Maafkan Aku, Fiera

Tap like-nya dulu sebelum melanjutkan.

Abimanyu pulang dengan perasaan jengkel. Berani-beraninya Gerald mengatakan ingin mendekati istrinya. Apakah dia tidak tahu kalau wanita itu sudah menikah?

Memang tidak!

Dia membuka pintu, tapi sedikit terkejut saat melihat sang ayah masih duduk di ruang tamu sedang duduk di depan laptopnya. “Ayah belum tidur?” Abimanyu menghampiri dan mencium tangan ayahnya.

“Ayah harus memastikan untuk materi besok.”

Gunawan adalah orang yang sangat teliti dalam segala hal. Tidak heran jika Abimanyu memiliki sifat yang seperti itu.

“Tapi, ini sudah malam, Yah. Kalian baru saja menempuh perjalanan panjang.”

Gunawan tertawa, dia menatap putranya. “Kau berlebihan. Sepanjang jalan ayah hanya tertidur. Yang nyetir, kan ada supir.”

“Baiklah.” Abimanyu tahu kalau ayahnya tidak akan menyerah sebelum menyelesaikan pekerjaannya. “Kalau begitu, jangan terlalu larut. Ayah harus istirahat.”

“Tentu. Naiklah, kasihan istrimu. Tidak baik suami meninggalkan istri malam-malam jika bukan urusan penting.”

Abimanyu terdiam. Ucapan ayahnya menampar wajahnya begitu keras, seolah pria paruh baya itu sedang menyindirnya.

“Baik, Yah.”

Sekarang, yang mengganggu pikiran Abimanyu bukan hanya Gerald yang terang-terangan tertarik pada Inifera, tapi juga ayahnya yang menasehati dirinya, seolah dia tahu kalau Abimanyu sering pulang larut untuk menghindari istrinya.

Ya, selama ini pria itu memang sengaja pulang larut. Selain memang banyaknya pekerjaan. Abimanyu juga ingin menghindari Infiera. Dia sedikit merasa bersalah karena sampai sejauh ini, dirinya belum bisa membuka hati untuk wanita itu. Abimanyu masih membutuhkan waktu karena masih ada seseorang yang masih menempati sudut hatinya.

Begitu Abimanyu membuka pintu, dia kembali terkejut saat melihat wanita yang mulai mengganggu pikirannya sedang berbaring di lantai, di samping tempat tidurnya dengan beralaskan sprei tipis dan membungkus tubuhnya dengan selimut tebal.

Kenapa dia tidur di lantai?

Abimanyu sudah memberi tahu sebelumnya kalau Fiera bisa menggunakan tempat tidurnya dan dirinya akan tidur di kursi yang ada di dekat jendela kamarnya. Nyatanya, Infera malah tidur di lantai.

“Fiera, bangunlah. Jangan tidur di lantai.”  Tidak ada sahutan, Abimanyu bingung bagaimana caranya membangunkan wanita itu. “Fiera.” Dia menyentuh pundak wanita itu, tapi sang istri malah mengecapkan lidahnya dan sedikit bergumam.

“Kak Gio, apakah kakak tidak bosan memintaku untuk revisi?” gumamnya dengan mata terpejam, dia memiringkan tubuhnya seraya menarik selimut sampai ke lehernya.

Abimanyu menegang. Meski suara Fiera tidak terlalu jelas, tapi dia bisa mendengarnya dengan baik. Apa maksudnya? Siapa Gio? Apakah dia kekasihnya?

Hening, Fiera masih terlelap dalam tidurnya.

Abimanyu menggeleng, dia tidak dapat membiarkan wanita itu tidur di lantai. “Infiera Falguni, bangunlah. Kau harus pindah.” Kini dia mengguncang pundaknya dengan sedikit tenaga, membuat Fiera terganggu.

“Ada apa?” tanya Fiera membuka matanya, dia terkejut saat melihat wajah tampan nan tegas Abimanyu ada di hadapannya dengan jarak sedekat itu.

“Aaaaaaaa—mmmppptt!”

“Hei.” Abimanyu segera membekap mulut istrinya yang refleks berteriak. Dia menoleh ke arah pintu masuk. Ayahnya masih ada di bawah, sedang bekerja. “Kenapa kau berteriak?”

“Mmmfft!” Fiera menggeleng, dia tidak bisa menjawab karena Abimanyu membekapnya.

“Aku akan melepaskanmu, tapi jangan berteriak lagi.”

Fiera mengangguk pelan, matanya masih melihat ke arah suaminya.

“Kenapa Pa-Mas ada di sini?”

“Memangnya kenapa? Kau lupa tidur di mana?”

Abimanyu jengkel, wanita itu tidur di lantai, tapi bisa senyenyak itu, sampai lupa dia tidur di kamarnya, di lantai. Sedangkan dia masih ingat nama pria. Siapa tadi? Gio?

Fiera menoleh, dia melihat sekeliling, ternyata benar dia di kamar Abimanyu. Lupa, kalau ada di kamar pria itu. saat itulah Fiera ingat kalau mertuanya ada di rumah.

“Abi, ada apa? Kenapa Fiera berteriak?” Suara ayah terdengar dari luar, diikuti ketukan pelan di pintu.

Fiera membekap mulutnya terkejut, dia tidak menyangka kalau teriakannya terdengar sampai kamarnya yang ada di bawah.

Abimanyu menghela napas berat. Sudah kuduga. Pikirnya.

“Ayah masih kerja di ruang tengah.”

Hah...

Fiera ingin menenggelamkan kepalanya ke dasar jurang, malu sekali.

“Cepat naikkan selimutmu. Kita temui ayah.”

Fiera mengangguk. Dia meraih selimut dan melemparkannya ke atas tempat tidur. “Ayo.”

Keduanya berjalan menuju ke pintu masuk karena ayahnya masih mengetuk.

“Yah?”

“Apa terjadi sesuatu? Kenapa Fiera berteriak?” Wajah cemas ayah terlihat jelas, dia memperhatikan Fiera dari ujung kaki hingga kepala, tidak ada yang aneh, hanya rambutnya sedikit berantakan seperti orang bangun tidur.

“Tidak terjadi apa-apa. Dia hanya jatuh,” kata Abimanyu berbohong.

“Jatuh?”

“Dia kalau tidur sudah kaya baling-balik helikopter dan akhirnya terjatuh.”

Fiera menoleh, matanya melotot pada Abimanyu karena jawaban pria itu. Wajahnya merah padam karena malu. Alasan macam apa itu? Dasar gila! Umpat Fiera dalam hati, dia hanya tersenyum kaku pada ayah mertuanya.

“Maaf, ya, Yah, sudah membuat ayah khawatir.”

Ayah mertua menghela napas lega. Pria paruh baya sungguh tidak dibuat-buat. Dia tersenyum menepuk pundak putranya. “Sudah tidak apa-apa. Ayah hanya khawatir kalian terluka. Tidurlah, ini sudah malam. Kecuali kalau kalian mau bekerja lagi,” cetus ayah ambigu seraya berlalu pergi dan kembali menuruni anak tangga.

Baik Fiera maupun Abimanyu tentu paham ke mana arah pembicaraan ayah mereka. Wajah Fiera sudah mirip seperti buah bit, sedangkan Abimanyu hanya merona dan segera mendengkus pelan.

Wah! Fiera mengipasi wajahnya dengan tangan. Dia sedikit canggung karena ucapan ayah mertuanya.

Abimanyu berdehem sedikit untuk meredakan kegugupannya yang tiba-tiba, dia menoleh ke sampingnya. “Tidurlah di atas tempat tidur. Biar aku yang tidur di sofa.”

“Eh? Tidak apa-apa. Biar aku saja yang tidur di lantai.” Fiera meraih kembali selimutnya.

“Kubilang, tidurlah di tempat tidur!” tegasnya.

Abimanyu meraih selimutnya, lalu membawanya ke single sofa yang menghadap ke arah jendela. Biasanya, Abimanyu menghabiskan waktu di sana untuk membaca naskah yang sedang dikerjakannya. Dia duduk dengan meletakkan selimut di pangkuan.

Fiera menghela napas pelan. Akhirnya, dia tidak membantah lagi saat mendengar suara Abimanyu yang tegas. Dia bahkan sempat mengepalakan tangannya di udara. “Dasar tukang perintah!”

“Aku bisa mendengarnya!”

Fiera langsung menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya hingga kepala. Dia terkikik geli.

Abimanyu menatap nyalang ke arah luar jendela dengan background langit gelap yang dipenuhi bintang.

Abimanyu kembali memikirkan pernikahannya dengan Infiera. Sudah satu tahun hubungan itu terjalin, tapi hatinya sama sekali belum tergerak. Sekarang, kemunculan Almira semakin membingungkan bagi Abimanyu. Dia memang masih mengharapkan wanita itu. Bagaimana tidak, hubungan yang bertahun-tahun terjalin harus kandas karena perjodohan yang dilakukan kedua orang tuanya.

Jika Abimanyu terus mengabaikan Infiera, tentu saja akan menyakiti wanita itu. Tapi, jika dirinya menerima keberadaannya, itu bertentangan dengan hatinya yang masih menempatkan Almira di ruang paling spesial di dalam hatinya.

“Maafkan aku, biarkan semuanya seperti ini terlebih dahulu sampai aku benar-benar bisa melupakan dia, Fiera,” gumamnya, sebelum memejamkan mata dan terlelap ke alam mimpinya.

 

 

Terpopuler

Comments

🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘

🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘

🥰🥰🥰🥰🥰🥰

2024-11-15

0

Febby Fadila

Febby Fadila

lebih baik lepaskan fiera aja biar adil tau

2024-08-13

2

putia salim

putia salim

knp tdk brcerai saja,kasian kan fier jd digantungin g bisa bebas

2024-07-26

1

lihat semua
Episodes
1 Hukuman Dosen Galak
2 Seorang Penggemar
3 Dosen Baru
4 Pertengkaran
5 Memilih Mengabaikan
6 Gara-gara Pembalut
7 Kita Berteman
8 Kesialan Abimanyu
9 Mendapatkan Saingan
10 Maafkan Aku, Fiera
11 Mengajak ke KUA
12 Tuduhan yang Menyakitkan
13 Pemandangan tak Terduga
14 Termakan Godaan Sendiri
15 Bertamu Kembali
16 Sikap yang Membingungkan
17 Insiden Mengejutkan
18 Gara-gara Lingerie
19 Sangat Kecewa
20 Sindiran Gerald
21 Kebingungan Abimanyu
22 Ketegasan Infiera
23 Gagal Membujuk
24 Terus Mendiamkan
25 Abimanyu Sakit
26 Bagaimana Denganku?
27 Mints Bekal Makan Siang
28 Kecurigaan
29 Ajakan Makan Malam
30 Kencan Pertama
31 Mulai Bimbang
32 Dibawa Pergi
33 Maafkan Aku Fiera
34 Memberitahu Kebenaran
35 Gerald Pakar Cinta
36 Saingan Baru
37 Saatnya Pergi
38 Kepanasan
39 Menyusul ke Malang
40 Abimanyu Menggila
41 Senakin Cemburu
42 Pernyataan Cinta?
43 Gara-gara Baju
44 Kamu Istriku!
45 Membanggakan Istri
46 Baku Hantam
47 Meninggalkan
48 Rencana Mengumumkan
49 Aku Mencintaimu
50 Bolehkah Tidur Bersamamu?
51 Malam Syahdu Setelah Sekian Lama
52 Mengetahui Identitas Aslinya
53 Kenalkan, Infiera Istriku
54 Kekecewaan
55 Kekecewaan
56 Gara-gara Lingerie
57 Jawaban Lebih Menohok
58 Peringatan Gerald
59 Sebuah Permintaan
60 Retorika Perempuan
61 Persiapan Kejutan
62 Pikiran Picik
63 Kejutan Balas Dendam
64 Harapan Semu
65 Kebahagiaan Sempurna
66 Kebingungan Gerald
67 Kebohongan Gerald
68 Terpergok oleh Abimanyu
69 Sebuah Pesan
70 Maafkan Aku
71 Sadarlah Abimanyu!
72 Peringatan Gerald
73 Ingin Memberi Kejutan
74 Sebuah Kebohongan
75 Merasa Limbung
76 Peringatan Terakhir
77 Terlalu Sensitif
78 Tidak Bisa Berkompromi
79 Memergoki Semuanya
80 Semakin Kecewa
81 Kabar Kehamilan
82 Mencari keberadaan Infiera
83 Berpikir Sebelum Bertindak
84 Perlu Disadarkan
85 Sebuah Tamparan
86 Dukungan
87 Nasihat Orang Tua
88 Sayang, Bicaralah!
89 Kerinduan yang Disadari
90 Bertemu Kembali
91 Gara-gara Jaket Pink
92 Mengajarinya Cara Berkorban
93 Tertangkap Basah
94 Segalanya Sudah Berubah
95 Kekesalan Gerald
96 Tingkah Kekanakan
97 Abimanyu Ngidam?
98 Calon Ayah
99 Abimanyu Pingsan
100 Mengetahui yang Sebenarnya
101 Boleh Aku Melakukannya?
102 Merasa Tertarik
103 Fase Kehamilan
104 Kekasih Gerald
105 Mencoba Mengenalnya
106 Calon Istriku!
107 Mengharap Kejelasan
108 persiapan lamaran
109 Sebuah Kesepakatan
110 Menggoda Calon Pengantin
111 Gangguan Menyebalkan
112 Gombalan Gerald
113 Bertemu Masa Lalu
114 Gerald yang Galau
115 Keluh-kesah Gerald
116 Ketulusan Gerald
117 Pengganggu Menyebalkan
118 Saling Mengeja
119 Sebuah Permintaan
120 Tingkah Random
121 Proteksi Sang Kakak
122 Lika-Liku Calon Pengantin
123 Menuju Pertunangan
124 Nasehat Seorang Kakak
125 Hari pertunangan
126 Sebuah Bentakan
127 Undangan Bastian
128 Akal Bulus Bastian
129 Harus Tahu Diri
130 Pesan tak Terduga
131 Saling Berdamai
132 Tingkah Bastian
133 Holiday
134 Persiapan Lahiran
135 Hari Pernikahan
136 Kontraksi
137 Kebahagiaan yang Sempurna
138 Bonus 1
139 Bonus 2 Gagal Lagi
140 Bonus 3 Happy Ending
141 Penting
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Hukuman Dosen Galak
2
Seorang Penggemar
3
Dosen Baru
4
Pertengkaran
5
Memilih Mengabaikan
6
Gara-gara Pembalut
7
Kita Berteman
8
Kesialan Abimanyu
9
Mendapatkan Saingan
10
Maafkan Aku, Fiera
11
Mengajak ke KUA
12
Tuduhan yang Menyakitkan
13
Pemandangan tak Terduga
14
Termakan Godaan Sendiri
15
Bertamu Kembali
16
Sikap yang Membingungkan
17
Insiden Mengejutkan
18
Gara-gara Lingerie
19
Sangat Kecewa
20
Sindiran Gerald
21
Kebingungan Abimanyu
22
Ketegasan Infiera
23
Gagal Membujuk
24
Terus Mendiamkan
25
Abimanyu Sakit
26
Bagaimana Denganku?
27
Mints Bekal Makan Siang
28
Kecurigaan
29
Ajakan Makan Malam
30
Kencan Pertama
31
Mulai Bimbang
32
Dibawa Pergi
33
Maafkan Aku Fiera
34
Memberitahu Kebenaran
35
Gerald Pakar Cinta
36
Saingan Baru
37
Saatnya Pergi
38
Kepanasan
39
Menyusul ke Malang
40
Abimanyu Menggila
41
Senakin Cemburu
42
Pernyataan Cinta?
43
Gara-gara Baju
44
Kamu Istriku!
45
Membanggakan Istri
46
Baku Hantam
47
Meninggalkan
48
Rencana Mengumumkan
49
Aku Mencintaimu
50
Bolehkah Tidur Bersamamu?
51
Malam Syahdu Setelah Sekian Lama
52
Mengetahui Identitas Aslinya
53
Kenalkan, Infiera Istriku
54
Kekecewaan
55
Kekecewaan
56
Gara-gara Lingerie
57
Jawaban Lebih Menohok
58
Peringatan Gerald
59
Sebuah Permintaan
60
Retorika Perempuan
61
Persiapan Kejutan
62
Pikiran Picik
63
Kejutan Balas Dendam
64
Harapan Semu
65
Kebahagiaan Sempurna
66
Kebingungan Gerald
67
Kebohongan Gerald
68
Terpergok oleh Abimanyu
69
Sebuah Pesan
70
Maafkan Aku
71
Sadarlah Abimanyu!
72
Peringatan Gerald
73
Ingin Memberi Kejutan
74
Sebuah Kebohongan
75
Merasa Limbung
76
Peringatan Terakhir
77
Terlalu Sensitif
78
Tidak Bisa Berkompromi
79
Memergoki Semuanya
80
Semakin Kecewa
81
Kabar Kehamilan
82
Mencari keberadaan Infiera
83
Berpikir Sebelum Bertindak
84
Perlu Disadarkan
85
Sebuah Tamparan
86
Dukungan
87
Nasihat Orang Tua
88
Sayang, Bicaralah!
89
Kerinduan yang Disadari
90
Bertemu Kembali
91
Gara-gara Jaket Pink
92
Mengajarinya Cara Berkorban
93
Tertangkap Basah
94
Segalanya Sudah Berubah
95
Kekesalan Gerald
96
Tingkah Kekanakan
97
Abimanyu Ngidam?
98
Calon Ayah
99
Abimanyu Pingsan
100
Mengetahui yang Sebenarnya
101
Boleh Aku Melakukannya?
102
Merasa Tertarik
103
Fase Kehamilan
104
Kekasih Gerald
105
Mencoba Mengenalnya
106
Calon Istriku!
107
Mengharap Kejelasan
108
persiapan lamaran
109
Sebuah Kesepakatan
110
Menggoda Calon Pengantin
111
Gangguan Menyebalkan
112
Gombalan Gerald
113
Bertemu Masa Lalu
114
Gerald yang Galau
115
Keluh-kesah Gerald
116
Ketulusan Gerald
117
Pengganggu Menyebalkan
118
Saling Mengeja
119
Sebuah Permintaan
120
Tingkah Random
121
Proteksi Sang Kakak
122
Lika-Liku Calon Pengantin
123
Menuju Pertunangan
124
Nasehat Seorang Kakak
125
Hari pertunangan
126
Sebuah Bentakan
127
Undangan Bastian
128
Akal Bulus Bastian
129
Harus Tahu Diri
130
Pesan tak Terduga
131
Saling Berdamai
132
Tingkah Bastian
133
Holiday
134
Persiapan Lahiran
135
Hari Pernikahan
136
Kontraksi
137
Kebahagiaan yang Sempurna
138
Bonus 1
139
Bonus 2 Gagal Lagi
140
Bonus 3 Happy Ending
141
Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!