Setelah lima hari beristirahat dan mempelajari Teknik Pedang Qin Chen memutuskan untuk pergi berlatih. Qin Chen menggunakan susunan Teleportasi dan pergi ketempat yang disebut sebagai Pegunungan Naga sesuai dengan rekomendasi Xiao Man.
Menurut informasi yang dia dapatkan banyak Beast kuat yang ada di Pegunungan Naga tidak terkecuali Beast Tingkat Spirit. Semakin dalam menjelajah maka semakin kuat Beast yang akan dijumpai. Walaupun lokasinya masih dibawah kekuasaan Sekte Soaring Heaven tetapi Pegunungan Naga ini belum dijelajahi sepenuhnya, hanya satu orang saja yang dapat masuk dan orang itu adalah Pendiri Sekte yang sudah menghilang sejak puluhan ribu tahun.
Namun sayangnya dari beberapa generasi Master Sekte tidak ada yang dapat mencapai pencapaian sang Pendiri yang dulunya merupakan Kultivator Tingkat Saint. Qin Chen sendiri juga baru belajar dan baru tahu tentang masalah ini, namun terlepas dari semua itu dia sama sekali tidak peduli dengan pencapaian orang lain dan fokus dengan dirinya sendiri.
Qin Chen melihat seorang Pria dengan rambut panjang dan kondisi yang babak belur, "Minggir sialan !"
Qin Chen menyingkir dari jalannya dan menatapnya dengan dingin, kemungkinan besar dia baru saja melawan Beast dan Qin Chen juga tidak ingin memperpanjang masalah dengannya.
Segera dia melanjutkan perjalanannya dan menjelajah pegunungan, setelah masuk lebih dalam dia mendengar raungan Beast yang keras dan tanpa pikir panjang Qin Chen segera pergi untuk memeriksanya.
Disana seorang Gadis sedang dikejar-kejar oleh Beruang Hitam yang besar, setidaknya kekuatan Beruang itu berada di Tahap Akhir Tingkat Penempaan Tubuh dan Qin Chen memutuskan untuk menolongnya.
Qin Chen berlari dengan sangat cepat dan menendang kepala Beruang itu hingga membuatnya terpental. Raungan yang keras yang penuh dengan kemarahan terdengar menyakitkan, Qin Chen mengeluarkan Pedangnya dan bergerak seperti bayangan.
*Bang.*
Cakar Beruang berayun kearah Qin Chen namun dengan tepat dia berhasil menghindarinya, Qin Chen melompat dan mengayunkan Pedangnya. Dengan mudah dia memotong kepala Beruang itu dan dalam sekejap membunuhnya.
"Sekarang sudah aman... Kau ?" Qin Chen berbalik dan Gadis yang dia tolong sebenarnya sudah lari tanpa peduli apapun, "Cih... padahal aku sudah mencoba yang terbaik untuk bertindak secara elegan."
Qin Chen menggelengkan kepalanya dan fokus dengan Inti Beast didepannya, dia menyerapnya tanpa berpikir dan Akar Hitam mulai berdenyut. Energi Spiritual yang kaya diserap olehnya dan Qin Chen merasakan kalau tubuhnya dipenuhi dengan energi. Kekuatan fisiknya meningkat secara drastis dan Qin Chen berpikir kalau fisiknya ini mengalami perubahan.
"Akar Hitam ini terus menyerap energi dan tanda hitam ditanganku semakin memudar, namun pemahaman kekuatan ini seolah seperti lubang hitam yang dapat menelan masuk apapun kedalamnya." Qin Chen mendesak Qi miliknya dan Auranya meledak dengan kegilaan.
Yin dan Yang didalam dirinya sudah mencapai titik kritis, Qin Chen mendapatkan pemahaman barunya dan duduk untuk bermeditasi. Didalam Ranah Jiwanya Nyala Api dan Es terikat dengan Akar Hitam, dia membentuk dua elemen alam yang saling berlawanan didalam tubuhnya dan hebatnya kedua elemen ini justru saling melengkapi.
"Bagus... Teknik Kultivasi Yin Yang mendapat pemahaman baru, elemen es dan api juga tidaklah buruk." Qin Chen menerobos Tahap Menengah Tingkat Jiwa Roh dan kekuatannya meningkat dengan pesat.
Menurut apa yang dia pahami mereka yang bisa disebut sebagai Kultivator adalah mereka yang sudah ada di Tingkat Jiwa Roh. Membentuk Jiwa Beladiri mereka dan dapat memanipulasi kekuatan jiwa, dia tidak boleh berpuas diri dengan pencapaiannya saat ini.
Qin Chen berdiri dan masuk lebih dalam ke Pegunungan, setiap Monster yang dia jumpai semuanya lebih kuat seiring dia masuk lebih jauh. Qin Chen sudah mengumpulkan 20 Inti Beast Tingkat Jiwa Roh dan semuanya berada di Tahap Awal.
*Boom.*
Qin Chen mendengar ledakan besar dari jarak yang lumayan jauh, dia segera pergi untuk melihatnya dan setelah dia sampai seorang Gadis yang familiar sedang bertarung dengan Ular Racun Hantu besar dengan ukuran yang tidak masuk akal.
Gadis itu adalah Chu Lian dan dia bertarung dengan berani melawan Ular Racun Hantu, dia sedikit terdesak karena perbedaan kekuatan dan ukuran. Chu Lian hanya berada di Tahap Akhir Tingkat Jiwa Roh dan sedangkan Ular Racun Hantu berada di Tahap Menengah Tingkat Langit.
"Sialan." Chu Lian memutar Tombaknya dan Auranya meningkat dengan pesat.
Kekuatannya meningkat dengan drastis dan pupil matanya memancarkan cahaya emas, kilatan Petir menyelimuti Tombaknya dan Qin Chen cukup terkejut dengan lonjakan kekuatan ini.
Chu Lian melemparkan Tombaknya dan ledakan Petir yang kuat berkumpul menjadi satu, Ular itu terkena serangan telak dan ledakan petir yang ganas membombardir tubuhnya. Ular itu masih baik-baik saja dan hanya beberapa sisiknya saja yang terlepas.
Chu Lian sudah kehabisan tenaganya dan tidak memiliki kekuatan lebih untuk bertarung ataupun lari. Namun Qin Chen tiba-tiba muncul dan menangkap tubuhnya, dia menggendong Chu Lian dan segera membawanya berlari secepat bayangan.
Ular itu yang sadar segera mengejar kearah Qin Chen, dia mengejar mereka berdua dengan gigih dan sepertinya serangan terakhir Chu Lian membuatnya sangat marah.
"Kau..."
"Jangan katakan apapun... bersiaplah untuk menahan nafasmu." Qin Chen melihat sebuah jurang dan dibawahnya dia melihat arus sungai yang sangat deras.
Qin Chen dengan berani melompat kebawah dan melindungi kepala Chu Lian dari hantaman permukaan air. Mereka berdua terseret arus yang deras dan Ular itu meraung dengan penuh kemarahan dan berhenti mengejar mereka.
Qin Chen terseret sampai ke dasar dan terlempar melewati air terjun, dia sekali lagi masuk kedalam Air dan Chu Lian juga sudah kehabisan nafas. Mereka berdua berenang kepermukaan dan dibalik air terjun yang deras terdapat sebuah Gua, tanpa pikir panjang Qin Chen membawa Chu Lian kesana dan akhirnya mereka selamat dari kematian.
"Hahaha... kau cukup bar-bar rupanya untuk seukuran wanita, bahkan jika aku memiliki seribu nyawa aku tidak akan menghadapi musuh yang tidak bisa aku kalahkan." Kata Qin Chen dengan tawa yang lega.
"Pada akhirnya kau menyelamatkan nyawaku dan membahayakan dirimu. Namaku Chu Lian dan kau ?" Tanya Chu Lian dengan penasaran.
"Qin Chen." Wajah Qin Chen sedikit memerah.
"Sekali lagi terimakasih sudah menyelamatkan hidupku, jika kau tidak membawaku lari mungkin aku sudah menjadi makanan Ular itu. Aku tidak tahu bagaimana caraku harus membalas hutang ini !" Kata Chu Lian dengan tidak enak.
"Bagaimana jika kau bayar dengan tubuhmu." Qin Chen mengusap hidungnya dan melihat kearah tubuh Chu Lian.
Chu Lian melihat kebawah dan pakaiannya yang putih sekarang terlihat tembus karena basah, dia dengan cepat menutupi dengan kedua tangannya dan tidak menyangka kalau Pria didepannya sekarang sangat mesum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Raysonic Lans™
kumpulin hareem..
2025-01-09
0
Zoelf 212 🛡⚡🔱
dapat lagi
2023-08-02
1
☠zephir atrophos☠
mirip sama manhwa itu, bedanya di sini ular di manhwa itu singa
2023-07-27
2