Insiden Mengejutkan

Sisa perjalanan yang dilalui Infiera dan juga Abimanyu hanya memiliki kebisuan dari keduanya. Fiera hanya memandang ke luar jendela, tidak memedulikan pria di sampingnya.

Ada apa dengan Abimanyu? Pria itu, belakang membuatnya bingung. Awalnya, dia mengajaknya untuk berteman, dia bermesraan dengan Almira di hadapannya. Apa Abimanyu tidak tahu kalau itu sangat menyakitinya?

“Kita sudah sampai.”

Suara Abimanyu menyadarkan Infiera dari lamunannya. Dia menyadari kalau mereka sudah berada di halaman rumahnya. “Ah, ternyata sudah sampai, ya?”

Fiera segera melepaskan sabuk pengaman di tubuhnya dan buru-buru membuka pintu, turun dari mobil. Namun, tiba-tiba saja Abimanyu mencekal tangannya, menghentikan Fiera untuk turun.

“Ada apa?” tanyanya heran, melirik ke arah tangannya.

“Jangan pergi dengan Gerald ke acara pernikahan Bu Gina.”

Fiera menautkan kedua alisnya. “Kenapa?”

“Itu karena ... karena kau adalah istriku. Bagaimana mungkin kau pergi dengan pria lain?” seru Abimanyu, ekspresi wajahnya tegas.

Fiera tertegun dengan ucapan suaminya, lalu dia tersadar. Fiera menyentak tangan yang mencekalnya hingga terlepas.

Dia turun dari mobil dan berdiri menghadap Abimanyu yang masih berada di balik kemudi. “Istrimu? Bukankah aku hanya temanmu?” tanya Fiera dengan nada sarkas. Dia mendengkus. “Aku rasa tidak perlu ada yang kita bahas mengenai hal itu.”

Abimanyu terdiam dengan ucapan Fiera yang sama sekali tidak dapat dibantahnya. Dia ingin membuka mulutnya, tapi tak ada satu kata pun yang keluar.

“Kalian sudah pulang? Kenapa masih di sana?” Suara ibu terdengar dari teras rumah.

Fiera yang memasang wajah sinis langsung tersenyum dan berbalik menghadap mertuanya. “Ini, Bu, sabuk pengamannya sepertinya rusak. Jadi, harus diperbaiki.”

“Kenapa bisa rusak?” Ibu mengernyit.

“Entahlah, Bu. Mungkin sudah terlalu lama atau juga yang menggunakannya sembarangan.”

Suara Fiera cukup keras untuk bisa didengar Abimanyu yang masih berada di dalam mobil. Pria itu menatap istrinya dengan tatapan rumit. Jelas sekali, dari setiap kata yang diucapkan wanita itu adalah sindiran yang menusuk.

Abimanyu keluar dari mobil dengan membawa barang belanjaannya.

Ibu yang masih berdiri di teras melihat ke arahnya.

“Kalian baru pulang berbelanja, ya?” tanya ibu.

“Engga—“

Ucapan Infiera terhenti saat Abimanyu menyahut. “Iya, Bu, aku baru membelikan beberapa baju untuk Fiera. Kami punya undangan dua hari lagi.”

Fiera terkejut dengan ucapan Abimanyu. Dia menoleh ke arah suaminya. Membelikan baju untuk dirinya? Yang benar saja? Bukankah Abimanyu tadi membelikan baju untuk Almira, kekasihnya?

Fiera menatap Abimanyu yang menyunggingkan senyumnya.

“Ah, kalian mau ke kondangan rupanya. Ih, kamu, Bi, kenapa engga ajak ibu? Ibu juga mau belanja.” Ibu berkata dengan suara merajuk pada putranya.

Ayah mertua yang berdiri di dekat pintu masuk berkata, “Ibu ini. Padahal, kemarin habis makan siang bersama Fiera, kita, kan, belanja. Itu, belanjaannya banyak di mobil.”

“Ayah, ibu, kan, juga mau belanja sama Fiera.”

Ayah terkekeh dengan ucapan istrinya. Saat mereka akan berangkat ke Jakarta, ibu memang sudah mengatakan ingin sekali jalan-jalan dengan menantunya, karena adik perempuan Abimanyu  sibuk dengan pendidikannya, jadi tidak memiliki waktu untuk menemani ibunya.

“Kita punya waktu sehari lagi di sini. Ibu bisa gunain waktu untuk berbelanja.”

“Ayah benar, Bu.”

“Bagaimana, Fier? Kita berbelanja besok?”

Fiera tersenyum dan mengangguk. “Tentu saja. Ayo, kita belanja besok.”

Ibu terlihat senang mendengar jawaban menantunya. “Ya sudah, kalian masuk sana. Ibu mau menemani ayah di sini.”

Fiera mengangguk dan bergegas masuk ke dalam rumah, meninggalkan mertua dan juga suaminya yang membawa barang belanjaan di tangannya.

Hanya berselang sebentar. Abimanyu juga menyusul. Pria itu masuk ke dalam kamar, lalu menghampiri Fiera yang baru saja meletakkan tasnya di atas sofa.

“Kenapa kamu tidak menggunakan kartu yang kuberikan untuk membeli pakaian untukmu?” tanya Abimanyu berdiri di hadapan Infiera, memblokir langkah wanita itu yang akan berjalan menuju ke kamar mandi.

“Ah, itu, aku masih belum butuh. Jadi, tidak perlu memboroskan uangnya, kan?”

Abimanyu menelengkan matanya, menatap Infiera. “Tidak mau menghamburkan uang atau tidak mau menggunakan uangku?” tebak Abimanyu.

Infiera yang sebelumnya hendak melanjutkan niatnya untuk ke kamar mandi, akhirnya menatap Abimanyu dengan berani.

“Kenapa? Kenapa sekarang mas mempermasalahkan banyak hal yang aku lakukan? Sebelumnya, melarang aku pergi dengan Pak Gerald, lalu sekarang mas menanyakan kenapa aku tidak menggunakan kartunya. Bukankah, selama ini kita hidup masing-masing? Dan tidak pernah ada masalah. Kenapa kita tidak lakukan itu lagi?”

Abimanyu membisu dengan perkataan Infiera. Wanita itu hendak melewatinya untuk menuju ke kamar mandi, tapi tiba-tiba Abimanyu meraih tangannya dan menariknya, membuat Fiera tersentak.

“Mas... .”

Abimanyu tidak memberikan waktu wanita itu untuk melakukan protes. Bibir mereka sudah saling menempel. Belanjaan yang dibawa Abimanyu terjatuh begitu saja di lantai.

Infiera membulatkan matanya dengan apa yang dilakukan Abimanyu. Dia mendorong pelan dada suaminya, tapi menggunakan tangan kirinya Abimanyu menahan pinggang Infiera dan tangan kanannya menahan belakang kepala wanita itu, hingga Fiera tidak bisa melewatkan kehangatan di bibirnya saat itu.

Fiera akhirnya memutuskan untuk diam, membiarkan apa yang Abimanyu lakukan. Dia terlalu terkejut dengan situasinya.

Setelah beberapa saat, tautan bibir mereka terlepas. Wajah Infiera sudah sangat merah. Abimanyu berdehem. “Maaf.”

Infiera salah tingkah. Dia tidak tahu bagaimana harus bereaksi sekarang.

Abimanyu berjongkok dan mengambil belanjaannya. “Ini untukmu. Mulai sekarang, gunakan kartu yang kuberikan padamu. Beli apa pun yang kau butuhkan dan kau inginkan. Setiap bulan, aku akan mengirimkannya langsung ke sana.”

Tanpa menunggu jawaban istrinya, Abimanyu melangkah menuju ke tempat tidur seraya melepaskan jasnya dan melemparnya sembarang ke atas tempat tidur. Setelahnya, dia kembali melangkah keluar meninggalkan kamar.

Fiera masih mematung di tempatnya. Dia memegang dadanya yang bergemuruh sangat keras. “Apa yang terjadi barusan?”

Fiera merasakan pipinya yang panas. Pasti sangat merah. “Aaaaaa... kenapa mendadak dia menciumku?”

Fiera meraup wajah dengan kedua telapak tangannya, lalu menggelengkan cepat kepalanya untuk memastikan kalau apa yang baru saja terjadi bukanlah mimpi.

Di luar kamar. Debaran jantung Abimanyu tak kalah berisiknya, merasakan jantungnya yang berpacu dengan sangat cepat.

“Apa yang gue barusan lakukan? Ah, sial, dia pasti terkejut.”

Abimanyu tidak mengerti. Dia tiba-tiba memiliki dorongan untuk mencium Infiera. Dia seperti ingin menunjukkan kalau wanita itu adalah miliknya. Tapi, kenapa? Pertanyaan itu tidak mendapatkan jawaban. Dia mengusap kasar wajahnya dan melangkah turun ke lantai satu, lalu menuju ke dapur. Dia membuka kulkas, mengambil air dingin untuk meredakan panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

“Bi, besok bisa temani ibu belanja? Ayah masih harus bertemu Dokter Ricard besok.” Suara ibu mengejutkan Abimanyu yang sedang minum, dia menoleh pada ibunya yang sudah duduk di kursi meja makan.

“Bisa, Bu. Besok Abi engga ada kelas. Fiera juga kayanya besok libur.”

“Baguslah, kalian bisa antar ibu.” Ibu memperhatikan wajah putranya. Dia sedikit mengernyit. “Bi, kenapa wajahmu merah banget? Apa kamu sakit?”

Abimanyu sedikit panik, dia memalingkan wajah. “Ti-tidak, Bu. Mungkin karena kelelahan. Panas banget hari ini.”

“Ah...” Ibu hanya mengangguk. Bukan rahasia lagi jika Jakarta memang panas. Tidak ada bedanya dengan Palembang, membuat ibu sama sekali tidak masalah dengan cuaca seperti itu.

***

Abimanyu berbicara dengan ayahnya hingga larut malam. Banyak hal yang mereka bicarakan. Gunawan juga memberikan banyak nasehat untuk Abimanyu sebagai suami. Apa lagi, situasi Fiera yang masih kuliah. Menantunya itu pasti membutuhkan banyak waktu untuk dirinya sendiri. Jadi, Abimanyu harus banyak mengalah dan mengerti.

Hampir pukul sebelas malam. Ayah sudah terlihat mengantuk dan berpamitan masuk ke dalam kamar terlebih dahulu. Sedangkan Abimanyu masih duduk di ruang tengah.

Abimanyu bingung, haruskah dirinya naik ke kamar? Pasti keadaannya akan sangat canggung. Apa lagi, setelah tragedi itu, Abimanyu pergi begitu saja.

“Ah, lama-lama gue bisa gila.”

Tidak bisa dipungkiri. Fiera memiliki wajah yang cantik dengan lesung di pipinya. Kulit kuning langsatnya terlihat menawan. Fiera juga memiliki proporsi tubuh yang bagus menurutnya, tidak gemuk, tapi juga tidak terlalu kurus.

Abimanyu menggelengkan kepalanya, untuk mengenyahkan pikiran yang tidak-tidak di kepalanya. Kenapa dia tiba-tiba memikirkan Fiera yang berbaring di tempat tidurnya? Padahal, hal itu sudah dilakukan selama beberapa hari terakhir saat orang tuanya berada di rumah mereka.

Abimanyu akhirnya bangun dari duduknya dan naik ke lantai dua. Dia membuka pintu perlahan. Abimanyu tidak melihat keberadaan Infiera, sepertinya gadis itu sudah tidur.

Benar saja, Fiera sudah berbaring di atas kasurnya dengan menutup seluruh tubuhnya hingga kepala. Abimanyu menghela napas lega, karena dia tidak perlu merasa canggung di hadapan wanita itu malam ini.

Abimanyu memilih masuk ke kamar mandi, membersihkan diri dan keluar sudah mengenakan pakaian tidurnya. Abimanyu merebahkan tubuhnya di atas sofa dan mulai memejamkan matanya.

Abimanyu tidak tahu kalau Fiera sama sekali belum tidur. Wanita itu sedang menyembunyikan kegugupannya. Dia mengutuk Abimayu terus-menerus setelah pria itu meninggalkannya sendiri. Fiera bahkan sempat berpikir gila, apakah akan ada kelanjutannya lagi malam ini?

Namun, sepertinya dugaan dia salah karena tidak ada pergerakan dari Abimanyu. Fiera mengintip lamat-lamat dari balik selimut. Seperti biasa Abimanyu sudah membaringkan tubuhnya di sofa.

 

Terpopuler

Comments

Febby Fadila

Febby Fadila

abi sdH mulai cemburu ya

2024-08-13

0

putia salim

putia salim

5 ⭐ buat kak othor

2024-07-26

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Menurut ku Abi ini butuh perhatian dari Fiera,Tapi di sebabkan dari awal pernikahan mereka sikap dan perlakuan Abi sendiri yg menjaga jarak dan mulut pedasnya,Maka sekarang dia yg Menuai hasil dr siakpnya sendiri ke Fiera..

2024-03-15

3

lihat semua
Episodes
1 Hukuman Dosen Galak
2 Seorang Penggemar
3 Dosen Baru
4 Pertengkaran
5 Memilih Mengabaikan
6 Gara-gara Pembalut
7 Kita Berteman
8 Kesialan Abimanyu
9 Mendapatkan Saingan
10 Maafkan Aku, Fiera
11 Mengajak ke KUA
12 Tuduhan yang Menyakitkan
13 Pemandangan tak Terduga
14 Termakan Godaan Sendiri
15 Bertamu Kembali
16 Sikap yang Membingungkan
17 Insiden Mengejutkan
18 Gara-gara Lingerie
19 Sangat Kecewa
20 Sindiran Gerald
21 Kebingungan Abimanyu
22 Ketegasan Infiera
23 Gagal Membujuk
24 Terus Mendiamkan
25 Abimanyu Sakit
26 Bagaimana Denganku?
27 Mints Bekal Makan Siang
28 Kecurigaan
29 Ajakan Makan Malam
30 Kencan Pertama
31 Mulai Bimbang
32 Dibawa Pergi
33 Maafkan Aku Fiera
34 Memberitahu Kebenaran
35 Gerald Pakar Cinta
36 Saingan Baru
37 Saatnya Pergi
38 Kepanasan
39 Menyusul ke Malang
40 Abimanyu Menggila
41 Senakin Cemburu
42 Pernyataan Cinta?
43 Gara-gara Baju
44 Kamu Istriku!
45 Membanggakan Istri
46 Baku Hantam
47 Meninggalkan
48 Rencana Mengumumkan
49 Aku Mencintaimu
50 Bolehkah Tidur Bersamamu?
51 Malam Syahdu Setelah Sekian Lama
52 Mengetahui Identitas Aslinya
53 Kenalkan, Infiera Istriku
54 Kekecewaan
55 Kekecewaan
56 Gara-gara Lingerie
57 Jawaban Lebih Menohok
58 Peringatan Gerald
59 Sebuah Permintaan
60 Retorika Perempuan
61 Persiapan Kejutan
62 Pikiran Picik
63 Kejutan Balas Dendam
64 Harapan Semu
65 Kebahagiaan Sempurna
66 Kebingungan Gerald
67 Kebohongan Gerald
68 Terpergok oleh Abimanyu
69 Sebuah Pesan
70 Maafkan Aku
71 Sadarlah Abimanyu!
72 Peringatan Gerald
73 Ingin Memberi Kejutan
74 Sebuah Kebohongan
75 Merasa Limbung
76 Peringatan Terakhir
77 Terlalu Sensitif
78 Tidak Bisa Berkompromi
79 Memergoki Semuanya
80 Semakin Kecewa
81 Kabar Kehamilan
82 Mencari keberadaan Infiera
83 Berpikir Sebelum Bertindak
84 Perlu Disadarkan
85 Sebuah Tamparan
86 Dukungan
87 Nasihat Orang Tua
88 Sayang, Bicaralah!
89 Kerinduan yang Disadari
90 Bertemu Kembali
91 Gara-gara Jaket Pink
92 Mengajarinya Cara Berkorban
93 Tertangkap Basah
94 Segalanya Sudah Berubah
95 Kekesalan Gerald
96 Tingkah Kekanakan
97 Abimanyu Ngidam?
98 Calon Ayah
99 Abimanyu Pingsan
100 Mengetahui yang Sebenarnya
101 Boleh Aku Melakukannya?
102 Merasa Tertarik
103 Fase Kehamilan
104 Kekasih Gerald
105 Mencoba Mengenalnya
106 Calon Istriku!
107 Mengharap Kejelasan
108 persiapan lamaran
109 Sebuah Kesepakatan
110 Menggoda Calon Pengantin
111 Gangguan Menyebalkan
112 Gombalan Gerald
113 Bertemu Masa Lalu
114 Gerald yang Galau
115 Keluh-kesah Gerald
116 Ketulusan Gerald
117 Pengganggu Menyebalkan
118 Saling Mengeja
119 Sebuah Permintaan
120 Tingkah Random
121 Proteksi Sang Kakak
122 Lika-Liku Calon Pengantin
123 Menuju Pertunangan
124 Nasehat Seorang Kakak
125 Hari pertunangan
126 Sebuah Bentakan
127 Undangan Bastian
128 Akal Bulus Bastian
129 Harus Tahu Diri
130 Pesan tak Terduga
131 Saling Berdamai
132 Tingkah Bastian
133 Holiday
134 Persiapan Lahiran
135 Hari Pernikahan
136 Kontraksi
137 Kebahagiaan yang Sempurna
138 Bonus 1
139 Bonus 2 Gagal Lagi
140 Bonus 3 Happy Ending
141 Penting
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Hukuman Dosen Galak
2
Seorang Penggemar
3
Dosen Baru
4
Pertengkaran
5
Memilih Mengabaikan
6
Gara-gara Pembalut
7
Kita Berteman
8
Kesialan Abimanyu
9
Mendapatkan Saingan
10
Maafkan Aku, Fiera
11
Mengajak ke KUA
12
Tuduhan yang Menyakitkan
13
Pemandangan tak Terduga
14
Termakan Godaan Sendiri
15
Bertamu Kembali
16
Sikap yang Membingungkan
17
Insiden Mengejutkan
18
Gara-gara Lingerie
19
Sangat Kecewa
20
Sindiran Gerald
21
Kebingungan Abimanyu
22
Ketegasan Infiera
23
Gagal Membujuk
24
Terus Mendiamkan
25
Abimanyu Sakit
26
Bagaimana Denganku?
27
Mints Bekal Makan Siang
28
Kecurigaan
29
Ajakan Makan Malam
30
Kencan Pertama
31
Mulai Bimbang
32
Dibawa Pergi
33
Maafkan Aku Fiera
34
Memberitahu Kebenaran
35
Gerald Pakar Cinta
36
Saingan Baru
37
Saatnya Pergi
38
Kepanasan
39
Menyusul ke Malang
40
Abimanyu Menggila
41
Senakin Cemburu
42
Pernyataan Cinta?
43
Gara-gara Baju
44
Kamu Istriku!
45
Membanggakan Istri
46
Baku Hantam
47
Meninggalkan
48
Rencana Mengumumkan
49
Aku Mencintaimu
50
Bolehkah Tidur Bersamamu?
51
Malam Syahdu Setelah Sekian Lama
52
Mengetahui Identitas Aslinya
53
Kenalkan, Infiera Istriku
54
Kekecewaan
55
Kekecewaan
56
Gara-gara Lingerie
57
Jawaban Lebih Menohok
58
Peringatan Gerald
59
Sebuah Permintaan
60
Retorika Perempuan
61
Persiapan Kejutan
62
Pikiran Picik
63
Kejutan Balas Dendam
64
Harapan Semu
65
Kebahagiaan Sempurna
66
Kebingungan Gerald
67
Kebohongan Gerald
68
Terpergok oleh Abimanyu
69
Sebuah Pesan
70
Maafkan Aku
71
Sadarlah Abimanyu!
72
Peringatan Gerald
73
Ingin Memberi Kejutan
74
Sebuah Kebohongan
75
Merasa Limbung
76
Peringatan Terakhir
77
Terlalu Sensitif
78
Tidak Bisa Berkompromi
79
Memergoki Semuanya
80
Semakin Kecewa
81
Kabar Kehamilan
82
Mencari keberadaan Infiera
83
Berpikir Sebelum Bertindak
84
Perlu Disadarkan
85
Sebuah Tamparan
86
Dukungan
87
Nasihat Orang Tua
88
Sayang, Bicaralah!
89
Kerinduan yang Disadari
90
Bertemu Kembali
91
Gara-gara Jaket Pink
92
Mengajarinya Cara Berkorban
93
Tertangkap Basah
94
Segalanya Sudah Berubah
95
Kekesalan Gerald
96
Tingkah Kekanakan
97
Abimanyu Ngidam?
98
Calon Ayah
99
Abimanyu Pingsan
100
Mengetahui yang Sebenarnya
101
Boleh Aku Melakukannya?
102
Merasa Tertarik
103
Fase Kehamilan
104
Kekasih Gerald
105
Mencoba Mengenalnya
106
Calon Istriku!
107
Mengharap Kejelasan
108
persiapan lamaran
109
Sebuah Kesepakatan
110
Menggoda Calon Pengantin
111
Gangguan Menyebalkan
112
Gombalan Gerald
113
Bertemu Masa Lalu
114
Gerald yang Galau
115
Keluh-kesah Gerald
116
Ketulusan Gerald
117
Pengganggu Menyebalkan
118
Saling Mengeja
119
Sebuah Permintaan
120
Tingkah Random
121
Proteksi Sang Kakak
122
Lika-Liku Calon Pengantin
123
Menuju Pertunangan
124
Nasehat Seorang Kakak
125
Hari pertunangan
126
Sebuah Bentakan
127
Undangan Bastian
128
Akal Bulus Bastian
129
Harus Tahu Diri
130
Pesan tak Terduga
131
Saling Berdamai
132
Tingkah Bastian
133
Holiday
134
Persiapan Lahiran
135
Hari Pernikahan
136
Kontraksi
137
Kebahagiaan yang Sempurna
138
Bonus 1
139
Bonus 2 Gagal Lagi
140
Bonus 3 Happy Ending
141
Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!