Ariesta mengikuti Yuni naik keatas tempat gudang penyimpanan barang barang dan stock Kedua nya berjalan pelan pelan tanpa alas kaki sampai di sebuah ruangan . Yuni berhenti dan diam
Lalu mengintip ke pintu yang memang tak ada kuncinya.
" Kita ngapain " kata Ariesta berbisik
" Lihat sendiri " kata Yuni menyuruh Ariesta mengintip ada dua orang lawan jenis sedang berpelukan dan berciuman
" Mereka ......mpt .... " kata Ariesta yang melotot menatap Yuni yang membekap mulut nya .
" Ah.......mas ....mas ah ******* ..itu terdengar pelan .
Dan ketika Yuna melepas bekapan tangan nya
" Woi .....siapa di dalam woi... lagi ngapain " teriak Ariesta lantang .
Yang membuat suara ******* itu berhenti .Dan Yuni bergegas turun Tapi Ariesta langsung mendorong pintu kamar gudang memergoki pasangan mesum itu sedang bercumbu
" Wah.......parah kalian .berdua apa ngak ada tempat lain hah ......" kata Ariesta Yang lalu pergi turun dari gudang Membuat banyak karyawan melihat kearah Ariesta dan Rena turun Begitu juga Juan yang akhirnya ikut turun
" Ada apa ?" kata Tri
" Tanya aja tuh pasangan mesum . Sudah punya istri kok begitu. Dan Lagi lho Ren menjijikan banget sih Masa mau sama laki orang " kata Ariesta yang membuat semua orang kaget.
Sedangkan Yuni berdiri di depan mess Bersamaan dengan Moko dan Aris
Yang datang menghampiri Yuni
" Kenapa ?" kata Yuni bingung
" Sudah tahu atau belum " kata Aris
" Apa " kata Yuni menatap kedua nya
" Yuk.....ikut nyanyi kita aja Yun ketimbang stres " kata Aris menarik tangan Yuni kekamar
Moko pun lalu mengambil gitar dan bernyanyi bersama Seto dan Umar yang datang bersama pa Tyiur Melihat ketiganya asyik bernyanyi bersama. Mereka pun ikut bergabung
" Wah ..... kalian asyik asyik disini Apa ngak tahu ya di mess karyawan ada yang lagi keciduk " kata Seto .
" Ngak ngurus biar kan saja " kata Aris cuek Yang sudah tahu apa yang terjadi Lalu mereka pun kembali bernyanyi lagi
Yuni sedikit tenang berkumpul bersama teman teman nya Yang membuat Yuni . bisa melupakan kejadian kerusuhan Karna seminggu ini ia tak keluar camp Dan juga melupakan kejadian Rena dan Juan Karna itu bukan urusannya Dan Yuni bersikap cuek seolah olah tidak tahu apa pun Apa lagi yang terjadi di mess karyawan
*************
Paginya Yuni bertemu Rena yang bersiap siap pergi dari camp bersama Juan Yang membuat Rena menatap sinis pada Yuni ketika Yuni melewatinya
" Ada apa ?" kata Yuni heran Rena menatapnya benci padanya
" Ck..... munafik .... apa kau sengaja ingin menjatuhkan ku " kata Rena
" Hah .... maksudnya apa " kata Yuni
" Kamu yang pacaran sama Ariesta kan di gudang kok malah dia memfitnah kami " kata Rena
" Hah...... fitnah ... fitnah apa dia memang dia melihat sendiri .." jelas Yuni
" Cih....lihat apa kami tak melakukan .apa pun " kata Rena sinis
" Astaga rupanya otak mu sudah buntu ya Hingga sampai merendahkan diri mu sendiri Lalu menyalah kan orang lain " kata Yuni
" Mana bukti nya " kata Rena .
" Kalian berdua melakukan di semak belukar, trus di belakang kantor Lalu tadi malam Apa ngak cukup bukti hah " kata Yuni berbisik pelan
" ******* mu yang keenakan itu Ren Membuat nya mendengarkan dengan jelas kalo kau bersama Juan " kata Yuni Lalu melewati Rena begitu saja menuju meja makan untuk sarapan .
" Ada apa ?" kata Ferdi heran
" Tanya aja pacar mu sana " kata Yuni
" Hah....siapa yang pacaran " kata Ferdi menatap Yuni bingung
" Tahu " kata Yuni cuek
Membuat Ferdi terdiam Tak bicara lagi pada gadis di depan nya Karna Yuni memasang wajah masamnya
Tak lama Ariesta muncul bersama Tri
" Pagi sayang , mau ikut ke sampit ngak Kita mau ngantar Rena dan Juan " kata Ariesta duduk di sebelah Yuni
" Ngak kamu aja Aku lagi ngak mood ." kata Yuni .
" Ya sudah , Fer nanti ikut kita ambil barang ya " kata Ariesta Yang mengajak Ferdi ikut Karna ada dua excavator yang tertahan di dalam hutan Yang masih harus diperbaiki Dan hari ini mereka mengambil alatnya
Sedangkan Yuni hanya fokus pada makanan nya Setelah itu ia kembali ke mess staf Ariesta yang merasa di cuekin pun bingung
" Ada apa dengan nya " kata Ariesta bingung menatap Ferdi
" Ngak tahu lagi datang bulan kali " kata Ferdi Karna biasa nya perempuan hobby banget cerewet pas lagi haid
" Hahaha.....iya aku lupa " kata Ariesta tertawa
" Apa nya yang lupa " kata Ferdi
" Yaitu tadi lagi datang bulan maka nya kekasih ku manyun melulu " kata Ariesta tertawa lepas
Yang membuat Ferdi menepuk .jidat nya mendengar perkataan Ariesta . Yang membuat Ferdi iri pada Ariesta Yang bisa dekat pada gadis cuek itu .Walau terkesan pun judes Namun Yuni cukup menarik perhatiannya Yang membuat Ferdi penasaran Apalagi beberapa teman nya tertarik pada gadis mungil itu Yang terkesan tomboy tapi cantik .
Yuni duduk dikantor seorang diri . Ketika seorang satpam dari kantor perkebunan sawit menemui nya Karna Para staff sedang survei Dan pa Tyiur juga
masih di kantin Sedang sarapan pagi
" Cari siapa pa ?" kata Yuni
" Mba Yuni ya " kata satpam itu menatap Yuni dari atas sampai bawah
" Maaf saya hanya mengantar sesuatu mba . Ini titipan seseorang seminggu yang lalu " kata Satpam memberikan sebuah kotak berwarna coklat
" Apa ini " kata Yuni
" Tidak tahu mba , buka saja sendiri kalo begitu saya pamit dulu " kata satpam itu Lalu pergi meninggalkan kantor Dan menghilang di balik rimbunnya bibit sawit yang mulai meninggi
" Apa isinya " kata Yuni bertanya tanya lalu membuka kotak kecil .Karna Yuni penasaran dengan isinya Yuni pun membuka isi kotaknya
Deg......
Sebuah cincin merah delima bertahta emas murni terlihat jelas Dan Yuni menatap nya penuh keheranan
" Dari siapa ya ?" kata Yuni heran karna ia tak mengenal siapapun di sampit Dan di kotak itu hanya tertulis inisial PA Yang membuat Yuni bingung Dan menebak nebak siapa Yang memberikan cincin tanpa alamat jelas
" Huh......aneh " kata Yuni Lalu menyimpan cincin itu kembali kedalam kotak Dan kembali fokus ke layar komputernya .
Tak lama Andre datang Dan masuk kantor Lalu duduk disebelah Yuni Karna komputernya bersebelahan dengan Yuni Dan Andre yang melihat sebuah kotak perhiasan itu pun penasaran
" Apaan tuh yun " kata Andre
" Cincin mas " jawab Yuni
" Hah .....dari mana ?" kata Andre
" Di kasih satpam perkebunan sawit sebelah " kata Yuni
" Hah.....serius , boleh lihat ngak " kata Andre penasaran ingin tahu
" Lihat aja " kata Yuni cuek tanpa menoleh Dan Andre pun membuka kotak beludru warna coklat itu
" Wah ....gila ini yun, ini cincin bagus mana merah delima lagi " kata Andre kaget dan menatap Yuni
" Ambil aja buat mas Andre kalo mau " kata Yuni cuek
" Hah... benaran " kata Andre memasang di cari kelingkingnya .
" Wah bagus , ya sudah aku pinjam yun besok aku kembalikan " kata Andre
" Buat mas Andre saja " kata Yuni Karna tak terlalu tertarik dengan cincin itu Karna menurut nya sangat aneh
" Benaran nih iklas nanti mas Andre bayar kalo cocok ya " kata Andre
" Ngak usah mas, pake saja " kata Yuni Yang tak menginginkan cincin itu Apalagi dari orang yang tak di kenal
Dan itu pantangan baginya Yuni yang sedari kecil sudah di wanti wanti . Harus berhati hati pada pemberian orang tak dikenal.. Terlebih dengan barang berharga
" Ok tapi kalo punya uang biar aku beli Yun " Kata Andre yang senang melihat warna nya dan juga bentuknya .
" Ngak usah mas , buat mas Andre saja kalo memang suka " kata Yuni fokus pada laporan nya Dan tak terlalu perduli Dengan cincin merah delima itu .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 321 Episodes
Comments
neng ade
jangan2 itu cincin membawa petaka atau kutukan
2023-10-21
0
dewi andarini
cincin penanda
2023-09-01
1