Dua hari berlalu dengan cepat dan Qin Chen memutuskan untuk pergi dalam ujian masuk Sekte Soaring Heaven. Xia Ning tidak ikut dengannya dan menjaga rumah dengan nyaman.'
Kilatan cahaya melintas dan seorang wanita yang tangannya dipenuhi dengan darah memberikan hormat kepada Xia Ning, "Nona muda... Pelayan ini sudah membunuh semua orang itu, selamat karena sudah menumbuhkan ekor kelima dan sudah waktunya kita pergi !"
"Sangat disayangkan jika aku pergi terlalu cepat dan meninggalkannya seperti ini." Xia Ning menatap keatas langit dan terlihat sedih.
"Nona sudah dewasa dan menemukan pasangannya sendiri, Pelayan ini tidak akan mengkritik namun Nona memiliki tanggung jawab yang besar." Kata Pelayan itu sambil mengingatkan Xia Ning.
"Kau tidak perlu ikut campur masalah pribadiku, aku tahu apa yang harus dilakukan dan aku menyukainya." Kata Xia Ning sambil masuk kedalam rumah.
Xia Ning menulis beberapa pesan melalui surat untuk Qin Chen dan meninggalkan dua Buku Seni Beladiri. Xia Ning tidak ingin berpamitan secara langsung karena beberapa keraguan, dia tidak ingin Qin Chen terlibat dalam masalahnya dan bersamanya walau sebentar itu sudah cukup untuknya.
"Apa yang kau lakukan !" Suara Qin Chen terdengar dibelakang Xia Ning dan mengejutkannya.
"Aku..." Xia Ning terlihat bingung untuk menjelaskan semuanya kepada Qin Chen.
Qin Chen berdiri dan memeluknya, "Aku sudah mendengar pembicaraanmu dengannya dan jika kau ingin pergi maka kau tidak perlu melakukan ini. Aku jamin ini hanya sebentar... aku akan bertambah kuat sampai tidak ada seorangpun yang dapat bersaing denganku, setelah itu aku akan mencarimu."
"Aku memiliki tanggung jawab." Kata Xia Ning sambil memeluk Qin Chen.
"Maka selesaikanlah... ketika kau sudah selesai maka cari aku disini atau aku yang akan mencarimu. Jangan lupakan satu hal kalau kau adalah Kekasihku, mungkin saat kita bertemu lagi nanti kau akan memiliki banyak Saudari lain." Kata Qin Chen sambil tersenyum.
Xia Ning mengangguk dan Qin Chen membakar suratnya, dia mencium bibir Xia Ning dan sejak awal dia sudah merasakan firasat ini. Qin Chen mengantarkan kepergiannya dan menghela nafas panjang. Menyedihkan rasanya jika berpisah dengan orang yang sangat dia cintai, namun sekarang pilihan Qin Chen hanya bertambah kuat dan mencarinya dimasa depan.
Qin Chen mengambil dua buku itu dan pergi kearah Sekte Soaring Heaven, apa yang ditinggalkan oleh Xia Ning adalah metode dasar Alkimia dan pemahaman Karakteristik Bahan Obat yang sejujurnya tidak terlalu berguna untuk Qin Chen.
Akar hitam didalam dirinya dapat memurnikan apapun dan mendapatkan seratus persen manfaat tanpa mengurangi kualitas sedikitpun. Untuk sekarang Qin Chen akan menyimpannya dan bergegas untuk menuju Sekte Soaring Heaven.
Sampainya disana terdapat ribuan orang yang juga ingin mendaftar masuk, untungnya Qin Chen mendapatkan bantuan dari Xiao Man dan tidak perlu mengikuti tes ujian masuk.
Qin Chen berjalan masuk bersama Xiao Man dan pergi kesalah satu Puncak, disana Qin Chen akan melalui Tes untuk masuk menjadi bagian Murid Inti Sekte dan hal ini merupakan sesuatu yang wajib.
Disana sudah ada Tetua yang menunggu kedatangan mereka berdua, "Xiao Man menghadap Tetua... Temanku ini ingin melakukan Tes untuk masuk menjadi Murid Inti ?"
"Hahaha... lama tidak bertemu Saudara Xiao Man." Seorang Pria bernama Leng Wu berjalan bersama dua orang dibelakangnya kearah mereka, "Sampah mana lagi yang kau bawa kali ini ?"
"Leng Wu !" Xiao Man terlihat marah dan tidak senang.
Leng Wu melihat kearah Qin Chen dan berkata, "Tidak buruk... Tahap Awal Tingkat Jiwa Roh, lebih baik kau mengikuti dari pada terus bersamanya !"
"Saat ini suasana hatiku sedang tidak baik, kau bisa menggonggong seperti anjing liar tapi jangan didekatku. Kau ingin aku mengikutimu tapi kau tidak memiliki kelayakan untuk itu." Kata Qin Chen dengan ekspresi yang dingin.
Leng Wu berdiri didepan Qin Chen, "Kau cukup berani rupanya, bagaimana jika kita bertarung dalam arena hidup dan mati. Aku akan memberikanmu kematian yang menyakitkan !"
"Kita lakukan besok... aku disini sedang sibuk untuk melakukan tes." Qin Chen tidak memiliki keraguan sedikitpun dan menerima tantangannya.
"Besok siang... aku akan menunggumu." Leng Wu melambaikan tangannya dan pergi dari tempat itu.
Tetua itu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kau tidak perlu menjalani Tes... jika kau bisa menang besok maka kau akan secara resmi menjadi Murid Inti."
Xiao Man menghela nafas dan sepertinya ini akan menjadi masalah yang serius, dia tahu bahwa Qin Chen tidak mungkin kalah dari Leng Wu. Basis Kultivasi mereka mungkin sama namun kekuatan tempur mereka berbeda, Qin Chen dapat bertarung dengan dua Ahli di Tingkat yang sama dan membunuh mereka berdua.
"Seharusnya kau tolak saja tawarannya." Kata Xiao Man dengan santai.
"Tidak ada artinya untuk memikirkan masalah ini, lebih baik kau membawaku berkeliling." Kata Qin Chen dengan malas.
Xiao Man setuju dan mengajak Qin Chen berkeliling, dia mengganti pakaiannya terlebih dahulu dan Qin Chen melihat banyak sarana latihan ditempat itu. Namun apa yang dia paling tunggu adalah mengambil Buku Seni Beladiri.
Untuk Murid Inti mereka dapat mengambil maksimal 2, jadi Qin Chen tidak sabar untuk melihatnya dan segera pergi untuk melihatnya.
Xiao Man hanya bisa mengantar Qin Chen sampai kedepan saja dan tidak memiliki wewenang untuk masuk.Qin Chen masuk kedalam dan melihat seorang Tetua yang duduk dengan tenang dikursinya.
"Murid Inti Qin Chen ingin mengambil Buku Seni Beladiri untuknya !" Qin Chen memberi hormat dan menyerahkan Tokennya.
"Ambil dua dan waktumu hanya satu jam untuk memilihnya."
"Terimakasih Tetua." Qin Chen segera pergi dan melihat beberapa Buku.
Qin Chen harus mengambil dua Buku Seni Beladiri yang dia butuhkan sekarang, mengambil kecepatan itu sudah pasti dan untuk serangan Qin Chen tidak memiliki kekurangan. Qin Chen mengambil Buku Seni Beladiri Langkah Bayangan.
"Bergerak seperti bayangan untuk menghindar dan mendekati musuh dengan cepat, dengan kualifikasi yang aku punya meningkatkan Seni Beladiri ini bukan hal yang mustahil. Sedangkan untuk serangan lebih baik aku berpacu kepada Pedang." Qin Chen berkeliling sebentar dan mengambil sebuah Buku Pedang Emosi.
Buku itu terlihat usang dan beberapa halaman sudah hilang, bisa dikatakan kalau Buku Seni Beladiri ini tidak lengkap namun Qin Chen memiliki firasat kalau dia dapat menyempurnakan Pedang Emosi.
Qin Chen mengambil kedua Seni Beladiri ini, setelah mengingat semua hal yang penting Qin Chen segera pergi untuk melatihnya. Tetua itu melihat kearah Qin Chen dan dia sangat penasaran dengan apa yang dipelari oleh Qin Chen. Tentunya kabar pertarungan hidup dan mati dengan cepat menyebar, besok siang Murid baru akan bertarung dengan Leng Wu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Naga Hitam
widihh
2024-09-06
0
Fitrul Akbar
kan Qin Chan nya dari abad modern,jadi tetua nya jugan mungkin sama dari abad medern.🤣🤣🤣
2023-11-06
1
mario82
zaman dulu gak da 1 jam tp pakai dupa
2023-09-17
0