Pembohong Ulung

Elis sudah berpindah-pindah tempat selama satu tahun, karna setiap tempat yang ia pijak selalu terdapat orang-orang suruhan Arjuna.

Dan sekarang Elis sudah menetap di sebuah kota. Sudah berjalan sekitar tiga tahun lamanya tapi Elis belum bisa menyembuhkan luka hatinya. Elis membagi waktu dengan mengurus rumah serta anak-anaknya, dirinya juga bekerja di sebuah perkantoran.

Dengan ijasah sltp yang ia miliki Elis hanya bisa melamar pekerjaan sebakai office girl. Yang bertugas bersih-bersih di kantornya. Mereka mengenal Elis dengan status janda dengan tiga orang anak. Sehingga banyak pria yang menyukai Elis mundur perlahan karna banyaknya tanggungan yang Elis bawa.

Kuatnya pundak Elis memikul beban serta biaya hidup di kota ini dengan tanggungan 3 orang anak yang semuanya bersekolah. Gajinya sebagai office girl tidak lah besar, kadang Elis selalu kasbon di warung terdekat jika belum gajian.

Harta yang ia bawa dari rumah Arjuna tidak lah banyak, hanya beberapa juta dan beberapa gram prihiasan saja, itu semua sudah habis sejak tida tahun lalu.

Elis bekerja di kantor itu lumayan lama sekitar dua tahun.

Elis selalu membawa bekal dari rumahnya untuk menghemat pengeluaran, Elis juga mengkredit sepeda motor sebagai kendaraan untuk memudahkannya bekerja.

.

Disinilah Arjuna berada, di sebuah kota yang cukup jauh dari tempat ibunya berada. Arjuna memang akan membuktikan pada dunia jika ia mampu mengepakan sayap tanpa keluarga Barata.

Ia memilih kota itu karna menurut informasi yang ia terima terakhir kali Elis dan ketiga putrinya pernah berada di kota itu.

Arjuna benar-benar merintis bisnisnya, beruntung dia memiliki modal yang ia ambil dari perusahaan atas saran Omnya. Ya Yudha lah yang membantu Arjuna untuk bangkit.

Entahlah apa maksud Yudha membantu Arjuna, meski Arjuna memiliki keyakinan jika Yudha memiliki maksud, mengingat Arjuna tidak mudah mempercayai orang setelah jejadian ibu dan Aida yang membohonginya.

Butuh waktu 4 tahun untuk mengembalikan kejayaan Arjuna.

Hari ini Arjuna resmi menjadi direktur sekaligus pemilik dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyedia alat rumah sakit. Tentu saja hal ini tak lepas dari campur tangan Yudha Omnya.

Perusahaan yang di pimpin Arjuna kali ini merupakan perusahaan kedua yang ia miliki. Yang mana perusahaan pertama Arjuna adalah bergerak di bidang makanan ringan.

Tak ada sangkut pautnya sama sekali, dari makanan ke alat rumah sakit. Hanya saja Ia tertarik membeli perusahaan ini hanya karna seseorang mengatakan jika wanita bernama Elis bekerja di perusahaan itu.

Sebenarnya pemilik sesungguhnya Adalah Yudha, ya karna Arjuna meminjam banyak uang dari pria itu hanya agar bisa bersama dengan Elis.

Kasak-kusuk mulai terjadi di antara semua kariawan kantor, tentang direktur baru mereka yang kabarnya merupakan seorang duda kaya raya.

Elis yang merupakan karyawan terendah tidak ingin ikut berbicara, ia membatasi diri dengan teman-teman kerjanya. Elis hanya memiliki satu teman saja di sana.

Arjuna berada di kantor barunya sekarang. Ia membaca biodata Elis di sana. Bibirnya berkedut tipis, ada kebahagiaan yang membuncah di dadanya. Senyuman lebar kini meletup di wajah tampannya.

Setelah sekian lama ia mencari keberadaan istrinya akhirnya ia menemukan istrinya sekarang. Ia tak ingin terburu mengejutkan Elis dengan kedatangannya.

Arjuna akan pelan-pelan kembali meluluhkan hati wanita yang masih menjadi istrinya itu.

"Elisa putri. Kau tau dia tinggal di mana? di sini tidak terdapat alamatnya." tanya Arjuna kepada seorang maneger di perusahaannya.

Wanita yang berumur 40 tahun itu menggeleng membuat Arjuna sedikit kesal.

"Bagai mana mungkin kau memiliki karyawan yang tidak memiliki alamat yang jelas."

"Maaf Pak. Nanti biar saya tanyakan padanya Pak, tapi dia seorang yang tekun pak. Pekerjaannya juga rapi sehingga perusahaan sudah mengontraknya kembali untuk satu tahun kedepan."

Arjuna tersenyum puas atas keterangan wanita bernama Rissa itu.

"Apa statusnya?" Pancing Arjuna, meski Rissa heran akan pertanyaan bosnya karna menanyakan stagus seorang office girl.

Arjuna belum mendapatkan informasi yang akurat tentang Elis, karna ia membagi kesibukannya dengan membangun bisnis barunya.

Beberapa rencana sudah Arjuna susun untuk mendapatkan Elis serta ketiga putrinya.

"Dia janda dengan tiga orang anak Pak."

Mendengar kata janda jantung Arjun terasa di remat paksa, sesak juga pengap itulah yang ia rasakan.

"Baiklah kau boleh keluar."

Sebelumnya Arjuna sudah membelikan seluruh karyawannya makan cepat saji berupa satu box fizza berukuran jumbo lengkap dengan minumnya masing-masing mendapatkan satu box.

Arjuna melihat Cctv di layar monitor di ruang kerjanya. Semua orang tengah menikmati makanannya tapi Elis malah memakan bekalnya saja. Sampai-sampai Arjuna memanggil seseorang yang ia tugaskan untuk membeli makanan untuk seluruh karyawan.

Ini memang hari pertama Arjuna mengunjungi kantor barunya. Sehingga ia berinisiatif untuk membelikan seluruh karyawannya makan siang.

"Rudi apa kau sudah memberikan semua karyawan wakanan?"

"Sudah pak."

"Kau yakin?" tanya Arjuna tak percaya, pasalnya Elis hanya memakan sekotak makanan di pantry kantor, sedangkan teman-temannya memakan fizza.

Seandainya temannya maduk mungkin temannya akan membagi miliknya dengan Elis, sayangnya Ita teman kerjanya tak masuk.

"Yakin Pak."

"Lalu mengapa dia tidak memakan makanannya." Tunjuk Arjuna ke layar monitor di hadapannya.

Rudi mengerutkan kening dalam, wanita berseragam biru Elektrik itu adalah seorang Office girl.

"Namanya Elis Pak. Menurut kabar dia merupakan janda dengan tiga orang anak. Dia tidak memakan makanannya pasti makanan itu untuk anaknya. Ini pasti terjadi, Elis selalu membawa makanan jatahnya pulang. Dia juga sangat jarang makan di kantin pak, dia selalu membawa bekal dari rumahnya." ungkap Rudi apa adanya.

Arjuna mematung meraba layar moniyor di hadapannya. Wanita dengan kuncir kuda itu terlihat sangat lahap memakan makanannya.

Sebegitu kekurangannya istrinya tanpa dirinya, lalu seberapa dalam luka yang ia buat sehingga sampai detik ini Elis tak memiliki niatan untuk menemuinya, itu artinya lukavElis belum sembuh sesuai yang Elis tulis di suratnya.

"Pak Juna. Anda baik-baik saja?" Rudi kebingungan saat bos barunya hanya tercenung dengan tatapan menerawang.

Rudi bahkan memanggil bosnya beberapa kali, karna Arjuna tak merespon.

"Pak. Bapak baik-baik saja." Rudi mengencangkan suaranya, Arjuna sampaintersentak di buatnya.

"Ya, aku baik-baik saja."

"Kau tau Di mana tempat tinggalnya?" Rudi mengangguk karna ia sempat menhantarkan Elis pulang beberapa waktu lalu saat Elis terkena demam.

"Lain kali jika mengadakan traktiran di kantor ini berikan dua bagian padanya." ucap Arjuna tegas.

"Baik Pak."

Rudi memberikan alamat Elis, lalu setelahnya ia pamit untuk kembali bekerja.

Meski sudah mendapatkan alamat Elis, tapi Arjuna lebih memilih mengikuti Elis dengan mobilnya. Karna rumah kontrakan Elis memasuki gang Arjuna tak bisa mengikuti sampai ke depan rumahnya. Sehingga Arjuna menitipkan mobilnya dan menggunakan jasa tukang ojek untuk sampai ke rumah Elis.

Arjuna segera menggunakan masker serta topi hitam yang ia persiapkan sejak awal. Saat ia tiba di depan sebuah kontrakan kecil mungkin hanya dengan satu kamar saja. Ketiga putrinya berlarian dari dalam rumah menghampiri ibunya. "Yeeyyy Mama pulang." Si bungsu Valery yang paling antusias.

"Anak-anakku." Arjuna bergunam lirih, meski sudah empat tahun tak bertemu, Arjuna tidak salah mengenali ketiganya, ia tau yang mana Rose, Jasmine dan Valery meskipun ketiganya memiliki tinggi dan besar tubuh yang hampir sama.

"Sayang Mama bawa fizza." Elis mengangkat kotak fizza tinggi-tinggi dan di sambut sorakan ketiga putrinya.

Dan yang menyayap hati Arjuna adalah ketika ketiga putrinya bergantian menyedot minuman soda yang di bawa Elis yang sudah tidak dingin lagi. Ketiganya tampak adil berbagi seakan mencubit dada Arjuna.

Elis mengajak ketiga putrinya untuk memasuki rumah. Tapi karna Valery tidak sabar, akhirnya mereka membuka Fizza itu di teras rumahnya.

Ketiganya dengan patuh duduk dan membaca do'a sedangkan Elis sibuk membagi fizza itu menjadi tiga.

"Bagian untuk Mama mana?" tanya si sulung Rose.

"Iya, Mama juga harus makan." Kata si bungsu Valery. Valery sudah berumur enam tahun bicaranya sangat lancar dan jelas, tahun ini Valery akan masuk sekolah dasar.

"Mama jangan terus mengalah. Mama juga harus makan."

"Sayang Mama sudah kenyang tadi di tempat kerja bos Mama beli banyak fizza sehingga Mama ga bisa menghabiskannya. Makanya Mama bawa pulang."

"Jadi Mama sudah memakan Fizza." tanya Jasmine, Mama Elis mengangguk.

"Lalu mengapa fizzanya masih utuh?" Jasmin seakan tak percaya oleh kata-kata Mamanya.

"Mama makan fizza satu box sendiri dan menghabiskannya, mama dapat dua box. Dan satu box mama bawa pulang." ucap Elis meyakinkan.

Arjuna yang berdiri tak jauh dari sana mendengar perdebatan mereka.

"Dasar pembohong ulung!" cibir Arjuna, jelas-jelas Elis tak mencicipinya sama sekali.

Sekuat mungkin Arjuna menahan diri untuk tidak menemui ketiga putri serta istrinya. Tapi sepertinya ia tak akan kuat karna Rose putri sulungnya mengatakan sesuatu.

"Fizza ini mengingatkanku pada Papa Ma. Aku kangen Papa." Lirih Rose sembari memakan fizzanya.

"Aku juga." ucap Jasmin dan Valery berbarengan.

"Sabar sebentar ya sayang. Papa masih memiliki urusan. Setelah urusan Papa selesai pasti Papa akan menemui kalian."

Terpopuler

Comments

Nusa thotz

Nusa thotz

Fizza itu makanan yang seperti apa ya..koq anak anaknya Elis senang sekali?

2025-03-29

0

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

aq malah sedih liat mereka 😢😢😢😭😭

2025-03-30

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussemangat

2024-02-26

0

lihat semua
Episodes
1 Luka pertama
2 Nyaris muntah
3 Istri yang di sembunyikan
4 Wanita patah hati
5 Lelaki lembek
6 Akan berjuang
7 Do'a berbeda
8 Ancaman Elis
9 Pergi tanpa pamit
10 Talak
11 Di peluk ketakutan
12 Surat peninggalan Elis
13 Melepaskan semuanya
14 Pembohong Ulung
15 Berhutang banyak penjelasan
16 Sekilas hidup Elis
17 Cinta istriku habis
18 Telur dadar bantet
19 Apa kau juga gatal?
20 Yang ada aku makin sakit
21 Rahasiahkan
22 Rahasia Mama Arjuna
23 Kekecewaan Arjuna
24 Merindukan
25 Jangan terlalu mudah memaafkan
26 Mantan suami?
27 Tak berani untuk sekedar mengajak
28 Tolong perhatikan putramu
29 Kesempatan mencuri hati
30 Meragukan diri sendiri
31 Janda suci
32 Pemantik amarah
33 Mengaku atau tidak
34 Pastikan bukan Elis
35 Berkacak pinggang
36 Inikah titik terangnya?
37 Tidak usah berbasa basi
38 Bukti dan saksi
39 Banyak kemungkinan
40 Aku perlu waktu
41 Namaku Arjuna
42 Bukti kekejaman Aida
43 Aku tak akan terlibat sama sekali
44 Mengabaikan permohonan
45 Aku memang serakah
46 Lancang sekali kau!
47 Kau sudah mengaku
48 Saudara seayah Arjuna?
49 Jangan lagi meragukan diriku
50 Licin sekali kau Arjuna!
51 Akan menghadapi semuanya
52 Curiga
53 Mujur sekali nasibmu El
54 Jangan memberikannya Pelampung tanpa seijinku
55 Kado untuk Srikandi
56 Aku bersumpah
57 Sayaaaang?
58 Cari Aida!
59 Bakti terakhir
60 Berbagai prasangka
61 Silahkan Mampir
62 Menolong musuh suami
63 Merasa sangat berhutang
64 Semakin pandai dalam mengarang cerita
65 Pelaku yang meracuni Yudhistira
66 Tak mudah untuk membohongi seorang wanita
67 Matilah kau!
68 Peti mati
69 Alasan di balik kekejaman
70 Mati aku!
71 Kesempatanmu sudah habis
72 Di hitung sejak hari ini
73 Salah sasaran
74 Terbongkarnya Aida sebagai anak Srikandi
75 Yudhistira dan Elis bertemu tanpa sengaja
76 Tanda
77 Petuah Yudhistira
78 Ucapan selamat atas ...
79 Permohonan Rose, "Kembalikan Mama kami!"
80 Kejutan di balik pintu
81 Arjuna vs Yudhistira
82 Tapi tidak denganku
83 Keracunan
84 Karma Aida
85 Sekilas kisah Jo
86 Diam dan menurut
87 Pergilah! temui ibumu
88 Pria misterius
89 Duka Arjuna
90 Antara tiga orang
91 Kau mencurigai kakakku?
92 Jenazah dalam kolam
93 Pulangkan aku!
94 Cari dan bawa
95 Satu nyawa kembali melayang
96 Penghulu yang malang
97 Tanda merah di jasad putiku novel baru
98 Nyaris
99 Sependapat
100 Memperkerjakan seorang pangeran Zurham
101 Datang bulan
102 pemumuman
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Luka pertama
2
Nyaris muntah
3
Istri yang di sembunyikan
4
Wanita patah hati
5
Lelaki lembek
6
Akan berjuang
7
Do'a berbeda
8
Ancaman Elis
9
Pergi tanpa pamit
10
Talak
11
Di peluk ketakutan
12
Surat peninggalan Elis
13
Melepaskan semuanya
14
Pembohong Ulung
15
Berhutang banyak penjelasan
16
Sekilas hidup Elis
17
Cinta istriku habis
18
Telur dadar bantet
19
Apa kau juga gatal?
20
Yang ada aku makin sakit
21
Rahasiahkan
22
Rahasia Mama Arjuna
23
Kekecewaan Arjuna
24
Merindukan
25
Jangan terlalu mudah memaafkan
26
Mantan suami?
27
Tak berani untuk sekedar mengajak
28
Tolong perhatikan putramu
29
Kesempatan mencuri hati
30
Meragukan diri sendiri
31
Janda suci
32
Pemantik amarah
33
Mengaku atau tidak
34
Pastikan bukan Elis
35
Berkacak pinggang
36
Inikah titik terangnya?
37
Tidak usah berbasa basi
38
Bukti dan saksi
39
Banyak kemungkinan
40
Aku perlu waktu
41
Namaku Arjuna
42
Bukti kekejaman Aida
43
Aku tak akan terlibat sama sekali
44
Mengabaikan permohonan
45
Aku memang serakah
46
Lancang sekali kau!
47
Kau sudah mengaku
48
Saudara seayah Arjuna?
49
Jangan lagi meragukan diriku
50
Licin sekali kau Arjuna!
51
Akan menghadapi semuanya
52
Curiga
53
Mujur sekali nasibmu El
54
Jangan memberikannya Pelampung tanpa seijinku
55
Kado untuk Srikandi
56
Aku bersumpah
57
Sayaaaang?
58
Cari Aida!
59
Bakti terakhir
60
Berbagai prasangka
61
Silahkan Mampir
62
Menolong musuh suami
63
Merasa sangat berhutang
64
Semakin pandai dalam mengarang cerita
65
Pelaku yang meracuni Yudhistira
66
Tak mudah untuk membohongi seorang wanita
67
Matilah kau!
68
Peti mati
69
Alasan di balik kekejaman
70
Mati aku!
71
Kesempatanmu sudah habis
72
Di hitung sejak hari ini
73
Salah sasaran
74
Terbongkarnya Aida sebagai anak Srikandi
75
Yudhistira dan Elis bertemu tanpa sengaja
76
Tanda
77
Petuah Yudhistira
78
Ucapan selamat atas ...
79
Permohonan Rose, "Kembalikan Mama kami!"
80
Kejutan di balik pintu
81
Arjuna vs Yudhistira
82
Tapi tidak denganku
83
Keracunan
84
Karma Aida
85
Sekilas kisah Jo
86
Diam dan menurut
87
Pergilah! temui ibumu
88
Pria misterius
89
Duka Arjuna
90
Antara tiga orang
91
Kau mencurigai kakakku?
92
Jenazah dalam kolam
93
Pulangkan aku!
94
Cari dan bawa
95
Satu nyawa kembali melayang
96
Penghulu yang malang
97
Tanda merah di jasad putiku novel baru
98
Nyaris
99
Sependapat
100
Memperkerjakan seorang pangeran Zurham
101
Datang bulan
102
pemumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!