Bab 3

Setelah drama malam yang menyebalkan, pagi ini pun Jizzy harus menerima kepahitan hidup karena sedari bangun suaminya tak berhenti mengomel. Ia merasa kesal, karena Jizzy tidur terlalu dekat dengannya hingga kepala Jizzy tak sengaja menempel pada punggung Zavier. Ketidaksengajaan itu kini berujung pada fitnah yang menyakitkan, memalukan hingga membuat amarah Jizzy yang awalnya hanya sampai lutut kini sudah mencapai ubun-ubun. Sungguh luar biasa titisan ayam betina ini, ia memang sangat pandai membuat jantung orang matang.

Bagaimana tidak, ia kesal karena sudah difitnah menebar kuman dan juga cairan tidur yang membuat seluruh tubuh Zavier bau. Padahal, saat Jizzy mengecek bibirnya semua terasa kering bahkan baju Zavier masih wangi. Akan tetapi pria yang mempunyai keahlian mengomel super cepat itu, tidak menerima alasan apapun. Jika ia sudah memutuskan Jizzy salah, maka Jizzy harus terima dan tidak boleh protes. Dan untuk itu Jizzy harus mengakui jika ia memang sudah membuat Zavier kotor dan bau. Sesuatu yang sebenarnya hanya tuduhan yang tidak terbukti.

Jizzy bahkan harus minta maaf dan berjanji tak akan mengulanginya lagi, itu semua sudah aturan yang mutlak dari seorang Zavier. Aturan yang membuat orang lain menjadi gila sebelum waktunya.

Dan sekarang sudah satu jam lebih pria itu berendam untuk menghilangkan bau yang sama sekali tidak ada di tubuhnya. Namun, apa pedulinya. Jika ia sudah memutuskan sesuatu, maka orang lain harus menerimanya. Pria cantik ini bahkan mandi dengan waktu yang sangat lama.

Saking kesalnya karena lama menunggu Zavier yang sedang mandi. Akhirnya Jizzy pun memutuskan untuk mandi di kamar yang lain saja. Menunggu Zavier mandi yang entah kapan selesainya hanya akan membuat asam lambung Jizzy naik karena kesal.

Akhirnya cucu ayam betina gila ini keluar juga, dan Jizzy bisa bernapas lega karena suaminya ternyata masih hidup dan ia tidak menjadi janda di malam pertama. Meskipun sebenarnya tak mengapa jika ia bercerai dari suami langkanya ini. Karena itu artinya ia tidak akan jadi hidup menderita karena harus menghadapi makhluk karbol yang selalu membuat otak dan jantungnya matang.

"Kau itu habis mandi atau menghitung debu, lama sekali, menunggumu mandi seperti sedang menunggu kucing melahirkan!" ucap Jizzy sambil mendelik kesal karena lama menunggu suaminya untuk sarapan. Bisa-bisanya ia harus menahan lapar gara-gara menunggu seorang pria cantik yang sedang mandi.

"Aku mandi dan mandiku harus sangat bersih, karena aku harus membersihkan virus yang kau tempelkan di tubuhku, virus yang berasal dari bibirmu itu," jawaban yang membuat Jizzy semakin gemas dan ingin merem@s ginjal suaminya ini.

"Apa! Oh ya ampun seharusnya aku tidak bicara tadi, seharusnya aku diam demi kebaikan jantung dan otakku," Jizzy mengusap -usap dadanya seolah memberi kekuatan pada dirimu sendiri, karena ternyata menghadapi suaminya ini memerlukan kesabaran yang tiada batas.

"Kau benar sebaiknya kau diam dan jangan banyak bicara, atau jika tidak..."

"Kau akan apa? Jika kau masih cerewet aku akan menciummu! Kau mengerti!" Lumayan kan jika aku bisa mencium pria cantik sepertimu, oh ya ampun ... aku jadi semakin tergoda untuk mencoba bibirmu yang sangat seksih itu," Jizzy sengaja menakut-nakuti Zavier, agar ia tak banyak bicara dan mengomel lagi padanya.

"Jangan berani-berani kau mendekatiku cebol jelek! Atau aku akan melemparkanmu ke lautan untuk makanan ikan paus!" sentaknya

"Ikan paus tidak akan suka makan gadis cantik sepertiku, dia akan muntah-muntah kasihan dia." Jizzy tertawa terbahak-bahak melihat wajah Zavier yang sudah sangat memerah, karena menahan kesal pada Jizzy.

"Astaga ..."

*

*

*

Setelah sarapan bersama, mereka berdua pun bersiap untuk pulang. Akan tetapi Jizzy tidak tahu jika ia harus pulang kemana. Karena tidak mungkin jika ia akan pulang ke rumahnya. Ataukah ke rumah kediaman keluarga Guntara? Entahlah, anak planet ini tidak tahu. Tetapi tadi Mommynya sudah menghubunginya jika semua barang-barangnya sudah dikirim. Dikirim kemana entahlah, Jizzy sedang malas bertanya pada makhluk cantik di sampingnya itu. Ia bahkan membuat sekat agar tubuh mereka tidak menempel. Membuat Jizzy ingin memakan suaminya yang langka ini. Seumur hidup baru kali ini Jizzy merasa jika dirinya adalah kuman dan bakteri yang menggangu.

Namun, hanya berdiam diri saja membuat ia sangat penasaran. Apa sebaiknya ia bertanya saja pikir Jizzy. Namun, baru saja ia menoleh suaminya sudah mendelik duluan.

Menyebalkan

"Kita mau kemana?" tanya Jizzy, menahan kesal.

"Pulang,"

"Pulang kemana?"

"Ke rumahku,"

"Maksudmu ke kediaman Guntara?"

"Itu rumah orang tuaku, aku bilang pulang ke rumahku. Apa otakmu yang sebesar jantung ayam itu tidak mengerti dengan ucapanku!"

"Apa! Ya Tuhan, mimpi apa aku bisa mempunyai suami sepertimu!"

"Setelah menikah aku tidak mau satu rumah dengan orang tuaku, aku ingin hidup mandiri. Dan yang pasti jika ada mereka di sana, aku tidak bisa bisa dengan bebas menyiksamu," ucapnya dengan tersenyum menyebalkan.

Jizzy hanya berdecih saja mendengar ancaman dari suaminya, ia sama sekali tidak takut dengan ancaman Zavier. Jika Zavier macam-macam, maka ia akan ternak cicak dan akan ia persembahkan untuk suami tak diinginkannya.

"Coba saja kalau kau berani, aku bisa melawanmu. Lihat saja!"

Setelah ini ia harus menghubungi Zia sepupunya, karena hanya dialah yang bisa membantu Jizzy untuk membalas perbuatannya Zavier.

Tak berselang lama mereka kini sudah sampai di sebuah rumah yang cukup besar dan juga indah, rumah yang akan mereka tempati adalah rumah yang berada di kawasan elit. Rumahnya sangat indah, dan juga cukup megah jika hanya ditinggali oleh mereka berdua.

Saat mereka masuk, para pelayan pun sudah berjejer rapi menyambut mereka berdua. Sungguh luar biasa memang keluarga Guntara ini, Jizzy pun memang terlahir dari keluarga kaya raya. Akan tetapi keluarga Guntara ternyata memang jauh lebih kaya, bahkan jauh lebih hebat dari yang ia bayangkan.

"Antarkan dia ke kamarnya," ucapnya pada seorang yang sepertinya dia adalah kepala pelayan di rumah itu.

"Kita pisah kamar?" tanya Jizzy.

"Tentu, memangnya siapa yang mau tidur satu kamar dengan makhluk berlendir sepertimu," ejeknya, Zavier bahkan masih bergidik ngeri membayangkan jika Jizzy tadi menebar air liurnya saat tidur. Padahal ia sendiri tak melihatnya, itu hanya sangkaannya saja. Dan ia anggap sebagai kenyataan.

"Oh ya ampun, sekarang kau mengira jika aku ini makhluk peliharaan spons kuning bergigi carang! Kau memang sangat kejam Marimar!"

"Marimar? Siapa itu Marimar? Aku baru pertama kali mendengar nama itu?"

"Itu namamu, suamiku yang cantik!"

****

Like dan komentarnya jangan lupa ya 😘😘😘

Terpopuler

Comments

Mamaheazkia Azkia

Mamaheazkia Azkia

🤣🤣🤣🤣🤣

2024-07-19

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Bwahahahaha Marimar oe...

2023-09-28

0

Sweet Girl

Sweet Girl

bekecot dong... berlendir.

2023-09-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!