Yuni kembali kekantor setelah ngobrol dengan Tri dan Ariesta Lalu mengecek data keuangan Karna hanya sedikit pekerjaan nya .Setelah selesai ia duduk Sambil melihat para pria berkumpul .
Andre adalah Insinyur teknik sipil ITS sedangkan Moko yang lulusan UGM itu jurusan Surveyor memimpin para anak buah nya seperti Seto dan Umar juga Aris . Karna mereka jurusan Geologi Dan tugas mereka mencari batas lahan yang di garap dan melihat titik temu lahan dan batas tanah
" Apa pembebasan lahan sudah deal dengan masyarakat sebelah barat " kata Moko bertanya
" Kaya nya yang disana belum mas, tunggu keputusan warga " kata Seto
Tak lama terdengar HT dari kantor sampit . Yang menyebut Yuni untuk merapat ke kantor sampit
" Yun tuh panggilan koh Asang " kata pa Tyiur memberikan HT
" Ya koh siap " kata Yuni
" Ya ada rapat darurat nanti Asep akan menjemput mu" kata koh Asang Kepala pemimpin kantor cabang sampit .
" Ya koh apa Nugrah dan Rani sudah turun " kata Yuni lagi
" Sudah Yun, tinggal lho doang " kata Raya terdengar ikut bicara .
" Ok aku otw " kata Yuni Lalu memberikan HT kembali pada pa Tyiur .
Yang juga akan ikut turun ke kantor sampit untuk mengambil uang
Sekilas para pria itu menatap Yuni .
Yuni yang di tatap hanya diam tak bicara Dan lalu bergegas keluar kantor
" Sudah lupa dia " kata Moko
" Heh..... Syukur lah " kata Umar Karna memang mereka tahu Yuni melihat kejadian itu.
" Tapi dia kuat mental, kalo orang lain bisa trauma dan sakit jiwa lho lihat kaya gitu aja" kata Andre
" Yo maksudku begitu mas tapi syukur lah Aman .Ayo kita lanjut kan " kata Moko kembali membicarakan masalah lahan .
Sedangkan Yuni sudah siap berangkat Bersamaan Asep yang datang membawa
bahan cadangan bengkel.
" Mau kemana sayang " kata Ariesta melihat Yuni terlihat rapi
" Kekantor sampit say, kekasih di sini saja ya " kata Yuni tersenyum
" Ya hati hati " kata Ariesta tersenyum
" Tri sejak kapan tuh berdua pake ayang ayang " kata Asep pada Tri yang mengangkut turun alat alat pesanan nya
" Sudah lama sep ,ngak pacaran cuma biasa buat hiburan Karna si Ariesta kan paling rajin kalo di suruh suruh mba Yuni Dan dia nya juga butuh Ariesta buat ngobrol . Biasa anak jaman sekarang biar punya panggilan gaul " kata Tri
" Kok sama aku ngak , padahal aku yang ngantar sana sini " kata Asep protes Karna biasanya dia bagian antar jemput Yuni ke kantor
" Mana ku tahu ,tanya kan aja sama orang nya sendiri " kata Tri yang biasa dengan sikap Yuni .
" Ogah malas nanti di kira geer " kata Asep duduk menunggu semua barang turun dari mobil
" Hai sep , bagi rokoknya" kata Ferdi
" Wah bro sudah sampe sini aja lho padahal disana kan banyak ceweknya kenapa ditinggal " kata Asep
" Orang kerja biasa kan , Tuh cewek lumayan " kata Ferdi menujuk Yuni yang sudah siap pergi sambil ngobrol dengan Ariesta di teras kantor
" Yang itu mah beda high class keliatan ramah Tapi lho yang di buat Klepek Klepek sama dia .Dia cukup pintar ngak bisa di bodohi kaya gadis kampung " kata Asep pelan .
" Hah..... lihat saja nanti Aku bisa menaklukan nya " kata Ferdi sombong
" Sana gue kasih sebungkus rokok deh kalo lho bisa ngajak kencan " kata Asep .
" Tak masalah " kata Ferdi yang terkenal playboy . Lalu memperhatikan Yuni .yang asyik tertawa dengan Ariesta .
************
Siang Yuni sampai di kantor sampit Jalanan terlihat sepi karna Karna kerusuhan masih santer terdengar Dan banyak kendaraan tak terlihat Karna takut mereka bermasalah di jalan .
Yuni yang rapat bersama para akuntan membahas keuangan yang lagi ngadat Karna ada nya kerusuhan Dan Karyawan terpaksa libur sementara Tapi uang makan tetap berjalan Karna beberapa karyawan masih berkerja Dan masih ada solar di tangki cadangan minyak
" Ci Lily , apa ngak sementara Yuni tinggal disini saja " kata Raya
" Ngak masalah sih Tapi dia juga harus kerja bantu pa Tyiur Karna walau rusuh kita harus tetap ke bank ambil uang makan " kata cici Lily kepala akunting staf
" Ya Ray, gue ngak masalah kok tinggal disana " kata Yuni santai
" Tapi kemaren lho lihat kejadian nya kan Yun benaran lihat tuh " kata Ci Lily menatap Yuni penasaran
" Iya Ci , tapi ngak lihat pas motong nya sih " kata Yuni datar
" Ih.......seram amat sih Yun, lho ngak takut " kata Nugrah
" Takut gimana pas gue lihat mayatnya sudah hilang " kata Yuni Karna pas dia mencari mayat itu Mayat sudah di bawa ke mobil Saat Tri menghampirinya
" Ya sudah , sana Ray ajak Yuni ambil uang kan besok lusa karyawan gajian. Di bank yang dekat aja " kata Ci Lily
" Yah Ci tapi takut nih " kata Raya bergidik ngeri
" Kalo siang bolong gini nggak ada Ray , sana nanti keburu tutup banknya " kata Ci Lily Yang menyuruh Raya mengambil uang untuk gaji karyawan Karna besok lusa sudah tanggal satu Karna Yuni harus lembur menghitung uang nya. Untuk gajian karyawan
Raya mau tak mau pergi bersama Yuni Asep dan Abdi Karyawan HRD yang sedang bebas bertugas .Lalu mereka menuju bank BII Sekitar 20 menit dari kantor mereka. Ketika sampai Raya menyuruh Yuni membawa tas Dan mereka berdua menuju bank untuk . mengambil uang di kawal Abdi .Tak lama menunggu Teller pun memberikan satu tas uang penuh Dan setelah selesai Yuni dan Raya pun cepat cepat kembali ke mobil .
Mereka pun lalu kembali pulang namun di tengah jalan ada pemeriksaan .Dan mereka menyuruh Asep dan Abdi turun
" Cepat sini berjongkok " kata Pria berbaju kulit membentak mereka .
" Kalian orang mana " kata pria itu bertanya Sedangkan Raya sudah gemetar melihat dari dalam mobil .
" Kami orang jawa , kami hanya bekerja disini " kata Abdi menjawab tegas sedangkan Asep terlihat takut
" Cium mereka " kata seorang pria yang mencium bau tubuh Abdi dan Asep yang membuat Yuni turun dari mobil
"' Dia bukan madura " kata pria itu menunjuk Abdi
" Saya juga bukan madura pa " kata Asep Yang membuat seorang pria menebas kepalanya karna marah
" Aaaaa.......teriak Raya histeris dari dalam mobil
" Woi ..... kenapa kalian bunuh teman ku hah. .... " kata Yuni berteriak Abdi Yang berdiri dengan tubuh gemetaran melihat kepala Asep
" Siapa kau brani ikut campur urusan kami .Pergi dari sini " kata Pria itu membentak Yuni
" Hidupkan teman ku ... hidupkan !!! Yuni histeris Kami tak akan pergi sebelum kalian menghidupkan nya " teriak Yuni marah .
Lalu menarik krah baju pria itu dan mengambil mandau di tangan pria yang menebas kepala Asep. Dan lalu ingin melayangkan nya pada pria itu . Yang membuat seseorang menahan tangan Yuni .
" Stop , berhenti jangan lakukan " kata seorang pria
" Hidup kan teman nya kenapa kau membunuhnya mereka bukan musuh
kita " kata pria itu seraya menatap Yuni memindai Yuni dari atas sampai bawah Yang cukup brani menantang prajurit pasukan dayak
Membuat beberapa Pria lain datang melihat kejadian itu Dan mereka rata rata membawa mandau Dengan ikat kepala berwarna merah .
Dua pria lalu meletakan kepala itu dekat badannya dan lalu menyambung sambil membaca jampi jampi Dan lalu mengoles minyak ke leher .Dan darah yang tadi bercecer berkumpul kembali Dan tak lama Asep pun hidup kembali Yang membuat Abdi dan Raya bergidik ngeri .
" Aaa......" kata Asep kaget melihat dua pria menatapnya Dan juga melihat Yuni Yang memegang mandau di tangan nya Masih ada bekas darah nya disana
" Sep cepat masuk mobil !!!" kata Yuni
Membuat 6 pria itu melihat Yuni tajam
Namun diam tak bicara apa apa
" Nih pedang mu, awas kalo menganggu kami lagi. Aku yang akan menebas leher kalian " kata Yuni Berlalu begitu saja meninggal kan para pria itu masuk ke dalam mobil
" Sep jalan ...." kata Yuni .
Yang membuat Asep cepat cepat menghidupkan mobil dan pergi dari tempat itu . Raya yang gemetaran hanya terdiam tak bicara Dan begitu juga Abdi yang duduk dengan Raya Sedangkan Yuni duduk di depan dengan Asep .
Sedangkan para pria menatap ketuanya Dengan penuh tanda tanya.
" Siapa gadis itu " kata para prajurit itu
" Kalo kalian ingin tahu tanyakan panglima " kata pria itu membuang nafas kasar Lalu kembali mengawasi mobil yang lewat
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 321 Episodes
Comments
Melas Nggrhemheth
iklan nya ngeri... berlapis lapis
2025-02-28
1
neng ade
salut akan keberanian Yuni .. mungkin ada darah leluhur nya yg orang Dayak yg bikin takjub itu kepala Asep bisa disatukan lagi membuat nya hidup kembali
2023-10-21
1
EsTehPanas SENJA
waaah i kemasukan apa kok jadi sangar dia 🤔
2023-09-20
1