Yuni merebahkan tubuhnya Dan menutup tubuhnya dengan selimut karna takut mengingat apa yang ia lihat di jalan . Lalu memejam kan mata nya . Dan tak ingat lagi kalo ia sedang kelaparan..Lalu Yuni pun akhirnya tertidur dengan sendirinya .
Subuh terdengar ayam berkokok bersahutan Yang membuat Yuni bangun Lalu membuka mata nya
" Astaga sudah subuh " kata Yuni bergegas ke kamar mandi Dan lalu berwudhu untuk sholat .
Lalu setelah sholat Yuni pun mandi berpakaian Dan keluar menuju dapur untuk sarapan pagi .
" Pagi semuanya " kata Yuni menyapa semua karyawan dengan sikap ramah
" Pagi juga mba " jawab semua kompak
" Cakep , kok bisa kompak " kata Yuni
" Iyalah , sudah biasa " kata Aris
Yuni lalu duduk bergabung bersama
karyawan lain untuk sarapan pagi Namun ketika Yuni ingin menyuap nasi nya Tiba tiba .....
" Woi...... hari ini kita libur kerja Tapi ngak ada yang boleh keluar dari camp
Karna ada kerusuhan di kota " kata Kang Ali yang datang dan duduk di depan Yuni
" Hah.....kerusuhan apa " kata Yuni kaget Kejadian tadi malam saja membuatnya merinding Di tambah dengan berita baru
" Perang suku dayak dan madura .Saling bunuh membunuh " kata kang Ali serius
" Apa perang !! jangan bercanda mas perang gimana ?" kata Yuni tak jadi menyuap nasi nya
" Potong kepala " kata kang Ali
" Hah...... hi..... seram amat " kata Yuni bergidik ngeri mendengar nya Sedangkan yang lain menatap kang Ali tegang
" Benaran kang " kata Aris
" Iya kang jangan nakutin kita deh " kata Andre dengan mimik serius
" Ngak percaya ya sudah Potong nih jari kang Ali bila bercanda Ini memang lagi genting tahu . Makanya sama pengawas kita ngak boleh keluar dulu Kecuali sangat darurat " kata kang Ali
" Astaga terus kalo stock habis didapur gimana kang " kata mbok yang sedang membawakan teh hangat .
" Ya belanja sekarang aja mbok " kata Tri Yang baru datang sambil menatap Yuni
Yuni terdiam karna tak menyangka akan ada kerusuhan padahal ia baru betah bekerja dan masuk camp. Kejadian tadi malam saja masih terbayang bayang di kepalanya Dan Yuni belum bisa melupakannya Dan pagi ini sudah ada lagi kabar kerusuhan
" Kenapa melihat ku begitu Tri " kata Yuni bingung
" Sana mumpung pagi , kata nya kerusuhan akan lama. Ambil uang makan kita untuk belanja seminggu Nanti Aku antar mbok Iyem kepasar .Dan kamu juga harus ikut " kata Tri menatap Yuni
" Hah......aku " kata Yuni menunjuk dirinya Yang memang hanya dia staf wanita keuangan di camp Karna Rena sedang cuti pulang cuti 3 minggu
Dan Yuni tak kenal Rena karna Yuni baru datang. Saat Rena pergi cuti Dan wanita yang lain hanya mbok Iyem dan bi Narsih tukang masak dapur karyawan untuk 30 orang untuk satu camp
" Ya kamu lah Yun sana ... mintakan uang !! buat belanja " kata Tri .
" Heh.......mbok aja kan mbok tahu hitungan nya. Aku kan baru disini Tri Jadi ngak tahu " kata Yuni bingung
" Sudah cepetan sana berdoa sama mbok kepasar , mumpung pagi kalo siang nanti rusuh " kata Andre
" Mas Andre , jangan nakutin deh " kata Yuni tegang .
" Dah mba ayo temani mbok , Kita satu jam lebih kalo ke sampit dari sini . Ayo kekantor dulu ambil uang nya " kata mbok menarik tangan Yuni Yang tak jadi makan
" Eh aku belum sarapan " kata Yuni
" Bi Narsih masukan di wadah biar mba Yuni makan di mobil !!! " kata kang Ali
" Heh...... mana bisa begitu " kata Yuni protes
" Bisa lah , sana cepat kekantor !!" kata Kang Ali Lalu duduk sambil mengambil segelas teh
Mau tak mau Yuni beranjak dan kekantor bersama mbok Iyem Dan Yuna masuk ke ruangan pa Tyiur atasannya .Dan lalu minta uang makan karyawan untuk belanja hari ini
" Tapi ini kurang yun, kamu minta di kantor sampit ya nanti sama staf di sana Karna ini hanya cukup untuk 3 hari saja " kata pa Tyiur pada Yuni dan mbok yang duduk menunggu .
" Ya pa seadanya saja, nanti biar saya mampir kantor sampit untuk minta kekurangan nya " kata Yuni .
" Ya hati hati di jalan habis belanja langsung pulang " kata pa Tyiur serius
" Benaran pa lagi rusuh " kata Yuni menatap pa Tyiur
" Iya lah masa bercanda , lagi rame dan tegang tegangnya ini Yun. Kita dengar lewat HT tadi malam " kata pa Tyiur bergidik ngeri
Yuni pun menatap mbok Dan mbok mengangguk Lalu menerima uang yang di sodorkan pa Tyiur Dan Yuni ikut membantu menghitungnya. Setelah sesuai hitungan pa Tyiur .Yuni dan mbok pun Bergegas pergi
Asep sudah menyiapkan mobil Dan Tri Yang mengantar mereka sudah siap menunggu bersama Ariesta di dekat mobil . Karna Tri adalah wakil kepala mekanik ia biasa nya mengambil alat untuk perbaikan alat berat. Dan ia juga sering membantu mbok Iyem mengangkut belanjaan Sekalian kekantor sampit .
Setelah semua siap Yuni yang di suruh ikut Mau ngak mau makan di mobil
Dan mobil melaju keluar dari perkebunan sawit lahan kosong yang baru di tanami
Sekitar 15 menit mereka keluar menuju jalan raya Untung tak ada hujan Jadi jalan nya lancar dan tidak becek
" Mbok sudah " kata Yuni selesai makan dengan perasaan tak enak
" Ya mba nih minum dulu pake sedotan biar tidak tersedak " kata mbok Iyem . mengambil wadah makan Yuni dan meletakannya di keranjang belanjaan .
Sedangkan Tri yang duduk di sebelah Yuni terlihat santai . Memperhatikan Yuni yang belum terbiasa hidup di proyek .
Satu jam lebih mobil melaju .Mobil pun sampai di kantor sampit Dan Yuni bergegas turun Untuk minta uang pada staf keuangan Yang sudah Yuni kenal Karna Raya Tarigan juga berasal dari jakarta.
" Ray , aku mau ambil uang makan karyawan buat seminggu " kata Yuni duduk didepan Raya Sedang kan yang lain menunggu di teras kantor
" Lho serius Yun, mau kepasar nih lagi ada kerusuhan lho " kata Raya mengambil uang dari laci Lalu menghitung nya
" Aku disuruh ikut , biar cepat belanjanya kata mereka " kata Yuni Yang bingung karna pekerjaannya sebagai akuntan ikut merembet ke masalah dapur
" Hahaha . .... biasa kalo di proyek begitu Yun, biar terlatih mandiri " kata Raya menertawakan Yuni
" Jangan kaget Yun, Nanti juga terbiasa " kata Ci Lily selaku atasan mereka
" Ya mau gimana lagi " kata Yuni . Toh pekerjaan nya juga santai Hanya membuat laporan Dan itu pun tak sampai 2 jam
" Nih ... cek lagi " kata Raya menyodorkan uang pada Yuni . Dan Yuni pun dengan cepat menghitung nya.
" Pas, aku bawa ya Ray Ci pergi dulu " pamit Yuni seraya memasukan uang kedalam amplop putih Yang tersedia di atas meja
" Ya hati hati " kata Raya Melihat punggung Yuni menghilang dari balik pintu kantor
Dan Yuni pun menyerahkan uangnya pada mbok Lalu mereka ke pasar. Dan sesampai nya di pasar Mereka pun cepat cepat belanja. Tri dan Ariesta yang ikut Dengan sigap mengangkut belanjaan kemobil .Agar mereka tak membayar kuli panggul di pasar
" Mbok sudah selesai ini ?" kata Yuni
" Sudah semua mba " kata mbok Iyem yang melihat catatan belanja sudah lengkap mulai dari Ayam , ikan daging telur dan juga lainya.
Mereka lalu kembali kemobil Yuni yang ingin membeli jajanan pun menyuruh mbok masuk mobil lebih dulu di dalam mobil bersama yang lain .
" Woi..... itu dia tangkap !!! " teriak 4 pria mengejar dua pria berkulit hitam Yang sedang membawa mandau .
Dua pria itu menabrak Yuni yang akan melangkah kemobil .
Bruk........ Yuni pun terjatuh dekat meja
Dan ketika hendak berdiri tiba tiba
Bres.......... sebuah pedang melayang menebas kepala dari satu pria itu
" Aaaa..........."teriak semua tukang jual jajanan dekat Yuni . Ketika cipratan darah kemana mana
" Astagfirullah aladzim " kata Yuni memejam kan matanya melihat apa yang terjadi. Dan Yuni terduduk lemas di bawah meja Sambil memeluk kantong jajanan nya Dan melihat kepala terpisah dari badan nya .
" Hiks......hiks......ya allah tolong aku " isak Yuni ketakutan . Sedangkan para pria itu langsung mengangkut tubuh tanpa kepala itu entah kemana Dan yang lainnya membawa kepalanya .
" Yun.....ayo " kata Tri Menarik tubuh Yuni yang lemas Dan cepat cepat memapah Yuni menuju mobil Dan Asep pun membawa mobil melaju kencang kembali ke perkebunan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 321 Episodes
Comments
վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Apakah author salah satu saksi nyata Tragedi Sampit 🙏
2024-01-05
2
Lina maulina
MK nya yg pendatang hati2 jgn asal berucap
2023-11-16
2
Lena Sari
kebayang nggak sih...Yuni ngumpet sambil peluk kntong jajan😀😀
2023-10-05
1