Selesai berkumpul dan diskusi Mereka pun kembali ke kamar masing masing Begitu juga Yuni Yang merasa aneh Karna ada hantu bisa menampakan dirinya di siang bolong
**********
Malamnya setelah makan Yuni kembali ke kamar nya Karna saat makan tadi Yuni hanya diam tak bicara Ketika para karyawan ramai membahas hantu Dan kecelakaan tadi siang Yuni hanya berpikir Sebenar nya ada apa dengan tempat kerja mereka
" Hi.....seram juga " kata Yuni yang merebah kan dirinya di kasur Dan berdoa sebelum tidur .Dan ketika hendak memejamkan mata nya
Tok....tok.....tok ......" terdengar suara jendela kamar Yuni di ketuk seseorang
Tok...tok....tok...
Yuni membuka mata nya Lalu menatap ke jendela Suara ketukan itu masih terdengar Tapi Yuni hanya diam tak bersuara Dan lalu memejamkan mata nya Sambil membaca Ayat kursi Setelah itu suara ketukan itu hilang begitu saja .
" Huh...... ya Allah ya rabb lindungi aku " kata Yuni Yang lalu tertidur dengan tenang Dan setelah lama terlelap Terdengar suara .......
" Aaa.......Aaaaa " teriakan suara nyaring dari kamar sebelah membuat Yuni terbangun Dan membuka pintu kamar Dan melihat Moko Seto dan Umar Sedang berkumpul di kamar Andre Yang memegangi Andre Sedang duduk dengan tubuh berkeringat .
" Ada apa " kata Yuni ikut duduk di dekat Moko
" Mas Andre bermimpi di kejar hantu tanpa kepala " kata Aris
" Hah..... kok hantu lagi, tadi malam kamar ku juga di ketuk ketuk " kata Yuni Yang membuat ke lima teman nya itu menatap nya .
" Tapi ngak ku buka Aku hanya baca ayat kursi terus tidur lagi " kata Yuni
" Yuk tidur lagi masih malam " kata Yuni
" Hah .....kamu ngak takut Yun" kata Aris
" Ngak lah , kan hantu nya ngak nyata coba kalo nongol gue jitak " kata Yuni Yang kembali ke kamar nya
" Heh....... ngak lucu Yun " teriak Seto Yang membuat Aris menggelengkan kepala Karna Yuni bersikap cuek .
Yuni kembali tidur Tapi sebelum tidur ia lebih dulu sholat malam Dan berzikir cukup lama Dan setelah selesai
Yuni pun kembali berbaring di tempat tidurnya
Pagi jam 6 Yuni sudah duduk di meja makan untuk sarapan pagi .Berkumpul dengan karyawan lain .Tapi Yuni memilih duduk di pojok dekat jendela
" Yun dapat salam dari Raya " kata Tri Yang ikut makan di sebelah Yuni
" Walaikum salam , oh ya apa disana masih kerusuhan " kata Yuni melirik Tri
" Masih yang, malah tambah seram Tahu ngak sungai penuh darah Dan korban banyak berjatuhan " kata Arista bercerita
" Hue........ih ris jangan cerita dong Mual perut ku dengarnya " kata Beno
Ariesta lalu terdiam Dan menatap Yuni dan Tri Mereka masih makan dengan lahap Dan Ariesta pun melanjutkan makan nya Sedang Beno yang selesai makan bergegas pergi Karna jijik mendengar cerita kerusuhan
" Yang kangkung nya habis nanti kita nyari di pinggir hutan sana ya " kata Ariesta mengingat kan Yuni tentang kancil peliharaan mereka .
" Ya ... tapi habis ashar aja ya jangan terlalu sore " kata Yuni
" Ya " kata Ariesta
" Aku ngak diajak nih " kata Tri menyindir
" Ya kalo mau ikut ayo..... tapi jangan marah jadi orang ketiga ya " kata Ariesta santai menikmati makanan nya
" Ck..... gaya mu Ar , kan bareng bareng " kata Tri berdecak kesal Yang tahu teman nya itu pengen berduaan saja
Bersama Yuni
Sedangkan Yuni fokus melihat seseorang di luar jendela Yang terlihat menatap nya Kali ini bukan hantu Tapi pria berbaju satpam Sedang berdiri bersama teman nya . Entah ada apa dengan kedua satpam itu Hingga melihatnya dari kejauhan .
" Tri lihat deh mereka satpam perkebunan sawit kan " kata Yuni
" Hah.... mana ?" kata Tri Yang mengikuti arah mata Yuni .Dan melihat dua orang pria memang melihat kearah mereka Dan Ariesta pun ikut melihat dua pria itu
" Mau ngapain mereka di situ " kata Tri
" Mana aku tahu " kata Ariesta Yang mengangkat dua bahunya Karna memang ia tak tahu apa pun .
Moko yang baru datang yang ikut melihat ke jendela Duduk bergabung sambil melihat Yuni Dengan tatapan penuh selidik
" Mereka nyari kamu Yun, tapi aku bilang kamu lagi makan Tapi kok mereka ada disitu .Emang kamu kenal mereka yun " kata Moko menatap Yuni
" Ngak sih ,tapi kemaren salah satu dari mereka menemui ku ngasih cincin mas " kata Yuni jujur
" What ?" kata Ariesta
" Hah kok iso " kata Tri kaget
" Dia lamar kamu Yun " kata Moko ikut kaget .Begitu juga dengan Aris dan umar
" Ngak " geleng Yuni
" Lalu " kata Tri
" Ngelamar mas Andre " kata Yuni
" Hahaha........... kok bisa " kata semua orang riuh tertawa bersama. Mengira Yuni bercanda
" Karna cincin nya sama aku , Yuni ngak mau cincin nya Jadi aku pake saja kan lumayan " kata Andre yang baru nongol ikut bergabung
" Yah jeruk makan jeruk dong pantas . Kamu di liatin gitu Yun Harus nya kamu kembalikan kalo kamu menolak nya biar ngak salah paham " kata Moko menatap Yuni
" Mas Andre yang mau mas, Tadi nya mau aku kembali kan Tapi tuh cincin malah di pake mas Andre . Tapi aku . curiga mas. Tuh cincin kayanya ada hawa mistis nya deh " kata Yuni dengan mimik serius
" Hah.... maksudnya apa ?" kata Andre
" Kamu benar yang, mungkin itu sebab nya Ada hantu yang menyerupai mas Andre Dan kemaren itu pasti karna ulah tuh cincin " kata Ariesta
" Maksud nya apa ta, yang jelas kalo bicara " kata Andre takut
" Begini mas kan cincin nya di pake mas Andre makanya hantunya marah Karna tuh hantu pengen nya Yuni yang make Kayanya tuh cincin punya tuh hantu deh. Trus dia marah sama mas Andre " kata Ariesta asal bicara
" Hi . " kata Andre melepas cincin itu Tapi tak bisa lepas dari jarinya
" Loh ngak bisa lepas " kata Andre heran dan kesal .
" Nah lho , mbok minta minyak " kata Yuni yang menyuruh mbok mengambil minyak goreng Untuk di oles di jari kelingking Andre Tapi tetap saja cincin itu ngak mau lepas Dan setelah itu mereka mencoba nya dengan sabun mandi Namun cincin nya Tetap tak mau lepas juga
Semua orang saling pandang Dan melihat kearah Yuni . Yuni yang diam bertanya tanya dalam hati Kenapa bisa ada orang berniat memberinya cincin Dan apa alasan nya Yang membuat Yuni mengingat seseorang .
" Yun.....gimana tuh jari mau dipotong kata Moko
" Hah.....ra iso ,enak aja ngak mau " kata Andre tak terima jari nya di potong
" Tapi kalo mas memakainya itu jadi sebuah kutukan " kata Yuni menatap Andre serius
" Heh..... kutukan apa Yun " kata Seto tegang
" Di kejar hantu tanpa kepala " kata Yuni menyimpul kan opini nya Karna Andre di bayang bayangi hantu
" Kok .... iso ngono sih.....ih .ogah aku ayo copot bantu copot " kata Andre yang panik minta cincin nya di lepas .
" Potong aja mas jarinya " kata Tri
" Ngak pake sabun , ngak mau aku dipotong " kata Andre
" Lah .... trus gimana kan sudah ngak bisa dilepas mas " kata Ariesta
Semua yang berkumpul bingung Memikirkan cara untuk melepaskan nya Lalu Tri pun bergegas pergi ketika mendapat idea Yaitu menemui dua satpam perkebunan sawit di mess seberang.
Tak lama dua satpam itu .pun datang
Dan duduk berusaha membantu melepas kan cincin itu .Namun mereka juga tidak bisa. Lalu Yuna pun bertanya pada dua
satpam itu
" Tunggu bagaimana kalian bisa mendapatkan cincin itu Dan kenapa kalian ingin memberikan nya pada ku " kata Yuni menatap dua pria itu penuh selidik Karna Yuni tak mengenal siapa pun di daerah sampit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 321 Episodes
Comments
neng ade
kasihan Andre .. Yuni juga salah .. harus nya jangan gegabah nyuruh Andre buka kotak nya san membiarkan Andre memakai cincin itu .. meskipun km ga mau memakai nya ta simpanlah baik2 karena itu kan pemberian seseorang .. harus km hargai Yun .. !
2023-10-21
0