Keesokan paginya mereka melanjutkan perjalanan dan bertarung melawan Beast itu sudah menjadi keseharian. Setelah 4 hari berjalan akhirnya mereka sampai ditempat tujuan, bagi Qin Chen lokasi ini seperti sebuah Oasis ditengah Gurun yang tandus.
"Akhirnya kita sampai disini setelah melalui banyak pertarungan !" Kata Xiao Man dengan penuh semangat.
Xiao Man ingin segera memeriksanya namun sebuah Bilah Pedang menembus tubuh Pengawalnya dan menghancurkan jantungnya, Qin Chen dengan cepat mundur dan Bola Api yang besar menerjang kearah mereka seperti sebuah Meteor jatuh.
*Boom.*
Ledakan api yang kuat membakar semua orang yang ada disana tanpa ampun, Qin Chen berhasil menghindar tepat waktu dan nyala api itu justru dilahap oleh Akar Hitam miliknya. Xiao Man juga berhasil lolos dan giok dipinggangnya bercahaya.
"Apa yang kau lakukan Ketua Die Jie ?" Teriak Xiao Man dengan marah.
Seorang wanita muncul dan dia sudah menyamar menjadi salah seorang Tentara Bayaran, wanita itu bernama Hei Bu dan sejak awal hal ini sudah direncanakan oleh mereka berdua.
"Hehehe... kami berdua adalah Bawahan Raja Iblis Racun, terimakasih sudah mengantar kami kemari dan sudah waktunya bagimu mati. Pelindung Qi dari Artifakmu itu tidak akan bertahan untuk selamanya bukan ?" Kata Hei Bu dengan niat membunuh yang kuat.
"Sialan." Xiao Man mengutuk ketidakberuntungan dirinya.
Die Jie menatap tajam kearah Qin Chen dan berkata, "Anak Desa... jika kau ingin bergabung dengan kami maka aku bisa mengampuni hidupmu. Kau baru menerobos dan kami sudah berada di Tahap Awal Tingkat Jiwa Roh selama puluhan tahun, Raja Iblis Racun akan memperlakukanmu dengan baik dimasa depan."
Qin Chen mengangkat tangannya dan tersenyum, "Terimakasih tapi aku harus menolaknya... aku adalah Pria yang ditakdirkan untuk menjadi orang hebat. Berada dibawah naungan Raja Iblis Racun dan menjadi Anjing bukanlah gayaku."
"Aku menawarkanmu hidup tapi kau lebih memilih mati, aku akan membantumu Bocah Desa." Die Jie berlari kearah Qin Chen dengan Auranya yang menakutkan.
Pukulannya yang mengerikan ditujukan langsung kepada Qin Chen, namun Qin Chen juga mendesak Qi miliknya dan membalas pukulannya dengan kekuatan penuh. Benturan dari pukulan mereka menciptakan gelombang kejut yang kuat, pakaian mereka hancur setengahnya dan mundur secara bersamaan.
Tangan Qin Chen merasa sedikit kebas dan setelah sekian lama dia akhirnya harus melawan seseorang yang seimbang. Namun kondisinya sekarang sangat buruk, jika Hei Bu ikut campur dalam pertarungan dan menjadi kondisi dua lawan satu maka itu akan menjadi hal yang sulit.
"Ayo berpikir." Qin Chen bergumam dengan pelan dan mendapatkan ide yang cemerlang.
"Perlu bantuan ?" Tanya Hei Bu dengan santai.
Sebelum Die Jie menjawab Qin Chen dengan cepat mencibir, "Kau bilang sangat kuat... lenganku hampir patah sialan. Sekarang kalian ingin mengeroyokku, seorang Pria sejati tidak akan membiarkan wanitanya ikut campur. Ini adalah pertarungan antara Pria, jika Raja Iblis Racun tahu kau akan menjadi lelucon !"
"Kau dengar dia... akan aku robek mulutnya sampai mati." Aura Die Jie meledak dan dia bergabung dengan Bentuk Jiwanya.
Kulitnya berubah menjadi hitam pekat seperti logam dan ini adalah kemampuan dari Banteng Armor Besi. Kekuatan serangan dan pertahanan meningkat dengan drastis, ditahap yang sama menahan pukulannya langsung sama saja mencari kematian.
Qin Chen terlihat senang dan berkata, "Wow... Jangan bilang kau memiliki kemampuan Haki Busoshoku Haki."
Melihat Qin Chen yang merasa senang membuat Die Jie merasa marah, dia tidak tahu hal apa yang sedang Qin Chen bicarakan namun sekarang tujuannya adalah satu yaitu membunuhnya. Die Jie berlari kearah Qin Chen dan berniat menghabisinya dengan satu pukulan.
Qin Chen menghentakkan kakinya dengan keras dan pasir berterbangan menutupi Area mereka berdua. Die Jie berhenti dan pandangannya sedikit kabur karena tertutup pasir, sebelum dia dapat melacak keberadaan posisi Qin Chen tiba-tiba dari dalam tanah kegelapan menjerat kedua kakinya seperti akar tumbuhan.
Qin Chen bergerak dengan kecepatan yang luar biasa dan dari belakang dia memotong tubuh Die Jie menjadi dua bagian. Qin Chen sudah merencanakan ini dan walaupun sangat sederhana namun faktanya sangat efektif.
Lagi pula ini ada dua orang yang harus dia urus dan menghemat tenaga adalah satu-satunya pilihan. Qin Chen harus menggunakan otaknya untuk menutup celah ini dan hasilnya mereka memakan rencananya.
Hei Bu membuka matanya dan terkejut dengan Pedang ditangan Qin Chen, "Berani sekali kau membunuhnya !"
Hei Bu menyemburkan nafas beracun dan Qin Chen tidak berusaha untuk menghindar, pasir ikut meleleh karena namun Qin Chen masih berdiri santai tanpa ekspresi khawatir sedikitpun.
"Kau sedang menyerangku atau sedang pamer dengan nafasmu yang berbau bangkai itu ?" Qin Chen menghina Hei Bu dan Xiao Man tertawa dengan keras didalam Pelindung Qi.
Hai Bu membuka mulutnya karena terkejut dan amarahnya meledak, dia membentuk segel dan telapak tangan Api melesat lurus kearah Qin Chen. Melihat hal ini Qin Chen tidak tinggal diam dan mengangkat satu jarinya.
Yin dan Yang menyembur secara bersamaan dari ujung jarinya. Telapak tangan Api dihancurkan dalam sekali serang dan Jari Penghancur menembus kepala Hai Bu. Darah menyembur keluar dari lubang didahinya dan seketika tubuhnya jatuh dan mati.
Qin Chen mengambil Cincin Ruang mereka dan tidak sedikit harta yang mereka miliki, untuk sekarang dia menyimpan semuanya dan berjalan kearah Xiao Man.
"Kau bisa keluar... aku tidak memiliki motif seperti mereka jadi kau tidak perlu khawatir." Qin Chen berkata dengan jujur.
Xiao Man keluar dari penghalang dan bernafas lega, "Terimakasih karena Saudara sudah membantuku !"
Qin Chen merangkulnya dan berkata, "Aku sudah bekerja sangat ekstra kau tahu, kau harus membayar lebih untukku dan aku juga menginginkan setengah dari Air Spiritual ini !" Qin Chen tersenyum ramah.
"Tentu saja aku akan membayarmu lebih setelah kembali, itu adalah janjiku kepadamu. Untuk Cairan Spiritualnya kita akan membaginya nanti, aku akan menganggapmu Saudaraku mulai sekarang." Kata Xiao Man dengan tegas.
"Kalau begitu sisanya aku serahkan kepadamu nantinya." Qin Chen setuju dan tidak ingin bersikap formal.
Xiao Man mengambil semuanya dan menyimpan Air Spiritual di Kantong Penyimpanan, dia tidak menyisakan sedikitpun Air Spiritual dan panennya kali ini cukup besar. Tidak masalah untuk membaginya dengan Qin Chen terlebih dia adalah orang yang menyelamatkan hidupnya, tanpa adanya Qin Chen kemungkinan besar hanya masalah waktu sampai dia mati ditangan dua Kultivator Iblis itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Naga Hitam
apa apa la
2024-09-05
0
Naga Hitam
ketehhhh
2024-09-05
0
Haru
ok lah mayan
2024-01-21
0