Bab 9 - Ketulusan Xia Ning

Xia Ning menggelengkan kepalanya dan memurnikan Bunga Jiwa Ilahi dengan tangan kosong. Nyala Api kecil membakar Bunga itu dan Xia Ning membentuk beberapa segel, tentunya dia sudah terbiasa dalam Pemurnian Pil Roh namun baru kali ini dia mendapat kesempatan memurnikan bahan yang bagus.

Qin Chen membentuk avatar jiwanya dan melihat langsung bentuk lautan jiwanya yang memadat, semua indra Qin Chen meningkat dengan tajam dan Kesadaran Ilahinya mulai terbentuk secara sempurna dalam waktu yang singkat.

"Efek dari menyerap Bunga Jiwa Ilahi memang hebat, Xiao Man mengatakan kepadaku bahwa membutuhkan akumulasi yang lama untuk membentuk Laut Kesadaran Ilahi. Namun dengan Bungan Jiwa Ilahi semuanya sudah teratasi dan menerobos Tingkat Langit bukan hal yang mustahil." Qin Chen melihat sekelilingnya dan Akar hitam itu terus melahap energi yang tidak bisa tubuhnya serap.

Setelah setengah hari Qin Chen sudah sepenuhnya menyempurnakan Kesadaran Ilahinya, penglihatan yang dia miliki meningkat banyak dan Qin Chen dapat merasakan kekuatan yang bergejolak didalam tubuhnya. Penguasaan energi Yin dan Yang sudah mencapai Tingkat yang sangat ekstrem, Qin Chen mendapatkan pemahaman penuh akan dirinya sendiri dan mulai terbiasa dengan kemampuannya.

Xia Ning juga sudah menyelesaikan pekerjaannya dan berkata, "Ini baru setengah hari dan kau sudah sangat cepat menyerapnya. Apakah Laut Kesadaran Ilahimu sudah terbentuk ?"

"Ya... ini hal yang mudah." Qin Chen tersenyum dengan bangga.

Xia Ning harus mengakui bahwa apa yang dikatakan Qin Chen sangat benar, ini adalah kali pertama dia melihat orang dapat secepat itu menyerap efek Bunga Jiwa Ilahi.

"Aku sudah menyempurnakan Pil Roh tapi hanya dua dengan kualitas menengah." Xia Ning mengeluarkan dua Pil Roh dan memberikan salah satunya kepada Qin Chen.

"Bagus... jika kita bisa menjualnya maka mendapat Batu Roh bukan hal yang mustahil, aku jadi semakin menyukaimu." Qin Chen mencium pipi Xia Ning dan membuatnya tersipu malu.

Setelah mandi Qin Chen dan Xia Ning pergi dari penginapan, dia mengetahui tempat yang bagus untuk menjual barang berharga dan mereka pergi ke Paviliun Harta. Qin Chen menyerahkan kepada Xia Ning untuk bernegosiasi dan menunggu diluar, tentunya Xia Ning mendapatkan banyak keuntungan disana.

Setelah beberapa waktu menunggu Xia Ning keluar dan menyerahkan Cincin Ruang kepada Qin Chen, "Ada tiga juta Batu Roh didalamnya... Aku juga sudah mengetahui dimana kita dapat menyewa tempat untuk tinggal ?"

Qin Chen mengangguk dan mereka segera pergi dari sana, ada beberapa orang yang sengaja mengikuti mereka dari belakang dan hal ini membuat Qin Chen tidak senang. Namun Xia Ning menghentikannya dan memintanya untuk tetap tenang, kemungkinan besar mereka adalah orang dari Paviliun Harta yang sengaja untuk menyelidiki identitasnya.

Qin Chen menyewa rumah sederhana dengan halaman yang luas, lokasinya juga tidak jauh dari Sekte Soaring Heaven dan keamanannya juga terjamin. Walaupun dia harus membayar banyak tapi mengingat dia kan tinggal dalam waktu yang lama maka semuanya sepadan.

"Hah... Rumah ini sangat bagus dan nyaman." Xia Ning melihat kamar mereka yang bersih dan luas.

Qin Chen berjalan kearahnya dan memeluknya dari belakang, "Terimakasih... berkatmu perjalananku ini menjadi lebih mudah."

"Sudah seharusnya karena aku adalah milikmu." Kata Xia Ning dengan senyum yang indah.

"Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dariku dan jika kau tidak ingin mengatakannya maka aku tidak masalah. Apapun itu aku tidak akan pernah membencimu... mungkin ini sedikit terlambat tapi bisa dikatakan Pria ini sangat mencintaimu." Qin Chen berbisik dengan pelan ditelinga Xia Ning.

Jantung Xia Ning berdegup dengan kencang dengan perasaan bahagia yang meluap, "Aku juga."

Qin Chen menyeka rambut Xia Ning kesamping dan mencium lehernya yang ramping dengan kuat, dia meninggalkan bekas ciuman yang merah dan perlahan dia membantunya melepaskan pakaiannya. Semalaman mereka bercinta dengan penuh kegilaan dan Qin Chen merasakan sensasi yang lebih kuat.

Xia Ning terus mengerang Qin Chen terus menyerang titik sensitifnya, Jiwa Rubah Surgawi didalam Ranah Jiwanya menumbuhkan ekor kelimanya dan mengejutkan Xia Ning. Mungkin karena Yin dan Yang mereka sangat cocok membuatnya ikut berevolusi, sekarang Kultivasinya akan jauh lebih cepat.

Setelah melakukannya beberapa kali Qin Chen tertidur dengan pulas dipelukkan Xia Ning, mereka bangun pada saat siang hari dan masih terlihat malas-malasan. Qin Chen tidak ingin melepaskan Xia Ning dan terus memeluknya sampai dia bosan.

"Apa kau juga ingin bergabung dengan Sekte ?" Tanya Qin Chen dengan penasaran.

"Tidak... jika keberadaanku diketahui musuh Ibuku maka tempat ini akan dalam bahaya besar. Jadi aku tidak ingin melibatkan siapapun termasuk dirimu." Kata Xia Ning dengan jujur.

"Siapa lawannya ?" Qin Chen bertanya dengan sungguh-sungguh.

"Ini masalahku dan akan selesai ditanganku, semakin sedikit kau tahu maka semakin baik." Kata Xia Ning dengan jujur.

"Ibumu mati ditangan orang itu dan kau mewarisi ingatannya sebagai Putrinya. Aku tahu bahwa sekarang diriku sangat lemah, percayalah dimasa depan aku akan menjadi kuat dan mungkin bisa membantumu mengatasi masalah." Qin Chen berjanji kepada dirinya sendiri.

Hubungan mereka sudah mencapai tingkat seperti sepasang Suami Istri, jika Qin Chen mengabaikan Xia Ning dan menjalani hidup dengan santai maka dia tidak akan memiliki wajah untuk dipertontonkan didepan umum.

Sejak awal dia sudah curiga tentang beberapa hal, entah dari Kultivasi dan kecantikannya itu bukan sesuatu yang dimiliki Gadis biasa. Kemungkinan latar belakangnya sangat mengerikan dan karena Qin Chen sudah mengambilnya maka dia juga harus siap untuk membantunya.

"Jiwa Rubah Surgawiku sudah menumbuhkan ekor kelimanya, selama aku berlatih maka pencapaianku dimasa depan dapat mencapai Tingkat Raja. Aku harap kau tidak bermalas-malasan, sekalipun kau tidak memiliki pencapaian dimasa depan aku Xia Ning tidak akan meninggalkanmu dan tetap menganggapmu sebagai Suamiku dimasa depan." Kata Xia Ning dengan penuh ketulusan.

Mendengar hal ini membuat Qin Chen sangat senang, mungkin berpindah ketempat ini adalah berkah terbesar untuknya. Setiap hari dia harus tidur dirumah sakit tanpa teman atau Saudara yang mau menjenguknya, baginya yang seorang penyendiri mendapat kasih sayang seperti ini membuatnya sangat terharu.

Terpopuler

Comments

Raysonic Lans™

Raysonic Lans™

gokil... aduhhh sangeee dahhh..

2025-01-09

0

Haru

Haru

buat agak lambat dikit biar enak bacanya

2024-01-21

0

Zoelf 212 🛡⚡🔱

Zoelf 212 🛡⚡🔱

wow rubah surgawi... kecantikan penggoda yg tiada duanya like phoenix

2023-08-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Transmigasi
2 Bab 2 - Memahami Kekuatannya Sendiri
3 Bab 3 - Pembalasan
4 Bab 4 - Talisman
5 Bab 5 - Akar Hitam Pelahap Energi
6 Bab 6 - Kecerdikan
7 Bab 7 - Teman Pertama
8 Bab 8 - Rantai Pengikat Hati
9 Bab 9 - Ketulusan Xia Ning
10 Bab 10 - Tantangan
11 Bab 11 - Menang Telak
12 Bab 12 - Menyelamatkan Keindahan
13 Bab 13 - Kengerian Bentuk Jiwa Akar Hitam
14 Bab 14 - Ambil Resiko
15 Bab 15 - Bebas dan Tak Terkekang
16 Bab 16 - Kedua
17 Bab 17 - Tujuan Selanjutnya
18 Bab 18 - Masalah
19 Bab 19 - Sial
20 Bab 20 - Transaksi Yang Hebat
21 Bab 21 - Harta Langit dan Bumi
22 Bab 22 - Menambah Wawasan Jalan Pedang
23 Bab 23 - Area Pelahap
24 Bab 24 - Raja Iblis Tiran Mu Shengfeng
25 Bab 25 - Phoenix
26 Bab 26 - Ambil Alih Kota Air Hitam
27 Bab 27 - Peringatan
28 Bab 28 - Master Sekte Yang Baru
29 Bab 29 - Bantuan Besar
30 Bab 30 - Tanahan Perang
31 Bab 31 - Dunia Milik Berdua
32 Bab 32 - Pertemuan Kedua Pemimpin
33 Bab 33 - Persiapan Perang
34 Bab 34 - Pembukaan Perang
35 Bab 35 - Gerakan Besar Sekte Dewa Iblis
36 Bab 36 - Teknik Pamungkas
37 Bab 37 - Resmi
38 Bab 38 - Mimpi Terliar Pria
39 Bab 39 - Tempat Tersembunyi di Dasar Laut
40 Bab 40 - Benua Utama
41 Bab 41 - Sesuatu Yang Tidak Diketahui
42 Bab 42 - Memberi Pelajaran
43 Bab 43 - Dua Jiwa Binatang Suci
44 Bab 44 - Menyelamatkan Istri Ketiga
45 Bab 45 - Sifat Pria
46 Bab 46 - Tidak Ada Kata Damai
47 Bab 47 - Tawaran Dong Shen
48 Bab 48 - Berkumpul
49 Bab 49 - Jenius Sekte Dewa Iblis Duan Wuya
50 Bab 50 - Struktur Kerajaan
51 Bab 51 - Budak Yang Kuat
52 Bab 52 - Ujian Pewaris
53 Bab 53 - Divine Dao Penguasa
54 Bab 54 - Rencana Masa Depan
55 Bab 55 - Persiapan Matang
56 Bab 56 - Sumpah Beladiri
57 Bab 57 - Menemukan Jejak
58 Bab 58 - Pria Yang Menjanjikan
59 Bab 59 - Persiapan
60 Bab 60 - Momentum Duan Wuya
61 Bab 61 - Medan Perang Kuno
62 Bab 62 - Hati Yang Beracun
63 Bab 63 - Bunga Milik Orang Lain
64 Bab 64 - Perseteruan Qin Chen VS Yao Jun
65 Bab 65 - Mendapatkan Pasukan Yang Kuat
66 Bab 66 - Pasukan Kelas Atas
67 Bab 67 - Kemunafikan
68 Bab 68 - Medan Perang Kuno Yang Sebenarnya
69 Bab 69 - Tahap Akhir
70 Bab 70 - Kematian Sheng Yan
71 Bab 71 - Membalas Kebaikan
72 Bab 72 - Final Qin Chen VS Duan Wuya
73 Bab 73 - Perintah Perburuan
74 Bab 74 - Pemahaman Prinsip Waktu Divine Dao Takdir
75 Bab 75 - Pergi ke Daratan Iblis Suci
76 Bab 76 - Arogansi Pria Yang Berkemampuan
77 Bab 77 - Pertukaran Yang Saling Menguntungkan
78 Bab 78 - Jejak Istri Pertama
79 Bab 79 - Keluarga Kekaisaran Yang Angkuh
80 Bab 80 - Menampar Wajah Keluarga Jie
81 Bab 81 - Pesan Singkat
82 Bab 82 - Benturan Ahli Tingkat Saint
83 Bab 83 - Kepercayaan Diri Yang Absolut
84 Bab 84 - Jalan Keabadian Surga
85 Bab 85 - Divine Dao Penciptaan
86 Bab 86 - Tidak Seharusnya Mendambakan Istri Orang
87 Bab 87 - Pertemuan Yang Dinantikan Sejak Lama
88 Bab 88 - Memulai Persiapan
89 Bab 89 - Dua Orang Gila VS Lima Bawahan Kaisar
90 Bab 90 - Kumpulan Pengecut
91 Bab 91 - Santai
92 Bab 92 - Perang Dimulai
93 Bab 93 - Menjalankan Rencana
94 Bab 94 - Kaisar Baru Qin Chen
95 Bab 95 - Kaisar Yang Bahagia
96 Bab 96 - Pamit
97 Bab 97 - Mengungsi
98 Bab 98 - Rencana Yang Mengerikan
99 Bab 99 - Penyelesaian Dendam
100 Bab 100 - Kekuatan Yang Mendominasi
101 Bab 101 - Menerobos Tingkat Saint King
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Transmigasi
2
Bab 2 - Memahami Kekuatannya Sendiri
3
Bab 3 - Pembalasan
4
Bab 4 - Talisman
5
Bab 5 - Akar Hitam Pelahap Energi
6
Bab 6 - Kecerdikan
7
Bab 7 - Teman Pertama
8
Bab 8 - Rantai Pengikat Hati
9
Bab 9 - Ketulusan Xia Ning
10
Bab 10 - Tantangan
11
Bab 11 - Menang Telak
12
Bab 12 - Menyelamatkan Keindahan
13
Bab 13 - Kengerian Bentuk Jiwa Akar Hitam
14
Bab 14 - Ambil Resiko
15
Bab 15 - Bebas dan Tak Terkekang
16
Bab 16 - Kedua
17
Bab 17 - Tujuan Selanjutnya
18
Bab 18 - Masalah
19
Bab 19 - Sial
20
Bab 20 - Transaksi Yang Hebat
21
Bab 21 - Harta Langit dan Bumi
22
Bab 22 - Menambah Wawasan Jalan Pedang
23
Bab 23 - Area Pelahap
24
Bab 24 - Raja Iblis Tiran Mu Shengfeng
25
Bab 25 - Phoenix
26
Bab 26 - Ambil Alih Kota Air Hitam
27
Bab 27 - Peringatan
28
Bab 28 - Master Sekte Yang Baru
29
Bab 29 - Bantuan Besar
30
Bab 30 - Tanahan Perang
31
Bab 31 - Dunia Milik Berdua
32
Bab 32 - Pertemuan Kedua Pemimpin
33
Bab 33 - Persiapan Perang
34
Bab 34 - Pembukaan Perang
35
Bab 35 - Gerakan Besar Sekte Dewa Iblis
36
Bab 36 - Teknik Pamungkas
37
Bab 37 - Resmi
38
Bab 38 - Mimpi Terliar Pria
39
Bab 39 - Tempat Tersembunyi di Dasar Laut
40
Bab 40 - Benua Utama
41
Bab 41 - Sesuatu Yang Tidak Diketahui
42
Bab 42 - Memberi Pelajaran
43
Bab 43 - Dua Jiwa Binatang Suci
44
Bab 44 - Menyelamatkan Istri Ketiga
45
Bab 45 - Sifat Pria
46
Bab 46 - Tidak Ada Kata Damai
47
Bab 47 - Tawaran Dong Shen
48
Bab 48 - Berkumpul
49
Bab 49 - Jenius Sekte Dewa Iblis Duan Wuya
50
Bab 50 - Struktur Kerajaan
51
Bab 51 - Budak Yang Kuat
52
Bab 52 - Ujian Pewaris
53
Bab 53 - Divine Dao Penguasa
54
Bab 54 - Rencana Masa Depan
55
Bab 55 - Persiapan Matang
56
Bab 56 - Sumpah Beladiri
57
Bab 57 - Menemukan Jejak
58
Bab 58 - Pria Yang Menjanjikan
59
Bab 59 - Persiapan
60
Bab 60 - Momentum Duan Wuya
61
Bab 61 - Medan Perang Kuno
62
Bab 62 - Hati Yang Beracun
63
Bab 63 - Bunga Milik Orang Lain
64
Bab 64 - Perseteruan Qin Chen VS Yao Jun
65
Bab 65 - Mendapatkan Pasukan Yang Kuat
66
Bab 66 - Pasukan Kelas Atas
67
Bab 67 - Kemunafikan
68
Bab 68 - Medan Perang Kuno Yang Sebenarnya
69
Bab 69 - Tahap Akhir
70
Bab 70 - Kematian Sheng Yan
71
Bab 71 - Membalas Kebaikan
72
Bab 72 - Final Qin Chen VS Duan Wuya
73
Bab 73 - Perintah Perburuan
74
Bab 74 - Pemahaman Prinsip Waktu Divine Dao Takdir
75
Bab 75 - Pergi ke Daratan Iblis Suci
76
Bab 76 - Arogansi Pria Yang Berkemampuan
77
Bab 77 - Pertukaran Yang Saling Menguntungkan
78
Bab 78 - Jejak Istri Pertama
79
Bab 79 - Keluarga Kekaisaran Yang Angkuh
80
Bab 80 - Menampar Wajah Keluarga Jie
81
Bab 81 - Pesan Singkat
82
Bab 82 - Benturan Ahli Tingkat Saint
83
Bab 83 - Kepercayaan Diri Yang Absolut
84
Bab 84 - Jalan Keabadian Surga
85
Bab 85 - Divine Dao Penciptaan
86
Bab 86 - Tidak Seharusnya Mendambakan Istri Orang
87
Bab 87 - Pertemuan Yang Dinantikan Sejak Lama
88
Bab 88 - Memulai Persiapan
89
Bab 89 - Dua Orang Gila VS Lima Bawahan Kaisar
90
Bab 90 - Kumpulan Pengecut
91
Bab 91 - Santai
92
Bab 92 - Perang Dimulai
93
Bab 93 - Menjalankan Rencana
94
Bab 94 - Kaisar Baru Qin Chen
95
Bab 95 - Kaisar Yang Bahagia
96
Bab 96 - Pamit
97
Bab 97 - Mengungsi
98
Bab 98 - Rencana Yang Mengerikan
99
Bab 99 - Penyelesaian Dendam
100
Bab 100 - Kekuatan Yang Mendominasi
101
Bab 101 - Menerobos Tingkat Saint King

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!