Bab 17

"Makhluk cantik ini semakin hari semakin aneh saja, kenapa dia bertanya aku pernah berciuman atau tidak. Kenapa dia tidak bertanya saja kalau aku pernah main main jungkat-jungkit atau tidak. Karena aku akan menjawabnya, jika aku pernah melakukannya dengan seorang gadis cantik. Tapi di dalam mimpi,' batin Samuel sambil menahan tawanya, ia jadi malu jika ingat tentang mimpi indah, yang artinya adalah jika kini ia telah dewasa.

Melihat ekspresi wajah Samuel yang malu-malu kambing, membuat Zavier penasaran. Karena asistentnya itu pasti pernah berciuman. Makanya ekspresinya jadi menyebalkan dan tak enak dipandang mata.

"Hei Sam, jangan membuatku iri seperti itu. Ahhh dasar, ternyata aku kalah olehmu. Ternyata kau yang aku anggap jomblo sudah selangkah lebih depan," ucap Zavier yang tiba-tiba merasa inscure oleh asistentnya ini.

Samuel yang tersadar dari lamunannya pun langsung tersenyum ke arah Zavier, " Maaf Pak, tapi aku tidak seperti yang anda bayangkan karena aku belum pernah berciuman. Jangankan berciuman, pacaran saja aku tidak pernah," jujur Samuel si anak baik yang selalu ingin membahagiakan ibunya ini.

Sejak ayahnya meninggal sejak ia kuliah, Sam selalu berusaha untuk membahagiakan ibunya. Ia ingin bekerja dan mendapatkan gaji yang besar, agar bisa memberikan apa saja yang ibunya mau. Padahal ibunya Samuel, tak pernah menuntut apapun darinya. Samuel bisa bekerja dan menggapai impiannya saja, sudah membuat ibunya bahagia.

"Benarkah? Lalu kenapa kau tadi malu-malu ayam, sampai wajahmu mirip Kepiting goreng," tanya Zavier.

"Oh itu, itu karena aku malu karena sudah ..." Samuel pun tidak melanjutkan ucapannya, karena ia malu jika harus mengatakan tentang mimpinya yang menuju kedewasaan diri.

"Sudah apa?" tanya Zavier penasaran.

"Emmm tidak Pak, itu rahasia pabrik anda tidak boleh tahu," jawabnya, Zavier pun tak bertanya lagi, jika itu menyangkut setelan pabrik. Karena ia tak mau mengganggu privasi pegawainya.

'Ahhh sebaiknya aku harus mencobanya dulu jika ingin tahu rasanya. Tapi ... nanti Putri Planet itu salah paham padaku. Bagaimana ini, aku sangat penasaran,'

*

*

*

Sepulangnya bekerja, Zavier dibuat kesal karena Istrinya tak berada di rumah. Padahal ia sengaja datang lebih awal untuk memberikan kejutan padanya. Kejutan, karena mulai hari ini ia akan menjadi lebih baik dan perhatian, dalam versi Zavier sendiri tentunya.

Tapi sayangnya, di hari pertama ia berusaha untuk berubah ia malah dibuat kecewa oleh Istrinya ini. Mengesalkan dan juga menyebalkan, moodnya yang tadi sudah sangat bagus rusak begitu saja karena Jizzy yang terlambat pulang.

Sebenarnya Jizzy terlambat pulang karena ia ketiduran di rumah Zia, setelah belanja dan mengobrol serta mencurahkan seluruh isi hatinya ia malah ketiduran, mungkin karena lelah bercerita ia sampai tertidur di sana.

Zavier yang tidak sabar pun akhirnya mencari tahu keberadaan Jizzy, dan tak menunggu waktu yang lama akhirnya ia bisa mendapatkan kabar jika Jizzy berada di rumah sepupunya Zia.

Makhluk cantik ini merasa agak tenang, karena ternyata Istrinya ini tidak berselingkuh seperti apa yang ada dalam pikirannya. Dia kini sedang berada di rumah sepupunya dan mungkin saking asiknya ia lupa waktu.

Untuk itu, Zavier memutuskan untuk menjemput Jizzy dan membawanya pulang. Tanpa mandi terlebih dahulu, ia pun langsung pergi ditemani oleh Samuel asistennya. Entah apa yang akan lakukan di sana, yang terpenting bagi Zavier saat ini adalah membawanya pulang dan meminta Jizzy untuk tidak mengulangi lagi hal seperti ini. Zavier ingin, jika ia pulang maka Jizzy harus sudah berada di rumah. Dan berdandan cantik untuk menyambutnya.

Setelah melakukan perjalanan yang tak lama itu, kini mereka sampai di kediaman keluarga planet Venus. Dimana di sana, ada Alma dan juga Venus yang baru saja pulang bekerja.

Kedua pasangan fenomenal pada masanya ini, merasa heran karena ada menantu dari kakak mereka yang termasuk manusia langka ini, sedang berada di rumah mereka.

Mereka yang tidak tahu maksud dari kedatangan Zavier pun bertanya, ada makhluk cantik ini repot-repot mengunjungi planet Venus pikirnya. Apa planet Jupiter tidak nyaman, ataukah ia ingin mengajaknya berbisnis. Tapi ini di luar jam kerja, Venus tidak menerima pekerjaan di luar jam kerja. Karena saat di rumah, waktunya adalah hanya untuk keluarga kecilnya.

"Ngomong-ngomong ada apa, kau datang kemari?" tanya Venus yang kini sedang duduk berhadapan dengan Zavier dan asistentnya Samuel.

"Maaf, karena aku sudah mengganggu kenyamanan kalian

Tapi kedatanganku ke rumah ini adalah untuk menjemput istriku," jawab Zavier dengan sangat sopan bagaimanapun juga Venus adalah adik dari mertuanya yang harus ia hormati.

"Istrimu?" tanya Alma, sambil bersedekap Dede melihat makhluk cantik yang ada di depannya.

"Iya, istriku belum pulang dari tadi dan setelah aku mencari tahu ternyata dia berada di sini,"

Venus dan Alma pun mengangguk mengerti itu berarti ia ingin menyebut Jizzy yang sedang bersama dengan Zia Putri mereka.

"Tunggu sebentar, aku akan memanggil Jizzy. Mungkin ia sedang bersama dengan Zia," jawab Alma yang memang tidak tahu, jika Jizzy keponakannya itu ada di rumahnya. Itu karena ia pun baru pulang dari menemui teman-temannya untuk mengadakan reuni siang tadi.

Tak menunggu waktu yang lama, kedua perempuan cantik itu turun dari tangga. Diikuti oleh Alma di belakang mereka berdua, terlihat sangat jelas muka bantal yang mereka tunjukkan. Itu berarti mereka baru bangun tidur, untuk kedua kalinya Zavier merasa lega. Karena ternyata Istrinya ketiduran dan tidak macam-macam. Tapi tetap saja, Jizzy harus mendapatkan hukuman karena sudah pulang terlambat dan tidak berada di rumah saat ia membutuhkannya. Ehh membutuhkan?

"Z-Zavier, sedang apa kau di sini?" tanya Jizzy terkejut saat melihat suaminya tiba-tiba ada dihadapannya.

"Menjemputmu untuk pulang bersamaku, memangnya apalagi?"

"Oh maaf aku ketiduran tadi, ya sudah ayo kita pulang," Jizzy pun kemudian membawa barang-barang yang ia beli tadi bersama dengan Zia.

"Tunggu dulu, kenapa harus buru-buru?" tanya Zia.

"Ini sudah sore, kalian bisa bertemu lagi besok," jawab Zavier.

"Baiklah, kalian boleh pulang tapi tinggalkan pria tampan yang ada di sampingmu itu. Dia sangat menggemaskan," ucap Zia tanpa malu saat melihat Samuel.

Tiba-tiba saja jantung Samuel pun berdegup dengan kencang saat mendengar Zia mengatakan jika ia tampan. Berarti benar, jika ia memang tampan. Ia hanya inscure saja karena selalu berdampingan dengan Zavier yang terlihat sangat tampan, bahkan cenderung terlihat cantik.

"Hei Zia, apa kau tidak bisa bersikap manis sedikit saja?" tanya Venus merasa heran, karena putrinya ini sangat mirip dengan Alma yang agresif.

"Tidak bisa Pah, pria tampan ini terlanjur membuat hatiku berdebar. Hei kau harus tanggung jawab, karena wajahmu yang manis itu sudah membuat otakku terkena diabetes!"

'Apa aku semanis itu' batin Samuel, ia tersenyum malu-malu ayam pada Zia.

****

Hari senin waktunya vote ya 😘😘😘 ayo dong dukungannya biar Mimin gak sedih, baca komen lanjut aja Mimin mah udah seneng 😌

Terpopuler

Comments

Keser Galby

Keser Galby

Mimin yng cantik..d sini aku kasih kopi aja y...vote nya mau aku kasih buat anak abon jangan marah yah othor yng cantik😍😍

2023-06-19

4

Ningsih

Ningsih

maaf ya Thor bisanya vote tiap hari Senin aja🤭🙏

2023-06-19

3

NaNim24

NaNim24

Wah,,,ada yg kepincut nih sm Sam,,, sang asisten.
Semangat ka lanjut ceritanya 🙆‍♀️🥰

2023-06-19

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!