang bisa dimakan. Beruntungnya, aku menemukan beberapa makanan yang punya masa layak konsumsi begitu panjang dari beberapa kamar. Dahulu, zombie di hotel ini tidak begitu banyak. Namun, beberapa Minggu belakangan gerombolan zombie mulai berdatangan ke hotel ini," terang Lusi yang masih malu dan melihat ke bawah lantai.

Elvino salut dengan wanita ini yang ternyata memiliki keinginan untuk tetap hidup yang tinggi.

Selama beberapa menit ini, Elvino mendapatkan beberapa informasi tentang dunia ini dan juga Lusi sendiri.

Wanita yang bekerja sebagai seorang Selebgrem dengan pengikut jutaan orang, kini menjadi seorang wanita yang tak punya apa-apa selain tubuh dan pakaiannya.

Lusi mengakui dirinya pernah makan beberapa makanan basi untuk tetap bisa hidup, menahan rasa sakit dan haus.

Jika dilihat lebih jelas, wajah Lusi yang cantik ini punya beberapa tanda masalah kesehatan, seperti kekurangan tidur dari mata panda, bibir kering karena dehidrasi, dan tubuh lebih kurus lantaran kurang asupan nutrisi.

Untuk Lusi buang air kecil dan besar masih normal, yaitu tetap di kamar mandi dengan air yang diambil dari air hujan.

Adanya balkon, untuk tempat mengambil air hujan di luar.

Dunia ini mengalami kehancuran di tahun 2020 yang mengakibatkan banyak orang berubah menjadi mayat hidup.

Lusi juga belum tahu asal virus yang mengubah manusia menjadi zombie, itu masih misteri.

Selama 1 tahun Planet Biru mengalami kehancuran, masih ada beberapa negara yang bertahan dan mencoba untuk menyelematkan umat manusia.

Akan tetapi, zombie-zombie di sini punya kemampuan untuk berevolusi menjadi lebih kuat sehingga di tahun berikutnya banyak negara yang runtuh.

Para militer negara yang ada di dunia tak mampu menahan serangan zombie hingga akhirnya mereka tak pernah muncul lagi.

Awal tahun 2022 kemarin masih ada listrik, tetapi di bulan Januari ini 2023 sudah tidak ada lagi.

"Aku ingin bertanya lagi kepadamu, apakah kamu ingin ikut denganku atau tetap di hotel ini?"

Mendengar semua penjelasan dari Lusi, Elvino menangkap bahwa Lusi sudah nyaman dan terbiasa di hotel ini. Jadi, dia bertanya untuk memastikan pilihan Lusi.

Sistem yang mendengar semua yang mereka berdua bicarakan hanya bisa sabar dan tersenyum.

Tuan rumah yang dia pilih ternyata lebih bodoh yang dia duga.

Lusi menengok ke samping memandang Elvino dengan wajah yang tegas. "Aku sudah lelah sendiri, aku ingin pergi bersamamu."

"Baiklah. Kamu boleh ikut denganku, tetapi ada syaratnya."

"Syarat?" Kulit Lusi berubah dan dia mempunyai firasat yang buruk.

Elvino mengangguk dan tersenyum aneh. Jauh di dalam hatinya Elvino merasa sangat bersemangat karena sebentar lagi dia akan pecah telur.

Dia memandang wajah Lusi dengan sorot mata yang lembut, tersenyum lebar dan perlahan berkata, "Ya, ada syaratnya. Syaratnya adalah menjadi wanitaku."

Kraaahh!

Setelah mengatakan itu, tiba-tiba kawanan Walker Zombie memasuki pintu utama hotel dan meneriaki mereka berdua.

Melihat ini, Elvino menjadi marah bagaikan anak kecil yang diganggu kesenangannya. Zombie-zombie ini datang di waktu yang sangat tidak tepat.

Turun dari meja Resepsionis, Elvino bergegas berlari cepat ke arah kumpulan zombie di depannya dengan pedang di tangannya.

Seluruh sosoknya seperti anak panah yang melesat dari busurnya. Elvino mengayunkan pedang di tangannya dan meraung, "Keparat!Matilah kalian semua!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!