Bab 17 - Tujuan Selanjutnya

Keesokan paginya Qin Chen berpamitan kepada Chu Lian, dia pergi sendiri ke Kota dan menggunakan Array Teleportasi. Chu Lian tidak bisa ikut karena dia harus mempersiapkan diri untuk menerobos ke Tingkat Langit, namun dia yakin jika Qin Chen akan tetap baik-baik saja karena dia kuat.

Qin Chen pergi keluar perbatasan wilayah Sekte Soaring Heaven, dia pergi menyusuri hutan dan terus bergerak maju tanpa peduli apapun. Adapun Beast yang dia jumpai tidak terlalu kuat, namun tidak ada dari mereka yang dibiarkan lolos dan semuanya mati.

Seekor Serigala berlari dengan kecepatan yang luar biasa, angin yang ganas berkumpul menyelimuti tubuh Serigala itu dan Qin Chen mengangkat jarinya. Energi Yin Yang menyembur dari ujung jarinya dan Serigala itu tidak memiliki waktu menghindar, Qi yang memadat menembus kepalanya dan dalam sekejap Serigala Angin itu mati.

Qin Chen mengambil Inti Beast dan kilatan cahaya melintas dari atas, Qin Chen segera mundur dan menghindarinya. Spiritual Qi yang ganas menghancurkan tanah dan sosok Pria dengan jubah hitam muncul, Kultivasinya setara dengan Qin Chen dan cukup merepotkan.

"Kenapa kau menyerangku Tuan ?" Tanya Qin Chen dengan dingin.

"Serigala Angin itu serahkan padaku bersama dengan Inti Beastnya, jika kau patuh aku akan membiarkanmu pergi !" Pria itu berkata dengan nada yang arogan.

"Ingin mengambil keuntungan dariku maka coba paksa aku untuk menyerahkannya !" Qin Chen tidak berniat untuk diam saja dan siap untuk bertarung.

Pria itu melesat kearah Qin Chen dan Qi miliknya menyelimuti tinjunya, melihat hal ini Qin Chen dengan cepat menghindari terjangan tinjunnya yang kuat dengan langkah bayangan. Pria itu berbalik dan Api yang ganas menyembur dari telapak tangannya, Ular Api perlahan mulai terbentuk dan berputar kearah Qin Chen.

"Trik murahan." Qin Chen mengeluarkan Pedangnya dan mengayunkannya.

Qi Spiritual miliknya membentuk bilah Pedang dan bertabrakan langsung dengan Ular Api, keduanya hancur bersamaan dan Aura dingin sensasi kematian yang luar biasa dapat dirasakan Pria itu.

"Sejak kapan ?" Pria itu melihat sekelilingnya dan dia terkepung oleh puluhan duri es dengan ujung yang tajam.

Pria itu saat ini tidak bisa menghindar dan jalan satu-satunya hanya menghancurkannya, nyala api yang besar berkobar seperti pusaran angin namun Qin Chen hanya menanggapinya seperti sampah yang tidak berguna. Es miliknya sangat kuat dan Api yang terbentuk dari Spiritual Qi tidak akan mungkin bisa melelehkannya.

"Matilah." Puluhan duri es menerjang kearah Pria itu dan menusuk tubuhnya sampai membeku.

Qin Chen membakar tubuh Pria itu sampai menjadi abu dan mengambil Cincin Ruang miliknya. Setidaknya ada beberapa Pil Roh berharga yang ada didalamnya dan Qin Chen bisa menggunakannya nanti untuk berkultivasi.

Qin Chen memutuskan untuk melanjutkan kembali perjalanannya dan tidak jauh dari tempatnya tidak sedikit orang yang bertarung. Dilihat dari penampilannya kemungkinan mereka berasal dari kelompok yang sama dengan orang yang menyerangnya barusan, namun kebanyakan dari mereka masih berada di Tingkat Penempaan Tubuh dan hanya dua orang yang berada di Tahap Awal Tingkat Jiwa Roh.

"Karena aku adalah orang baik yang populer maka aku akan menyelamatkan kalian !" Qin Chen melompat kebawah dan membunuh beberapa Perampok.

Auranya meledak dengan gila dan seketika pertarungan berhenti karena niat membunuh Qin Chen yang sangat besar. Qin Chen mengeluarkan Pedangnya dan menatap mereka semua dengan tajam.

"Sebelumnya ada orang tua sialan yang mau merampokku, sepertinya kalian berada di Kelompok yang sama. Aku akan memberikan kalian tiga tarikan nafas, pergi dari tempat ini atau mati ?" Kata Qin Chen dengan dingin.

"Kau pikir siapa dirimu." Kedua Pria melesat kearah Qin Chen dan berniat menyerangnya.

Qin Chen bergerak secepat cahaya dan memotong kepala mereka berdua tanpa ampun, tubuh mereka tergeletak ditanah. Sisanya mereka semua memandang Qin Chen dan lari berpencar kedalam hutan.

Seorang Pria Tua memberi hormat kepada Qin Chen, "Kamar Dagang Bing... Tuan Muda ini pasti berasal dari Sekte Soaring Heaven, namaku adalah Tie dan terimakasih karena Tuan Muda sudah membantu kami !"

Seorang Gadis bernama Bing Yun dan Pelayannya Chang keluar dari dalam Kereta, "Paman lebih baik istirahat terlebih dahulu !"

Qin Chen mengangguk dan mengepalkan tinjunya, "Tidak perlu terlalu sopan... aku Qin Chen hanya lewat dan menolong mereka yang kesulitan adalah sesuatu yang biasa. Aku tidak membutuhkan imbalan apapun dan kalau boleh bisakah kalian memberitahuku dimana Kota terdekat ?"

Bing Yun memberi hormat dan berkata, "Butuh satu minggu untuk sampai di Kota Air Hitam dan jika memungkinkan apakah Tuan Muda ingin berangkat bersama dengan kami. Kebetulan kami memiliki Toko disana dan kami akan menyambut Tuan Muda di Kota Air Hitam."

Bing Yun sengaja ingin membuat Qin Chen menjaga mereka, dia sadar bahwa hanya dengan mereka bertiga sekarang mustahil untuk melanjutkan perjalanan. Takutnya mereka akan bertemu dengan Perampok lain dan berakhir lebih buruk.

"Kalau begitu aku akan merepotkanmu." Qin Chen setuju dan pergi mengganti pakaiannya dengan yang lama.

Setelah beberapa waktu akhirnya mereka berangkat dan Qin Chen duduk didepan bersama dengan Tie. Tentunya Qin Chen juga bertanya informasi mengenai Kota Air Hitam, disana adalah kawasan bebas dimana semua kalangan bisa masuk atau keluar.

Tempat dimana sekumpulan penjahat hebat bersembunyi dan tempat yang berbahaya, Qin Chen tidak tahu dari mana keberanian seorang Pria tua dan dua Gadis ini berasal sampai mendirikan tempat disana.

"Apakah Toko Bing milik kalian ini sangat besar ?" Tanya Qin Chen dengan penasaran.

"Maaf mengecewakan Tuan Qin Chen... tapi Toko kami hanya berada dikelas ketiga dan tidak memiliki pengaruh. Nona Bing Yun adalah Pemiliknya... diusia yang muda dia sudah memiliki kemampuan yang hebat." Kata Tie dengan penuh sanjungan.

"Jangan percaya dengan perkataan Paman... Gadis ini masih memiliki banyak kekurangan." Kata Bing Yun dengan sopan.

"Tidak apa... karena tempat ini berkumpulnya semua kalangan bisa masuk dan keluar maka tentunya perdagangan disana pasti bagus." Kata Qin Chen dengan santai.

"Oh... tiga Sekte Utama sangat memusuhi Kultivator Iblis, apakah tidak masalah untuk Tuan Muda Qin Chen ?" Tanya Bing Yun dengan khawatir.

"Aku hanya mengenal baik dan jahat... apapun metode mereka selama tidak mengambil nyawa orang lain maka semuanya boleh-boleh saja. Aku bukan orang tua berpandangan sempit." Kata Qin Chen dengan santai.

"Tuan Muda Qin Chen sangat bijak." Tie sangat mengagumi pendapat Qin Chen.

Qin Chen sering membaca Komik tentang Kultivator Iblis, baginya metode latihan itu tidak bersalah. Apa yang menjadi masalah siapa yang menggunakannya bukan metode latihannya.

Terpopuler

Comments

Yedu BengBeng😎

Yedu BengBeng😎

ini baru novel kultivasi yg masuk akal, mc nya ga d0ng0, ga plinplan, gua liat novel lain apalagi yg reinkarnasi, aneh aja wkwkw sebelum reinkarnasi umur udh ribuan tahun, pas reinkarnasi malah jadi dungu mc nya

2023-07-07

6

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Terus...

2023-07-04

1

nasrul

nasrul

Nex

2023-06-29

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Transmigasi
2 Bab 2 - Memahami Kekuatannya Sendiri
3 Bab 3 - Pembalasan
4 Bab 4 - Talisman
5 Bab 5 - Akar Hitam Pelahap Energi
6 Bab 6 - Kecerdikan
7 Bab 7 - Teman Pertama
8 Bab 8 - Rantai Pengikat Hati
9 Bab 9 - Ketulusan Xia Ning
10 Bab 10 - Tantangan
11 Bab 11 - Menang Telak
12 Bab 12 - Menyelamatkan Keindahan
13 Bab 13 - Kengerian Bentuk Jiwa Akar Hitam
14 Bab 14 - Ambil Resiko
15 Bab 15 - Bebas dan Tak Terkekang
16 Bab 16 - Kedua
17 Bab 17 - Tujuan Selanjutnya
18 Bab 18 - Masalah
19 Bab 19 - Sial
20 Bab 20 - Transaksi Yang Hebat
21 Bab 21 - Harta Langit dan Bumi
22 Bab 22 - Menambah Wawasan Jalan Pedang
23 Bab 23 - Area Pelahap
24 Bab 24 - Raja Iblis Tiran Mu Shengfeng
25 Bab 25 - Phoenix
26 Bab 26 - Ambil Alih Kota Air Hitam
27 Bab 27 - Peringatan
28 Bab 28 - Master Sekte Yang Baru
29 Bab 29 - Bantuan Besar
30 Bab 30 - Tanahan Perang
31 Bab 31 - Dunia Milik Berdua
32 Bab 32 - Pertemuan Kedua Pemimpin
33 Bab 33 - Persiapan Perang
34 Bab 34 - Pembukaan Perang
35 Bab 35 - Gerakan Besar Sekte Dewa Iblis
36 Bab 36 - Teknik Pamungkas
37 Bab 37 - Resmi
38 Bab 38 - Mimpi Terliar Pria
39 Bab 39 - Tempat Tersembunyi di Dasar Laut
40 Bab 40 - Benua Utama
41 Bab 41 - Sesuatu Yang Tidak Diketahui
42 Bab 42 - Memberi Pelajaran
43 Bab 43 - Dua Jiwa Binatang Suci
44 Bab 44 - Menyelamatkan Istri Ketiga
45 Bab 45 - Sifat Pria
46 Bab 46 - Tidak Ada Kata Damai
47 Bab 47 - Tawaran Dong Shen
48 Bab 48 - Berkumpul
49 Bab 49 - Jenius Sekte Dewa Iblis Duan Wuya
50 Bab 50 - Struktur Kerajaan
51 Bab 51 - Budak Yang Kuat
52 Bab 52 - Ujian Pewaris
53 Bab 53 - Divine Dao Penguasa
54 Bab 54 - Rencana Masa Depan
55 Bab 55 - Persiapan Matang
56 Bab 56 - Sumpah Beladiri
57 Bab 57 - Menemukan Jejak
58 Bab 58 - Pria Yang Menjanjikan
59 Bab 59 - Persiapan
60 Bab 60 - Momentum Duan Wuya
61 Bab 61 - Medan Perang Kuno
62 Bab 62 - Hati Yang Beracun
63 Bab 63 - Bunga Milik Orang Lain
64 Bab 64 - Perseteruan Qin Chen VS Yao Jun
65 Bab 65 - Mendapatkan Pasukan Yang Kuat
66 Bab 66 - Pasukan Kelas Atas
67 Bab 67 - Kemunafikan
68 Bab 68 - Medan Perang Kuno Yang Sebenarnya
69 Bab 69 - Tahap Akhir
70 Bab 70 - Kematian Sheng Yan
71 Bab 71 - Membalas Kebaikan
72 Bab 72 - Final Qin Chen VS Duan Wuya
73 Bab 73 - Perintah Perburuan
74 Bab 74 - Pemahaman Prinsip Waktu Divine Dao Takdir
75 Bab 75 - Pergi ke Daratan Iblis Suci
76 Bab 76 - Arogansi Pria Yang Berkemampuan
77 Bab 77 - Pertukaran Yang Saling Menguntungkan
78 Bab 78 - Jejak Istri Pertama
79 Bab 79 - Keluarga Kekaisaran Yang Angkuh
80 Bab 80 - Menampar Wajah Keluarga Jie
81 Bab 81 - Pesan Singkat
82 Bab 82 - Benturan Ahli Tingkat Saint
83 Bab 83 - Kepercayaan Diri Yang Absolut
84 Bab 84 - Jalan Keabadian Surga
85 Bab 85 - Divine Dao Penciptaan
86 Bab 86 - Tidak Seharusnya Mendambakan Istri Orang
87 Bab 87 - Pertemuan Yang Dinantikan Sejak Lama
88 Bab 88 - Memulai Persiapan
89 Bab 89 - Dua Orang Gila VS Lima Bawahan Kaisar
90 Bab 90 - Kumpulan Pengecut
91 Bab 91 - Santai
92 Bab 92 - Perang Dimulai
93 Bab 93 - Menjalankan Rencana
94 Bab 94 - Kaisar Baru Qin Chen
95 Bab 95 - Kaisar Yang Bahagia
96 Bab 96 - Pamit
97 Bab 97 - Mengungsi
98 Bab 98 - Rencana Yang Mengerikan
99 Bab 99 - Penyelesaian Dendam
100 Bab 100 - Kekuatan Yang Mendominasi
101 Bab 101 - Menerobos Tingkat Saint King
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Transmigasi
2
Bab 2 - Memahami Kekuatannya Sendiri
3
Bab 3 - Pembalasan
4
Bab 4 - Talisman
5
Bab 5 - Akar Hitam Pelahap Energi
6
Bab 6 - Kecerdikan
7
Bab 7 - Teman Pertama
8
Bab 8 - Rantai Pengikat Hati
9
Bab 9 - Ketulusan Xia Ning
10
Bab 10 - Tantangan
11
Bab 11 - Menang Telak
12
Bab 12 - Menyelamatkan Keindahan
13
Bab 13 - Kengerian Bentuk Jiwa Akar Hitam
14
Bab 14 - Ambil Resiko
15
Bab 15 - Bebas dan Tak Terkekang
16
Bab 16 - Kedua
17
Bab 17 - Tujuan Selanjutnya
18
Bab 18 - Masalah
19
Bab 19 - Sial
20
Bab 20 - Transaksi Yang Hebat
21
Bab 21 - Harta Langit dan Bumi
22
Bab 22 - Menambah Wawasan Jalan Pedang
23
Bab 23 - Area Pelahap
24
Bab 24 - Raja Iblis Tiran Mu Shengfeng
25
Bab 25 - Phoenix
26
Bab 26 - Ambil Alih Kota Air Hitam
27
Bab 27 - Peringatan
28
Bab 28 - Master Sekte Yang Baru
29
Bab 29 - Bantuan Besar
30
Bab 30 - Tanahan Perang
31
Bab 31 - Dunia Milik Berdua
32
Bab 32 - Pertemuan Kedua Pemimpin
33
Bab 33 - Persiapan Perang
34
Bab 34 - Pembukaan Perang
35
Bab 35 - Gerakan Besar Sekte Dewa Iblis
36
Bab 36 - Teknik Pamungkas
37
Bab 37 - Resmi
38
Bab 38 - Mimpi Terliar Pria
39
Bab 39 - Tempat Tersembunyi di Dasar Laut
40
Bab 40 - Benua Utama
41
Bab 41 - Sesuatu Yang Tidak Diketahui
42
Bab 42 - Memberi Pelajaran
43
Bab 43 - Dua Jiwa Binatang Suci
44
Bab 44 - Menyelamatkan Istri Ketiga
45
Bab 45 - Sifat Pria
46
Bab 46 - Tidak Ada Kata Damai
47
Bab 47 - Tawaran Dong Shen
48
Bab 48 - Berkumpul
49
Bab 49 - Jenius Sekte Dewa Iblis Duan Wuya
50
Bab 50 - Struktur Kerajaan
51
Bab 51 - Budak Yang Kuat
52
Bab 52 - Ujian Pewaris
53
Bab 53 - Divine Dao Penguasa
54
Bab 54 - Rencana Masa Depan
55
Bab 55 - Persiapan Matang
56
Bab 56 - Sumpah Beladiri
57
Bab 57 - Menemukan Jejak
58
Bab 58 - Pria Yang Menjanjikan
59
Bab 59 - Persiapan
60
Bab 60 - Momentum Duan Wuya
61
Bab 61 - Medan Perang Kuno
62
Bab 62 - Hati Yang Beracun
63
Bab 63 - Bunga Milik Orang Lain
64
Bab 64 - Perseteruan Qin Chen VS Yao Jun
65
Bab 65 - Mendapatkan Pasukan Yang Kuat
66
Bab 66 - Pasukan Kelas Atas
67
Bab 67 - Kemunafikan
68
Bab 68 - Medan Perang Kuno Yang Sebenarnya
69
Bab 69 - Tahap Akhir
70
Bab 70 - Kematian Sheng Yan
71
Bab 71 - Membalas Kebaikan
72
Bab 72 - Final Qin Chen VS Duan Wuya
73
Bab 73 - Perintah Perburuan
74
Bab 74 - Pemahaman Prinsip Waktu Divine Dao Takdir
75
Bab 75 - Pergi ke Daratan Iblis Suci
76
Bab 76 - Arogansi Pria Yang Berkemampuan
77
Bab 77 - Pertukaran Yang Saling Menguntungkan
78
Bab 78 - Jejak Istri Pertama
79
Bab 79 - Keluarga Kekaisaran Yang Angkuh
80
Bab 80 - Menampar Wajah Keluarga Jie
81
Bab 81 - Pesan Singkat
82
Bab 82 - Benturan Ahli Tingkat Saint
83
Bab 83 - Kepercayaan Diri Yang Absolut
84
Bab 84 - Jalan Keabadian Surga
85
Bab 85 - Divine Dao Penciptaan
86
Bab 86 - Tidak Seharusnya Mendambakan Istri Orang
87
Bab 87 - Pertemuan Yang Dinantikan Sejak Lama
88
Bab 88 - Memulai Persiapan
89
Bab 89 - Dua Orang Gila VS Lima Bawahan Kaisar
90
Bab 90 - Kumpulan Pengecut
91
Bab 91 - Santai
92
Bab 92 - Perang Dimulai
93
Bab 93 - Menjalankan Rencana
94
Bab 94 - Kaisar Baru Qin Chen
95
Bab 95 - Kaisar Yang Bahagia
96
Bab 96 - Pamit
97
Bab 97 - Mengungsi
98
Bab 98 - Rencana Yang Mengerikan
99
Bab 99 - Penyelesaian Dendam
100
Bab 100 - Kekuatan Yang Mendominasi
101
Bab 101 - Menerobos Tingkat Saint King

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!