Yuni bergegas masuk kamar nya Dan menyimpan ponselnya ..Lalu duduk merenung sebentar .Setelah .itu ia keluar menuju kantor Sambil melihat para staf berkumpul duduk lesehan sambil ngobrol
" Wah .....dari mana yun " kata Aris
" Telpon rumah cari sinyal kok naik turun " kata Yuna
" Kenapa ngak naik ke pohon saja tuh di atap " kata Moko
" Sampean aja mas kalo jatuh sakit , barusan aku aja jatuh ." kata Yuni
" Hah .... kok bisa sakit ngak ." kata Andre kaget
" Ngak " kata Yuni datar
" Kok bisa " kata Aris heran .
" Tadi pas aku jatuh aku menimpa seseorang .Orang nya cuma ngomel ngak marah kok Jadi ngak masalah kan ." kata Yuni tampa dosa
" Waduh...... enak no " kata Moko terkekeh
" Iya lah gue yang jadi bantalan " kata pria itu nongol yang membuat Yuni melotot melihat nya
" Ngak usah pake melotot juga kali kalo kaget " kata Pria itu
" Biasa Fer kalo dia melotot kan Karna mata nya sipit kaya kamu "kata Aris Yang membuat semua orang tertawa
" Ngak lucu ris sok tahu lho " kata Yuni mencebik kan bibirnya sambil manyun
" Yun tuh bibir ngak usah di gituan juga kali Apa mau di cium " kata Andre .
" Ih rese mas Andre " kata Yuni .Lalu menjauh dari para kaum adam itu Dan mendekati pa Tyiur.
" Biasa mereka kalo ngumpul gitu kalo ngak nyari bahan bully ya bikin lelucon yun, jangan ambil hati Masukan rempelo aja " kata pa Tyiur melirik Yuni
" Bukan gitu pa, dia mendekati bapa takut sama cicak rowo " kata Andre
" Hah ..apaan tuh cicak rowo pa " kata Yuni polos
" Ya itu yang ada buntutnya hitam hitam " kata Pa Tyiur
Yuni berpikir sejenak Yang membuat para pria menertawakan nya Karna tak tahu Apa maksud yang di bicarakan
" Tahu ah rese semua tuh " kata Yuni setelah itu duduk diam
" Kamu cuma di kerjain yun sama mereka .Mana ada cicak rowo di sini " kata pa Tyiur santai
" Iya pa mereka kan memang begitu pa jeruk makan jeruk " kata Yuni
" Hah..... jeruk makan jeruk gimana " kata Seto bingung
" Tuh ... bukan mas Seto .. " kata Yuni menunjuk dengan mulut nya Yang membuat semua orang tertawa . Karna Ferdi dan Aris berpelukan.
" Itu biasa Yun dia kangen sama bolo " kata Umar terkekeh
" Ck......sok tahu lho, dia memang asli cowok Tapi sayang nya melambai " kata Aris menyindir Ferdi yang memang kangen dengan dirinya Hingga sampai memeluk Aris segitunya Membuat tawa mereka pecah Dan Ferdi melayangkan bogem nya pada Aris namun pelan
" Sialan lho ris puas lho bisa bikin gue malu Tadi tuh orang yang jatuhi gue sekarang lho malah ikutan " kata Ferdi
Yang tahu para teman nya bercanda
" Yah emosi dia , masa baru segitu sudah baper " kata Yuni yang beranjak dari kursinya .
" Mas Moko pinjam motor ya " kata Yuni berdiri menghampiri Moko
" Nih mau kemana sudah sore ." kata Moko sambil menghidupkan rokoknya
" Mau jajan , malas disini ." kata Yuni sambil keluar dari kantor Karna biasa bagi kaum adam kalo ngumpul bercerita dan bercanda
Mumpung sore Yuni pergi menaiki motor ke warung terdekat di perkebunan sawit. Karna memang hanya di situ warung terdekat . Dan lagi mereka punya batas berbeda Karna mess tempat Yuni tinggali hanya khusus karyawan untuk kontraktor Alat berat . Seperti eksavator buldoser traktor Yang tak aneh bila karyawannya 98 persen laki laki .Dan wanita nya hanya Yuni dan Rena.
Yuni lalu menghampiri warung Untuk membeli cemilan Karna ketika malam ia butuh nyemil teman membaca nya Ketika saat tak ada pekerjaan
" Mba ada cemilan pedas ngak mba " kata Yuni
" Oh mba Yuni , wah kosong mba warung depan tuh ada Mumpung sore kesana saja " kata mba tukang warung
" Ya mba terimakasih " kata Yuni yang kembali menaiki motor ke warung depan pinggir jalan raya besar Dan Yuni mengebut seorang diri melewati sawit sawit yang baru umur 2 tahun
Yang tumbuh lebat di sepanjang Jalan
Sesampainya di sana Yuni pun membeli cemilan dan menaruh nya di tas gendong kain sampai penuh Karna ia tak punya kantong plastik Setelah selesai dan membayar Yuni pun bergegas pulang Takut magrib Namun baru di perbatasan motor Yuni tiba tiba mogok . .
" Ya apes nih " kata Yuni kesal lalu mencoba menghidupkan nya berkali kali
Tapi tak bisa ..Lalu Yuna menuntun motor nya pulang Sedangkan hari semakin gelap
" Waduh sudah mulai magrib " kata Yuni mempercepat menuntun motor nya
Yuni menapaki jalan setapak sunyi Ketika melewati rimbunan pohon sawit yang lebat Sambil terus menuntun motornya Dan tiba tiba Yuni melihat seseorang berjalan tanpa kepala menuju kearah nya
" Tolong .....tolong..... kepala ku mana " kata suara pria itu berjalan tanpa kepala Membuat Yuna mengambil langkah seribu Tanpa ingat lagi dengan motornya Yang ia tuntun hingga lari sekuat kuatnya menuju camp
" Aaa........" teriak Yuni terjatuh Dan di tolong Moko teman kantornya Yang membuat Yuni sadar kalo ia sudah sampai di camp Tempat nya berkerja lalu mencoba mengambil nafas tenang .
" Kamu kenapa sih sampai terjatuh begini ....." kata Moko kaget .
" Aku lihat hantu mas " kata Yuni takut sambil Menatap gelap nya malam
" Lalu motor nya mana ?" kata Moko
"Hua.. ..... motornya di ambil hantu mas " kata Yuni langsung berlari ke mess staf Dan masuk kamarnya Lalu mengunci pintu kamar rapat rapat
" Astaga ...... tuh anak ya kalo motor hilang Aku bisa di suruh ganti " dumel Moko mengeleng
" Ris ayo kedepan " teriak Moko
" Kenapa sih mas ?" kata Aris
" Yuni tuh ninggalin motor sembarangan di jalan " kata Moko Lalu mengambil Motor Yang biasa di pake Andre membonceng Aris menuju jalan setapak
Dan mereka berdua pun menyusuri jalan sepi mencari motor yang ditinggal Yuni
" Tuh motornya " kata Aris melihat motor tergeletak begitu saja di jalan .
" Ya ampun tuh anak ya , dasar penakut ris cek kenapa motornya " kata Moko .
" Waduh mogok mas , pantas dia kabur yuk di tarik aja Nanti kita suruh Tri mengecek nya " kata Aris .
" Yo ..... " kata Moko yang memegang motor yang di bawa Aris Dan Aris pun menunggangi motor yang tadi di bawa Yuni .Dengan mengiring motor Moko
Hanya sepuluh menit mereka sampai di camp Dan Aris menuntun motornya ke bengkel
" Mas mogok nih cek gih besok pagi mau kita pake buat survei lokasi " kata Aris pada Tri
" Kok bisa mogok bukan nya baru kemaren aku dandani " kata Tri heran Lalu menyuruh Yusuf mengecek motornya .
" Tuh yang make mba Yuni malah di tinggal di tengah jalan .Untung ngak hilang " kata Moko
" Emang dia dari mana " kata Tri
" Dari warung depan beli jajan terus lihat hantu kata nya " kata Moko
" Masa sih itu sugesti dia saja kali mas Mungkin karna lihat kejadian kemaren makanya dia teringat terus " kata Asep
" Shut .... ngak usah dibahas juga kali sep Kan lagi musim gentayangan Belum empat puluh hari " kata Tri
" Hah ....... apa mereka bisa jadi hantu kalo mati begitu " kata Aris
" Iyalah kan mereka ngak pengen mati dengan cara begitu Yang jelas mereka gentayangan sana sini " kata Asep
" Shut ..... sudah " kata Moko yang melihat para satpam keamanan sawit menghampiri mereka di bengkel .
" Mas...... di sini ada cewek baru ya
Saya lihat ada yang belanja ke warung " kata salah satu satpam itu bertanya
" Iya pa , dia staf akuntan disini " kata Moko
" O.....begitu yang sudah trimakasih " kata satpam itu Lalu mereka pun pergi menjauh kembali ke perkebunan
Moko pun menatap dua Satpam itu menghilang Dan menatap Tri Yusuf dan Aris dengan wajah bingung
" Apa maksudnya tuh " kata Moko
" Ngak tahu mas " kata Tri bingung
Sedangkan Yuni duduk diam sambil membaca doa .Dan menyelimuti dirinya
Dengan selimut karna tubuhnya menggigil
Mengingat kejadian tadi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 321 Episodes
Comments
Kardi Kardi
stay tune misss. santaiiii. ambil WUDHUUUU/Panic/
2025-03-04
2
Mahrita Sartika
aku nggak pernah liat hantu atau hal ghaib tapi sering mo kecelakaan gegara kakak aku tiba-tiba berhenti melihat yg tidak terlihat oleh aku saat boncengan
2024-09-22
1