Istri yang di sembunyikan

Arjuna menatap nanar miliknya sendiri yang terbungkus pengaman yang di berikan Elis padanya. Cairan putih yang seharusnya membasahi rahim istrinya kini terkurung di benda sialan yang bernama pengaman.

Pertanyaannya dari mana istrinya yang polos mendapatkan benda terkutuk itu? Arjuna melepas benda berbentuk balon itu dan membuangnya kedalam sampah. Ia meraih ponselnya dan mengaktifkannya, berbagai pesan masuk dari ibu dan istri muda yang tidak ia harafkan. Sampai saat ini Arjuna masih tidak percaya jika ia pernah meniduri Aida.

Tapi dengan apa Arjuna membuktikannya. Dan lagi satu hal yang Arjuna sesali, ia tak lagi melihat tatapan memuja di mata indah istrinya. Entah kemana perginya sorot penuh cinta itu.

Elis keluar dari kamar mandi dan menuju meja riasnya, sebulir tasbih ia lemparkan ke tempat sampah.

"Apa yang kau buang?"

"Sesuatu yang seharusnya."

Elis merebahkan tubuhnya dengan membelakangi suaminya. Arjuna memeluk Elis dari belakang dan membisikan sesuatu di telinga istrinya. "Aku akan mengakhiri semua pesakitanmu. Aku juga akan mengobati seluruh lukamu. Tolong tunggu aku." Sayup-sayup Elis mendengar bisikan suaminya sebelum kesadarannya hilang di renggut mimpi.

.

Pagi-pagi saat Elis terbangun Arjuna sudah tidak ada di sampingnya. Mungkin pria itu pergi mengunjungi istri mudanya.

Tapi yang membuat Elis marah adalah, Arjuna sudah berjanji kepada putri sulungnya jika dirinya akan berji jalan-jalan namun buktinya Arjuna malah mengingkari dan malah pergi entah kemana tanpa pamit pula.

Selama seminggu Arjuna tak pulang. Elis lelah untuk menghubungi Arjuna bahkan saat Jasmin putri kedua mereka terjatuh di srkolah paudnya, Elis membawa tubuh Jasmine kerumah sakit bersama seorang supir yang menjemput putri. Beruntung Elis memiliki beberapa pekerja di rumahnya sehingga ia tidak kesulitan meminta bantuan. Elis juga memperkerjakan seorang baby siter berpengalaman di rumahnya untuk membantunya merawat ketiga putrinya.

Arjuna benar-benar tidak bisa di hubungi, hingga di hari ke tiga Elis melihat Arjuna bersama Aida keluar dari poli kandungan.

Elis mematung menatap suaminya yang berjalan beriringan dengan istri mudanya. Totalnya sepuluh hari Arjuna tidak mengabarinya. Ia juga kesulitan menjelaskan keadaannya kepada ketiga putrinya. Apalagi Jasmine putrinya yang sejak tiga hari lalu di rawat itu sering menangis mencari Papanya.

Arjuna juga mematung menatap ke arah Elis. Mata wanita cantik itu kini bergulir gelisah dengan warna memerah. Ingin sekali Elis menumpahkan air matanya saat itu juga.

Arjuna melewati Aida yang berjalan di depannya. "Pantas saja kau tak pulang selama sepuluh hari. Rupanya impianmu memiliki putra tinggal sedikit lagi." Elis melihat buku kehamilan yang di genggam Aida. "Singkat sekali, belum dua minggu menikah kau sudah akan memiliki anak kembali. Aku curiga Aida hamil di luar nikah."

Arjuna dan Aida bungkam itu memang kebenarannya.

"Apa yang kau lakukan di sini Elis?"

"Menurutmu anakmu yang mana yang sakit sehingga aku berada di sini Arjuna?" Elis membentak suaminya.

"Elisss ..."

"Sudah tiga hari aku di sini Arjuna."

"Kemana dirimu di saat kami membutuhkanmu? Mine kecelakan sejak tiga hari lalu dan kau tidak bisa di hubungi. Rupanya kalian sedang bersenang-senang karna akan memiliki seorang anak. Luar biasa." Sialan sekuat mungkin Elis menahan air matanya untuk tidak jatuh air mata itu tetap lolos.

"Elis, aku tidak menghubungimu aku baru saja pulang dari luar kota. Ponselku juga tertinggal di rumah kita."

"Omong kosong."

"Aku berkata yang sebenarnya, tapi saat aku pulang mama memintaku untuk memeriksa kandungan Aida."

"Berapa usia kandungannya?" Sarkas Elis.

"Sepuluh minggu." cicit Aida ia repleks mengatakan hal itu.

"Sangat menakjubkan. Kau hebat Arjuna, kau sangat hebat dan perkasa. Pantas saja keluargamu berhenti mendesakku untuk hamil rupanya kau kalian sudah bersekongkol untuk menyingkirkanku."

"Elis bukan seperti itu, ini hanya kecelakaan. Aku, aku." Arjuna kesulitan menjelaskan apa yang terjadi lagi pula ada beberapa kesepakatan yang mereka setujui bersama.

"Sudahlah." Elis pergi meninggalkan kedua orang itu.

Kekecewaannya sudah terlalu banyak. Jika saja kemarin tidak ada pria yang mendonorkan darahnya kepada Jasmine mungkin ia sudah kehilangan putri keduanya. Karna Jasmine memiliki golongan darah yang sama dengan Arjuna. Golongan darah yang terbilang langka.

"Aida pulang sendiri. Ini semua karna dirimu dan Mama seandainya kalian membiarkan aku pulang dulu kerumahku pertengkaran aku dan Elis tidak akan terjadi." Arjuna semakin muak terhadap istri mudanya lihat saja, setelah bayi haram itu lahir Arjuna akan segera menceraikan Aida. Bahkan Arjuna sudah menyiapkan berkas itu dari sekarang.

Arjuna melihat tubuh istrinya terduduk di sebuah lorong. Di deretan kursi tunggu di bagian ruang rawat inap. Bahu Elis terlihat berbetar hebat, dalam diam dan keheningan Elis menunduk menyambunyikan tangisnya yang memilukan.

Arjuna tercekat. Sekali lagi dirinya sudah menyakiti istrinya itu. Saat Arjuna berjalan dan hendak menghampiri Elis seorang pria berperawakan tinggi menghampiri Elis dan duduk di sebelahnya, sembari menyodorkan sebungkus nasi kotak.

"Sarapan dulu. Menangis juga perlu tenaga." ujar pria itu. Rupanya yang datang adalah pria yang sudah mendonorkan darahnya kepada Mine. Pria yang juga memiliki seorang anak seumuran Mine yang belajar bersama di sekolah Mine. Hanya saja anak pria itu seorang bocah laki-laki.

Arjuna merasa tak asing dengan perawakan pria itu. Sehingga ia memutuskan untuk menghampiri istri dan pria itu.

"Om Yudha." tanpa sadar Arjuna memanggil pria itu. Setelah bertahun-tahun menghilang Yudha yang merupakan putra bungsu dari almarhum kakeknya itu kembali. Jarak usia Yudha dengan Arjuna hanya berjarak sekitar 5 tahun.

Dimasa lalu ayah ibu Arjuna menikah kembali dengan seorang gadis belia setelah kematian istrinya yang merupakan nenek Arjuna. Dari pernikahan itu Yudha terlihat sebagai adik dari ibu Arjuna.

Itu sebabnya ibu Arjuna mendesak Arjuna untuk memiliki pewaris, ia tak ingin Yudha mengambil alih harta dan perusahaan Barata yang tengah jaya-jayanya. Yudha sendiri sudah memiliki satu putra dari pernikahannya yang terdahulu. Dan hal itu juga yang membuat ibunya Arjuna ketakutan jika Yudha akan mengambil haknya.

Arjuna sendiri tidak seserakah ibunya, tanpa bantuan dan embel-embel nama belakangnyapun Arjuna yakin dirinya mampu menghidupi Elis dan ketigga anaknya.

Yudha menoleh kearah Arjuna. Entah Yudha terkejut atau berpura-pura terkejut. Tapi Arjuna merasa jika Yudha sudah menyusun rencana dengan kembalinya Yudha.

"Arjuna."

Arjuna tidak menyukai Yudha. Puncak kekesalannya adalah saat perusahaan yang kini tengah dirinya pimpin sekarang nyaris bangkrut, Yudha malah pergi membawa dana perusahaan, sehingga Arjuna yang merintis kembali perusahaannya di usianya yang masih muda.

Elis terlihat kebingungan saat suaminya memanggil pria yang sudah mendonorkan darah untuk Mine dengan sebutan Om.

Setelah berhasil menghentikan tangisnya Elis menatap bergantian dua pria dewasa di hadapannya. Ada beberapa kemiripan di antara mereka.

"Kalian?"

"Ini Om Yudha, adik seayah dari Mamaku." Arjuna memperkenalkan Yudha.

"Kalian Om dan keponakan?"

Arjuna dan Yudha mengangguk bersamaan.

"Kau mengenal Arjuna?" tanya Yudha pada Elis.

"Dia suamiku."

Mata Yudha membola dengan sangat lebar. Sumpah ia tak mengetahui jika Elis adalah istri dari keponakannya.

"Bukankah istri Arjuna adalah Dokter Aida?"

Elis memalingkan wajah, setidaknya itu yang dunia ketahui. Selama ini Elis hanya menjadi istri yang di sembunyikan dari dunia. Ya Elis hanya istri yang di sembunyikan hanya segelintir orang yang mengetahui ia istri dari penerus Barata.

Terpopuler

Comments

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

kok istri sah di sembunyikan? anah udah tiga masih di sembunyikan? kejam sekali suami dan mertua

2025-03-30

0

Dewa Rana

Dewa Rana

maksudnya kakek Arjuna dari pihak ibu ya Thor

2024-09-04

0

Dewa Rana

Dewa Rana

alinea ini membingungkan

2024-09-04

0

lihat semua
Episodes
1 Luka pertama
2 Nyaris muntah
3 Istri yang di sembunyikan
4 Wanita patah hati
5 Lelaki lembek
6 Akan berjuang
7 Do'a berbeda
8 Ancaman Elis
9 Pergi tanpa pamit
10 Talak
11 Di peluk ketakutan
12 Surat peninggalan Elis
13 Melepaskan semuanya
14 Pembohong Ulung
15 Berhutang banyak penjelasan
16 Sekilas hidup Elis
17 Cinta istriku habis
18 Telur dadar bantet
19 Apa kau juga gatal?
20 Yang ada aku makin sakit
21 Rahasiahkan
22 Rahasia Mama Arjuna
23 Kekecewaan Arjuna
24 Merindukan
25 Jangan terlalu mudah memaafkan
26 Mantan suami?
27 Tak berani untuk sekedar mengajak
28 Tolong perhatikan putramu
29 Kesempatan mencuri hati
30 Meragukan diri sendiri
31 Janda suci
32 Pemantik amarah
33 Mengaku atau tidak
34 Pastikan bukan Elis
35 Berkacak pinggang
36 Inikah titik terangnya?
37 Tidak usah berbasa basi
38 Bukti dan saksi
39 Banyak kemungkinan
40 Aku perlu waktu
41 Namaku Arjuna
42 Bukti kekejaman Aida
43 Aku tak akan terlibat sama sekali
44 Mengabaikan permohonan
45 Aku memang serakah
46 Lancang sekali kau!
47 Kau sudah mengaku
48 Saudara seayah Arjuna?
49 Jangan lagi meragukan diriku
50 Licin sekali kau Arjuna!
51 Akan menghadapi semuanya
52 Curiga
53 Mujur sekali nasibmu El
54 Jangan memberikannya Pelampung tanpa seijinku
55 Kado untuk Srikandi
56 Aku bersumpah
57 Sayaaaang?
58 Cari Aida!
59 Bakti terakhir
60 Berbagai prasangka
61 Silahkan Mampir
62 Menolong musuh suami
63 Merasa sangat berhutang
64 Semakin pandai dalam mengarang cerita
65 Pelaku yang meracuni Yudhistira
66 Tak mudah untuk membohongi seorang wanita
67 Matilah kau!
68 Peti mati
69 Alasan di balik kekejaman
70 Mati aku!
71 Kesempatanmu sudah habis
72 Di hitung sejak hari ini
73 Salah sasaran
74 Terbongkarnya Aida sebagai anak Srikandi
75 Yudhistira dan Elis bertemu tanpa sengaja
76 Tanda
77 Petuah Yudhistira
78 Ucapan selamat atas ...
79 Permohonan Rose, "Kembalikan Mama kami!"
80 Kejutan di balik pintu
81 Arjuna vs Yudhistira
82 Tapi tidak denganku
83 Keracunan
84 Karma Aida
85 Sekilas kisah Jo
86 Diam dan menurut
87 Pergilah! temui ibumu
88 Pria misterius
89 Duka Arjuna
90 Antara tiga orang
91 Kau mencurigai kakakku?
92 Jenazah dalam kolam
93 Pulangkan aku!
94 Cari dan bawa
95 Satu nyawa kembali melayang
96 Penghulu yang malang
97 Tanda merah di jasad putiku novel baru
98 Nyaris
99 Sependapat
100 Memperkerjakan seorang pangeran Zurham
101 Datang bulan
102 pemumuman
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Luka pertama
2
Nyaris muntah
3
Istri yang di sembunyikan
4
Wanita patah hati
5
Lelaki lembek
6
Akan berjuang
7
Do'a berbeda
8
Ancaman Elis
9
Pergi tanpa pamit
10
Talak
11
Di peluk ketakutan
12
Surat peninggalan Elis
13
Melepaskan semuanya
14
Pembohong Ulung
15
Berhutang banyak penjelasan
16
Sekilas hidup Elis
17
Cinta istriku habis
18
Telur dadar bantet
19
Apa kau juga gatal?
20
Yang ada aku makin sakit
21
Rahasiahkan
22
Rahasia Mama Arjuna
23
Kekecewaan Arjuna
24
Merindukan
25
Jangan terlalu mudah memaafkan
26
Mantan suami?
27
Tak berani untuk sekedar mengajak
28
Tolong perhatikan putramu
29
Kesempatan mencuri hati
30
Meragukan diri sendiri
31
Janda suci
32
Pemantik amarah
33
Mengaku atau tidak
34
Pastikan bukan Elis
35
Berkacak pinggang
36
Inikah titik terangnya?
37
Tidak usah berbasa basi
38
Bukti dan saksi
39
Banyak kemungkinan
40
Aku perlu waktu
41
Namaku Arjuna
42
Bukti kekejaman Aida
43
Aku tak akan terlibat sama sekali
44
Mengabaikan permohonan
45
Aku memang serakah
46
Lancang sekali kau!
47
Kau sudah mengaku
48
Saudara seayah Arjuna?
49
Jangan lagi meragukan diriku
50
Licin sekali kau Arjuna!
51
Akan menghadapi semuanya
52
Curiga
53
Mujur sekali nasibmu El
54
Jangan memberikannya Pelampung tanpa seijinku
55
Kado untuk Srikandi
56
Aku bersumpah
57
Sayaaaang?
58
Cari Aida!
59
Bakti terakhir
60
Berbagai prasangka
61
Silahkan Mampir
62
Menolong musuh suami
63
Merasa sangat berhutang
64
Semakin pandai dalam mengarang cerita
65
Pelaku yang meracuni Yudhistira
66
Tak mudah untuk membohongi seorang wanita
67
Matilah kau!
68
Peti mati
69
Alasan di balik kekejaman
70
Mati aku!
71
Kesempatanmu sudah habis
72
Di hitung sejak hari ini
73
Salah sasaran
74
Terbongkarnya Aida sebagai anak Srikandi
75
Yudhistira dan Elis bertemu tanpa sengaja
76
Tanda
77
Petuah Yudhistira
78
Ucapan selamat atas ...
79
Permohonan Rose, "Kembalikan Mama kami!"
80
Kejutan di balik pintu
81
Arjuna vs Yudhistira
82
Tapi tidak denganku
83
Keracunan
84
Karma Aida
85
Sekilas kisah Jo
86
Diam dan menurut
87
Pergilah! temui ibumu
88
Pria misterius
89
Duka Arjuna
90
Antara tiga orang
91
Kau mencurigai kakakku?
92
Jenazah dalam kolam
93
Pulangkan aku!
94
Cari dan bawa
95
Satu nyawa kembali melayang
96
Penghulu yang malang
97
Tanda merah di jasad putiku novel baru
98
Nyaris
99
Sependapat
100
Memperkerjakan seorang pangeran Zurham
101
Datang bulan
102
pemumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!