Sesampai nya di kantor Abdi muntah muntah karna tadi melihat Asep mati dan hidup lagi Sedangkan Raya bergidik ngeri menatap Asep tak percaya pria itu bisa hidup lagi
" Yun dia hantu atau mayat hidup " kata Raya gemetaran
" Manusia lah " kata Yuni
Sedang kan Abdi di dapur masih muntah muntah Dan menceritakan apa yang terjadi dengan Asep . Sambil gemetaran dan masuk kamar tidur nya .
Berita itu sampai ke telinga koh Asang Yang duduk di kantor nya sebagai kepala bagian. Lalu menatap Raya yang duduk gemetaran Tapi Raya tak menjelaskan apa pun tentang kejadian itu...Sedangkan Yuni masuk kamar mandi Membersihkan tangan dan kaki nya .Sambil mengingat apa yang terjadi .
Entah mengapa hari ini ia tak punya rasa takut melihat kejadian itu Apalagi
tadi ia mengacam seorang pria yang membuat Yuni terduduk lemas di kamar mandi sambil membasuh bekas darah
Setelah itu Yuni pun keluar dari kamar mandi Dan semua orang menatap Yuni aneh Yang membuat Yuni bingung.
" Ada apa " kata Yuni heran
" Ngak ada apa apa ayo kita makan siang " kata Nugrah membuang nafas kasar nya menatap Raya .
Yuni pun lalu bergabung makan siang Tak ada yang bersuara ketika makan siang semua nya diam Apa lagi ketika tadi mendengar cerita Abdi yang sekarang sakit Karna demam tinggi Melihat Asep hidup lagi di depan mata nya Antara percaya atau tidak Kalo tadi Asep sudah mati dan badan nya sudah terpisah dari kepalanya .
Sedangkan Asep diam tak bergeming di kamar Mendengar salah satu teman nya menceritakan kalo dirinya tadi sudah mati Tapi bisa hidup lagi . Sambil membawa kan makanan untuk Asep makan
"' Apa yang terjadi sebenarnya Apa kau tak merasa aneh dengan dirimu " kata iksan menatap Asep
" Aku lupa san , entah lah seperti mimpi saja. Aku hanya melihat para pria itu menatap ku tajam saat itu " kata Asep bingung
" Ya sudah, istirahat lah Kau menginap disini saja lagian mba Yuni belum boleh pulang sama koh Asang dan Ci Lily " kata Iksan menatap Asep iba Karna Asep seperti orang bingung
" Ya san " kata Asep
Lalu Asep duduk dan makan Karna iksan membawakan nasi lengkap dengan lauk dan sayur untuk nya. Sedangkan Yuni duduk santai bersama Rani dan Rena yang baru datang sehabis cuti duduk santai di ruang tamu
" Kenapa bisa begitu Yun " kata Rani melirik Yuni
" Apa nya ?" kata Yuni
" Kok Asep hidup lagi " kata Rani penasaran
" Entah lah mungkin mereka memberikan nya Minyak sambung nyawa Atau minyak bintang " kata Yuni asal
" Hah..... bagaimana kamu tahu " kata Rani heran Sedangkan Rena yang baru datang juga shock sepulang dari Banjarmasin karna ia kembali sudah terjadi kerusuhan di kota sampit
" Entah aku hanya menebak nya saja " kata Yuni lalu terdiam
*******
Di camp perkebunan sawit semua orang heboh mendengar cerita Asep yang mati hidup lagi .Padahal dengan jelas Abdi melihat nya mati .Yang jadi trending topik di mess karyawan
" Wah ..... benar benar berita gila itu, bikin aku ngak habis pikir " kata Seto bergidik ngeri karna itu bisa terjadi di luar logika mereka
" Itu benaran atau cuma lelucon sih " kata Moko
" Besok tanya Yuni saja mas , kan dia juga ikut " kata umar yang juga tegang mendengar cerita aneh tapi nyata itu
Dan ketika mereka asyik ngobrol dua orang satpam perkebunan sawit Tiba tiba datang menemui mereka .
" Mas.... mba Yuni sudah pulang belum " kata satpam perkebunan itu bertanya
" Belum mas masih di sampit , mau ngapain nyari mbak Yuni mas " kata Aris curiga pada dua satpam itu
" Ngak cuma mau bertemu saja " kata salah satu pria itu .
" Mungkin besok baru pulang mas, kalo ada perlu sama kita saja " kata Andre
" Ya mas trimakasih , besok saja sama orang nya langsung " kata satpam itu Lalu pamit setelah tahu Yuni belum pulang dari sampit .
Sedangkan di sisi lain semua pria berkumpul di sebuah rumah panjang
Karna para prajurit pulang untuk istirahat .Dan bergantian jaga malam
Dan semua saling pandang Karna musuh hari ini mencapai 30 orang .
" Don .....kenapa dia ada disini " kata seorang pria Yang di juluki ketua Mendatangi seorang pria yang duduk tenang sambil bersila di atas tikar daun .
" Siapa ...." kata pria itu menoleh
" Pegang ini " kata pria itu menyerahkan mandau yang ia pegang Untuk menebas kepala milik salah seorang prajurit . Dan prajurit itu di tatap pria yang duduk bersila
" Bagaimana kalian bisa bertemu dengan nya " kata Pria itu
" Kami menghadang mobilnya Dan Lian menebas kepala sopirnya " kata pria itu
" Kenapa membunuh orang yang tak bersalah , Sembarangan kita hanya perang dengan madura bukan suku lain " kata Pria itu menatap tajam
" Maaf panglima saya cuma emosi karna dia menjawab seenak nya " kata prajurit itu tegang
" Kau sangat tahu kita tak bisa boleh sembarangan membunuh orang Dan juga memakai minyak bintang pada orang lain " kata Pria itu
" Ya tuan tapi........" kata prajurit itu tertunduk
" Pergi lah " kata sang ketua pada prajuritnya.
" Baik ......" kata prajurit itu pergi meninggalkan ketua dan panglima nya
" Jangan di ulang " kata pria yang duduk bersila itu menatap nya.
" Ya tuan " kata prajurit itu tanpa menoleh
" Tapi kenapa dia ada disini , bukan nya dia berada di jakarta " kata ketua suku menatap panglima nya
" Kau bertemu dengan nya langsung " kata pria itu
" Ya ...... aku berhadapan dengan nya langsung " kata pria yang duduk
" Berhati hati lah jangan melakukan pergerakan Bila kau berhadapan dengan nya Dan lagi kita tak boleh mengunakan minyak bintang sembarangan Bisa bisa mengundang kutukan " kata pria itu
Yang tak mau terjadi apa apa dengan para prajurit nya Karna mereka perang untuk mempertahankan daerah mereka Yang ingin di jajah suku lain Karna itulah mereka menjaga tanah air tempat mereka tinggal Dari keserakahan para suku madura yang ingin menjadikan daerah dan wilayah mereka jadi kota sampang kedua Karna di mana tempat di pijak disitu langit dijinjing .
" Baik don " kata ketua suku itu .
" Dia pasti pulang untuk cuti kerja " kata pria yang duduk bersila itu
" Entah lah apa aku perlu mengawasinya
Seperti nya tidak baik Kalo dia berada disini " kata ketua suku .
" Awasi saja jangan mengusik nya Biarkan saja dia beraktivitas Jangan mengganggunya Dia tak tahu apa apa Dan lagi dia tidak tahu siapa dirinya sebenar nya " Kata pria yang duduk bersila itu bicara tenang
" Ya , ya sudah aku melihat situasi dulu di kota " kata ketua suku pamit Lalu pergi meninggalkan rumah panjang betang. Tempat suku mereka tinggal
" Lapor ketua sudah ada 50 yang kita dapat kan " kata seorang pria berlari menemui ketua suku mereka
" Kuburkan mereka " kata ketua suku
" Baik ketua " kata pria itu kembali ke post nya
Disisi lain Yuni sedang duduk santai melihat bintang dari atas balkon di temani Raya yang duduk tenang di sebelah nya
" Kau nekat sekali tadi Yun Kalo mereka membunuh mu juga Aku tak tahu apa yang akan terjadi " kata Raya
" Tak mungkin mereka tak akan berani membunuh ku " kata Yuni yakin
" Hah.....kenapa bisa " kata Raya heran menatap Yuni
" Entah lah aku ngak tahu alasan nya Tapi yang pasti aku yakin mereka tak akan brani menyentuh ku " kata Yuni Yang mampu melihat kekuatan mereka . Dan hari ini entah mengapa ia menjadi lebih berani dari biasanya .
" Ya syukur lah , Tapi bagaimana bisa mereka menghidupkan Asep yang sudah mati " kata Raya penasaran
" Entah lah " kata Yuni mengangkat kedua tangan nya Lalu Raya pun terdiam menatap bintang di langit Karna hari ini mereka bisa melewati pengalaman yang mengerikan dalam hidup mereka
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 321 Episodes
Comments
Mahrita Sartika
seorang Yuni terlihat biasa ternyata sudah istimewa
2024-06-25
1
neng ade
semakin seru dan menegangkan.. siapa sebenarnya sosok Yuni itu ..
2023-10-21
2