Bab 11 - Menang Telak

Qin Chen mencari tempat yang sepi untuk berkultivasi dan mempelajari Seni Beladiri barunya. Hanya dalam waktu setengah hari Qin Chen dapat menyempurnakan Langkah Bayangan, baginya ini tidak terlalu sulit sama sekali dan Qin Chen merasa kalau Dunia ini seperti permainan baginya.

Bahkan Qin Chen merubah sedikit cara kerja dari Langkah Bayangan, kecepatannya meningkat sangat cepat dan gerakannya menjadi lebih stabil sambil menyembunyikan dirinya.

Qin Chen mengeluarkan Pedangnya dan memejamkan matanya, Spiritual Qi menyelimuti Pedangnya dan Qin Chen mencoba meniadakan emosinya. Perlahan dia membuka matanya dan mengayunkan Pedangnya sekuat tenaga, Qi yang kuat membentuk sebuah Bilah besar dan menabrak dinding tebing. Dalamnya tebasan Qi Pedang itu terlihat sangat jelas dan Qin Chen tidak menyangka kalau tebakannya akan benar.

"Sebenarnya pemahaman yang ada didalam Komik yang pernah aku baca dapat diterapkan disini. Jangan bilang kalau semua Komik itu adalah cerita karangan dengan semua unsur yang ada disini, bukankah aku bisa mencapai hal yang besar jika mendapatkan sedikit keberuntungan." Kata Qin Chen dengan penuh kekaguman.

Waktu berlalu dengan cepat dan siang harinya banyak orang yang berkumpul di Arena Hidup dan Mati. Leng Wu sudah duduk selama setengah jam ditengah Arena dan dia terlihat sangat kesal karena Qin Chen tidak datang tepat waktu.

"Xiao Man... dimana temanmu sekarang ?" Teriak Leng Wu dengan marah.

"Jika kau bertanya kepadaku lalu aku harus bertanya kepada siapa ?" Xiao Man terlihat menikmati kesenangannya.

Setelah satu jam akhirnya Qin Chen datang dan masuk ke arena, semua orang menatapnya dengan marah dan mengutuknya. Leng Wu terlihat berapi-api dan ingin mencabik-cabik tubuh Qin Chen.

"Akhirnya kau datang juga sialan." Kata Leng Wu dengan marah.

"Yah... aku tersesat tadi dan setelah bertanya kepada orang lain aku akhirnya tahu lokasinya." Qin Chen berkata dengan malas.

Situasi mulai memanas dan tidak sedikit orang yang mulai bertaruh, Tingkat Kultivasi mereka sama dan mungkin ini akan menjadi pertarungan yang layak. Didalam Arena hidup dan mati semuanya bisa terjadi, bahkan sekalipun lawannya ingin saling membunuh Sekte tidak akan mempermasalahkannya.

"Bisa kita mulai sekarang ?" Leng Wu mendesak Qi miliknya dan Auranya meledak-ledak.

Qin Chen mengangguk dan menantangnya untuk maju. Leng Wu yang terprovokasi melesat kearah Qin Chen dengan tinjunya yang ganas, namun Qin Chen memadatkan sebuah jarum kecil dengan kekuatan jiwanya dan melesat lurus kearah Leng Wu.

Jarum itu masuk kedalam kepala Leng Wu dan sengatan yang luar biasa kuat mengguncang Laut Kesadaran Ilahinya. Leng Wu berhenti dan mengerang kesakitan, Qin Chen berlari kedepan seperti bayangan dan sudah berada tepat didepan Leng Wu.

*Bang.*

Pukulan Qin Chen yang keras menghujam langsung ke tubuh Leng Wu, beberapa tulang rusuknya patah dan darah menyembur dari mulutnya. Kesadaran Leng Wu menghilang dan Qin Chen menang telak dalam waktu yang singkat.

Semua orang hanya bisa membuka mata mereka karena terkejut, pertarungan ini terlalu singkat dan Leng Wu tidak berdaya menghadapi Qin Chen sama sekali. Qin Chen mengambil Cincin Ruang Leng Wu dan memeriksa isinya, dia tersenyum dan merasa puas.

"Aku terlalu malas untuk mengambil nyawamu, anggap saja ini sebagai kompensasi karena kau sudah menggangguku." Qin Chen keluar arena meninggalkan Leng Wu yang tergeletak ditengah arena.

Semua orang membukakan jalan untuk Qin Chen dan tidak ada yang berani mengganggunya, Xiao Man mendapatkan untung banyak dan berterimakasih kepada Qin Chen.

Qin Chen pergi ketempat latihan ruang batu menggunakan susunan Teleportasi, banyak Murid yang juga ingin menggunakan Ruang Batu dan Qin Chen terpaksa mengambil antrian. Terdapat 100 ruangan dan Qin Chen duduk dengan santai sambil menunggu.

Pertarungan sebelumnya sama sekali tidak menantang, dia menginginkan sesuatu yang lebih ekstrim yang membuatnya berusaha lebih keras dalam pertarungan. Tentunya dirinya harus bertarung dengan lawan yang benar-benar kuat namun Qin Chen juga memikirkan resiko kedepan.

Setelah beberapa waktu menunggu pintu ruangan Qin Chen terbuka, Murid yang menggunakannya sudah selesai berlatih dan sekarang adalah gilirannya.

"Tunggu sebentar !" Seorang Pria menahan bahu Qin Chen dan berkata, "Aku ingin menggunakan tempat ini !"

"Sudahi omong kosongmu... aku sudah bosan dengan cerita pengganggu sepertimu, aku sudah duduk disini dan menunggu dengan sabar." Qin Chen menyingkirkan tangan Pria itu dan terlalu malas.

Pria itu merasa tidak senang dan menerjang Qin Chen dari belakang. Qin Chen yang merasakan hal ini segera berbalik dan meraih tangannya, dia membanting Pria itu ketanah dan semua perhatian tertuju kepadanya.

"Hentikan perkelahian kalian !" Seorang Gadis bernama Chu Lian maju, "Sesama Murid Sekte Soaring Heaven dilarang untuk bertarung, jika kau tidak melepaskannya maka aku terpaksa menghukumu."

"Hah... dia yang menyerangku terlebih dahulu, kau itu cantik tapi aku juga tidak berharap kalau kau buta." Qin Chen melepaskannya dan masuk kedalam Ruang Batu.

"Menarik." Chu Lian tersenyum dan meminta semua orang untuk pergi.

Didalam ruang batu gravitasinya menjadi sepuluh kali lipat lebih berat. Boneka Batu yang kekuatannya setara dengan Tingkat Jiwa Roh perlahan mulai terbentuk dan Qin Chen ingin melawan lima sekaligus.

Serangan yang cepat dan kuat terus menghujam tubuh Qin Chen, dia mungkin dapat mengalahkan satu namun sisanya terus menyerangnya dan sulit untuk menghindarinya.

"Huh... melawan kelimanya dengan tangan kosong itu sangat sulit." Qin Chen mengusap darah ditubuhnya dan kembali menyerang.

Pukulan demi pukulan terus saling beradu dan Qin Chen bertahan selama setengah hari didalam, dia melahap beberapa Pil Roh Pemulihan dan cedera yang dimilikinya tidak sedikit.

Namun merasakan sendiri latihan yang ekstrem ini membuatnya sangat senang, dia bisa melampaui batasan tubuhnya dan menjadi lebih terbiasa dalam pertarungan. Sejak dia datang ke Dunia yang dipenuhi dengan Kultivator ini maka menjadi kuat adalah hal yang utama, jika tidak mungkin dimasa depan dia tidak akan berdaya ketika ditindas orang lain.

"Akar hitam ini memiliki kemampuan yang dapat melahap energi dari Inti Beast. Aku harus terus bertambah kuat jika ingin memiliki kehidupan yang nyaman." Qin Chen meremas tinjunya dan menetapkan tujuannya.

Terpopuler

Comments

Zoelf 212 🛡⚡🔱

Zoelf 212 🛡⚡🔱

sadis

2023-08-02

2

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Asyiek...

2023-07-04

1

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍👍

2023-06-25

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Transmigasi
2 Bab 2 - Memahami Kekuatannya Sendiri
3 Bab 3 - Pembalasan
4 Bab 4 - Talisman
5 Bab 5 - Akar Hitam Pelahap Energi
6 Bab 6 - Kecerdikan
7 Bab 7 - Teman Pertama
8 Bab 8 - Rantai Pengikat Hati
9 Bab 9 - Ketulusan Xia Ning
10 Bab 10 - Tantangan
11 Bab 11 - Menang Telak
12 Bab 12 - Menyelamatkan Keindahan
13 Bab 13 - Kengerian Bentuk Jiwa Akar Hitam
14 Bab 14 - Ambil Resiko
15 Bab 15 - Bebas dan Tak Terkekang
16 Bab 16 - Kedua
17 Bab 17 - Tujuan Selanjutnya
18 Bab 18 - Masalah
19 Bab 19 - Sial
20 Bab 20 - Transaksi Yang Hebat
21 Bab 21 - Harta Langit dan Bumi
22 Bab 22 - Menambah Wawasan Jalan Pedang
23 Bab 23 - Area Pelahap
24 Bab 24 - Raja Iblis Tiran Mu Shengfeng
25 Bab 25 - Phoenix
26 Bab 26 - Ambil Alih Kota Air Hitam
27 Bab 27 - Peringatan
28 Bab 28 - Master Sekte Yang Baru
29 Bab 29 - Bantuan Besar
30 Bab 30 - Tanahan Perang
31 Bab 31 - Dunia Milik Berdua
32 Bab 32 - Pertemuan Kedua Pemimpin
33 Bab 33 - Persiapan Perang
34 Bab 34 - Pembukaan Perang
35 Bab 35 - Gerakan Besar Sekte Dewa Iblis
36 Bab 36 - Teknik Pamungkas
37 Bab 37 - Resmi
38 Bab 38 - Mimpi Terliar Pria
39 Bab 39 - Tempat Tersembunyi di Dasar Laut
40 Bab 40 - Benua Utama
41 Bab 41 - Sesuatu Yang Tidak Diketahui
42 Bab 42 - Memberi Pelajaran
43 Bab 43 - Dua Jiwa Binatang Suci
44 Bab 44 - Menyelamatkan Istri Ketiga
45 Bab 45 - Sifat Pria
46 Bab 46 - Tidak Ada Kata Damai
47 Bab 47 - Tawaran Dong Shen
48 Bab 48 - Berkumpul
49 Bab 49 - Jenius Sekte Dewa Iblis Duan Wuya
50 Bab 50 - Struktur Kerajaan
51 Bab 51 - Budak Yang Kuat
52 Bab 52 - Ujian Pewaris
53 Bab 53 - Divine Dao Penguasa
54 Bab 54 - Rencana Masa Depan
55 Bab 55 - Persiapan Matang
56 Bab 56 - Sumpah Beladiri
57 Bab 57 - Menemukan Jejak
58 Bab 58 - Pria Yang Menjanjikan
59 Bab 59 - Persiapan
60 Bab 60 - Momentum Duan Wuya
61 Bab 61 - Medan Perang Kuno
62 Bab 62 - Hati Yang Beracun
63 Bab 63 - Bunga Milik Orang Lain
64 Bab 64 - Perseteruan Qin Chen VS Yao Jun
65 Bab 65 - Mendapatkan Pasukan Yang Kuat
66 Bab 66 - Pasukan Kelas Atas
67 Bab 67 - Kemunafikan
68 Bab 68 - Medan Perang Kuno Yang Sebenarnya
69 Bab 69 - Tahap Akhir
70 Bab 70 - Kematian Sheng Yan
71 Bab 71 - Membalas Kebaikan
72 Bab 72 - Final Qin Chen VS Duan Wuya
73 Bab 73 - Perintah Perburuan
74 Bab 74 - Pemahaman Prinsip Waktu Divine Dao Takdir
75 Bab 75 - Pergi ke Daratan Iblis Suci
76 Bab 76 - Arogansi Pria Yang Berkemampuan
77 Bab 77 - Pertukaran Yang Saling Menguntungkan
78 Bab 78 - Jejak Istri Pertama
79 Bab 79 - Keluarga Kekaisaran Yang Angkuh
80 Bab 80 - Menampar Wajah Keluarga Jie
81 Bab 81 - Pesan Singkat
82 Bab 82 - Benturan Ahli Tingkat Saint
83 Bab 83 - Kepercayaan Diri Yang Absolut
84 Bab 84 - Jalan Keabadian Surga
85 Bab 85 - Divine Dao Penciptaan
86 Bab 86 - Tidak Seharusnya Mendambakan Istri Orang
87 Bab 87 - Pertemuan Yang Dinantikan Sejak Lama
88 Bab 88 - Memulai Persiapan
89 Bab 89 - Dua Orang Gila VS Lima Bawahan Kaisar
90 Bab 90 - Kumpulan Pengecut
91 Bab 91 - Santai
92 Bab 92 - Perang Dimulai
93 Bab 93 - Menjalankan Rencana
94 Bab 94 - Kaisar Baru Qin Chen
95 Bab 95 - Kaisar Yang Bahagia
96 Bab 96 - Pamit
97 Bab 97 - Mengungsi
98 Bab 98 - Rencana Yang Mengerikan
99 Bab 99 - Penyelesaian Dendam
100 Bab 100 - Kekuatan Yang Mendominasi
101 Bab 101 - Menerobos Tingkat Saint King
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Transmigasi
2
Bab 2 - Memahami Kekuatannya Sendiri
3
Bab 3 - Pembalasan
4
Bab 4 - Talisman
5
Bab 5 - Akar Hitam Pelahap Energi
6
Bab 6 - Kecerdikan
7
Bab 7 - Teman Pertama
8
Bab 8 - Rantai Pengikat Hati
9
Bab 9 - Ketulusan Xia Ning
10
Bab 10 - Tantangan
11
Bab 11 - Menang Telak
12
Bab 12 - Menyelamatkan Keindahan
13
Bab 13 - Kengerian Bentuk Jiwa Akar Hitam
14
Bab 14 - Ambil Resiko
15
Bab 15 - Bebas dan Tak Terkekang
16
Bab 16 - Kedua
17
Bab 17 - Tujuan Selanjutnya
18
Bab 18 - Masalah
19
Bab 19 - Sial
20
Bab 20 - Transaksi Yang Hebat
21
Bab 21 - Harta Langit dan Bumi
22
Bab 22 - Menambah Wawasan Jalan Pedang
23
Bab 23 - Area Pelahap
24
Bab 24 - Raja Iblis Tiran Mu Shengfeng
25
Bab 25 - Phoenix
26
Bab 26 - Ambil Alih Kota Air Hitam
27
Bab 27 - Peringatan
28
Bab 28 - Master Sekte Yang Baru
29
Bab 29 - Bantuan Besar
30
Bab 30 - Tanahan Perang
31
Bab 31 - Dunia Milik Berdua
32
Bab 32 - Pertemuan Kedua Pemimpin
33
Bab 33 - Persiapan Perang
34
Bab 34 - Pembukaan Perang
35
Bab 35 - Gerakan Besar Sekte Dewa Iblis
36
Bab 36 - Teknik Pamungkas
37
Bab 37 - Resmi
38
Bab 38 - Mimpi Terliar Pria
39
Bab 39 - Tempat Tersembunyi di Dasar Laut
40
Bab 40 - Benua Utama
41
Bab 41 - Sesuatu Yang Tidak Diketahui
42
Bab 42 - Memberi Pelajaran
43
Bab 43 - Dua Jiwa Binatang Suci
44
Bab 44 - Menyelamatkan Istri Ketiga
45
Bab 45 - Sifat Pria
46
Bab 46 - Tidak Ada Kata Damai
47
Bab 47 - Tawaran Dong Shen
48
Bab 48 - Berkumpul
49
Bab 49 - Jenius Sekte Dewa Iblis Duan Wuya
50
Bab 50 - Struktur Kerajaan
51
Bab 51 - Budak Yang Kuat
52
Bab 52 - Ujian Pewaris
53
Bab 53 - Divine Dao Penguasa
54
Bab 54 - Rencana Masa Depan
55
Bab 55 - Persiapan Matang
56
Bab 56 - Sumpah Beladiri
57
Bab 57 - Menemukan Jejak
58
Bab 58 - Pria Yang Menjanjikan
59
Bab 59 - Persiapan
60
Bab 60 - Momentum Duan Wuya
61
Bab 61 - Medan Perang Kuno
62
Bab 62 - Hati Yang Beracun
63
Bab 63 - Bunga Milik Orang Lain
64
Bab 64 - Perseteruan Qin Chen VS Yao Jun
65
Bab 65 - Mendapatkan Pasukan Yang Kuat
66
Bab 66 - Pasukan Kelas Atas
67
Bab 67 - Kemunafikan
68
Bab 68 - Medan Perang Kuno Yang Sebenarnya
69
Bab 69 - Tahap Akhir
70
Bab 70 - Kematian Sheng Yan
71
Bab 71 - Membalas Kebaikan
72
Bab 72 - Final Qin Chen VS Duan Wuya
73
Bab 73 - Perintah Perburuan
74
Bab 74 - Pemahaman Prinsip Waktu Divine Dao Takdir
75
Bab 75 - Pergi ke Daratan Iblis Suci
76
Bab 76 - Arogansi Pria Yang Berkemampuan
77
Bab 77 - Pertukaran Yang Saling Menguntungkan
78
Bab 78 - Jejak Istri Pertama
79
Bab 79 - Keluarga Kekaisaran Yang Angkuh
80
Bab 80 - Menampar Wajah Keluarga Jie
81
Bab 81 - Pesan Singkat
82
Bab 82 - Benturan Ahli Tingkat Saint
83
Bab 83 - Kepercayaan Diri Yang Absolut
84
Bab 84 - Jalan Keabadian Surga
85
Bab 85 - Divine Dao Penciptaan
86
Bab 86 - Tidak Seharusnya Mendambakan Istri Orang
87
Bab 87 - Pertemuan Yang Dinantikan Sejak Lama
88
Bab 88 - Memulai Persiapan
89
Bab 89 - Dua Orang Gila VS Lima Bawahan Kaisar
90
Bab 90 - Kumpulan Pengecut
91
Bab 91 - Santai
92
Bab 92 - Perang Dimulai
93
Bab 93 - Menjalankan Rencana
94
Bab 94 - Kaisar Baru Qin Chen
95
Bab 95 - Kaisar Yang Bahagia
96
Bab 96 - Pamit
97
Bab 97 - Mengungsi
98
Bab 98 - Rencana Yang Mengerikan
99
Bab 99 - Penyelesaian Dendam
100
Bab 100 - Kekuatan Yang Mendominasi
101
Bab 101 - Menerobos Tingkat Saint King

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!