Pulang kuliah Jizzy sudah dijemput oleh sopir yang diutus oleh Zavier, suaminya ini sudah mewanti-wanti Jizzy untuk tidak pergi kemana-mana. Dan menerapkan hidup yang disiplin pada Jizzy, hingga Jizzy kini merasa seperti anak TK saja, karena yang semuanya harus diatur oleh Zavier. Mulai dari makan, pakaian dan bahkan sampai berdan-dan semua harus sesuai dengan keinginan Zavier, terkecuali uang. Zavier tidak membatasi pengeluaran yang Jizzy lakukan. Setidaknya, masih ada sisi positif yang diberikan oleh makhluk cantik itu.
Sebenarnya sepulang kuliah nanti, Jizzy ingin pergi jalan-jalan dulu dengan Zia, akan tetapi karena sang suami melarangnya akhirnya Jizzy akhirnya menurut saja demi keamanan otak dan hatinya. Ia tidak mau jika nanti saat pulang ke rumah, ia mendapatkan siraman rohani dah jasmani dari suaminya. Apalagi jika bukan mengomel untuk menyirami rohaninya dan menyuruhnya mandi untuk menyirami jasmaninya.
Menyebalkan.
*
*
*
Di kantornya Zavier sedang memberikan perintah pada orang rumah dan juga pada supirnya, untuk mengawasi Jizzy agar tidak bertingkah macam-macam. Ia meminta mereka untuk melaporkan apa yang Jizzy lakukan, dan jika menurut Zavier itu salah. Maka, Zavier sendiri yang akan menegurnya.
"Bagus, jangan biarkan dia pergi ke sembarang tempat. Aku tidak mau dia membawa penyakit dari luar," ucap Zavier diujung panggilannya, pada sopir yang baru saja menjemput Jizzy. Setelah selesai memberikan arahan padanya, Zavier pun menutup kembali panggilannya.
"Kau mengurung istrimu?" tanya Reyzi pada sepupunya ini.
"Tidak, aku hanya menjaganya agar tidak terserang penyakit," jawabnya kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya, untuk memeriksa laporan.
"Penyakit? Penyakit apa?" tanya Reyizi mengernyit heran.
"Apa kau tidak tahu jika di luar sana banyak sekali sarang penyakit, aku tidak mau dia pulang membawa penyakit ataupun bakteri." jawab Zavier tanpa melihat kearah Reizi dan fokus pada pekerjaannya.
"Oh ya ampun, kau bahkan lebih cerewet dari nenekku," Reizi hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan dari Zavier, yang tak pernah berubah dari dulu.
"Dan apa kau sudah cuci tangan?" tanya Zavier pada Reizi yang terlihat sebal dengan pertanyaan dari Zavier.
"Aku bahkan sudah mencuci kaki-ku! Apa masih kurang!?"
Namun, Zavier hanya mengangkat bahunya acuh melihat kekesalannya Reyzi.
*
*
*
Karena sepulang kuliah Jizzy sama sekali tidak ada kegiatan, akhirnya ia hanya tidur siang saja. Apalagi suami tidak tercintanya ini melarangnya keluar rumah tanpa pengawasan dirinya langsung. Setelah puas tidur siang, Jizzy pun kemudian pergi mandi agar saat Zavier pulang ia terlihat cantik dan menarik. Bukan untuk membuat suaminya tergoda, akan tetapi hanya agar ia tidak mendapatkan siraman otak saat ia pulang nanti. Karena mendengar omelan Zavier terasa sangat pedas di telinga, panasnya melebihi gosip tetangga.
"Aku ini cantik, walaupun kurang sekssehh. Tapi kenapa manusia karbol itu selalu saja menyuruhku mandi, padahal aku kan wangi. Parfumku saja di belikan papa dari Paris, apa penciumannya itu terganggu ya?" gumam Jizzy sambil bercermin melihat tampilan dirinya yang memang sangat cantik.
Suara deru mobil terdengar memasuki halaman rumah yang besar itu, itu artinya sang suaminya sudah pulang. Lebih baik ia menyambutnya agar dianggap sebagai istri solehot oleh Zavier. Jizzy pun dengan segera berlari untuk menyambut suaminya yang anti bakteri itu dengan senyum yang riang. Ia akan memberinya senyuman yang paling manis untuk Zavier agar ia berbaik hati malam ini padanya.
Zavier terlihat memasuki rumah, diikuti oleh asistentnya Samuel. Satu-satunya orang yang Zavier percaya menjadi asistennya.
"Hallo suamiku yang cantik, eh yang tamvan!" ucap Jizzy sambil pura-pura menatap kagum padanya. Sayangnya, Zavier tahu jika senyum yang Jizzy berikan tak tulus padanya. Hingga bukan pujian yang ia dapatkan malahan ejekan yang ia dapatkan.
"Senyumanmu jelek sekali, jangan terlalu dipaksakan nanti gigimu kering dan bibirmu pecah-pecah,"
"A-apa? Oh ya ampun, untung saja aku sudah mempersiapkan ketahanan jantungku tadi,"
"Taruh barang-barangnya di sana," perintah Zavier pada asistentnya yang memang terlihat membawa barang-barang yang cukup banyak karena dibantu oleh para pelayan.
"Apa itu?" tanya Jizzy penasaran, melihat Zavier yang membawa banyak barang-barang.
"Itu adalah alat-alat perawatan tubuhmu luar dan dalam," jawab Zavier, membuat Jantungnya Jizzy sangat terharu karena ternyata suaminya ini sangat baik. Dan barang-barang yang dibelinya pasti bukanlah barang-barang murah. Semuanya pasti barang berkualitas tinggi dimana makhluk karbol ini sangatlah menyukai kesempurnaan.
"Woaaahh, ternyata kau sangat baik. Pasti barang-barangnya sangat mahal. Aku tidak menyangka jika kau adalah suami yang sangat perhatian," Jizzy berdecak kagum pada suaminya ini, tulus tanpa ia buat-buat.
"Aku melakukannya untuk diriku sendiri, karena aku tidak mau pandanganku terganggu karena melihatmu yang kurang cantik dan kurang bersih,"
"Kurang cantik dan kurang bersih? Woaaahh, matamu memang harus aku congkel agar bisa melihat dengan jelas. Hei karbol! Apa kau tidak lihat kalau wajahku ini sangatlah cantik dan juga bersih, aku malah lebih mirip bidadari dibandingkan dengan manusia cantik pada umumnya!" sewot Jizzy, ia tak terima dengan ucapan Zavier, yang sangat menyinggung hati sampai ginjalnya.
"Seperti bidadari yang turun dari selokan maksudmu, kau bahkan tidak menarik. Dari atas sampai bawah, kau sama sekali tidak membuat jantungku bergeser," jawabnya kemudian pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.
"Oh astaga, hei kau! Kenapa kau mau bekerja padanya?" tanya Jizzy pada Samuel. Yang juga menatap aneh pada Bosnya itu. Jelas-jelas jika istri dari Bosnya ini adalah wanita yang sangat cantik, tapi anehnya pandangan Zavier ini sepertinya terganggu karena menganggap jika bidadari di depannya ini adalah kuman nakal yang mengganggu hidupnya.
"A-aku ..."
"Pasti karena gaji yang ia tawarkan, memangnya karena apalagi kalau bukan karena hal itu," jawab Jizzy dan kemudian ia pun pergi meninggalkan Samuel yang mengiyakan pertanyaan dari Jizzy.
*
*
*
Sudah ada sekitar dua jam Jizzy berada di ruang menonton televisi, ia menunggu Zavier untuk makan malam yang memang belum siap. Untuk itu ia menunggunya sambil memakan camilan di sana.
"Astaga apa yang kau makan?" tanya Zavier yang tiba-tiba.
Jizzy yang sedang memakan keripik pedas pun, langsung menatap Zavier dengan tatapan sebal.
"Aku memakan makanan kesukaanku? Apa kau mau cintaku?" tawar Jizzy menyebalkan.
"Aku bukan kuda lumping yang makan makanan seperti itu,"
"Iya aku tahu, kau kan manusia karbol yang hobi makan sabun dan odol," jawaban Jizzy sungguh membuat Zavier sampai menahan napas, agar kekesalannya tidak meledak saat ini juga.
***
Maafkan hari ini terlambat up, kepala Mimin pusing banget 🤕🤒
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Mamaheazkia Azkia
zavier punya adik kan Thor cewek atau cowok y🤔🤔
2024-07-19
0
Fadhilah Mutoharoh
author ter GOKIL
2023-10-09
0
Fadhilah Mutoharoh
author ter GOKIL 🤣🤣🤣
2023-10-09
0