Qin Chen mencari tempat yang sepi untuk berkultivasi dan mempelajari Seni Beladiri barunya. Hanya dalam waktu setengah hari Qin Chen dapat menyempurnakan Langkah Bayangan, baginya ini tidak terlalu sulit sama sekali dan Qin Chen merasa kalau Dunia ini seperti permainan baginya.
Bahkan Qin Chen merubah sedikit cara kerja dari Langkah Bayangan, kecepatannya meningkat sangat cepat dan gerakannya menjadi lebih stabil sambil menyembunyikan dirinya.
Qin Chen mengeluarkan Pedangnya dan memejamkan matanya, Spiritual Qi menyelimuti Pedangnya dan Qin Chen mencoba meniadakan emosinya. Perlahan dia membuka matanya dan mengayunkan Pedangnya sekuat tenaga, Qi yang kuat membentuk sebuah Bilah besar dan menabrak dinding tebing. Dalamnya tebasan Qi Pedang itu terlihat sangat jelas dan Qin Chen tidak menyangka kalau tebakannya akan benar.
"Sebenarnya pemahaman yang ada didalam Komik yang pernah aku baca dapat diterapkan disini. Jangan bilang kalau semua Komik itu adalah cerita karangan dengan semua unsur yang ada disini, bukankah aku bisa mencapai hal yang besar jika mendapatkan sedikit keberuntungan." Kata Qin Chen dengan penuh kekaguman.
Waktu berlalu dengan cepat dan siang harinya banyak orang yang berkumpul di Arena Hidup dan Mati. Leng Wu sudah duduk selama setengah jam ditengah Arena dan dia terlihat sangat kesal karena Qin Chen tidak datang tepat waktu.
"Xiao Man... dimana temanmu sekarang ?" Teriak Leng Wu dengan marah.
"Jika kau bertanya kepadaku lalu aku harus bertanya kepada siapa ?" Xiao Man terlihat menikmati kesenangannya.
Setelah satu jam akhirnya Qin Chen datang dan masuk ke arena, semua orang menatapnya dengan marah dan mengutuknya. Leng Wu terlihat berapi-api dan ingin mencabik-cabik tubuh Qin Chen.
"Akhirnya kau datang juga sialan." Kata Leng Wu dengan marah.
"Yah... aku tersesat tadi dan setelah bertanya kepada orang lain aku akhirnya tahu lokasinya." Qin Chen berkata dengan malas.
Situasi mulai memanas dan tidak sedikit orang yang mulai bertaruh, Tingkat Kultivasi mereka sama dan mungkin ini akan menjadi pertarungan yang layak. Didalam Arena hidup dan mati semuanya bisa terjadi, bahkan sekalipun lawannya ingin saling membunuh Sekte tidak akan mempermasalahkannya.
"Bisa kita mulai sekarang ?" Leng Wu mendesak Qi miliknya dan Auranya meledak-ledak.
Qin Chen mengangguk dan menantangnya untuk maju. Leng Wu yang terprovokasi melesat kearah Qin Chen dengan tinjunya yang ganas, namun Qin Chen memadatkan sebuah jarum kecil dengan kekuatan jiwanya dan melesat lurus kearah Leng Wu.
Jarum itu masuk kedalam kepala Leng Wu dan sengatan yang luar biasa kuat mengguncang Laut Kesadaran Ilahinya. Leng Wu berhenti dan mengerang kesakitan, Qin Chen berlari kedepan seperti bayangan dan sudah berada tepat didepan Leng Wu.
*Bang.*
Pukulan Qin Chen yang keras menghujam langsung ke tubuh Leng Wu, beberapa tulang rusuknya patah dan darah menyembur dari mulutnya. Kesadaran Leng Wu menghilang dan Qin Chen menang telak dalam waktu yang singkat.
Semua orang hanya bisa membuka mata mereka karena terkejut, pertarungan ini terlalu singkat dan Leng Wu tidak berdaya menghadapi Qin Chen sama sekali. Qin Chen mengambil Cincin Ruang Leng Wu dan memeriksa isinya, dia tersenyum dan merasa puas.
"Aku terlalu malas untuk mengambil nyawamu, anggap saja ini sebagai kompensasi karena kau sudah menggangguku." Qin Chen keluar arena meninggalkan Leng Wu yang tergeletak ditengah arena.
Semua orang membukakan jalan untuk Qin Chen dan tidak ada yang berani mengganggunya, Xiao Man mendapatkan untung banyak dan berterimakasih kepada Qin Chen.
Qin Chen pergi ketempat latihan ruang batu menggunakan susunan Teleportasi, banyak Murid yang juga ingin menggunakan Ruang Batu dan Qin Chen terpaksa mengambil antrian. Terdapat 100 ruangan dan Qin Chen duduk dengan santai sambil menunggu.
Pertarungan sebelumnya sama sekali tidak menantang, dia menginginkan sesuatu yang lebih ekstrim yang membuatnya berusaha lebih keras dalam pertarungan. Tentunya dirinya harus bertarung dengan lawan yang benar-benar kuat namun Qin Chen juga memikirkan resiko kedepan.
Setelah beberapa waktu menunggu pintu ruangan Qin Chen terbuka, Murid yang menggunakannya sudah selesai berlatih dan sekarang adalah gilirannya.
"Tunggu sebentar !" Seorang Pria menahan bahu Qin Chen dan berkata, "Aku ingin menggunakan tempat ini !"
"Sudahi omong kosongmu... aku sudah bosan dengan cerita pengganggu sepertimu, aku sudah duduk disini dan menunggu dengan sabar." Qin Chen menyingkirkan tangan Pria itu dan terlalu malas.
Pria itu merasa tidak senang dan menerjang Qin Chen dari belakang. Qin Chen yang merasakan hal ini segera berbalik dan meraih tangannya, dia membanting Pria itu ketanah dan semua perhatian tertuju kepadanya.
"Hentikan perkelahian kalian !" Seorang Gadis bernama Chu Lian maju, "Sesama Murid Sekte Soaring Heaven dilarang untuk bertarung, jika kau tidak melepaskannya maka aku terpaksa menghukumu."
"Hah... dia yang menyerangku terlebih dahulu, kau itu cantik tapi aku juga tidak berharap kalau kau buta." Qin Chen melepaskannya dan masuk kedalam Ruang Batu.
"Menarik." Chu Lian tersenyum dan meminta semua orang untuk pergi.
Didalam ruang batu gravitasinya menjadi sepuluh kali lipat lebih berat. Boneka Batu yang kekuatannya setara dengan Tingkat Jiwa Roh perlahan mulai terbentuk dan Qin Chen ingin melawan lima sekaligus.
Serangan yang cepat dan kuat terus menghujam tubuh Qin Chen, dia mungkin dapat mengalahkan satu namun sisanya terus menyerangnya dan sulit untuk menghindarinya.
"Huh... melawan kelimanya dengan tangan kosong itu sangat sulit." Qin Chen mengusap darah ditubuhnya dan kembali menyerang.
Pukulan demi pukulan terus saling beradu dan Qin Chen bertahan selama setengah hari didalam, dia melahap beberapa Pil Roh Pemulihan dan cedera yang dimilikinya tidak sedikit.
Namun merasakan sendiri latihan yang ekstrem ini membuatnya sangat senang, dia bisa melampaui batasan tubuhnya dan menjadi lebih terbiasa dalam pertarungan. Sejak dia datang ke Dunia yang dipenuhi dengan Kultivator ini maka menjadi kuat adalah hal yang utama, jika tidak mungkin dimasa depan dia tidak akan berdaya ketika ditindas orang lain.
"Akar hitam ini memiliki kemampuan yang dapat melahap energi dari Inti Beast. Aku harus terus bertambah kuat jika ingin memiliki kehidupan yang nyaman." Qin Chen meremas tinjunya dan menetapkan tujuannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Zoelf 212 🛡⚡🔱
sadis
2023-08-02
2
Jimmy Avolution
Asyiek...
2023-07-04
1
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍👍
2023-06-25
2