Bertamu Kembali

Di sebuah perayaan aqiqah, Gunawan, ayah Abimanyu menikmati acaranya dengan khidmat. Beliau disambut dengan hangat oleh pemilik hajat.

Itu karena Gunawan jarang sekali bisa memenuhi undangan dari teman-temannya yang ada di Jakarta. Dikarenakan, dirinya berdomisili di Palembang sebagai dokter bedah.

Selesai acara, Gunawan tidak langsung pulang ke rumah Abimanyu. Dia memilih bercengkrama bersama dengan teman-temannya yang lain.  

“Gun, apakah kau ingat saat masa SMA kita sering pulang lebih awal hanya untuk bermain PS di rumah Arnold?”

Gunawan tertawa mendengar ucapan temannya itu. “Kau masih saja ingat hal itu, tapi menyenangkan juga.”

Semua orang tertawa, seperti sedang membanggakan kenakalan masa muda mereka semasa SMA.

“Aku tidak menyangka kalau kau akan jadi dokter hebat sekarang.”

“Ah, kau juga hebat, kita semua hebat di bidang kita masing-masing.”

Semua orang menyetujui ucapan Gunawan.

“Saat kamu menikahkan putramu, sayangnya kami tidak bisa hadir.”

Pria paruh baya yang bernama Arnold Keegan menimpali. “Saat itu aku sedang berada di luar negeri dan yang lainnya ada urusan yang tidak bisa ditinggal.”

“Haha ... Itu tidak masalah. Lagi pula, acaranya tidak terlalu meriah. Kami hanya mengadakan syukuran kecil-kecilan yang dihadiri keluarga.”

“Gun, saya iri denganmu yang sudah punya menantu. Saya juga ingin Gerald segera menikah. Saat saya menceritakan mengenai hal ini, dia hanya tertawa. Saya tidak menyangka kalau ternyata anak kita bekerja di tempat yang sama.” Arnold ingat saat dia menceritakan mengenai temannya kepada sang putra, dia mengatakan kalau dirinya juga mengenal putra Gunawan yang bernama Abimanyu.

Saat Arnold membahas pernikahan Abimanyu, Gerald terus bertanya ini itu, tapi ketika dia menuntut putranya untuk segera menikah dia hanya mengatakan akan segera membawa calon istrinya kalau sudah diangkat jadi rektor.

“Haha ... nanti juga putramu akan menikah jika sudah ada wanita yang cocok dengannya.” Semua orang tua itu saling membahas putra mereka masing-masing, dan hanya Gunawan satu-satunya yang sudah memiliki menantu.

***

Siapa sangka, saat sampai di sebuah mal, Fiera harus kembali bertemu dengan Abimanyu dan juga Almira yang sedang berada di sebuah toko pakaian. Fiera bahkan sempat menghentikan langkahnya di pintu masuk, tapi Gerald mendorong wanita itu untuk masuk.

“Fiera, kau tahu kalau kata orang tua. Jika kau berdiri di pintu masuk dan menghalangi jalan, kau akan susah dapat jodoh,” sungut Gerald, dia juga sudah melihat keberadaan dua rekannya yang ada di toko itu.

Fiera mendengkus. “Itu mitos, Pak, yang benar adalah aku akan menghalangi orang yang akan lewat.

“Itu kau tau.”

Fiera hanya menggeleng.

“Haha ... tidak menyangka kita akan bertemu lagi di sini.” Gerald berkata lagi pada rekannya.

Abimanyu hanya menanggapinya dengan anggukan kecil dan ekspresi datar. Sedangkan Almira tertawa setuju dengan ucapan Gerald. “Ya sudah, kita sama-sama saja cari kadonya.”

Gerald menjentikkan jarinya, lalu mengatakan pada tiga mahasiswanya untuk segera memilih hadiah mereka.

“Kalau begitu, kami permisi, ya, Pak.” Anisa menarik tangan Infiera untuk menjauh dari para dosen, diikuti Bimo yang setia mengikuti kedua wanita itu.

“Mereka cocok sekali, ya, Fier,” bisik Anisa, sesekali melirik ke arah Abimanyu dan juga Almira yang berjalan beriringan, mencari kado untuk rekan mereka.

Infiera hanya melirik keduanya, tapi tidak mengomentari apa-apa.

“Jangan bergosip. Kita harus mencari kado. Gue lapar ini. Biar cepat bisa makan.”

“Bagaimana kalau kita berpencar? Lo pilih satu barang, gue satu barang. Bagaimana?” tanya Fiera pada Anisa.

“Terus dia, kerjaannya apa?” Anisa menunjuk Bimo yang ada di sebelahnya.”

“Ya, dia yang bayar tentunya. Haha...”

“Hei, sialan! Uangnya sudah kalian pegang, ya, gue sudah iuran sesuai kesepakatan.”

“Ya sudah, lo kebagian yang bawa belanjaannya.”

“Oke!”

Ketiga orang itu segera berpencar. Sebenarnya, mereka sengaja tidak menyuruh Bimo yang memilih karena pria itu sama sekali tidak pandai. Bimo sejak kemarin hanya mengatakan untuk membeli handuk couple sebagai hadiah. Yang benar saja!

Anisa memilih untuk mencari sepatu couple, sedang Fiera dia memilih untuk mencari sebuah tas. Bu Gina setiap hari selalu membawa banyak barang, jadi sepertinya itu akan sangat berguna.

Dia memindai satu persatu tas wanita yang berukuran cukup besar, yang bisa membawa banyak barang. Dia tersenyum saat melihat tas yang sepertinya cocok untuk Bu Gina. Selain warnanya yang pas, ukurannya juga sesuai keinginannya. Fiera memanggil pelayan toko untuk membungkusnya terlebih dahulu karena dia masih berniat mencari barang yang lainnya.

Sepertinya, sudah cukup lama dia tidak membeli pakaian dan juga barang lainnya. Tabungannya dari menulis online masih cukup untuk membeli satu set pakaian dan juga sepatu.

“Mau pilih pakaian untuk kerja, Mbak?” tanya seorang pelayan toko yang hendak membantu Fiera.

“Bukan, saya ingin membeli pakaian sehari-hari saja. Buat kuliah.”

“Ah, ini bagian sini, Mbak. Pasti cocok untuk Mbaknya.”

Fiera berbinar saat melihat deretan pakaian yang ditunjuk oleh pelayan toko itu. Dia mencoba memilih model pakaian yang dirasa cocok untuknya. Namun, saat melihat harganya, ternyata harganya lumayan juga.

“Wah, pakaiannya bagus-bagus, Mbak, tapi harganya tidak cocok di kantong saya yang seorang mahasiswa.” Fiera tertawa, pelayan tokonya juga mengerti, dia langsung menunjukkan deretan pakaian lainnya, yang mungkin juga bisa cocok dengan Fiera.

Wanita itu terus memilih, tapi memang tidak ada harga yang cocok. Fiera terkekeh. Memang sepertinya dia harus membeli baju di pasar tradisional bukan di mal seperti ini. Setiap kali melihat harganya, dia hanya bisa mengelus dada dan dompetnya.

Akhirnya, Fiera memutuskan untuk menahan keinginannya membeli pakaian dan menghampiri dua temannya yang lain untuk membayar barang pilihan mereka.

“Kalian sudah selesai?” tanya Gerald yang muncul dengan kantong belanjaan di tangannya.

“Sudah, Pak....” Anisa melirik kantong belanjaan Gerald. “Wih, Bapak belanjanya banyak banget.” Mereka melihat dua kantong berukuran cukup besar, yang salah satunya adalah belanjaan yang langsung dibungkus kado, dan yang lainnya berada di kantong kecil.

“Ini, untuk kalian.” Gerald memberikan kantong-kantong kecil itu pada tiga mahasiswanya. Jika dilihat, sepertinya itu adalah kaos.”

“Asiikkk, kita ditraktir, Fier!” seru Anisa senang, dia menerima kantong-kantong itu dan membaginya pada yang lain.

“Makasih, ya, Pak, saya doakan bapak sepat menikah.” Bimo berkelakar, matanya berbinar melihat kaos abu-abu di dalam kantong yang diberikan dosennya.

“Haha ... tenang saja, segera,” cetus Gerald, melirik ke arah Fiera yang juga mengucapkan terima kasih.

Di sisi lain, Abimanyu dan Almira juga masih memilih apa yang ingin mereka berikan pada Bu Gina.

“Bi, apakah kamu ingin membeli pakaian? Aku akan membantu memilihkannya.” Dulu, saat mereka berpacaran. Almira yang biasanya membantu Abimanyu berbelanja kebutuhannya. Dia juga akan membantu memilihkan pakaiannya.

“Tidak perlu.” Mata Abimanyu melirik ke deretan pakaian, lalu melangkah ke arah sana. Dia mengambil beberapa setel pakaian di sana.

“Bi, kamu mau membelikanku pakaian? Tapi, ini tidak cocok untukku, seperti mahasiswa.” Almira tertawa dengan selera Abimanyu. Apakah dia lupa kalau dirinya terlalu tua untuk mengenakan pakaian seperti itu.

“Emm ... aku membelinya untuk istriku,” ucap Abimanyu tiba-tiba. Saat Infiera sedang memilih pakaian, dia sebenarnya berdiri tidak jauh dari wanita itu dan melihat jelas pakaian mana saja yang disentuhnya. Abimanyu juga mendengar apa yang dikatakan oleh Fiera, kalau pakaiannya terlalu mahal.

Itu membuat Abimanyu heran, kenapa Fiera tidak mau menggunakan kartunya untuk membeli pakaiannya? Padahal, Abimanyu memberikannya memang untuk dia gunakan. Akhirnya, Abimanyu memutuskan untuk membelikannya sendiri.

Senyum di wajah Almira seketika lenyap, dia terlihat canggung. “Ah, seperti itu, ya.”

Abimanyu tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia hanya memilih sekitar tiga setel pakaian dan juga sepatu untuk istrinya.

Almira merasakan dadanya sesak, melihat Abimanyu yang begitu memperhatikan istrinya. Andai saja, saat Abimanyu mengajaknya menikah dia langsung menyetujuinya.

Mungkin saat ini, wanita yang akan diperhatikan Abimanyu adalah dirinya. Sayangnya, saat itu Almira menolak karena dia masih ingin melanjutkan kuliahnya. Dia sudah berjanji untuk menikah jika dirinya sudah mendapatkan gelar doktor. Ambisinya tidak pernah berubah sejak dulu.

Meski Abimanyu sempat meyakinkan dirinya, kalau selepas menikah dia masih bisa melanjutkan pendidikan. Namun, Almira tetap menolaknya. Sekarang, nasi sudah menjadi bubur, pria itu sudah memiliki seorang istri di sisinya.

Terpopuler

Comments

Febby Fadila

Febby Fadila

malunya ke ubun2 tu almira /Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/

2024-08-13

0

putia salim

putia salim

duch....pst almira malu bngt....,udah dikira beli baju untuk dirinya,ee....g taunya beli buat istrinya😀

2024-07-26

1

Anonymous

Anonymous

Nih cewe kegeeran.

2024-04-23

4

lihat semua
Episodes
1 Hukuman Dosen Galak
2 Seorang Penggemar
3 Dosen Baru
4 Pertengkaran
5 Memilih Mengabaikan
6 Gara-gara Pembalut
7 Kita Berteman
8 Kesialan Abimanyu
9 Mendapatkan Saingan
10 Maafkan Aku, Fiera
11 Mengajak ke KUA
12 Tuduhan yang Menyakitkan
13 Pemandangan tak Terduga
14 Termakan Godaan Sendiri
15 Bertamu Kembali
16 Sikap yang Membingungkan
17 Insiden Mengejutkan
18 Gara-gara Lingerie
19 Sangat Kecewa
20 Sindiran Gerald
21 Kebingungan Abimanyu
22 Ketegasan Infiera
23 Gagal Membujuk
24 Terus Mendiamkan
25 Abimanyu Sakit
26 Bagaimana Denganku?
27 Mints Bekal Makan Siang
28 Kecurigaan
29 Ajakan Makan Malam
30 Kencan Pertama
31 Mulai Bimbang
32 Dibawa Pergi
33 Maafkan Aku Fiera
34 Memberitahu Kebenaran
35 Gerald Pakar Cinta
36 Saingan Baru
37 Saatnya Pergi
38 Kepanasan
39 Menyusul ke Malang
40 Abimanyu Menggila
41 Senakin Cemburu
42 Pernyataan Cinta?
43 Gara-gara Baju
44 Kamu Istriku!
45 Membanggakan Istri
46 Baku Hantam
47 Meninggalkan
48 Rencana Mengumumkan
49 Aku Mencintaimu
50 Bolehkah Tidur Bersamamu?
51 Malam Syahdu Setelah Sekian Lama
52 Mengetahui Identitas Aslinya
53 Kenalkan, Infiera Istriku
54 Kekecewaan
55 Kekecewaan
56 Gara-gara Lingerie
57 Jawaban Lebih Menohok
58 Peringatan Gerald
59 Sebuah Permintaan
60 Retorika Perempuan
61 Persiapan Kejutan
62 Pikiran Picik
63 Kejutan Balas Dendam
64 Harapan Semu
65 Kebahagiaan Sempurna
66 Kebingungan Gerald
67 Kebohongan Gerald
68 Terpergok oleh Abimanyu
69 Sebuah Pesan
70 Maafkan Aku
71 Sadarlah Abimanyu!
72 Peringatan Gerald
73 Ingin Memberi Kejutan
74 Sebuah Kebohongan
75 Merasa Limbung
76 Peringatan Terakhir
77 Terlalu Sensitif
78 Tidak Bisa Berkompromi
79 Memergoki Semuanya
80 Semakin Kecewa
81 Kabar Kehamilan
82 Mencari keberadaan Infiera
83 Berpikir Sebelum Bertindak
84 Perlu Disadarkan
85 Sebuah Tamparan
86 Dukungan
87 Nasihat Orang Tua
88 Sayang, Bicaralah!
89 Kerinduan yang Disadari
90 Bertemu Kembali
91 Gara-gara Jaket Pink
92 Mengajarinya Cara Berkorban
93 Tertangkap Basah
94 Segalanya Sudah Berubah
95 Kekesalan Gerald
96 Tingkah Kekanakan
97 Abimanyu Ngidam?
98 Calon Ayah
99 Abimanyu Pingsan
100 Mengetahui yang Sebenarnya
101 Boleh Aku Melakukannya?
102 Merasa Tertarik
103 Fase Kehamilan
104 Kekasih Gerald
105 Mencoba Mengenalnya
106 Calon Istriku!
107 Mengharap Kejelasan
108 persiapan lamaran
109 Sebuah Kesepakatan
110 Menggoda Calon Pengantin
111 Gangguan Menyebalkan
112 Gombalan Gerald
113 Bertemu Masa Lalu
114 Gerald yang Galau
115 Keluh-kesah Gerald
116 Ketulusan Gerald
117 Pengganggu Menyebalkan
118 Saling Mengeja
119 Sebuah Permintaan
120 Tingkah Random
121 Proteksi Sang Kakak
122 Lika-Liku Calon Pengantin
123 Menuju Pertunangan
124 Nasehat Seorang Kakak
125 Hari pertunangan
126 Sebuah Bentakan
127 Undangan Bastian
128 Akal Bulus Bastian
129 Harus Tahu Diri
130 Pesan tak Terduga
131 Saling Berdamai
132 Tingkah Bastian
133 Holiday
134 Persiapan Lahiran
135 Hari Pernikahan
136 Kontraksi
137 Kebahagiaan yang Sempurna
138 Bonus 1
139 Bonus 2 Gagal Lagi
140 Bonus 3 Happy Ending
141 Penting
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Hukuman Dosen Galak
2
Seorang Penggemar
3
Dosen Baru
4
Pertengkaran
5
Memilih Mengabaikan
6
Gara-gara Pembalut
7
Kita Berteman
8
Kesialan Abimanyu
9
Mendapatkan Saingan
10
Maafkan Aku, Fiera
11
Mengajak ke KUA
12
Tuduhan yang Menyakitkan
13
Pemandangan tak Terduga
14
Termakan Godaan Sendiri
15
Bertamu Kembali
16
Sikap yang Membingungkan
17
Insiden Mengejutkan
18
Gara-gara Lingerie
19
Sangat Kecewa
20
Sindiran Gerald
21
Kebingungan Abimanyu
22
Ketegasan Infiera
23
Gagal Membujuk
24
Terus Mendiamkan
25
Abimanyu Sakit
26
Bagaimana Denganku?
27
Mints Bekal Makan Siang
28
Kecurigaan
29
Ajakan Makan Malam
30
Kencan Pertama
31
Mulai Bimbang
32
Dibawa Pergi
33
Maafkan Aku Fiera
34
Memberitahu Kebenaran
35
Gerald Pakar Cinta
36
Saingan Baru
37
Saatnya Pergi
38
Kepanasan
39
Menyusul ke Malang
40
Abimanyu Menggila
41
Senakin Cemburu
42
Pernyataan Cinta?
43
Gara-gara Baju
44
Kamu Istriku!
45
Membanggakan Istri
46
Baku Hantam
47
Meninggalkan
48
Rencana Mengumumkan
49
Aku Mencintaimu
50
Bolehkah Tidur Bersamamu?
51
Malam Syahdu Setelah Sekian Lama
52
Mengetahui Identitas Aslinya
53
Kenalkan, Infiera Istriku
54
Kekecewaan
55
Kekecewaan
56
Gara-gara Lingerie
57
Jawaban Lebih Menohok
58
Peringatan Gerald
59
Sebuah Permintaan
60
Retorika Perempuan
61
Persiapan Kejutan
62
Pikiran Picik
63
Kejutan Balas Dendam
64
Harapan Semu
65
Kebahagiaan Sempurna
66
Kebingungan Gerald
67
Kebohongan Gerald
68
Terpergok oleh Abimanyu
69
Sebuah Pesan
70
Maafkan Aku
71
Sadarlah Abimanyu!
72
Peringatan Gerald
73
Ingin Memberi Kejutan
74
Sebuah Kebohongan
75
Merasa Limbung
76
Peringatan Terakhir
77
Terlalu Sensitif
78
Tidak Bisa Berkompromi
79
Memergoki Semuanya
80
Semakin Kecewa
81
Kabar Kehamilan
82
Mencari keberadaan Infiera
83
Berpikir Sebelum Bertindak
84
Perlu Disadarkan
85
Sebuah Tamparan
86
Dukungan
87
Nasihat Orang Tua
88
Sayang, Bicaralah!
89
Kerinduan yang Disadari
90
Bertemu Kembali
91
Gara-gara Jaket Pink
92
Mengajarinya Cara Berkorban
93
Tertangkap Basah
94
Segalanya Sudah Berubah
95
Kekesalan Gerald
96
Tingkah Kekanakan
97
Abimanyu Ngidam?
98
Calon Ayah
99
Abimanyu Pingsan
100
Mengetahui yang Sebenarnya
101
Boleh Aku Melakukannya?
102
Merasa Tertarik
103
Fase Kehamilan
104
Kekasih Gerald
105
Mencoba Mengenalnya
106
Calon Istriku!
107
Mengharap Kejelasan
108
persiapan lamaran
109
Sebuah Kesepakatan
110
Menggoda Calon Pengantin
111
Gangguan Menyebalkan
112
Gombalan Gerald
113
Bertemu Masa Lalu
114
Gerald yang Galau
115
Keluh-kesah Gerald
116
Ketulusan Gerald
117
Pengganggu Menyebalkan
118
Saling Mengeja
119
Sebuah Permintaan
120
Tingkah Random
121
Proteksi Sang Kakak
122
Lika-Liku Calon Pengantin
123
Menuju Pertunangan
124
Nasehat Seorang Kakak
125
Hari pertunangan
126
Sebuah Bentakan
127
Undangan Bastian
128
Akal Bulus Bastian
129
Harus Tahu Diri
130
Pesan tak Terduga
131
Saling Berdamai
132
Tingkah Bastian
133
Holiday
134
Persiapan Lahiran
135
Hari Pernikahan
136
Kontraksi
137
Kebahagiaan yang Sempurna
138
Bonus 1
139
Bonus 2 Gagal Lagi
140
Bonus 3 Happy Ending
141
Penting

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!