Pagi nya Yuni dan pa Tyiur juga Rena kembali ke camp Setelah sarapan pagi Mereka diantar Rahman sopir baru Karna Asep masih tak enak badan Membuat pa Tyiur bingung
Pa Tyiur juga tak berani bertanya pada Yuni Karna Yuni hanya diam di sepanjang jalan . Karna Yuni masih teringat dengan kejadian itu .Dan juga tak habis pikir Ketika tahu dirinya cukup berani turun dari mobil
" Pa tuh anak kenapa ? kok diam saja " kata Rahman pelan melihat kaca spion
" Shut kamu belum dengar kalo dia sudah lihat kejadian itu " kata pa Tyiur
" Hi ....seram juga ya , jangan sampai deh kita melihatnya bisa terbayang bayang seumur hidup pa . Kemaren ada tetangga saya yang stres pa . Ketika ia melihat kejadian itu didepan matanya " kata Rahman sambil fokus ke jalan
" Ya ngeri memang makanya Aku ngak ikut pergi man " kata pa Tyiur
Tak lama mereka pun sampai di camp Dan Yuni bergegas turun bersama pa Tyiur juga Rena .Semua karyawan staf yang melihat mereka datang cukup kaget Karna bukan Asep yang mengantar mereka .melainkan sopir baru .
" Pa mana Asep nya " kata Aris ketika pa Tyiur masuk kantor Sedangkan Yuni masuk kekamar nya Untuk berganti pakaian .Sedangkan Rena mengikuti
pa Tyiur masuk kekantor
" Asep lagi sakit karna kejadian itu
Apa kalian sudah tahu Kalo kejadian nya seram banget ceritanya ." kata pa Tyiur bercerita panjang lebar
" Sudah tapi mba Yuni ngak apa apa kan pa " kata Aris
" Dia ngak apa apa Tapi Abdi stres tuh sama Asep makanya mereka sakit dan juga demam " kata Pa Tyiur
" Astaga bikin kita spot jantung aja pa Aku ngak bisa bayangkan kalo jadi mba Yuni Pasti aku juga begitu Tapi kok bisa hidup lagi ya " kata Moko bingung memikirkan orang yang mati bisa hidup kembali
Iya ...aneh apa itu magic ?" kata Umar
" Sudah ngak usah di bahas Ayo kerja lagi Nanti malah bikin kerja ngak mood " kata Andre yang kembali melihat layar komputer nya.
" Ya mas " kata semua orang kembali bekerja
Sedangkan di kamar nya Yuni duduk sendiri Sambil berganti pakaian Karna masih merasa aneh pada dirinya sendiri .
Setelah berganti pakaian Yuni kekantor menemui pa Tyiur dan Rena Untuk membantu menghitung uang gajian
Karna nanti malam pasti karyawan Akan mengambil gajinya Setelah pulang bekerja Dan setelah selesai mereka pun istirahat untuk makan siang
" Yun kamu ngak pa pa kan ." kata Andre melihat Yuni
" Alhamdulillah mas ,Yuni baik baik saja kenapa memang nya " kata Yuni menatap Andre heran
" Ya kami cuma ingin memastikan kamu baik baik saja Yun " kata Moko
" Kok perhatian banget mas, kan mba Yuni nya saja santai ngak aneh lagi Memang musim begini jadi hal wajar " kata Rena mengambil rokok Andre Lalu menyulutnya satu batang
" Kamu merokok Ren, ngak bagus untuk kesehatan " kata Yuni
" Biasa mba kan kerja di camp sudah biasa biar bisa mikir " jawab Rena cuek
" Ya sudah aku duluan kekantin . ya " kata Yuni berlalu meninggalkan kantor Menuju mess karyawan dan kedapur Sesampainya di dapur ruang terlihat masih sepi
" Mba Yuni sudah pulang , gimana kabarnya sehat kan " kata bi Narsih menyapa Yuni
" Alhamdulilah bi , sehat mbok kemana bi ?" kata Yuni
" Tuh .. baru kerokan , mas Tri masuk angin di kamar nya " Kata bi Narsih
" O ... lalu makan sama apa bi " kata Yuni
" Sayur asem, tempe goreng sama ikan tongkol. Apa mba Yuni mau makan sekarang " kata bi Narsih menawarkan
" Ngak nanti saja bi " kata Yuni Menuju kamar Tri di ujung lorong Dan terlihat pintunya terbuka lebar
" Eh ... mba Yuni sudah pulang '" kata mbok iyem kaget
" Iya mbok , kenapa Tri ?" kata Yuni
" Masuk angin mba, kemaren jenset kita padam Lalu mas Tri perbaiki Karna butuh lampu Dan baru mau hidup
setelah di perbaiki " jelas mbok
" Salah sendiri Tri makan angin Untung perutnya ngak buncit karna angin Kalo. ngak meletus kaya balon ." kata Yuni terkekeh
"Bisa aja kamu Yun , ini karna mikirin kamu di sampit kemaren Katanya kamu mengacam orang ya . Apa kamu mau jadi mereka juga " kata Tri menatap Yuni penuh selidik
" Mana ada , mereka tak memulai perang Mereka juga terpaksa melindungi kaum nya Kamu tahu ngak di mana langit di pijak disitu langit di junjung .
Jadi hargai adat orang lain ." kata Yuni berpangku tangan menatap Tri
" Wah pintar bocah ayu memang benar tuh kita tak boleh aneh aneh di kampung orang " kata mbok yang asli jawa begitu juga Tri
" Tapi itu kejam Yun masa tega menghilangkan nyawa orang " kata Tri
" Dih ... Apa di jawa ngak Tri .Apa jakarta ngak sama kan di banyuwangi para kiai juga di bantai hidup hidup Karna di tuduh punya santet Seperti kejadian trisakti berdarah Banyak korban mati di culik dan mati di tembaki Apa itu bukan kejam . Apa mereka memikir kan nyawa orang .Pada intinya kita itu saling menghargai Tri bukan saling menyakiti . Sejatinya seorang muslim itu tak menyakiti dengan lisan mau pun tangannya Tapi kalo itu ngak di kendali kan maka nya jadi kerusuhan begini " Kata Yuni santai
" Betul itu sayang , kapan datang yang Aku pikir kamu hilang di ambil mereka " kata Ariesta ikut berdiri di sebelah Yuni
" Gombal .... kamu bro , jangan percaya rayuan nya Yun " kata Tri terkekeh
" Ck...ngak usah jadi kompor Tri " kata Ariesta menyindir
" Trus kalo ngak kompor apa sayang " kata Yuni menatap Ariesta
" Apa ya kompor bledug lah, senang banget bakar emosi orang " kata Ariesta lalu merangkul Yuni
" Ih pegang pegang apa sih tuh tangan habis kena ulat bulu ya .Kok tiba tiba gatal memegang ayang " kata Yuni melirik Ariesta
" Kangen sayang , tadi malam aku kepikiran kamu . Terbayang bayang wajahmu bikin aku ngak bisa tidur " kata Ariesta .
" Ih .....siapa yang suruh mikirin , ngak ada kan Orang aku baik baik saja " kata Yuni menarik tangan Ariesta duduk berdua menghadap Tri dan Mbok
" Tri tolong nikahkan kami, mumpung kami lagi rukun " kata Ariesta
" Hahaha..... bocah edan mana mau mba Yuni sama kamu bro Paling dia sudah punya kekasih di jakarta sana ya ngak Yun " kata Tri
" Yup.. dia lagi pergi jauh .Tapi nanti pas pulang kita mau nikah " kata Yuni tersenyum melirik Ariesta
" Yah . kalah cepat dong. Tapi ngak pa pa deh .Akan aku tunggu jandamu deh say " kata Ariesta manyun
" Hahaha ........ mana ada gitu jangan berharap " kata mbok tertawa
" Ya bisa saja mbok, kata Yuni cowoknya pergi jauh Makanya biar sama aku dulu Emang dia pergi kemana yang " kata Ariesta melirik Yuni
" Ke jepang kuliah ambil S2 nya tahun besok liburan .pulang kita mau ketemu Tapi kamu jangan nangis ya ris " kata Yuni menyindir
" Mana ada aku nangis , kamu pergi aku sama Tri tuh di bengkel ngak pake nangis Tetap bisa merayu cewek lewat " kata Ariesta cemberut
" Hehehe ....dih kata nya ngak nangis tapi kok cemberut gitu . Emang kenapa ngak dirayu tuh cewek cewek nya " kata Yuni
" Ngak tega dia yun " kata Tri
" Kenapa emang " kata Yuni
" Lah kan cewek ceweknya seumuran mbok semua Dan lagi menor menor
Mana tahan dia " kata Tri tergelak .
" Ngak usah cerita , Yuni mah mana perduli " kata Ariesta Yang membuat Yuni tersenyum pada pria imut itu .Karna kadang candaan mereka dianggap serius orang lain Yang mendengar nya Padahal tak ada apa apa antara mereka berdua
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 321 Episodes
Comments