Yuni diam mematung setelah masuk mobil . Shock kaget semua bercampur aduk jadi satu .Karna tadi ia hanya melihat kepala menggelinding
" Yun kamu ngak pa pa kan " kata Tri
" Ngak mas " kata Yuni pelan
" Tri mba Yuni lihat apa " kata mbok
" Ngak lihat apa apa mbok " kata Tri Yang ingin Yuni tak mengingat nya Karna sebenarnya Tri melihat jelas didepan matanya Saat menjemput Yuni Agar mereka cepat pulang .
" Lah terus kenapa kaya orang ling lung begitu ." kata mbok bingung .
Asep dan Ariesta tak bicara .Karna tak mau menambah nambah cerita yang jelas nyata di depan mata Karna mereka melihat badan seorang pria di masukan dalam truk
Suasana di dalam mobil pun hening Dan ketika sampai camp . Yuni berjalan pelan menuju kamar nya .
" Tri ono opo " kata Kang Ali melihat Yuni berjalan pelan kaya patung hidup .
" Dia lihat kang " kata Tri berbisik pelan pada kang Ali
" Astagfirullah " kata kang Ali . Yang melihat Yuna berjalan masuk ke mess kamar bukan kekamar nya melain kan ke kamar Moko Seto dan umar . Lalu duduk disana karna kamar itu tidak di
kunci sama sekali
" Yun ....ada apa " kata Moko melihat Yuna terdiam sendiri
" Mas kepala nya putus dipotong mas " kata Yuni lirih
Deg ......
" Sudah ngak usah di ingat " kata Moko yang membaca kan doa di gelas air putih Lalu meraup nya nya pada wajah Yuni biar sadar.
" Apaan sih mas " kata Yuni
" Eling ... Yun sama Allah jangan terbawa suasana Lupakan semua yang kamu lihat " kata Moko sambil menemani Yuni Dan mengambil gitar untuk bernyanyi Agar Yuni tak mengingatnya . Dan itu memang tak perlu untuk di ingat
Yuni pun lalu tersenyum walau hatinya masih shock Karna Moko membuat nya tenang Dan menyanyikan lagu Raja yang lagi booming .
"Jujurlah pada ku bila kau tak .lagi cinta .
Tinggalkan aku bila ingin bersama........
Yang membuat Yuni sedikit tenang Lalu mengikuti lagunya bernyanyi Karna ingin mengalihkan perhatian Yuni . Karna tadi Moko mendengar semuanya dari Tri
Setelah itu Yuni masuk kamar tidur nya Karna ia baru sadar Kalo ia salah masuk kamar dan tidur sebentar Tak lama Yuni .pun terbangun dan sholat Dan ketika selesai .....
" Yun..... kancil mu tuh mati coba di lihat di kandang " Teriak Ariesta sambil mengetuk pintu kamar .
Ceklek ...
" Kekasih " kata Yuni kaget
" Ayo ikut " kata Ariesta menarik tangan Yuni
" Heh..... mau di bawa kemana sih ta " kata Andre
" Ayang ku mau melihat kancil nya tuh lagi dikandang lagi pura pura mati " kata Ariesta
" Dasar modus, harusnya di potong aja buat di makan Malah di kandang " kata Andre ngedumel
" Ya ampun mas Andre itu punya yayang ku makanya di kurung kemaren dia sudah pesan hidup hidup " kata Ariesta menjelaskan Karna sudah tahu Yuni dan Ariesta punya panggilan kekasih dan yayang sebatas panggilan di camp untuk hiburan mereka.
" Hadeh..... ya sana , yun hati hati tuh pasti dia mau mengakali mu " kata Andre
" Hah ........mengakali apa mas " kata Yuni bingung Yang sudah lupa kejadian siang tadi .Karna ia bangun tidur
" Tahu tuh mas Andre Yuk ke kandang kancil " kata Ariesta sambil bernyanyi mengandeng Yuni menuju kandang kancil .
" Si kancil anak nakal suka mencuri ketimun Ayo lekas di kejar jangan di. beri ampun " nyanyi Ariesta hingga sampai di kandang kancil yang memang ia sengaja buat besar Karna kancilnya ada sepasang .
" Wah ..... lucu banget " kata Yuni senang melihat dua ekor kancil tangkapan Arista .Ketika mereka membuka hutan lahan sawit Pasti ada saja kancil yang terkepung dan terjebak Bahkan kadang babi dan rusa besar mereka dapatkan .
" Iya lah Yun , seperti kita berdua kan sepasang kekasih...Aku dan .kamu so sweet kan " kata Ariesta tersenyum
" Modus .... " teriak Yusuf dari jendela
mengintip mereka
" Gombal ..... " Teriak Danang ikutan
Mengintip Arista dan Yuni dari jendela dapur Dan ada beberapa kepala lain ikut juga melihat Yuni dan Ariesta
" Ih ....apaan sih nganggu saja " kata Ariesta mendongak melihat teman temanya
" Mereka iri cuekin aja , ih lucu ya kancilnya " kata Yuni Memperhatikan Kelinci itu pura pura mati Dan setelah Yuni Kasih daun kangkung Kancil nya langsung bangun memakan nya
" Hahaha .... Tuh kan dasar kancil tukang tipu " kata Ariesta tertawa melihat Kancilnya makan berdua .
Yuni dan Ariesta pun duduk berdua sambil memperhatikan sepasang hewan itu Karna itulah hiburan mereka di dalam hutan ketika tak ada hiburan di camp mereka .
" Kalian lihat apa ?" kata Tri melihat empat anak buah nya sedang melihat keluar jendela
" Tuh mas lihat pasangan kancil dan orang kasmaran " kata Yusuf
" Hah......." kata Tri yang melihat kebawah jendela Melihat Yuni dan Ariesta sedang melihat kancil di kandangnya
" Astaga orang lagi lihat kancil .juga pake di tonton segala " kata Tri terkekeh . Karna Tahu Yuni memang supel Dan wajar saja bila berteman dengan siapa saja Dan termasuk dirinya . Karna gadis itu memang ramah Dan . Tri tahu kalo Ariesta sedang menghibur Yuni yang tadi sempat shock . Melihat kejadian waktu di pasar pagi tadi Yang sempat membuat Yuni trauma.
Lalu Tri pun turun ke dapur belakang . Ikut melihat kancil Namun Kang Ali dan Andre memanggil nya
" Tri tuh kerusuhan makin parah camp di sebelah barat minta bergabung kesini . bagaimana ?" kata Andre .
" Sudah hubungi pa Fauzi belum " kata Tri menatap Andre
" Sampit tambah parah tadi 10 orang lagi di bantai ... Dan pa Fauzi ngak mau turun .ke camp Mereka suruh kesini saja ." kata Umar Yang datang dari kantor menemui Andre
" Ya mau ngak mau suruh gabung saja Asal ngak keberatan tidur berjubel " kata Tri yang menarik nafas kasar
" Tapi mereka cukup banyak 15 orang Ada bang Roben juga staf nya sama Ferdi mekanik nya di ketuai kang Sapto " kata kang Ali .
" Ngak masalah " kata Andre Karna mereka juga harus memikirkan karyawan lain Apalagi di masa kerusuhan begini Tak ada yang boleh keluar dan terpisah Entah apa masalah pemicu kerusuhan itu hingga berujung perang antar suku Yang membuat hati miris mendengar nya
Hanya para wanita dan anak kecil yang selamat Dan mereka di ungsikan lewat kapal laut Dan langsung di pulang kan . ke daerah asalnya oleh pemerintah setempat Dan sebagian lagi masih bersembunyi di hutan dan kampung warga
Malam nya Yuni pun naik ke gudang tingkat atas . Mencari sinyal menelpon bunda nya di bengkel dekat tower Karna di camp sinyal memang turun naik
" Jangan pergi kemana mana , tinggal di dalam camp saja berita nya lagi heboh Dan disini juga terjadi kerusuhan di pasar " kata bunda Aya ibu Yuni ketika Yuni berhasil menelpon bunda nya
" Astagfirullah .... jadi disitu juga bun , Yuni lihat bun kejadiannya " kata Yuni jujur Memang teringat jelas apa yang ia lihat pagi tadi . Ketika kepala itu terjatuh dari badan nya . Dan Yuni sempat memejam kan matanya
" Tapi Yuni ngak pa pa kan " kata bunda di sebrang sana
" Ngak .pa pa bun " kata Yuni yang mencoba untuk melupakan semua nya .
Karna dalam benak nya tak ada rasa takut sedikit pun Hanya ngeri melihat kejadian itu Karna Yuni sebenarnya memang masih punya darah kalimatan Dan sang Ayah berdarah Lombok Nusa tenggara barat ..
" Syukur lah. Jaga diri jangan keluar malam malam " kata bunda berpesan
" Ya bun " kata Yuni lalu menanyakan kabar sang adik pada bundanya setelah selesai menelpon Yuni pun turun dan ketika
" Aaa............. "
" Bruk..... bruk ......"
Yuni pun terjatuh di tanah menimpa seorang pria yang belum ia kenal
" Kenapa sih asal turun aja . Ngak lihat bawah ya . " kata Pria itu
" Maaf ngak lihat Aku ngak sengaja " kata Yuni cuek Yang lalu bergegas pergi Karna pria itu tidak apa apa . Dan pria itu hanya mengeleng Ketika Yuni pergi begitu saja Meninggalkan pria itu Hilang menuju rumah mess karyawan
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 321 Episodes
Comments
Kardi Kardi
sori ommmm. soriiiiiii
2025-03-04
2
վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Flashback 20 tahunan yang lalu dong ini. Aku masih bocah
2024-01-05
1