Dosen Baru

Awal pernikahan, Infiera sempat menempatkan dirinya untuk menjadi istri yang baik, karena memang itulah yang harus dia lakukan. Akan tetapi, setelah tiga hari pernikahan dan mereka kembali ke Jakarta. Abimanyu berkata, “Kita sama-sama tahu kalau pernikahan ini benar-benar terpaksa dilakukan. Mungkin, ada baiknya kita tidur di kamar yang berbeda. Ada satu kamar di dekat ruang kerjaku, yang bisa kamu tempati. Sedangkan aku akan tidur di kamar atas.”

Saat itu, Fiera merasakan dunianya runtuh. Meski itu sebuah perjodohan, tapi dia tidak pernah menganggapnya main-main.

Namun, setelah hari-hari berlalu. Infiera merasakan hatinya terasa sesak. Dia berusaha menerima keadaan itu, sampai di tahap dia bisa acuh tak acuh dengan keberadaan Abimanyu, karena pria itu juga mengabaikan keberadaannya di rumah.

Mereka tidak akan pernah saling menyapa jika tidak ada kepentingan. Abimanyu akan bicara benar-benar seperlunya.

Hal itu jugalah yang akhirnya membuat Infiera bertekad menyelesaikan kuliahnya lebih cepat, supaya dia bisa segera bekerja dan tidak lagi tergantung pada Abimanyu. Mungkin, setelah itu mereka akan bercerai. Infiera mulai tidak peduli dengan hal itu. Toh, awalnya dia menempatkan diri sebagai istri, kalau akhirnya diabaikan, kenapa dia harus bertahan?

Seperti siang ini, saat Infiera masuk ke ruangan dosen, dia melihat keberadaan Abimanyu. Infiera bisa melewatinya, seperti pria itu kasat di matanya.

Infiera keluar dari ruangan dosen dengan senyum lebar di wajahnya, merasa lucu dengan ekspresi kesal wajah dosennya, dengan penolakannya untuk menjadi asisten dosen.

“Hei, lu kenapa senyum-senyum sendiri? Kesambet setan ruang dosen, lo?”

Fiera menoleh, Anis, sahabatnya baru keluar dari ruang kelas bersama dengan Bimo.

Fiera menggeleng. “Bukan, Pak Gerald masih saja minta gue buat jadi asistennya. Lo, kan, tahu kalau gue ga bisa.”

Anis mengangguk karena dia sudah tahu alasannya. Dari semua teman-temannya, hanya dia yang tahu jika Fiera adalah penulis novel online selama ini. Bisa dibilang, dirinya juga penggemar berat novelnya. Beruntung memiliki teman penulis, pikirnya, karena bisa meneror untuk segera melanjutkan jalan ceritanya.

“Haha ... memelas banget, itu, dosen jomblo.” Anis terkekeh geli. Dia tahu bagaimana Gerald meminta Fiera untuk jadi asistennya, tapi langsung ditolaknya.

“Hus! Jangan kenceng-kenceng. Entar dia dengar.” Fiera mengingatkan. “Mau, lo, nilai semester ini dipangkas?”

Anis bergidik ngeri. “Dih, nilai dari dia engga pernah bagus, masih mau dipangkas juga.”

“Makanya, tutup mulut lemes lo itu.” Bimo menyahut setelah beberapa saat hanya menyimak.

Mereka bertiga berjalan menuju kantin. Fiera belum makan sejak pagi, gara-gara Abimanyu hanya membuat salad untuk sarapannya. Padahal, biasanya Abimanyu hanya akan membuat sarapan untuk dirinya sendiri, sedangkan Fiera akan makan nasi dan telur dadar atau makan di kantin.

“Non Fiera, mau nasi goreng?” Mang Ujang berteriak dari balik meja yang sudah menyajikan beberapa menu makan siang. Banyak mahasiswa yang makan di sana karena harganya ramah di kantong.

Fiera menjentikkan jarinya senang. “Mang Ujang tahu aja kalau aku mau makan nasi goreng hari ini.”

“Oh, tentu, Mang Ujang tahu, kita, kan, sudah satu sel otak.”

Ucapan mamang kantin itu langsung mengundang tawa para mahasiswa. Mereka sudah terbiasa dengan hal itu. Fiera dan Mang Ujang sudah seperti sahabatan.  

Fiera hanya menanggapinya dengan acungan jempol, lalu melangkah menuju mesin pendingin dan mengambil satu boto air mineral.

“Mang Ujang, aku juga mau, dong, nasi gorengnya.” Bimo berkata dengan meletakkan beberapa kue basah yang diambilnya dari meja-meja itu untuk dibayar.

“Tidak. Nasi goreng khusus Mang Ujang hanya untuk Non Fiera.”

“Dih, Mang Ujang.” Bimo mendengkus, dia tahu kalau jawaban itu yang akan diberikan mamang kantin padanya. Bimo juga hanya bercanda, terlihat dari tangannya yang sudah mengambil piring dan juga menyendok nasi dan sayur ke dalamnya.

Beberapa saat kemudian, beberapa mahasiswa juga mulai mengambil makanan sambil berbicara satu sama lain.

“Aku dengar, katanya kita akan kedatangan dosen baru, ya? Untuk menggantikan Pak Karim yang baru aja dipindah tugaskan.” Salah satu mahasiswa berkata.

“Aku dengar juga begitu. Mudah-mudahan saja dosennya setampan Pak Abi, tapi versi ramahnya.” Yang lainnya juga menyahut.

“Maaf, kalian harus kecewa karena dosennya wanita.”

Bu Gina, petugas perpustakaan menyahut. Dia berjalan untuk mengambil beberapa kue basah di sana. “Dosennya hari ini sudah masuk. Mungkin hari ini apa besok sudah mulai mengajar.”

Beberapa mahasiswa yang tadi sedang membicarakan dosen baru itu seketika berseru kecewa, “Ya, padahal aku ingin ada Pak Abi versi ramahnya. Kenapa, sih, wajahnya selalu mode Doctor Strange?”

Fiera yang sejak tadi menunggu pesanannya selesai dibuat hanya bisa menahan senyum dengan sebutan mahasiswa lain mengenai Abimanyu.

‘Bener, dia mah Doctor Strange mode datang bulan,” gerutu Fiera dalam hati, dia teringat perkataan Abimanyu kemarin sore, itu masih membuatnya sakit hati.

Fiera menerima nasi goreng dari Mang Ujang. Kedua temannya sudah lebih dulu duduk di salah satu meja panjang paling pojok karena meja lainnya sudah terisi.

Baru saja beberapa langkah dia berjalan. Bu Gina yang sebelumnya memberi tahu mengenai kedatangan dosen baru itu berujar, “Wah, panjang umur mereka datang ke sini.”

Benar saja, Fiera melihat tiga orang berjalan ke arah mereka. Abimanyu, Gerald, dan juga seorang wanita berambut sebahu berjalan beriringan.

Sama seperti biasanya, Fiera akan mengabaikan Abimanyu jika mereka tidak sengaja berpapasan. Dia melangkah ke arah yang sama datangnya ketiga dosen muda itu.

“Heh, Fiera, kau benar-benar tidak akan mengubah keputusan, apa?” Gerald tiba-tiba menghalangi langkahnya, membuat wanita itu mengangkat wajahnya. Sekilas, matanya bertatapan dengan Abimanyu, sebelum dia memalingkan pandangan pada Gerald.

“Maaf, Pak, belum ada setting undo soalnya, jadi saya tidak bisa mengubahnya.”

Gerald tercengang dengan jawaban Infiera. “Ck! Kau akan mendapatkan nilai jelek jika menolak tawaranku.”

“Tidak apa-apa, Pak, lagian bapak juga engga pernah ngasih nilai yang bagus, kan?”

Gerald semakin tercengang dengan jawaban gadis itu. Sedangkan Abimanyu hanya memasang wajah datarnya, mendengar percakapan istrinya dengan rekan kerjanya yang terdengar sangat akrab. Padahal, jika bicara dengannya, gadis itu akan bicara begitu formal.

Kenapa dia merasa kesal dengan itu?

“Bi, ayo, biarkan Pak Gerald berbincang. Aku sudah lapar.” Wanita yang berdiri di samping kiri Abimanyu merangkul tangannya tiba-tiba.

Fiera yang awalnya ingin mengabaikan keberadaan pria itu sedikit tertegun. Dia sempat bersitatap sampai akhirnya suara Gerald kembali menarik perhatiannya.

“Ya, benar, kalian pergi saja duluan. Husss!”

Abi masih memasang wajah datar, dia hanya mengangguk. Matanya melirik Fiera sekilas sampai akhirnya, dia melangkah bersama dengan dosen wanita yang ada di sampingnya.

“Fiera, kau ini, kenapa kalau bicara engga pernah pakai remnya.” Gerald kembali berbicara setengah menggerutu, membahas jawaban mahasiswinya yang terlampau jujur.

Fiera tersenyum canggung. Entah kenapa dia sedikit merasa terganggu dengan pemandangan yang ada di hadapannya tadi. Apakah Abimanyu mengenal dosen wanita yang baru itu?

Ah, tentu saja. Dari panggilan dan juga gerak-geriknya saja sudah menunjukkan kalau mereka cukup akrab.

 

Terpopuler

Comments

Oseng Oseng Sawit

Oseng Oseng Sawit

bucin ni

2024-05-13

0

Khairul Azam

Khairul Azam

tar psti jg bucin.. 😂

2024-03-08

0

Hera Puspita Sari

Hera Puspita Sari

ikut nyeri di hati baca nya 🥺🥺

2024-03-05

2

lihat semua
Episodes
1 Hukuman Dosen Galak
2 Seorang Penggemar
3 Dosen Baru
4 Pertengkaran
5 Memilih Mengabaikan
6 Gara-gara Pembalut
7 Kita Berteman
8 Kesialan Abimanyu
9 Mendapatkan Saingan
10 Maafkan Aku, Fiera
11 Mengajak ke KUA
12 Tuduhan yang Menyakitkan
13 Pemandangan tak Terduga
14 Termakan Godaan Sendiri
15 Bertamu Kembali
16 Sikap yang Membingungkan
17 Insiden Mengejutkan
18 Gara-gara Lingerie
19 Sangat Kecewa
20 Sindiran Gerald
21 Kebingungan Abimanyu
22 Ketegasan Infiera
23 Gagal Membujuk
24 Terus Mendiamkan
25 Abimanyu Sakit
26 Bagaimana Denganku?
27 Mints Bekal Makan Siang
28 Kecurigaan
29 Ajakan Makan Malam
30 Kencan Pertama
31 Mulai Bimbang
32 Dibawa Pergi
33 Maafkan Aku Fiera
34 Memberitahu Kebenaran
35 Gerald Pakar Cinta
36 Saingan Baru
37 Saatnya Pergi
38 Kepanasan
39 Menyusul ke Malang
40 Abimanyu Menggila
41 Senakin Cemburu
42 Pernyataan Cinta?
43 Gara-gara Baju
44 Kamu Istriku!
45 Membanggakan Istri
46 Baku Hantam
47 Meninggalkan
48 Rencana Mengumumkan
49 Aku Mencintaimu
50 Bolehkah Tidur Bersamamu?
51 Malam Syahdu Setelah Sekian Lama
52 Mengetahui Identitas Aslinya
53 Kenalkan, Infiera Istriku
54 Kekecewaan
55 Kekecewaan
56 Gara-gara Lingerie
57 Jawaban Lebih Menohok
58 Peringatan Gerald
59 Sebuah Permintaan
60 Retorika Perempuan
61 Persiapan Kejutan
62 Pikiran Picik
63 Kejutan Balas Dendam
64 Harapan Semu
65 Kebahagiaan Sempurna
66 Kebingungan Gerald
67 Kebohongan Gerald
68 Terpergok oleh Abimanyu
69 Sebuah Pesan
70 Maafkan Aku
71 Sadarlah Abimanyu!
72 Peringatan Gerald
73 Ingin Memberi Kejutan
74 Sebuah Kebohongan
75 Merasa Limbung
76 Peringatan Terakhir
77 Terlalu Sensitif
78 Tidak Bisa Berkompromi
79 Memergoki Semuanya
80 Semakin Kecewa
81 Kabar Kehamilan
82 Mencari keberadaan Infiera
83 Berpikir Sebelum Bertindak
84 Perlu Disadarkan
85 Sebuah Tamparan
86 Dukungan
87 Nasihat Orang Tua
88 Sayang, Bicaralah!
89 Kerinduan yang Disadari
90 Bertemu Kembali
91 Gara-gara Jaket Pink
92 Mengajarinya Cara Berkorban
93 Tertangkap Basah
94 Segalanya Sudah Berubah
95 Kekesalan Gerald
96 Tingkah Kekanakan
97 Abimanyu Ngidam?
98 Calon Ayah
99 Abimanyu Pingsan
100 Mengetahui yang Sebenarnya
101 Boleh Aku Melakukannya?
102 Merasa Tertarik
103 Fase Kehamilan
104 Kekasih Gerald
105 Mencoba Mengenalnya
106 Calon Istriku!
107 Mengharap Kejelasan
108 persiapan lamaran
109 Sebuah Kesepakatan
110 Menggoda Calon Pengantin
111 Gangguan Menyebalkan
112 Gombalan Gerald
113 Bertemu Masa Lalu
114 Gerald yang Galau
115 Keluh-kesah Gerald
116 Ketulusan Gerald
117 Pengganggu Menyebalkan
118 Saling Mengeja
119 Sebuah Permintaan
120 Tingkah Random
121 Proteksi Sang Kakak
122 Lika-Liku Calon Pengantin
123 Menuju Pertunangan
124 Nasehat Seorang Kakak
125 Hari pertunangan
126 Sebuah Bentakan
127 Undangan Bastian
128 Akal Bulus Bastian
129 Harus Tahu Diri
130 Pesan tak Terduga
131 Saling Berdamai
132 Tingkah Bastian
133 Holiday
134 Persiapan Lahiran
135 Hari Pernikahan
136 Kontraksi
137 Kebahagiaan yang Sempurna
138 Bonus 1
139 Bonus 2 Gagal Lagi
140 Bonus 3 Happy Ending
141 Penting
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Hukuman Dosen Galak
2
Seorang Penggemar
3
Dosen Baru
4
Pertengkaran
5
Memilih Mengabaikan
6
Gara-gara Pembalut
7
Kita Berteman
8
Kesialan Abimanyu
9
Mendapatkan Saingan
10
Maafkan Aku, Fiera
11
Mengajak ke KUA
12
Tuduhan yang Menyakitkan
13
Pemandangan tak Terduga
14
Termakan Godaan Sendiri
15
Bertamu Kembali
16
Sikap yang Membingungkan
17
Insiden Mengejutkan
18
Gara-gara Lingerie
19
Sangat Kecewa
20
Sindiran Gerald
21
Kebingungan Abimanyu
22
Ketegasan Infiera
23
Gagal Membujuk
24
Terus Mendiamkan
25
Abimanyu Sakit
26
Bagaimana Denganku?
27
Mints Bekal Makan Siang
28
Kecurigaan
29
Ajakan Makan Malam
30
Kencan Pertama
31
Mulai Bimbang
32
Dibawa Pergi
33
Maafkan Aku Fiera
34
Memberitahu Kebenaran
35
Gerald Pakar Cinta
36
Saingan Baru
37
Saatnya Pergi
38
Kepanasan
39
Menyusul ke Malang
40
Abimanyu Menggila
41
Senakin Cemburu
42
Pernyataan Cinta?
43
Gara-gara Baju
44
Kamu Istriku!
45
Membanggakan Istri
46
Baku Hantam
47
Meninggalkan
48
Rencana Mengumumkan
49
Aku Mencintaimu
50
Bolehkah Tidur Bersamamu?
51
Malam Syahdu Setelah Sekian Lama
52
Mengetahui Identitas Aslinya
53
Kenalkan, Infiera Istriku
54
Kekecewaan
55
Kekecewaan
56
Gara-gara Lingerie
57
Jawaban Lebih Menohok
58
Peringatan Gerald
59
Sebuah Permintaan
60
Retorika Perempuan
61
Persiapan Kejutan
62
Pikiran Picik
63
Kejutan Balas Dendam
64
Harapan Semu
65
Kebahagiaan Sempurna
66
Kebingungan Gerald
67
Kebohongan Gerald
68
Terpergok oleh Abimanyu
69
Sebuah Pesan
70
Maafkan Aku
71
Sadarlah Abimanyu!
72
Peringatan Gerald
73
Ingin Memberi Kejutan
74
Sebuah Kebohongan
75
Merasa Limbung
76
Peringatan Terakhir
77
Terlalu Sensitif
78
Tidak Bisa Berkompromi
79
Memergoki Semuanya
80
Semakin Kecewa
81
Kabar Kehamilan
82
Mencari keberadaan Infiera
83
Berpikir Sebelum Bertindak
84
Perlu Disadarkan
85
Sebuah Tamparan
86
Dukungan
87
Nasihat Orang Tua
88
Sayang, Bicaralah!
89
Kerinduan yang Disadari
90
Bertemu Kembali
91
Gara-gara Jaket Pink
92
Mengajarinya Cara Berkorban
93
Tertangkap Basah
94
Segalanya Sudah Berubah
95
Kekesalan Gerald
96
Tingkah Kekanakan
97
Abimanyu Ngidam?
98
Calon Ayah
99
Abimanyu Pingsan
100
Mengetahui yang Sebenarnya
101
Boleh Aku Melakukannya?
102
Merasa Tertarik
103
Fase Kehamilan
104
Kekasih Gerald
105
Mencoba Mengenalnya
106
Calon Istriku!
107
Mengharap Kejelasan
108
persiapan lamaran
109
Sebuah Kesepakatan
110
Menggoda Calon Pengantin
111
Gangguan Menyebalkan
112
Gombalan Gerald
113
Bertemu Masa Lalu
114
Gerald yang Galau
115
Keluh-kesah Gerald
116
Ketulusan Gerald
117
Pengganggu Menyebalkan
118
Saling Mengeja
119
Sebuah Permintaan
120
Tingkah Random
121
Proteksi Sang Kakak
122
Lika-Liku Calon Pengantin
123
Menuju Pertunangan
124
Nasehat Seorang Kakak
125
Hari pertunangan
126
Sebuah Bentakan
127
Undangan Bastian
128
Akal Bulus Bastian
129
Harus Tahu Diri
130
Pesan tak Terduga
131
Saling Berdamai
132
Tingkah Bastian
133
Holiday
134
Persiapan Lahiran
135
Hari Pernikahan
136
Kontraksi
137
Kebahagiaan yang Sempurna
138
Bonus 1
139
Bonus 2 Gagal Lagi
140
Bonus 3 Happy Ending
141
Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!