Bab 6 - Kecerdikan

Keesokan paginya mereka melanjutkan perjalanan dan bertarung melawan Beast itu sudah menjadi keseharian. Setelah 4 hari berjalan akhirnya mereka sampai ditempat tujuan, bagi Qin Chen lokasi ini seperti sebuah Oasis ditengah Gurun yang tandus.

"Akhirnya kita sampai disini setelah melalui banyak pertarungan !" Kata Xiao Man dengan penuh semangat.

Xiao Man ingin segera memeriksanya namun sebuah Bilah Pedang menembus tubuh Pengawalnya dan menghancurkan jantungnya, Qin Chen dengan cepat mundur dan Bola Api yang besar menerjang kearah mereka seperti sebuah Meteor jatuh.

*Boom.*

Ledakan api yang kuat membakar semua orang yang ada disana tanpa ampun, Qin Chen berhasil menghindar tepat waktu dan nyala api itu justru dilahap oleh Akar Hitam miliknya. Xiao Man juga berhasil lolos dan giok dipinggangnya bercahaya.

"Apa yang kau lakukan Ketua Die Jie ?" Teriak Xiao Man dengan marah.

Seorang wanita muncul dan dia sudah menyamar menjadi salah seorang Tentara Bayaran, wanita itu bernama Hei Bu dan sejak awal hal ini sudah direncanakan oleh mereka berdua.

"Hehehe... kami berdua adalah Bawahan Raja Iblis Racun, terimakasih sudah mengantar kami kemari dan sudah waktunya bagimu mati. Pelindung Qi dari Artifakmu itu tidak akan bertahan untuk selamanya bukan ?" Kata Hei Bu dengan niat membunuh yang kuat.

"Sialan." Xiao Man mengutuk ketidakberuntungan dirinya.

Die Jie menatap tajam kearah Qin Chen dan berkata, "Anak Desa... jika kau ingin bergabung dengan kami maka aku bisa mengampuni hidupmu. Kau baru menerobos dan kami sudah berada di Tahap Awal Tingkat Jiwa Roh selama puluhan tahun, Raja Iblis Racun akan memperlakukanmu dengan baik dimasa depan."

Qin Chen mengangkat tangannya dan tersenyum, "Terimakasih tapi aku harus menolaknya... aku adalah Pria yang ditakdirkan untuk menjadi orang hebat. Berada dibawah naungan Raja Iblis Racun dan menjadi Anjing bukanlah gayaku."

"Aku menawarkanmu hidup tapi kau lebih memilih mati, aku akan membantumu Bocah Desa." Die Jie berlari kearah Qin Chen dengan Auranya yang menakutkan.

Pukulannya yang mengerikan ditujukan langsung kepada Qin Chen, namun Qin Chen juga mendesak Qi miliknya dan membalas pukulannya dengan kekuatan penuh. Benturan dari pukulan mereka menciptakan gelombang kejut yang kuat, pakaian mereka hancur setengahnya dan mundur secara bersamaan.

Tangan Qin Chen merasa sedikit kebas dan setelah sekian lama dia akhirnya harus melawan seseorang yang seimbang. Namun kondisinya sekarang sangat buruk, jika Hei Bu ikut campur dalam pertarungan dan menjadi kondisi dua lawan satu maka itu akan menjadi hal yang sulit.

"Ayo berpikir." Qin Chen bergumam dengan pelan dan mendapatkan ide yang cemerlang.

"Perlu bantuan ?" Tanya Hei Bu dengan santai.

Sebelum Die Jie menjawab Qin Chen dengan cepat mencibir, "Kau bilang sangat kuat... lenganku hampir patah sialan. Sekarang kalian ingin mengeroyokku, seorang Pria sejati tidak akan membiarkan wanitanya ikut campur. Ini adalah pertarungan antara Pria, jika Raja Iblis Racun tahu kau akan menjadi lelucon !"

"Kau dengar dia... akan aku robek mulutnya sampai mati." Aura Die Jie meledak dan dia bergabung dengan Bentuk Jiwanya.

Kulitnya berubah menjadi hitam pekat seperti logam dan ini adalah kemampuan dari Banteng Armor Besi. Kekuatan serangan dan pertahanan meningkat dengan drastis, ditahap yang sama menahan pukulannya langsung sama saja mencari kematian.

Qin Chen terlihat senang dan berkata, "Wow... Jangan bilang kau memiliki kemampuan Haki Busoshoku Haki."

Melihat Qin Chen yang merasa senang membuat Die Jie merasa marah, dia tidak tahu hal apa yang sedang Qin Chen bicarakan namun sekarang tujuannya adalah satu yaitu membunuhnya. Die Jie berlari kearah Qin Chen dan berniat menghabisinya dengan satu pukulan.

Qin Chen menghentakkan kakinya dengan keras dan pasir berterbangan menutupi Area mereka berdua. Die Jie berhenti dan pandangannya sedikit kabur karena tertutup pasir, sebelum dia dapat melacak keberadaan posisi Qin Chen tiba-tiba dari dalam tanah kegelapan menjerat kedua kakinya seperti akar tumbuhan.

Qin Chen bergerak dengan kecepatan yang luar biasa dan dari belakang dia memotong tubuh Die Jie menjadi dua bagian. Qin Chen sudah merencanakan ini dan walaupun sangat sederhana namun faktanya sangat efektif.

Lagi pula ini ada dua orang yang harus dia urus dan menghemat tenaga adalah satu-satunya pilihan. Qin Chen harus menggunakan otaknya untuk menutup celah ini dan hasilnya mereka memakan rencananya.

Hei Bu membuka matanya dan terkejut dengan Pedang ditangan Qin Chen, "Berani sekali kau membunuhnya !"

Hei Bu menyemburkan nafas beracun dan Qin Chen tidak berusaha untuk menghindar, pasir ikut meleleh karena namun Qin Chen masih berdiri santai tanpa ekspresi khawatir sedikitpun.

"Kau sedang menyerangku atau sedang pamer dengan nafasmu yang berbau bangkai itu ?" Qin Chen menghina Hei Bu dan Xiao Man tertawa dengan keras didalam Pelindung Qi.

Hai Bu membuka mulutnya karena terkejut dan amarahnya meledak, dia membentuk segel dan telapak tangan Api melesat lurus kearah Qin Chen. Melihat hal ini Qin Chen tidak tinggal diam dan mengangkat satu jarinya.

Yin dan Yang menyembur secara bersamaan dari ujung jarinya. Telapak tangan Api dihancurkan dalam sekali serang dan Jari Penghancur menembus kepala Hai Bu. Darah menyembur keluar dari lubang didahinya dan seketika tubuhnya jatuh dan mati.

Qin Chen mengambil Cincin Ruang mereka dan tidak sedikit harta yang mereka miliki, untuk sekarang dia menyimpan semuanya dan berjalan kearah Xiao Man.

"Kau bisa keluar... aku tidak memiliki motif seperti mereka jadi kau tidak perlu khawatir." Qin Chen berkata dengan jujur.

Xiao Man keluar dari penghalang dan bernafas lega, "Terimakasih karena Saudara sudah membantuku !"

Qin Chen merangkulnya dan berkata, "Aku sudah bekerja sangat ekstra kau tahu, kau harus membayar lebih untukku dan aku juga menginginkan setengah dari Air Spiritual ini !" Qin Chen tersenyum ramah.

"Tentu saja aku akan membayarmu lebih setelah kembali, itu adalah janjiku kepadamu. Untuk Cairan Spiritualnya kita akan membaginya nanti, aku akan menganggapmu Saudaraku mulai sekarang." Kata Xiao Man dengan tegas.

"Kalau begitu sisanya aku serahkan kepadamu nantinya." Qin Chen setuju dan tidak ingin bersikap formal.

Xiao Man mengambil semuanya dan menyimpan Air Spiritual di Kantong Penyimpanan, dia tidak menyisakan sedikitpun Air Spiritual dan panennya kali ini cukup besar. Tidak masalah untuk membaginya dengan Qin Chen terlebih dia adalah orang yang menyelamatkan hidupnya, tanpa adanya Qin Chen kemungkinan besar hanya masalah waktu sampai dia mati ditangan dua Kultivator Iblis itu.

Terpopuler

Comments

Naga Hitam

Naga Hitam

apa apa la

2024-09-05

0

Naga Hitam

Naga Hitam

ketehhhh

2024-09-05

0

Haru

Haru

ok lah mayan

2024-01-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Transmigasi
2 Bab 2 - Memahami Kekuatannya Sendiri
3 Bab 3 - Pembalasan
4 Bab 4 - Talisman
5 Bab 5 - Akar Hitam Pelahap Energi
6 Bab 6 - Kecerdikan
7 Bab 7 - Teman Pertama
8 Bab 8 - Rantai Pengikat Hati
9 Bab 9 - Ketulusan Xia Ning
10 Bab 10 - Tantangan
11 Bab 11 - Menang Telak
12 Bab 12 - Menyelamatkan Keindahan
13 Bab 13 - Kengerian Bentuk Jiwa Akar Hitam
14 Bab 14 - Ambil Resiko
15 Bab 15 - Bebas dan Tak Terkekang
16 Bab 16 - Kedua
17 Bab 17 - Tujuan Selanjutnya
18 Bab 18 - Masalah
19 Bab 19 - Sial
20 Bab 20 - Transaksi Yang Hebat
21 Bab 21 - Harta Langit dan Bumi
22 Bab 22 - Menambah Wawasan Jalan Pedang
23 Bab 23 - Area Pelahap
24 Bab 24 - Raja Iblis Tiran Mu Shengfeng
25 Bab 25 - Phoenix
26 Bab 26 - Ambil Alih Kota Air Hitam
27 Bab 27 - Peringatan
28 Bab 28 - Master Sekte Yang Baru
29 Bab 29 - Bantuan Besar
30 Bab 30 - Tanahan Perang
31 Bab 31 - Dunia Milik Berdua
32 Bab 32 - Pertemuan Kedua Pemimpin
33 Bab 33 - Persiapan Perang
34 Bab 34 - Pembukaan Perang
35 Bab 35 - Gerakan Besar Sekte Dewa Iblis
36 Bab 36 - Teknik Pamungkas
37 Bab 37 - Resmi
38 Bab 38 - Mimpi Terliar Pria
39 Bab 39 - Tempat Tersembunyi di Dasar Laut
40 Bab 40 - Benua Utama
41 Bab 41 - Sesuatu Yang Tidak Diketahui
42 Bab 42 - Memberi Pelajaran
43 Bab 43 - Dua Jiwa Binatang Suci
44 Bab 44 - Menyelamatkan Istri Ketiga
45 Bab 45 - Sifat Pria
46 Bab 46 - Tidak Ada Kata Damai
47 Bab 47 - Tawaran Dong Shen
48 Bab 48 - Berkumpul
49 Bab 49 - Jenius Sekte Dewa Iblis Duan Wuya
50 Bab 50 - Struktur Kerajaan
51 Bab 51 - Budak Yang Kuat
52 Bab 52 - Ujian Pewaris
53 Bab 53 - Divine Dao Penguasa
54 Bab 54 - Rencana Masa Depan
55 Bab 55 - Persiapan Matang
56 Bab 56 - Sumpah Beladiri
57 Bab 57 - Menemukan Jejak
58 Bab 58 - Pria Yang Menjanjikan
59 Bab 59 - Persiapan
60 Bab 60 - Momentum Duan Wuya
61 Bab 61 - Medan Perang Kuno
62 Bab 62 - Hati Yang Beracun
63 Bab 63 - Bunga Milik Orang Lain
64 Bab 64 - Perseteruan Qin Chen VS Yao Jun
65 Bab 65 - Mendapatkan Pasukan Yang Kuat
66 Bab 66 - Pasukan Kelas Atas
67 Bab 67 - Kemunafikan
68 Bab 68 - Medan Perang Kuno Yang Sebenarnya
69 Bab 69 - Tahap Akhir
70 Bab 70 - Kematian Sheng Yan
71 Bab 71 - Membalas Kebaikan
72 Bab 72 - Final Qin Chen VS Duan Wuya
73 Bab 73 - Perintah Perburuan
74 Bab 74 - Pemahaman Prinsip Waktu Divine Dao Takdir
75 Bab 75 - Pergi ke Daratan Iblis Suci
76 Bab 76 - Arogansi Pria Yang Berkemampuan
77 Bab 77 - Pertukaran Yang Saling Menguntungkan
78 Bab 78 - Jejak Istri Pertama
79 Bab 79 - Keluarga Kekaisaran Yang Angkuh
80 Bab 80 - Menampar Wajah Keluarga Jie
81 Bab 81 - Pesan Singkat
82 Bab 82 - Benturan Ahli Tingkat Saint
83 Bab 83 - Kepercayaan Diri Yang Absolut
84 Bab 84 - Jalan Keabadian Surga
85 Bab 85 - Divine Dao Penciptaan
86 Bab 86 - Tidak Seharusnya Mendambakan Istri Orang
87 Bab 87 - Pertemuan Yang Dinantikan Sejak Lama
88 Bab 88 - Memulai Persiapan
89 Bab 89 - Dua Orang Gila VS Lima Bawahan Kaisar
90 Bab 90 - Kumpulan Pengecut
91 Bab 91 - Santai
92 Bab 92 - Perang Dimulai
93 Bab 93 - Menjalankan Rencana
94 Bab 94 - Kaisar Baru Qin Chen
95 Bab 95 - Kaisar Yang Bahagia
96 Bab 96 - Pamit
97 Bab 97 - Mengungsi
98 Bab 98 - Rencana Yang Mengerikan
99 Bab 99 - Penyelesaian Dendam
100 Bab 100 - Kekuatan Yang Mendominasi
101 Bab 101 - Menerobos Tingkat Saint King
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Transmigasi
2
Bab 2 - Memahami Kekuatannya Sendiri
3
Bab 3 - Pembalasan
4
Bab 4 - Talisman
5
Bab 5 - Akar Hitam Pelahap Energi
6
Bab 6 - Kecerdikan
7
Bab 7 - Teman Pertama
8
Bab 8 - Rantai Pengikat Hati
9
Bab 9 - Ketulusan Xia Ning
10
Bab 10 - Tantangan
11
Bab 11 - Menang Telak
12
Bab 12 - Menyelamatkan Keindahan
13
Bab 13 - Kengerian Bentuk Jiwa Akar Hitam
14
Bab 14 - Ambil Resiko
15
Bab 15 - Bebas dan Tak Terkekang
16
Bab 16 - Kedua
17
Bab 17 - Tujuan Selanjutnya
18
Bab 18 - Masalah
19
Bab 19 - Sial
20
Bab 20 - Transaksi Yang Hebat
21
Bab 21 - Harta Langit dan Bumi
22
Bab 22 - Menambah Wawasan Jalan Pedang
23
Bab 23 - Area Pelahap
24
Bab 24 - Raja Iblis Tiran Mu Shengfeng
25
Bab 25 - Phoenix
26
Bab 26 - Ambil Alih Kota Air Hitam
27
Bab 27 - Peringatan
28
Bab 28 - Master Sekte Yang Baru
29
Bab 29 - Bantuan Besar
30
Bab 30 - Tanahan Perang
31
Bab 31 - Dunia Milik Berdua
32
Bab 32 - Pertemuan Kedua Pemimpin
33
Bab 33 - Persiapan Perang
34
Bab 34 - Pembukaan Perang
35
Bab 35 - Gerakan Besar Sekte Dewa Iblis
36
Bab 36 - Teknik Pamungkas
37
Bab 37 - Resmi
38
Bab 38 - Mimpi Terliar Pria
39
Bab 39 - Tempat Tersembunyi di Dasar Laut
40
Bab 40 - Benua Utama
41
Bab 41 - Sesuatu Yang Tidak Diketahui
42
Bab 42 - Memberi Pelajaran
43
Bab 43 - Dua Jiwa Binatang Suci
44
Bab 44 - Menyelamatkan Istri Ketiga
45
Bab 45 - Sifat Pria
46
Bab 46 - Tidak Ada Kata Damai
47
Bab 47 - Tawaran Dong Shen
48
Bab 48 - Berkumpul
49
Bab 49 - Jenius Sekte Dewa Iblis Duan Wuya
50
Bab 50 - Struktur Kerajaan
51
Bab 51 - Budak Yang Kuat
52
Bab 52 - Ujian Pewaris
53
Bab 53 - Divine Dao Penguasa
54
Bab 54 - Rencana Masa Depan
55
Bab 55 - Persiapan Matang
56
Bab 56 - Sumpah Beladiri
57
Bab 57 - Menemukan Jejak
58
Bab 58 - Pria Yang Menjanjikan
59
Bab 59 - Persiapan
60
Bab 60 - Momentum Duan Wuya
61
Bab 61 - Medan Perang Kuno
62
Bab 62 - Hati Yang Beracun
63
Bab 63 - Bunga Milik Orang Lain
64
Bab 64 - Perseteruan Qin Chen VS Yao Jun
65
Bab 65 - Mendapatkan Pasukan Yang Kuat
66
Bab 66 - Pasukan Kelas Atas
67
Bab 67 - Kemunafikan
68
Bab 68 - Medan Perang Kuno Yang Sebenarnya
69
Bab 69 - Tahap Akhir
70
Bab 70 - Kematian Sheng Yan
71
Bab 71 - Membalas Kebaikan
72
Bab 72 - Final Qin Chen VS Duan Wuya
73
Bab 73 - Perintah Perburuan
74
Bab 74 - Pemahaman Prinsip Waktu Divine Dao Takdir
75
Bab 75 - Pergi ke Daratan Iblis Suci
76
Bab 76 - Arogansi Pria Yang Berkemampuan
77
Bab 77 - Pertukaran Yang Saling Menguntungkan
78
Bab 78 - Jejak Istri Pertama
79
Bab 79 - Keluarga Kekaisaran Yang Angkuh
80
Bab 80 - Menampar Wajah Keluarga Jie
81
Bab 81 - Pesan Singkat
82
Bab 82 - Benturan Ahli Tingkat Saint
83
Bab 83 - Kepercayaan Diri Yang Absolut
84
Bab 84 - Jalan Keabadian Surga
85
Bab 85 - Divine Dao Penciptaan
86
Bab 86 - Tidak Seharusnya Mendambakan Istri Orang
87
Bab 87 - Pertemuan Yang Dinantikan Sejak Lama
88
Bab 88 - Memulai Persiapan
89
Bab 89 - Dua Orang Gila VS Lima Bawahan Kaisar
90
Bab 90 - Kumpulan Pengecut
91
Bab 91 - Santai
92
Bab 92 - Perang Dimulai
93
Bab 93 - Menjalankan Rencana
94
Bab 94 - Kaisar Baru Qin Chen
95
Bab 95 - Kaisar Yang Bahagia
96
Bab 96 - Pamit
97
Bab 97 - Mengungsi
98
Bab 98 - Rencana Yang Mengerikan
99
Bab 99 - Penyelesaian Dendam
100
Bab 100 - Kekuatan Yang Mendominasi
101
Bab 101 - Menerobos Tingkat Saint King

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!