Bab 16 Pergi Ke Hutan

Yuni melajukan motornya pelan sampai dirumah kayu panjang Dan terlihat kaum pria melihatnya Karna baru kali ini ada seorang wanita yang datang menerobos sarang mereka .

" Don ..... dia datang " kata ketua

" Temui dia , jangan sampai ia tahu aku disini turuti saja apa mau nya " kata pria itu

" Hahaha ..... kau takut dia tahu .

identitas nya " kata ketua itu tertawa

" Tidak tapi itu baik baginya biar dia aman " kata pria yang di panggil Edon lalu masuk kedalam bilik

" Gadis hebat , kau terlalu pintar untuk di bodohi Naluri mu cukup tajam " kata pria itu menuruni tangga

" Ketua ini gadis itu " kata pujung bicara pelan

" Apa yang kau cari nona , sampai kau brani datang kesini . " kata ketua itu menatap Yuni

"' Aku mencari kepala seorang korban yang kalian bunuh " kata Yuni turun dari motor .

" Luar biasa nona Yunita Sinar purnama bisa datang kesini Untuk meminta kepala korban tragedi Apa itu sangat penting bagimu ." kata pria itu tersenyum sambil berpangku tangan

Membuat Yuni kaget Karna pria itu tahu nama lengkap nya .Dan menatap pria berumur 30 tahun itu penuh selidik

" Bagaimana kau tahu namaku " kata Yuni menatap pria itu

" Lalu bagaimana kau tahu sarang kami Dan kau sudah melanggar aturan kami Dengan mendatangi tempat ini " kata Pria itu lantang

Pujung yang melihat Yuni hanya diam tak mau ikut bicara Tapi ia penasaran dengan gadis itu .Karna benar kata ketuanya Karna tak semua orang tahu sarang mereka .

" Aku hanya mengikuti naluri ku " kata Yuni menatap di sekeliling nya banyak pria berikat kepala merah sedang mengelilingi nya

" Bagus , kalo begitu silahkan kau cari apa yang kau butuhkan Dan lekas pergi dari sini " kata pria itu

" Baik " kata Yuni menatap sekeliling nya Lalu melihat tanah yang masih basah

Dan melangkah menuju kesana .

" Ketua ..." . kata seorang prajurit menatap ketuanya .

" Biar kan , biarkan dia mencari apa yang ia mau Asal ia tak ikut campur urusan kita. Ambil kan kain untuk ku diatas " kata sang ketua

Dan pujung naik keatas mengambil sebuah kain di dalam rumah Dan kembali turun lagi Dan memberikan nya pada ketuanya .Lalu ketua nya memberi kan nya pada Yuni Dan Yuni mengali tanah basah itu dengan sekop tak lama Ia pun mendapat kan kepala itu

Hoek......hoek....... Yuni pun ingin muntah mencium bau tak sedap Dan ia pun lalu bergegas membungkus kepala itu Dan kembali menutup lubang galian nya Lalu membawa kepala yang terbungkus menuju motor nya .

" Kau tahu di mana tubuh nya Untuk apa kau menolong nya ." kata ketua menatap Yuni Yang tahu pasti arwah kepala itu menjadi hantu .

" Ya aku tahu , aku menolong nya Agar dia tak menakuti orang dan mati dengan tenang . Lagi pula dia orang baik Dan kenapa kalian bunuh rata " kata Yuni

" Kami hanya prajurit , kurasa kau tahu " itu " kata ketua itu menatap Yuni .

" Baik terimakasih aku pergi " kata Yuni . Yang kembali menaiki motornya Dan pergi meninggal kan para pria pria itu Menghilang kembali menuju jalan setapak

" Apa dia sudah pergi " kata seorang pria turun dari atas

" Ya naluri nya cukup tajam walau dia di asingkan " kata ketua

" Itu sebab nya dia diasingkan , karna hatinya seputih bulan purnama ." kata pria itu yang tahu kekuatan putih bisa mematahkan ilmu hitam dan kekuatan orang jahat .

Sedangkan Yuni menuju pada ilalang Dan disana ada sebuah tanah gundukan yang lalu di hampiri Yuni. .Cukup lama dia berdiri lalu membuka gundukan itu dengan kayu Setelah melihat sesosok tubuh terbujur Yuni pun lalu membuka kain kepala yang dibawa nya lalu menyatukan nya dan kembali menutup nya dengan tangan nya sampai selesai .

" Tugas ku sudah selesai jangan gentayangan lagi Aku akan mendoakan mu ." kata Yuni membaca doa untuk pria bernama Alam itu . Dan memberi tanda . pada kuburan nya. Lalu menaruh cincin di tanah pemakaman nya

" Aku akan menemui ibu mu untuk membacakan yasin dan tahlil . Dan tidur lah dengan tenang " kata Yuni yang lalu pergi dari tempat itu. kembali naik motor nya menyusuri jalanan sunyi yang semakin senja dan menjelang magrib

Hampir isya Yuni kembali ke kantor ia sempat mampir ke ibu Alam sebentar

Setelah itu ia langsung pulang karna takut Tri menunggu nya.

Setelah berpamitan Yuni dan Tri pun kembali pulang ke camp Karna takut kemalaman . Dan Tri membawa motor rampasan Yuni sedang Yuni memakai motor yang mereka pakai kemaren

Jalanan terlihat sepi Namun Tri dan Yuni berkendaraan saling beriringan Sampai mereka masuk kembali ke perkebunan sawit .Hampir satu jam mereka berkendaraan lancar tanpa ada halangan

Hingga sampai di camp dengan selamat

Dan ketika Yuni membawa motor parkir kebengkel terlihat sosok pria tersenyum padanya Sambil menangkupkan dua tangan nya seakan bertrimakasih Dan Yuni balas tersenyum dan mengangguk

"' Sayang senyum dengan siapa ?" kata Ariesta mengagetkan Yuni

" Dengan hantu " kata Yuni

" Hi.......seram amat sih , kamu apakan sayangku Tri sambil dia senyum senyum sama hantu " kata Ariesta menatap Tri

" Dia aku kembalikan utuh tak aku apa apakan , Lagian aku ngurusi bengkel kalo dia senyum dan berteman sama hantu itu wajar saja .Kan ngak masalah " kata Tri tertawa

" Hi.....amit amit ogah aku takut . Apalagi di takuti sama hantu atau hantunya menyamar jadi ayang ku , ngak ah serem " kata Ariesta bergidik ngeri .

Sedangkan Andre yang buang hajat di sungai bersama Aris tak sengaja mendengar suara di dekat mereka

Brot...... brot.........brot ....

" Ris kok ada yang ikutan eo juga " kata Andre yang tadi tak sabar antri di wc Karna mereka kebanyakan makan sambal kepedasan hingga sakit perut

" Ngak ada mas cuma kita berdua " kata Aris bingung

" Trus yang kentut siapa " kok suara nya lebih keras " kata Andre

"' Aku ......" kata suara seseorang di dekat mereka Dan keduanya pun menoleh ..

"" Aaa ............ hantu ......" teriak Andre dan Aris kabur tanpa memakai celana mereka yang lari ke kamar staff Tanpa ingat mencuci bokong .

" Astaga ...... Aaa........." teriak Yuni kaget Melihat dua pria itu datang tanpa celana Dan menutup *********** Karna Yuni berteriak Sedangkan Yuni menutup mata nya Bergegas membuka kunci pintu kamarnya

" Hust .... ...hust... pergi pergi sana cicak rowo " kata Yuni gelagapan

" Yang membuat Moko , Seto dan Umar juga pa Tyiur melongo lalu ngakak tertawa geli

" Minggir pa minggir " kata Andre langsung masuk kamar mandi pa Tyiur bersama Aris .Karna ingin mencuci bokong nya .

" Kalian kenapa sih " kata pa Tyiur menahan tawa ketika Aris menangkup milik nya untuk mengantri .Karna tak mungkin memasang celana sedangkan mereka belum cebok .

Yuni dikamar terkekeh sendiri sambil menutup mulutnya karna tingkah konyol dua teman nya itu.

" Pasti mereka di takuti hantu hutan " kata Yuni tersenyum sambil menuju kamar mandi untuk membersihkan diri

Karna tadi ia juga belum sempat mandi .

Di kamar Moko tiga Pria itu tertawa terbahak bahak geli mendengar mereka eo bareng hantu di sungai .

" Hahaha.......... kok bisa barengan sih Apa kalian janjian " ledek Moko tertawa

" Sontoloyo kue ko, mengko pas ketemu dewe baru tahu rasa " kata Andre yang sudah memakai celana .

" Wah .... mba Yuni ketiban rezeki mas Lihat cicak rowo kalian ." kata umar tertawa geli

" Ben...... nama nya orang kaget ya gitu " kata Aris cuek .Karna mereka juga ngak tahu bakal buang hajat bareng hantu .

Terpopuler

Comments

Ekayadi

Ekayadi

cicak rowo??? ... yuni.. yuni

2024-09-09

0

Mahrita Sartika

Mahrita Sartika

aku ngakak ampe pipis 🤣🤣🤣🤣🤣

2024-02-13

1

Aminya Syauqi

Aminya Syauqi

astaghfirullah🤣🤣🤣🤣🤣 sakit perut q thor😆😆

2023-11-24

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Tugas ke Daerah
2 Bab 2 Mulai Betah
3 Bab 3 Berita kerusuhan
4 Bab 4 Masih teringat ingat
5 Bab 5 Di kejar hantu
6 Bab 6 Melihat lagi
7 Bab 7 ke kantor sampit
8 Bab 8 Berita heboh Asep
9 Bab 9 Pertanyaan Untuk Yuni .
10 Bab 10 Sisi Lain Rena
11 Bab 11 Mengintip Rena
12 Bab 12 Hantu Mas Andre
13 Bab 13 Masalah Cincin
14 Bab 14 Semua bingung
15 Bab 15 Mencari Jejak
16 Bab 16 Pergi Ke Hutan
17 Bab 17 Tawa Yuni
18 Bab 18 Melihat lagi
19 Bab 19 Masih Di Ikuti
20 Bab 20 Ada Yang Aneh
21 Bab 21 Berita Hot
22 Bab 22 Jadi Bahan Tertawaan
23 Bab 23 Ferdi di Kejar Hantu
24 Bab 24 Menyindir Ferdi
25 Bab 25 Ada Yang Minta Tolong
26 Bab 26 Berhasil Menolong
27 Bab 27 Yuni Demam
28 Bab 28 Ferdi Kurang Ajar
29 Bab 29 Ferdi Cemburu
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Bab 182
183 Bab 183
184 Bab 184
185 Bab 185
186 Bab 186
187 Bab 187
188 Bab 188
189 Bab 189
190 Bab 190
191 Bab 191
192 Bab 192
193 Bab 193
194 Bab 194
195 Bab 195
196 Bab 196
197 Bab 197
198 Bab 198
199 Bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 Bab 202
203 Bab 203
204 Bab 204
205 Bab 205
206 Bab 206
207 Bab 207
208 Bab 208
209 Bab 209
210 Bab 210
211 Bzb 211
212 Bzb 212
213 Bab 213
214 Bab 214
215 Bab 215
216 Bab 216
217 Bab 217
218 Bab 218
219 Bab 219
220 Bab 220
221 Bab 221
222 Bab 222
223 Bab 223
224 Bab 224
225 Bab 225
226 Bab 226
227 Baba 227
228 Bab 228
229 Bab 229
230 Bab 230
231 Bab 231
232 Bab 232
233 Bab 233
234 Bab 234
235 Bab 235
236 Bab 236
237 Bab 237
238 Bab 238
239 Bab 239
240 Bab 240
241 Bab 241
242 Bab 242
243 Bab 243
244 Bab 244
245 Bab 245
246 Bab 246
247 Bab 247
248 Bab 248
249 Bab 249
250 Bab 250
251 Bab 251
252 Bzb 252
253 Bab 253
254 Bab 254
255 Bab 255
256 Bab 256
257 Bab 257
258 Bab 258
259 Bab 259
260 Bab 260
261 Bab 261
262 Bab 262
263 Bab 262
264 Bab 263
265 Bab 264
266 Bab 265
267 Bab 266
268 Bab 267
269 Bab 268
270 Bab 269
271 Bab 270
272 Bab 271
273 Bab 272
274 Bab 273
275 Bab 274
276 Bab 275
277 Bab 276
278 Bab 277
279 Bab 278
280 Bab 279
281 Bab 280
282 Bab 281
283 Bab 282
284 Bab 283
285 Bab 284
286 Bab 285
287 Bab 286
288 Bab 287
289 Bab 288
290 Bab 289
291 Bab 290
292 Bab 291
293 Bab 292
294 Bab 293
295 Bab 294
296 Bab 295
297 Bab 296
298 Bab 297
299 Bab 298
300 299
301 Bab 300
302 Bab 301
303 Bab 302
304 Bab 303
305 Bab 304
306 Bab 305
307 Bab 306
308 Bab 307
309 Bab 308
310 Bab 309
311 Bab 310
312 Bab 311
313 Bab 312
314 Bab 313
315 Bab 314
316 Bab 315
317 Bab 316
318 Bab 317
319 Bab 318
320 Bab 319
321 Bab 320
Episodes

Updated 321 Episodes

1
Bab 1 Tugas ke Daerah
2
Bab 2 Mulai Betah
3
Bab 3 Berita kerusuhan
4
Bab 4 Masih teringat ingat
5
Bab 5 Di kejar hantu
6
Bab 6 Melihat lagi
7
Bab 7 ke kantor sampit
8
Bab 8 Berita heboh Asep
9
Bab 9 Pertanyaan Untuk Yuni .
10
Bab 10 Sisi Lain Rena
11
Bab 11 Mengintip Rena
12
Bab 12 Hantu Mas Andre
13
Bab 13 Masalah Cincin
14
Bab 14 Semua bingung
15
Bab 15 Mencari Jejak
16
Bab 16 Pergi Ke Hutan
17
Bab 17 Tawa Yuni
18
Bab 18 Melihat lagi
19
Bab 19 Masih Di Ikuti
20
Bab 20 Ada Yang Aneh
21
Bab 21 Berita Hot
22
Bab 22 Jadi Bahan Tertawaan
23
Bab 23 Ferdi di Kejar Hantu
24
Bab 24 Menyindir Ferdi
25
Bab 25 Ada Yang Minta Tolong
26
Bab 26 Berhasil Menolong
27
Bab 27 Yuni Demam
28
Bab 28 Ferdi Kurang Ajar
29
Bab 29 Ferdi Cemburu
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Bab 182
183
Bab 183
184
Bab 184
185
Bab 185
186
Bab 186
187
Bab 187
188
Bab 188
189
Bab 189
190
Bab 190
191
Bab 191
192
Bab 192
193
Bab 193
194
Bab 194
195
Bab 195
196
Bab 196
197
Bab 197
198
Bab 198
199
Bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
Bab 202
203
Bab 203
204
Bab 204
205
Bab 205
206
Bab 206
207
Bab 207
208
Bab 208
209
Bab 209
210
Bab 210
211
Bzb 211
212
Bzb 212
213
Bab 213
214
Bab 214
215
Bab 215
216
Bab 216
217
Bab 217
218
Bab 218
219
Bab 219
220
Bab 220
221
Bab 221
222
Bab 222
223
Bab 223
224
Bab 224
225
Bab 225
226
Bab 226
227
Baba 227
228
Bab 228
229
Bab 229
230
Bab 230
231
Bab 231
232
Bab 232
233
Bab 233
234
Bab 234
235
Bab 235
236
Bab 236
237
Bab 237
238
Bab 238
239
Bab 239
240
Bab 240
241
Bab 241
242
Bab 242
243
Bab 243
244
Bab 244
245
Bab 245
246
Bab 246
247
Bab 247
248
Bab 248
249
Bab 249
250
Bab 250
251
Bab 251
252
Bzb 252
253
Bab 253
254
Bab 254
255
Bab 255
256
Bab 256
257
Bab 257
258
Bab 258
259
Bab 259
260
Bab 260
261
Bab 261
262
Bab 262
263
Bab 262
264
Bab 263
265
Bab 264
266
Bab 265
267
Bab 266
268
Bab 267
269
Bab 268
270
Bab 269
271
Bab 270
272
Bab 271
273
Bab 272
274
Bab 273
275
Bab 274
276
Bab 275
277
Bab 276
278
Bab 277
279
Bab 278
280
Bab 279
281
Bab 280
282
Bab 281
283
Bab 282
284
Bab 283
285
Bab 284
286
Bab 285
287
Bab 286
288
Bab 287
289
Bab 288
290
Bab 289
291
Bab 290
292
Bab 291
293
Bab 292
294
Bab 293
295
Bab 294
296
Bab 295
297
Bab 296
298
Bab 297
299
Bab 298
300
299
301
Bab 300
302
Bab 301
303
Bab 302
304
Bab 303
305
Bab 304
306
Bab 305
307
Bab 306
308
Bab 307
309
Bab 308
310
Bab 309
311
Bab 310
312
Bab 311
313
Bab 312
314
Bab 313
315
Bab 314
316
Bab 315
317
Bab 316
318
Bab 317
319
Bab 318
320
Bab 319
321
Bab 320

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!