"Eh, ada orang di tempat ini?"
Tak disangka masih ada orang di hotel yang rusak dan berantakan ini.
Sudah Elvino duga tempat dirinya muncul di adalah kamar dari sebuah hotel. Bisa dilihat ada jendela di kamar ini, tetapi Elvino belum sempat untuk melihat pemandangan di luar jendela.
[Ding! Disarankan untuk tuan rumah segera bergerak dan menyelamatkan target.]
Elvino mengangguk cepat. "Oke-oke, aku akan pergi sekarang."
Sistem mendesaknya untuk segera pergi dan menyelamatkan wanita pertama.
Jelas, Elvino takkan menolak karena dia juga sudah tidak sabar untuk melihat wanita yang ada di dunia ini.
Akankah itu seburuk yang dia pikirkan? Mengingat di dunia ini tidak aman, orang-orang di sini harusnya tidak sebersih yang ada di dunia normal yang aman dan tentram.
Elvino berjalan secara perlahan dan hati-hati, melangkahi barang-barang rusak yang tergelatak di sekitar lantai, dia juga menghindari tubuh zombie yang bau ini. Selain bau busuk busuk dari zombie, di kamar ini dipenuhi bau lembab yang tak enak dihirup.
Setelah itu, Elvino menggerakkan kepalanya ke bawah untuk melihat pintu kamar yang rusak.
Terdapat angka 44 yang terbuat dari besi, tampaknya angka itu adalah nomor kamar di mana dirinya muncul.
Elvino menjulurkan kepalanya ke luar kamar sedikit demi sedikit, mengintip pemandangan yang ada di luar ruangan kamar.
Ternyata terdapat lorong panjang di luar kamar dan itu begitu gelap.
"Tunggu, bukankah kamu menunjukkan ada kolom item di jendela informasi tadi?" tanya Elvino kepada Sistem di dalam hati.
Saat melihat jendela status sebelumnya, sempat Elvino lihat ada kolom yang bertuliskan Item atau barang, artinya Sistem mempunyai alat ataupun fitur penyimpanan.
[Ding! Fitur Penyimpanan Ruang Angkasa telah dibuka!]
[Luas Penyimpanan Ruang Angkasa saat ini adalah 100 meter kubik.]
Mengetahui ini, Elvino terkejut sekali lagi. "Terlalu luas!"
Penyimpanan dengan ruangan yang memiliki ukuran seluas itu bisa menyimpan 2 lapangan sepak bola di dalamnya.
Dengan wajah yang mekar, Elvino bertanya, "Lantas, ada apa di dalamnya?"
[Kosong.]
Elvino menjadi stagnan dengan senyum kecut di wajahnya. "Ayolah, aku hanya butuh senter, di sini terlalu gelap, aku tidak bisa melihat."
Tujuan Elvino bertanya tentang hal itu adalah ingin meminta senter, siapa tahu di dalam penyimpanan ruang angkasanya ada senter dan benda yang diperlukan.
[Ding! Gelang memiliki fitur senter, Anda hanya perlu mengaktifkannya dengan hati.]
"Mengapa kamu tidak beri tahu aku dari awal?"
Elvino makin lama makin kesal dengan Sistem. Informasi yang penting seperti itu tidak langsung diberitahukan kepadanya di awal-awal.
Menekan kekesalannya, Elvino mencoba untuk mengaktifkan senter dari gelangnya.
Memusatkan konsentrasinya, gelang hitam tanpa corak dan hiasan ini menyala di sekujur tubuh gelang, mengeluarkan cahaya yang cukup terang.
Cahayanya tidak menyilaukan dan menusuk mata, lembut dan nyaman saat dilihat.
Setelah itu, Elvino mencoba untuk keluar dengan penerangan yang berasal dari gelangnya.
Lorong di hotel ini sangat-sangat kotor dan tidak terawat, cahaya gelangnya menyinari datang laba-laba yang menempel di sudut langit-langit lorong.
Banyak sekali darah dan noda aneh di lantai, menciptakan bau yang tak enak. Barang-barang rusak pun memenuhi lorong ini membuat Elvino agak terganggu ketika melangkah.
Elvino sudah memiliki rencana untuk pergi ke lantai bawah karena Sistem memberi tahunya target penyelamatan ada di kamar nomor 13 yang bisa dipastikan ada di lantai bawah.
Akan tetapi, Elvino berpikir ini tidak semudah yang ia bicarakan karena banyak sekali zombie yang berkeliaran dan berjalan-jalan di lorong ini.
Entah lantai berapa dirinya berada, zombie di sini cukup banyak, muncul dari kamar-kamar yang ada di lantai ini.
Kraah!
Krieet!
Berbagai suara dari zombie-zombie ini terdengar dan menggema di lorong. Dia lihat tidak hanya ada zombie berjalan, melainkan ada juga yang merangkak.
Dilihat-lihat, zombie yang merangkak ini punya kecepatan gerak yang lambat, tidak begitu berbahaya, asalkan jangan dekat-dekat dengan jangkauan serangannya.
Elvino bersiap-siap untuk melawan zombie jelek ini. Kedua tangannya sudah membentuk tinju yang kuat.
Menatap gerombolan zombie di depannya, kaki Elvino menekuk, kemudian menendang lantai untuk menerbangkan sosoknya ke depan dengan cepat.
Whoosh!
Sosok Elvino menghilang di detik berikutnya, dan muncul di beberapa meter di depan mencoba melayangkan tinju ke zombie terdekat.
Bam!
Dengan pukulan yang keras, Elvino mampu menerbangkan zombie sejauh 5 meter hingga menabrak zombie-zombie yang ada di belakangnya.
Bisa dilihat jejak pukulan Elvino di dada zombie yang membentuk kepalan tangan yang dalam.
Jikalau manusia mendapatkan pukulan Elvino, tidak yakin manusia itu bisa hidup.
Tulang rusuk yang melindungi organ dalam bagian dada tak bisa menahan kuatnya pukulan tinju Elvino.
Dengan mengandalkan kecepatan dan kekuatan tubuhnya, Elvino berhasil membunuh belasan zombie kurang dari 1 menit.
Sosok Elvino berdiri di tengah lorong dengan penampilan yang keren. Di sekitarnya terlihat adan banyak mayat zombie yang berserakan bersama darah yang punya bau menyengat.
Dada Elvino sedikit terlihat naik-turun, dia sebenarnya tidak lelah, hanya sedang menstabilkan mentalnya melihat pemandangan yang sadis.
Baru pertama kalinya Elvino banyak membunuh makhluk hidup. Di Bumi dia adalah orang yang baik dan jauh dari perilaku pembunuhan. Wajar saja dia terkejut ketika membunuh banyak makhluk hidup meski itu adalah kumpulan zombie.
Pembunuhan awal yang di kamar tidak begitu sadis karena mayat zombie tak begitu banyak mengeluarkan darah.
Serangannya yang merupakan tinju tumpul tak menyebabkan luka robek atau sayatan, melainkan luka dalam yang tidak terlihat jelas.
Akan tetapi, di lorong ini Elvino mengerahkan hampir seluruh kekuatan fisiknya sehingga mayat zombie ini banyak yang tidak utuh.
Pukulannya mampu meledakkan kepala zombie, menembus dada zombie, dan memutuskan lengan atau kaki zombie yang membuat banyak darah berceceran.
Tampilannya yang berdarah membuat Elvino tampak sangat garang dan menakutkan.
Matanya yang awalnya terlihat culun dan lemah, kini berubah menjadi kejam dan tajam.
Pandangannya bisa membuat takut orang dewasa.
Gelang di tangan Elvino memunculkan sebuah layar tipis yang menyala di depan wajahnya.
[Zombie yang telah Anda bunuh memiliki jenisnya masing, yakni Walker Zombie dan Crawler Zombie, keduanya adalah zombie level 1. Masih ada zombie dengan jenis yang lebih kuat, tuan rumah harus lebih berhati-hati.]
"Baik, aku mengerti." Elvino mengangguk mengiyakan ucapan Sistem.
Memang disarankan untuk berhati-hati karena Elvino belum mengetahui kekuatan dari keseluruhan zombie di dunia ini.
Informasi yang diberikan oleh Sistem sangat berguna.
"Pantas saja zombie-zombie ini lemah, ternyata zombie level terendah," gumam Elvino sembari melihat-lihat mayat zombie.
Dengan penerangan dari gelangnya, perjalanan Elvino berlanjut menuju ke lantai bawah.
Elvino langsung pergi mencari tangga darurat di lorong ini, dia tahu lift di hotel ini tak mungkin masih berfungsi melihat kondisi dalam hotel yang rusak dan hancur seperti ini. Mustahil masih aktif.
Untuk menemukan tangga darurat ternyata tidak begitu sulit, dia bisa menemukan letak tangga darurat tidak lama setelah dirinya berjalan.
"Sangat bau di tangga ini."
Elvino mengibaskan tangannya di depan hidung, mencegah udara yang tercampur bau busuk masuk ke dalam hidungnya.
Kaki Elvino terus melangkah menuruni tangga dengan hati-hati. Bentuk tangga darurat ini memiliki ruang di antara tangga naik dan turun sehingga ada ruang kosong di tengah-tengahnya.
Dari ruang kosong di antara tangga Elvino bisa langsung melihat ke bawah, tetapi itu sangat gelap.
Mengulurkan tangan kirinya, Elvino mencoba untuk mengarahkan sinar lampu dari gelangnya ke bawah.
Saat sinar terang menyinari ke area bawah, Elvino melihat banyak sekali zombie yang berdiri di tangga lantai bawah, tidak hanya 1 lantai, melainkan hampir semua lantai.
Namun, Elvino tidak tahu bahwa zombie ini tidak buta, semua zombie yang ada di tangga lantai bawah mulai bergegas ke atas menuju tempatnya berdiri.
KRAAH!!
"Sial," kata Elvino dengan wajah muram.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Semangat up-nya Thor
2023-08-19
2