Bab 10 - Tantangan

Dua hari berlalu dengan cepat dan Qin Chen memutuskan untuk pergi dalam ujian masuk Sekte Soaring Heaven. Xia Ning tidak ikut dengannya dan menjaga rumah dengan nyaman.'

Kilatan cahaya melintas dan seorang wanita yang tangannya dipenuhi dengan darah memberikan hormat kepada Xia Ning, "Nona muda... Pelayan ini sudah membunuh semua orang itu, selamat karena sudah menumbuhkan ekor kelima dan sudah waktunya kita pergi !"

"Sangat disayangkan jika aku pergi terlalu cepat dan meninggalkannya seperti ini." Xia Ning menatap keatas langit dan terlihat sedih.

"Nona sudah dewasa dan menemukan pasangannya sendiri, Pelayan ini tidak akan mengkritik namun Nona memiliki tanggung jawab yang besar." Kata Pelayan itu sambil mengingatkan Xia Ning.

"Kau tidak perlu ikut campur masalah pribadiku, aku tahu apa yang harus dilakukan dan aku menyukainya." Kata Xia Ning sambil masuk kedalam rumah.

Xia Ning menulis beberapa pesan melalui surat untuk Qin Chen dan meninggalkan dua Buku Seni Beladiri. Xia Ning tidak ingin berpamitan secara langsung karena beberapa keraguan, dia tidak ingin Qin Chen terlibat dalam masalahnya dan bersamanya walau sebentar itu sudah cukup untuknya.

"Apa yang kau lakukan !" Suara Qin Chen terdengar dibelakang Xia Ning dan mengejutkannya.

"Aku..." Xia Ning terlihat bingung untuk menjelaskan semuanya kepada Qin Chen.

Qin Chen berdiri dan memeluknya, "Aku sudah mendengar pembicaraanmu dengannya dan jika kau ingin pergi maka kau tidak perlu melakukan ini. Aku jamin ini hanya sebentar... aku akan bertambah kuat sampai tidak ada seorangpun yang dapat bersaing denganku, setelah itu aku akan mencarimu."

"Aku memiliki tanggung jawab." Kata Xia Ning sambil memeluk Qin Chen.

"Maka selesaikanlah... ketika kau sudah selesai maka cari aku disini atau aku yang akan mencarimu. Jangan lupakan satu hal kalau kau adalah Kekasihku, mungkin saat kita bertemu lagi nanti kau akan memiliki banyak Saudari lain." Kata Qin Chen sambil tersenyum.

Xia Ning mengangguk dan Qin Chen membakar suratnya, dia mencium bibir Xia Ning dan sejak awal dia sudah merasakan firasat ini. Qin Chen mengantarkan kepergiannya dan menghela nafas panjang. Menyedihkan rasanya jika berpisah dengan orang yang sangat dia cintai, namun sekarang pilihan Qin Chen hanya bertambah kuat dan mencarinya dimasa depan.

Qin Chen mengambil dua buku itu dan pergi kearah Sekte Soaring Heaven, apa yang ditinggalkan oleh Xia Ning adalah metode dasar Alkimia dan pemahaman Karakteristik Bahan Obat yang sejujurnya tidak terlalu berguna untuk Qin Chen.

Akar hitam didalam dirinya dapat memurnikan apapun dan mendapatkan seratus persen manfaat tanpa mengurangi kualitas sedikitpun. Untuk sekarang Qin Chen akan menyimpannya dan bergegas untuk menuju Sekte Soaring Heaven.

Sampainya disana terdapat ribuan orang yang juga ingin mendaftar masuk, untungnya Qin Chen mendapatkan bantuan dari Xiao Man dan tidak perlu mengikuti tes ujian masuk.

Qin Chen berjalan masuk bersama Xiao Man dan pergi kesalah satu Puncak, disana Qin Chen akan melalui Tes untuk masuk menjadi bagian Murid Inti Sekte dan hal ini merupakan sesuatu yang wajib.

Disana sudah ada Tetua yang menunggu kedatangan mereka berdua, "Xiao Man menghadap Tetua... Temanku ini ingin melakukan Tes untuk masuk menjadi Murid Inti ?"

"Hahaha... lama tidak bertemu Saudara Xiao Man." Seorang Pria bernama Leng Wu berjalan bersama dua orang dibelakangnya kearah mereka, "Sampah mana lagi yang kau bawa kali ini ?"

"Leng Wu !" Xiao Man terlihat marah dan tidak senang.

Leng Wu melihat kearah Qin Chen dan berkata, "Tidak buruk... Tahap Awal Tingkat Jiwa Roh, lebih baik kau mengikuti dari pada terus bersamanya !"

"Saat ini suasana hatiku sedang tidak baik, kau bisa menggonggong seperti anjing liar tapi jangan didekatku. Kau ingin aku mengikutimu tapi kau tidak memiliki kelayakan untuk itu." Kata Qin Chen dengan ekspresi yang dingin.

Leng Wu berdiri didepan Qin Chen, "Kau cukup berani rupanya, bagaimana jika kita bertarung dalam arena hidup dan mati. Aku akan memberikanmu kematian yang menyakitkan !"

"Kita lakukan besok... aku disini sedang sibuk untuk melakukan tes." Qin Chen tidak memiliki keraguan sedikitpun dan menerima tantangannya.

"Besok siang... aku akan menunggumu." Leng Wu melambaikan tangannya dan pergi dari tempat itu.

Tetua itu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kau tidak perlu menjalani Tes... jika kau bisa menang besok maka kau akan secara resmi menjadi Murid Inti."

Xiao Man menghela nafas dan sepertinya ini akan menjadi masalah yang serius, dia tahu bahwa Qin Chen tidak mungkin kalah dari Leng Wu. Basis Kultivasi mereka mungkin sama namun kekuatan tempur mereka berbeda, Qin Chen dapat bertarung dengan dua Ahli di Tingkat yang sama dan membunuh mereka berdua.

"Seharusnya kau tolak saja tawarannya." Kata Xiao Man dengan santai.

"Tidak ada artinya untuk memikirkan masalah ini, lebih baik kau membawaku berkeliling." Kata Qin Chen dengan malas.

Xiao Man setuju dan mengajak Qin Chen berkeliling, dia mengganti pakaiannya terlebih dahulu dan Qin Chen melihat banyak sarana latihan ditempat itu. Namun apa yang dia paling tunggu adalah mengambil Buku Seni Beladiri.

Untuk Murid Inti mereka dapat mengambil maksimal 2, jadi Qin Chen tidak sabar untuk melihatnya dan segera pergi untuk melihatnya.

Xiao Man hanya bisa mengantar Qin Chen sampai kedepan saja dan tidak memiliki wewenang untuk masuk.Qin Chen masuk kedalam dan melihat seorang Tetua yang duduk dengan tenang dikursinya.

"Murid Inti Qin Chen ingin mengambil Buku Seni Beladiri untuknya !" Qin Chen memberi hormat dan menyerahkan Tokennya.

"Ambil dua dan waktumu hanya satu jam untuk memilihnya."

"Terimakasih Tetua." Qin Chen segera pergi dan melihat beberapa Buku.

Qin Chen harus mengambil dua Buku Seni Beladiri yang dia butuhkan sekarang, mengambil kecepatan itu sudah pasti dan untuk serangan Qin Chen tidak memiliki kekurangan. Qin Chen mengambil Buku Seni Beladiri Langkah Bayangan.

"Bergerak seperti bayangan untuk menghindar dan mendekati musuh dengan cepat, dengan kualifikasi yang aku punya meningkatkan Seni Beladiri ini bukan hal yang mustahil. Sedangkan untuk serangan lebih baik aku berpacu kepada Pedang." Qin Chen berkeliling sebentar dan mengambil sebuah Buku Pedang Emosi.

Buku itu terlihat usang dan beberapa halaman sudah hilang, bisa dikatakan kalau Buku Seni Beladiri ini tidak lengkap namun Qin Chen memiliki firasat kalau dia dapat menyempurnakan Pedang Emosi.

Qin Chen mengambil kedua Seni Beladiri ini, setelah mengingat semua hal yang penting Qin Chen segera pergi untuk melatihnya. Tetua itu melihat kearah Qin Chen dan dia sangat penasaran dengan apa yang dipelari oleh Qin Chen. Tentunya kabar pertarungan hidup dan mati dengan cepat menyebar, besok siang Murid baru akan bertarung dengan Leng Wu.

Terpopuler

Comments

Naga Hitam

Naga Hitam

widihh

2024-09-06

0

Fitrul Akbar

Fitrul Akbar

kan Qin Chan nya dari abad modern,jadi tetua nya jugan mungkin sama dari abad medern.🤣🤣🤣

2023-11-06

1

mario82

mario82

zaman dulu gak da 1 jam tp pakai dupa

2023-09-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Transmigasi
2 Bab 2 - Memahami Kekuatannya Sendiri
3 Bab 3 - Pembalasan
4 Bab 4 - Talisman
5 Bab 5 - Akar Hitam Pelahap Energi
6 Bab 6 - Kecerdikan
7 Bab 7 - Teman Pertama
8 Bab 8 - Rantai Pengikat Hati
9 Bab 9 - Ketulusan Xia Ning
10 Bab 10 - Tantangan
11 Bab 11 - Menang Telak
12 Bab 12 - Menyelamatkan Keindahan
13 Bab 13 - Kengerian Bentuk Jiwa Akar Hitam
14 Bab 14 - Ambil Resiko
15 Bab 15 - Bebas dan Tak Terkekang
16 Bab 16 - Kedua
17 Bab 17 - Tujuan Selanjutnya
18 Bab 18 - Masalah
19 Bab 19 - Sial
20 Bab 20 - Transaksi Yang Hebat
21 Bab 21 - Harta Langit dan Bumi
22 Bab 22 - Menambah Wawasan Jalan Pedang
23 Bab 23 - Area Pelahap
24 Bab 24 - Raja Iblis Tiran Mu Shengfeng
25 Bab 25 - Phoenix
26 Bab 26 - Ambil Alih Kota Air Hitam
27 Bab 27 - Peringatan
28 Bab 28 - Master Sekte Yang Baru
29 Bab 29 - Bantuan Besar
30 Bab 30 - Tanahan Perang
31 Bab 31 - Dunia Milik Berdua
32 Bab 32 - Pertemuan Kedua Pemimpin
33 Bab 33 - Persiapan Perang
34 Bab 34 - Pembukaan Perang
35 Bab 35 - Gerakan Besar Sekte Dewa Iblis
36 Bab 36 - Teknik Pamungkas
37 Bab 37 - Resmi
38 Bab 38 - Mimpi Terliar Pria
39 Bab 39 - Tempat Tersembunyi di Dasar Laut
40 Bab 40 - Benua Utama
41 Bab 41 - Sesuatu Yang Tidak Diketahui
42 Bab 42 - Memberi Pelajaran
43 Bab 43 - Dua Jiwa Binatang Suci
44 Bab 44 - Menyelamatkan Istri Ketiga
45 Bab 45 - Sifat Pria
46 Bab 46 - Tidak Ada Kata Damai
47 Bab 47 - Tawaran Dong Shen
48 Bab 48 - Berkumpul
49 Bab 49 - Jenius Sekte Dewa Iblis Duan Wuya
50 Bab 50 - Struktur Kerajaan
51 Bab 51 - Budak Yang Kuat
52 Bab 52 - Ujian Pewaris
53 Bab 53 - Divine Dao Penguasa
54 Bab 54 - Rencana Masa Depan
55 Bab 55 - Persiapan Matang
56 Bab 56 - Sumpah Beladiri
57 Bab 57 - Menemukan Jejak
58 Bab 58 - Pria Yang Menjanjikan
59 Bab 59 - Persiapan
60 Bab 60 - Momentum Duan Wuya
61 Bab 61 - Medan Perang Kuno
62 Bab 62 - Hati Yang Beracun
63 Bab 63 - Bunga Milik Orang Lain
64 Bab 64 - Perseteruan Qin Chen VS Yao Jun
65 Bab 65 - Mendapatkan Pasukan Yang Kuat
66 Bab 66 - Pasukan Kelas Atas
67 Bab 67 - Kemunafikan
68 Bab 68 - Medan Perang Kuno Yang Sebenarnya
69 Bab 69 - Tahap Akhir
70 Bab 70 - Kematian Sheng Yan
71 Bab 71 - Membalas Kebaikan
72 Bab 72 - Final Qin Chen VS Duan Wuya
73 Bab 73 - Perintah Perburuan
74 Bab 74 - Pemahaman Prinsip Waktu Divine Dao Takdir
75 Bab 75 - Pergi ke Daratan Iblis Suci
76 Bab 76 - Arogansi Pria Yang Berkemampuan
77 Bab 77 - Pertukaran Yang Saling Menguntungkan
78 Bab 78 - Jejak Istri Pertama
79 Bab 79 - Keluarga Kekaisaran Yang Angkuh
80 Bab 80 - Menampar Wajah Keluarga Jie
81 Bab 81 - Pesan Singkat
82 Bab 82 - Benturan Ahli Tingkat Saint
83 Bab 83 - Kepercayaan Diri Yang Absolut
84 Bab 84 - Jalan Keabadian Surga
85 Bab 85 - Divine Dao Penciptaan
86 Bab 86 - Tidak Seharusnya Mendambakan Istri Orang
87 Bab 87 - Pertemuan Yang Dinantikan Sejak Lama
88 Bab 88 - Memulai Persiapan
89 Bab 89 - Dua Orang Gila VS Lima Bawahan Kaisar
90 Bab 90 - Kumpulan Pengecut
91 Bab 91 - Santai
92 Bab 92 - Perang Dimulai
93 Bab 93 - Menjalankan Rencana
94 Bab 94 - Kaisar Baru Qin Chen
95 Bab 95 - Kaisar Yang Bahagia
96 Bab 96 - Pamit
97 Bab 97 - Mengungsi
98 Bab 98 - Rencana Yang Mengerikan
99 Bab 99 - Penyelesaian Dendam
100 Bab 100 - Kekuatan Yang Mendominasi
101 Bab 101 - Menerobos Tingkat Saint King
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 1 - Transmigasi
2
Bab 2 - Memahami Kekuatannya Sendiri
3
Bab 3 - Pembalasan
4
Bab 4 - Talisman
5
Bab 5 - Akar Hitam Pelahap Energi
6
Bab 6 - Kecerdikan
7
Bab 7 - Teman Pertama
8
Bab 8 - Rantai Pengikat Hati
9
Bab 9 - Ketulusan Xia Ning
10
Bab 10 - Tantangan
11
Bab 11 - Menang Telak
12
Bab 12 - Menyelamatkan Keindahan
13
Bab 13 - Kengerian Bentuk Jiwa Akar Hitam
14
Bab 14 - Ambil Resiko
15
Bab 15 - Bebas dan Tak Terkekang
16
Bab 16 - Kedua
17
Bab 17 - Tujuan Selanjutnya
18
Bab 18 - Masalah
19
Bab 19 - Sial
20
Bab 20 - Transaksi Yang Hebat
21
Bab 21 - Harta Langit dan Bumi
22
Bab 22 - Menambah Wawasan Jalan Pedang
23
Bab 23 - Area Pelahap
24
Bab 24 - Raja Iblis Tiran Mu Shengfeng
25
Bab 25 - Phoenix
26
Bab 26 - Ambil Alih Kota Air Hitam
27
Bab 27 - Peringatan
28
Bab 28 - Master Sekte Yang Baru
29
Bab 29 - Bantuan Besar
30
Bab 30 - Tanahan Perang
31
Bab 31 - Dunia Milik Berdua
32
Bab 32 - Pertemuan Kedua Pemimpin
33
Bab 33 - Persiapan Perang
34
Bab 34 - Pembukaan Perang
35
Bab 35 - Gerakan Besar Sekte Dewa Iblis
36
Bab 36 - Teknik Pamungkas
37
Bab 37 - Resmi
38
Bab 38 - Mimpi Terliar Pria
39
Bab 39 - Tempat Tersembunyi di Dasar Laut
40
Bab 40 - Benua Utama
41
Bab 41 - Sesuatu Yang Tidak Diketahui
42
Bab 42 - Memberi Pelajaran
43
Bab 43 - Dua Jiwa Binatang Suci
44
Bab 44 - Menyelamatkan Istri Ketiga
45
Bab 45 - Sifat Pria
46
Bab 46 - Tidak Ada Kata Damai
47
Bab 47 - Tawaran Dong Shen
48
Bab 48 - Berkumpul
49
Bab 49 - Jenius Sekte Dewa Iblis Duan Wuya
50
Bab 50 - Struktur Kerajaan
51
Bab 51 - Budak Yang Kuat
52
Bab 52 - Ujian Pewaris
53
Bab 53 - Divine Dao Penguasa
54
Bab 54 - Rencana Masa Depan
55
Bab 55 - Persiapan Matang
56
Bab 56 - Sumpah Beladiri
57
Bab 57 - Menemukan Jejak
58
Bab 58 - Pria Yang Menjanjikan
59
Bab 59 - Persiapan
60
Bab 60 - Momentum Duan Wuya
61
Bab 61 - Medan Perang Kuno
62
Bab 62 - Hati Yang Beracun
63
Bab 63 - Bunga Milik Orang Lain
64
Bab 64 - Perseteruan Qin Chen VS Yao Jun
65
Bab 65 - Mendapatkan Pasukan Yang Kuat
66
Bab 66 - Pasukan Kelas Atas
67
Bab 67 - Kemunafikan
68
Bab 68 - Medan Perang Kuno Yang Sebenarnya
69
Bab 69 - Tahap Akhir
70
Bab 70 - Kematian Sheng Yan
71
Bab 71 - Membalas Kebaikan
72
Bab 72 - Final Qin Chen VS Duan Wuya
73
Bab 73 - Perintah Perburuan
74
Bab 74 - Pemahaman Prinsip Waktu Divine Dao Takdir
75
Bab 75 - Pergi ke Daratan Iblis Suci
76
Bab 76 - Arogansi Pria Yang Berkemampuan
77
Bab 77 - Pertukaran Yang Saling Menguntungkan
78
Bab 78 - Jejak Istri Pertama
79
Bab 79 - Keluarga Kekaisaran Yang Angkuh
80
Bab 80 - Menampar Wajah Keluarga Jie
81
Bab 81 - Pesan Singkat
82
Bab 82 - Benturan Ahli Tingkat Saint
83
Bab 83 - Kepercayaan Diri Yang Absolut
84
Bab 84 - Jalan Keabadian Surga
85
Bab 85 - Divine Dao Penciptaan
86
Bab 86 - Tidak Seharusnya Mendambakan Istri Orang
87
Bab 87 - Pertemuan Yang Dinantikan Sejak Lama
88
Bab 88 - Memulai Persiapan
89
Bab 89 - Dua Orang Gila VS Lima Bawahan Kaisar
90
Bab 90 - Kumpulan Pengecut
91
Bab 91 - Santai
92
Bab 92 - Perang Dimulai
93
Bab 93 - Menjalankan Rencana
94
Bab 94 - Kaisar Baru Qin Chen
95
Bab 95 - Kaisar Yang Bahagia
96
Bab 96 - Pamit
97
Bab 97 - Mengungsi
98
Bab 98 - Rencana Yang Mengerikan
99
Bab 99 - Penyelesaian Dendam
100
Bab 100 - Kekuatan Yang Mendominasi
101
Bab 101 - Menerobos Tingkat Saint King

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!