Eps 13 Pindah Rumah

Sarapan pagi berjalan dengan tenang dan damai, papa Agam juga sudah mulai mengusap ujung bibirnya dengan tisue untuk segera beranjak dan berangkat ke kantor, namun pada saat papa Agam hendak beranjak, langkahnya sempat terhenti saat Naomi memanggilnya.

“Emm pa.”

Agam pun berbalik badan dan beralih menatap Naomi.

“Ada apa nak?” Tanya Nancy.

“Ada yang ingin Naomi sampaikan.”

“Apa itu hal penting?” Tanya Papa Agam yang kini sudah kembali duduk.

“Iya penting Pa.” Jawab Naomi tampak sedikit kikuk.

“Coba sampaikan.” Jawab Agam singkat.

“Emmm jadi, jadi begini Pa Ma, Naomi dan Ilham sudah memutuskan untuk pindah ke Vila besok pagi.” Ucap Naomi dengan menundukkan kepalanya.

“Loh kenapa sayang?” Tanya Nancy menatap Naomi dan Ilham secara bergantian.

“Karena Vila itu sudah lama kosong, lagi pula itu juga hadiah pernikahan Ilham pada Naomi Ma, jadi Naomi dan Ilham sepakat untuk pindah ke sana besok supaya Vilanya tidak kosong begitu, lagi pula kan jarak antara Vila dan kantor Ilham dekat, jadi akan lebih baik jika kita pindah ke sana saja Ma, Pa, bolehkan?” Tanya Naomi dengan wajah memelas.

Kedua mertuanya tampak saling berpandangan, mereka terdiam sejenak.

Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya Papa Agam buka suara.

“Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kalian, Papa bisa apa, apapun keputusan kalian, Papa yakin itu yang terbaik untuk kalian.” Ujar Papa Agam kemudian.

“Wah benarkah Pa?” Tanya Naomi dengan wajah yang tampak begitu sumringah.

“Iya Mama dan Papa akan selalu mendukung keputusan kalian, asal itu positif.” Ucap Mama Nancy menimpali.

“Terima kasih Mama Papa.” Ungkap Naomi dengan wajah berbinar.

Papa Agam

Berbeda halnya dengan Ilham, dia masih terus diam sejak tadi karena sejujurnya dia tidak setuju dengan ide Naomi untuk pindah, apalagi tujuannya untuk mengajak Monita tinggal serumah dengan mereka, Ilham tampak mendengus lalu menenggak minuman di gelasnya dan beranjak dari duduknya, untuk pergi ke kantor, tak lupa dia tetap mencium ujung kepala sang istri dan juga ujung kepala Mamanya, untuk tidak terlalu menunjukkan rasa kesalnya.

Sementara Naomi yang melihat tingkah Ilham seperti itu dibuat merasa bersalah, dia terus menatap kepergian Ilham tanpa berani mengantarnya sampai depan rumah seperti biasa, karena saking merasa bersalahnya.

“Maafkan aku Mas, aku tau kamu tidak suka dengan keputusanku ini, tapi ini semua demi kebaikan kita, aku harus benar-benar memastikan kalau calon ibu dari anak kita baik-baik saja atau tidak.” Gumam Naomi dalam hati.

Keesokan harinya…

Naomi dan Ilham sedang sibuk membereskan barang-barang yang akan mereka bawa ke Vila mereka.

Setelah semuanya beres, dengan dibantu Nancy dan juga pelayan, Ilham dan Naomi mulai memasukkan satu persatu beberapa barang bawaan mereka ke mobil.

Setelah semuanya selesai, Ilham dan Naomi pamit pada kedua mertuanya.

“Ma Pa Ilham dan Naomi pamit dulu ya.” Ucap Ilham sembari menyalami tangan kedua orang tuanya, begitu pun dengan Naomi, yang ikut menyalami tangan kedua mertuanya.

“Kalian hati-hati ya, jangan lupa sering-sering main ke sini.” Ujar Nancy pada anak dan menantunya.

“Iya Ma, Ilham dan Naomi pasti akan sering-sering ke sini, Mama tidak usah khawatir ya.” Jawab Naomi sembari mengusap lembut pundak sang mertua.

“Dan jangan lupa, cepat kabari Mama kalau sudah ada isinya.” Tutur Mama Nancy sembari mengusap perut rata Naomi.

Mendengar itu Naomi menatap Ilham dengan raut wajah sendu, Ilham yang melihat ekspresi Naomi sontak merangkul pundak Naomi untuk mencoba menguatkan sang istri.

“Iy..iya Ma.” Jawab Naomi dengan senyum keterpaksaan.

Akhirnya Naomi dan Ilham mulai memasuki mobil dan melambaikan tangan ke arah Nancy dan juga Agam.

Melihat kepergian anak dan menantunya mata Nancy berkaca-kaca, bagaimana tidak, ini perpisahan pertamanya dengan mereka, jadi begitulah perasaan Nancy saat mereka pamit untuk pindah rumah.

30 menit kemudian, sampailah Ilham dan Naomi di Vila yang akan menjadi tempat tinggal mereka sekarang, dengan dibantu oleh beberapa pelayan, barang-barang Naomi dan Ilham sedang diturunkan untuk kembali ditata di dalam lemari kamar utama mereka.

“Sudah lama ya kita tidak ke sini.” Tutur Naomi sembari menyisir seluruh sudut ruangan yang ada.

“Bagus dan nyaman untuk ditempati.”

“Emmm.” Jawab Ilham singkat.

“Sayang, kapan kau akan mengajak wanita itu tinggal ke sini?” Tanya Naomi yang kini beralih menatap Ilham.

“Besok saja, hari ini aku mau ke kantor dulu.” Jawab Ilham yang jadi tak bersemangat karena istrinya kembali membahas wanita lain.

“Kenapa besok? Lebih cepat lebih baik kan, bagaimana kalau saat Mas pulang kantor?” Naomi mencoba menawarkan.

“Memang harus secepat ini ya.”

“Kenapa harus ditunda lagi si? Jangan-jangan Mas ingin ya berlama-lama dengannya, makanya Mas tidak mau cepat-cepat membawanya ke sini, dengan begitu kan dia tidak akan langsung hamil dan kalau dia tidak cepat hamil nanti waktunya bersama Mas semakin lama, apa Mas ingin ya berlama-lama dengannya?” Rengek Naomi lalu mengerucutkan bibirnya dengan tangan yang bersedekap di dada.

“Sayang bukan begitu, hanya saja ini kan hari pertama kita berdua, apa iya harus ada orang lain diantara kita disaat kita baru saja mendapat kesempatan untuk berdua.” Jawab Ilham mencoba menjelaskan.

“Ya sudah kalau begitu pulang kantor aku akan menjemputnya.”

“Nah gitu dong.” Jawab Naomi dengan tersenyum manis, Naomi sengaja bertingkah seperti itu hanya untuk membuat Ilham merasa bersalah, karena dia tau titik kelemahan Ilham adalah tidak tahan saat melihat Naomi marah.

“Ya sudah kalau begitu aku ke kantor dulu.” Ucap Ilham sembari mengecup kening sang istri.

Naomi pun mengangguk dan mengantar Ilham sampai teras rumah.

Disebuah Kamar Hotel…

Monita sedang duduk merenung di balkon kamar hotelnya.

Namun tiba-tiba perutnya terasa lapar, Monita berinisiatif keluar hotel untuk mencari makanan.

Monita pun mulai meraih tasnya yang ada di atas nakas, memoles wajahnya dengan bedak tipis dan lipstik, lalu beranjak keluar dari kamar hotel itu untuk pergi mencari makan.

Sesampainya di depan hotel, Monita melihat ada restoran terdekat di seberang jalan, begitu hendak menyebrang, tiba-tiba ada seorang lelaki dengan tampang preman merampas tas yang dipegangnya kemudian lari begitu saja.

Monita yang melihat itu dibuat kaget bukan kepalang, Monita berteriak sekuat mungkin namun tidak ada yang mendengarnya karena kebetulan jalan depan hotel itu sepi, hanya ada pengemudi dan pengendara yang berseliweran di jalanan.

Akhirnya Monita menyerah dan tidak berteriak lagi, dengan langkah gontai Monita kembali memasuki kamar hotelnya dengan menahan lapar yang sudah sangat mengganggunya.

Dengan perlahan Monita menduduki ranjang empuk itu, sembari menahan perutnya dengan kedua telapak tangannya saking laparnya, tak terasa buliran bening mulai jatuh membasahi pipi mulus Monita, hingga akhirnya Monita tertidur dalam keadaan menangis dan menahan lapar.

Episodes
1 Eps 1 Menafkahi Adik dan Ibunya
2 Eps 2 Ibu Sakit Keras
3 Eps 3 Naomi Tertimpa Musibah
4 Eps 4 Mendapat Pekerjaan Baru
5 Eps 5 Permintaan Konyol Naomi
6 Eps 6 Mengabulkan Permintaan Sang Istri
7 Eps 7 Pertemuan Kedua
8 Eps 8 Menikah
9 Eps 9 Majikan yang Energik
10 Eps 10 Ibu Siuman
11 Eps 11 Ditinggal Sendiri
12 Eps 12 Ada Maunya
13 Eps 13 Pindah Rumah
14 Eps 14 Mulai Perhatian
15 Eps 15 Pertemuan Perdana Istri Pertama dan Istri Kedua
16 Eps 16 Rasa yang Mulai Muncul
17 Kepergian Naomi
18 Eps 18 Mood Rusak
19 Eps 19 Rencana Ke Swis
20 Eps 20 Swiss
21 Eps 21 Bertemu David
22 Eps 22 Menjebol Gawang Monita
23 Eps 23 Rasa Bersalah
24 Eps 24 Bertengkar!
25 Eps 25 Bersama David
26 Eps 26 Melamar
27 Eps 27 Menantang
28 Eps 27 Menanam Saham
29 Eps 29 Mengungkap Rahasia
30 Eps 30 Pengakuan Cinta
31 Eps 31 Malaikat Kecil
32 Eps 32 Firasat Seorang Ibu
33 Eps 33 Akhirnya Ilham Tau
34 Eps 34 Sahabat Lama
35 Eps 35 Salah Paham
36 Eps 36 Berbaikan
37 Eps 37 Aksi Penyelamatan
38 Eps 38 Berpisah Sebentar
39 Eps 39 Uneg-uneg Andre
40 Eps 40 Sembunyi-sembunyi
41 Eps 41 Andre dan Eden
42 Eps 42 Tidur Dengan Ibu
43 Eps 43 Duka Mendalam
44 Eps 44 Pengakuan
45 Eps 45 Mengetahui Pelakunya
46 Eps 46 Kembalinya Naomi
47 Eps 47 Perasaan Sensitif
48 Eps 48 Memulai Rencana
49 Eps 49 Hal Tak Terduga
50 Eps 50 Mengaku
51 Eps 51 Di Bawah Taburan Bintang
52 Eps 52 Main Kucing-kucingan
53 Eps 53 Karya Terindah
54 Eps 54 Si Merah
55 Eps 55 Bimbang
56 Eps 56 Peluh di Malam Hari
57 Eps 57 Lagi dan Lagi
58 Eps 58 Menyalami Tangan Suami
59 Eps 59 Belum Direstui
60 Eps 60 Kencan Membawa Ija
61 Eps 61 Gagal
62 Eps 62 Hambar
63 Eps 63 Dia Milikku!
64 Eps 64 Terciduk
65 Eps 65 Aku Tidak Sebrengsek Itu!
66 Eps 66 Mbak Naomi Sudah Berubah!
67 Eps 67 Suasan Rumah Jadi Tak Nyaman
68 Eps 68 Makan Hati
69 Eps 69 Diabaikan Lagi
70 Eps 70 Menggoda Eden
71 Eps 71 Pura-pura
72 Eps 72 Mertua Terbaik
73 Eps 73 Selalu Ada Kesempatan
74 Eps 74 Apartemen Baru
75 Eps 75 Nginap Di Apartemen
76 Eps 76 Rencana Dinner
77 Eps 77 Rencana Dinner part 2
78 Eps 78 Cemburu Menguras Hati
79 Eps 79 Melepas Rindu
80 Eps 80 Kecurigaan Naomi
81 Eps 81 Terciduk Lagi
82 Eps 82 Tak Ada Lagi Kesempatan
83 Eps 83 Terlibat Cekcok
84 Eps 84 Frustasi
85 Eps 85 Titik Terang
86 Eps 86 Akhirnya
87 Eps 87 Bagaikan Second Lead
88 Eps 88 Tak Menyangka!
89 Eps 89 Menolak Namun Tubuh Berkhianat
90 Eps 90 Dikta Anugerah Adhitama
91 Eps 91 Tidak Tau Tempat
92 Eps 92 Pamit
93 Eps 93 Fakta Mencengangkan
94 Eps 94 Terkuak!
95 Eps 95 Variasi
96 Eps 96 Keputusan
97 Eps 97 Ilham Keterlaluan! (Mama Nancy)
98 Eps 98 Kekaguman Mama Nancy
99 Eps 99 Penyatuan Lagi
100 Eps 100 Mama Nancy Merindukan Dikta
101 Eps 101 Mama Nancy Gagal Diet
102 Eps 102 Naomi Sakit Hati
103 Eps 103 Keceplosan
104 Eps 104 Terungkap
105 Eps 105 Larangan Mutlak Mama Nancy
106 Eps 106 Menggoda Iman
107 Eps 107 Hanya Karena Gadis Belia
108 Eps 108 Berdamai Dengan Keadaan
109 Eps 109 Piknik
110 Eps 110 Cinta yang Tak Main-main
111 Eps 111 Siapa Pelaku Pembunuh Ibu?
112 Eps 112 Memperkenalkan Monita di Depan Umum
113 Eps 113 Berita Miring
114 Eps 114 Licik
115 Eps 115 Penasaran
116 Eps 116 Rahasia Naomi
117 Eps 117 Amarah Mama Nancy
118 Eps 118 Rencana Ilham
119 Eps 119 Fakta Kematian Ibu
120 Eps 120 Aku Talak Kamu!
121 Eps 121 Perang Batin Karena Eden
122 Eps 122 Ungkapan Cinta Andre
123 Eps 123 Inilah Saatnya!
124 Eps 124 Hampir Saja!
125 Eps 125 Mahakarya Ilham
126 Eps 126 Benar-benar Bedah
127 Eps 127 Tak Peduli Lagi
128 Eps 128 Pertunangan Eden
129 Eps 129 Akhir Kisah Naomi
130 Eps 130 Calon Pewaris Tahta
131 Eps 131 Suami Posesif
132 Eps 132 Suami Impian
133 Eps 133 Bahaya Mengintai
134 Eps 134 Ilham Tidak Sebodoh Itu
135 Eps 135 Hukuman
136 Eps 136 Pertemuan Tak Terduga
137 Eps 137 Sekilas Tentang Kisah Cinta Segiempat
138 Eps 138 Kelahiran Kedua
139 Eps 139 Diculik
140 Eps 140 Kebersamaan (End)
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Eps 1 Menafkahi Adik dan Ibunya
2
Eps 2 Ibu Sakit Keras
3
Eps 3 Naomi Tertimpa Musibah
4
Eps 4 Mendapat Pekerjaan Baru
5
Eps 5 Permintaan Konyol Naomi
6
Eps 6 Mengabulkan Permintaan Sang Istri
7
Eps 7 Pertemuan Kedua
8
Eps 8 Menikah
9
Eps 9 Majikan yang Energik
10
Eps 10 Ibu Siuman
11
Eps 11 Ditinggal Sendiri
12
Eps 12 Ada Maunya
13
Eps 13 Pindah Rumah
14
Eps 14 Mulai Perhatian
15
Eps 15 Pertemuan Perdana Istri Pertama dan Istri Kedua
16
Eps 16 Rasa yang Mulai Muncul
17
Kepergian Naomi
18
Eps 18 Mood Rusak
19
Eps 19 Rencana Ke Swis
20
Eps 20 Swiss
21
Eps 21 Bertemu David
22
Eps 22 Menjebol Gawang Monita
23
Eps 23 Rasa Bersalah
24
Eps 24 Bertengkar!
25
Eps 25 Bersama David
26
Eps 26 Melamar
27
Eps 27 Menantang
28
Eps 27 Menanam Saham
29
Eps 29 Mengungkap Rahasia
30
Eps 30 Pengakuan Cinta
31
Eps 31 Malaikat Kecil
32
Eps 32 Firasat Seorang Ibu
33
Eps 33 Akhirnya Ilham Tau
34
Eps 34 Sahabat Lama
35
Eps 35 Salah Paham
36
Eps 36 Berbaikan
37
Eps 37 Aksi Penyelamatan
38
Eps 38 Berpisah Sebentar
39
Eps 39 Uneg-uneg Andre
40
Eps 40 Sembunyi-sembunyi
41
Eps 41 Andre dan Eden
42
Eps 42 Tidur Dengan Ibu
43
Eps 43 Duka Mendalam
44
Eps 44 Pengakuan
45
Eps 45 Mengetahui Pelakunya
46
Eps 46 Kembalinya Naomi
47
Eps 47 Perasaan Sensitif
48
Eps 48 Memulai Rencana
49
Eps 49 Hal Tak Terduga
50
Eps 50 Mengaku
51
Eps 51 Di Bawah Taburan Bintang
52
Eps 52 Main Kucing-kucingan
53
Eps 53 Karya Terindah
54
Eps 54 Si Merah
55
Eps 55 Bimbang
56
Eps 56 Peluh di Malam Hari
57
Eps 57 Lagi dan Lagi
58
Eps 58 Menyalami Tangan Suami
59
Eps 59 Belum Direstui
60
Eps 60 Kencan Membawa Ija
61
Eps 61 Gagal
62
Eps 62 Hambar
63
Eps 63 Dia Milikku!
64
Eps 64 Terciduk
65
Eps 65 Aku Tidak Sebrengsek Itu!
66
Eps 66 Mbak Naomi Sudah Berubah!
67
Eps 67 Suasan Rumah Jadi Tak Nyaman
68
Eps 68 Makan Hati
69
Eps 69 Diabaikan Lagi
70
Eps 70 Menggoda Eden
71
Eps 71 Pura-pura
72
Eps 72 Mertua Terbaik
73
Eps 73 Selalu Ada Kesempatan
74
Eps 74 Apartemen Baru
75
Eps 75 Nginap Di Apartemen
76
Eps 76 Rencana Dinner
77
Eps 77 Rencana Dinner part 2
78
Eps 78 Cemburu Menguras Hati
79
Eps 79 Melepas Rindu
80
Eps 80 Kecurigaan Naomi
81
Eps 81 Terciduk Lagi
82
Eps 82 Tak Ada Lagi Kesempatan
83
Eps 83 Terlibat Cekcok
84
Eps 84 Frustasi
85
Eps 85 Titik Terang
86
Eps 86 Akhirnya
87
Eps 87 Bagaikan Second Lead
88
Eps 88 Tak Menyangka!
89
Eps 89 Menolak Namun Tubuh Berkhianat
90
Eps 90 Dikta Anugerah Adhitama
91
Eps 91 Tidak Tau Tempat
92
Eps 92 Pamit
93
Eps 93 Fakta Mencengangkan
94
Eps 94 Terkuak!
95
Eps 95 Variasi
96
Eps 96 Keputusan
97
Eps 97 Ilham Keterlaluan! (Mama Nancy)
98
Eps 98 Kekaguman Mama Nancy
99
Eps 99 Penyatuan Lagi
100
Eps 100 Mama Nancy Merindukan Dikta
101
Eps 101 Mama Nancy Gagal Diet
102
Eps 102 Naomi Sakit Hati
103
Eps 103 Keceplosan
104
Eps 104 Terungkap
105
Eps 105 Larangan Mutlak Mama Nancy
106
Eps 106 Menggoda Iman
107
Eps 107 Hanya Karena Gadis Belia
108
Eps 108 Berdamai Dengan Keadaan
109
Eps 109 Piknik
110
Eps 110 Cinta yang Tak Main-main
111
Eps 111 Siapa Pelaku Pembunuh Ibu?
112
Eps 112 Memperkenalkan Monita di Depan Umum
113
Eps 113 Berita Miring
114
Eps 114 Licik
115
Eps 115 Penasaran
116
Eps 116 Rahasia Naomi
117
Eps 117 Amarah Mama Nancy
118
Eps 118 Rencana Ilham
119
Eps 119 Fakta Kematian Ibu
120
Eps 120 Aku Talak Kamu!
121
Eps 121 Perang Batin Karena Eden
122
Eps 122 Ungkapan Cinta Andre
123
Eps 123 Inilah Saatnya!
124
Eps 124 Hampir Saja!
125
Eps 125 Mahakarya Ilham
126
Eps 126 Benar-benar Bedah
127
Eps 127 Tak Peduli Lagi
128
Eps 128 Pertunangan Eden
129
Eps 129 Akhir Kisah Naomi
130
Eps 130 Calon Pewaris Tahta
131
Eps 131 Suami Posesif
132
Eps 132 Suami Impian
133
Eps 133 Bahaya Mengintai
134
Eps 134 Ilham Tidak Sebodoh Itu
135
Eps 135 Hukuman
136
Eps 136 Pertemuan Tak Terduga
137
Eps 137 Sekilas Tentang Kisah Cinta Segiempat
138
Eps 138 Kelahiran Kedua
139
Eps 139 Diculik
140
Eps 140 Kebersamaan (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!