"Hei karbol! Kenapa kau tidur di sini? Kenapa kau tidak tidur di kamarmu yang higienis itu?" tanya Jizzy, merasa heran dengan sikap suaminya yang aneh sedari siang.
"Aku sedang belajar menjadi seorang suami, jadi jangan cerewet!"
Jizzy mencebikkan bibirnya mendengar pria cantik ini ingin menjadi suami yang baik, " Kau ingin menjadi suami yang baik, tapi bercocok tanam saja kau tidak mau. Aku jadi berpikir apa gagang sapu milikmu itu bengkok," Jizzy tertawa membayangkan gagang sapu yang bengkok dan juga tidak simetris. Bahkan sekarang Jizzy jadi ragu, apa sebenarnya pria ini memiliki gagang sapu atau tidak. Melihat dari sikapnya yang imut, Jizzy pun ragu jika pun suaminya ini memiliki senjata. Akankah bisa digunakan atau tidak, pikirnya.
"Belajar jadi suami? Seharusnya kau belajar dulu menjadi seorang pria sejati, karena hanya pria sejati yang bisa menjadi suami," jawab Jizzy dan kemudian tidur membelakangi Zavier. Jizzy sama sekali tidak takut, Zavier tidur di sampingnya. Justru Jizzy berharap jika suaminya mengajaknya untuk bermain kuda-kudaan, dan menyirami lahannya yang belum terjamah itu.
"Kau bilang apa barusan? Aku belajar menjadi seorang pria? Apa kau buta jika anu ini seorang pria? Aku ini pria sejati Jupi-jupi!"
"Pria katamu! Pria cantik yang takut kotor@n cicak itu tidak bisa disebut pria! Kau itu pria tanggung tahu!"
"Kau bilang aku pria tanggung? Dasar cebol rusuh!"
"Aahhh, makhluk setengah jadi ini malah mengajakku bertengkar malam-malam! Sudah lebih baik kau tidur saja, memangnya kau tidak takut jika wajahmu yang cantik itu ada kerutan? Atau ada jerawat? Ahhh atau yang lebih parah nanti wajahmu akan pudar kecantikannya,"
"Astaga, aku benci mendengar kata-katamu itu,"
"Maka biasakanlah, karena aku akan sering-sering mengasah mentalmu yang sebesar telur nyamuk itu!"
"Aku bukan pria seperti itu!"
"Benarkah?" Aku ragu, tapi aku akan coba buktikan," ucap Jizzy dan kemudian malah langsung memeluk tubuh Zavier, pria tampan tapi cantik ini langsung saja gugup. Ia terpaku dan tak bisa bergerak karena pelukan Jizzy.
Zavier merasa bingung dengan apa yang ia rasakan, saat tangan dan kaki Jizzy ditindihkan di atas tubuhnya. Antara ingin menolak tapi, ia tak mau dipanggil pria tanggung oleh gadis yang selalu ia panggil cebol rusuh ini.
'Rasakan kau, kau pasti tidak akan bisa berkutik dengan pelukan putri planet Jupi-jupi, lumayan ... meskipun belum bisa bermain di ladang, tapi aku bisa memeluk tubuhnya yang seksi ini,'
'Sial, bagaimana aku melepaskan pelukan dari gadis menyebalkan ini*,'
*
*
*
Pagi pun datang, cahaya matahari mulai menghangatkan sebagian penduduk bumi. Dan cahaya yang menghangatkan itu kini mulai menembus kamar, yang ditempati oleh sepasang suami istri muda ini. Dimana mereka berdua, kini sedang dalam posisi saling berpelukan.
Jizzy mulai membuka matanya, dan saat ia mulai membuka mata rupanya pria yang menjadi suaminya ini, sedang dalam posisi memeluknya. Jizzy tersenyum karena akhirnya ia bisa menjebak Zavier dengan kata-katanya. Menjebak Zavier agar mau dekat dan juga memeluknya.
Itu karena mulai saat ini Jizzy berpikir jika ia harus menjalani pernikahan ini dengan baik. Semua ia lakukan demi keluarga dan juga dirinya sendiri, ia tak mau menjadi seorang istri yang berstatus perawan seumur hidup. Jadi, ia mencoba merubah Zavier yang memiliki pola hidup yang aneh dan tidak wajar sebagai seorang pria.
"Apa kau puas memandangi wajahku yang tampan?" tanya Zavier yang cukup membuatnya terkejut.
"Aihh rupanya kau sudah bangun, sayangku," jawab Jizzy sambil tertawa, ia suka sekali membuat Zavier kesal dengan panggilan sayang dan cinta yang selalu ia lontarkan padanya.
"Menggelikan!"
"Menggelikan hatimu, maksudnya?"
"Sudah jangan cerewet, aku mau mandi dulu," Zavier pun beranjak dari tidurnya, dan hendak mandi karena pagi ini ia harus pergi bekerja.
"Mau aku mandikan tidak?" goda Jizzy.
"Jangan berbuat macam-macam!"
"Hanya satu macam saja kok,"
Namun, Zavier tidak ingin melayani ucapan Jizzy yang membuatnya senam jantung. Ini terlalu pagi untuk membuat jantungnya shock, dengan kata-kata Jizzy yang selalu membuatnya terkejut.
"Ahhhhh ... manisnya suamiku!"
"Dasar gila!"
Jizzy tertawa terbahak-bahak melihat Zavier yang kesal padanya, itu menjadi hiburan untuknya pagi ini.
*
*
*
Hari ini berjalan dengan semestinya, Jizzy kuliah dan ia pun pergi bekerja. Untungnya pagi ini tidak ada drama di kampus, karena Marvin tidak mendatangi Jizzy. Mungkin bocah bongsor itu sedang berusaha untuk melupakan cinta pertamanya yang gagal menjadi miliknya.
Mungkin saat ini ia memang tidak mendapatkan gadis yang ia cintai, tapi Marvin berharap jika di masa depan ia bisa memiliki gadis yang ia cintai. Meskipun sebenarnya, ia masih belum siap untuk melupakan Jizzy, dan jika masih ada kesempatan untuk memilikinya. Maka ia akan berusaha untuk memiliki wanita yang namanya masih terukir dengan indah di hatinya.
Di kantornya Zavier terlihat sedang banyak berpikir, ia sedang memikirkan bagaimana bisa merubah dirinya yang memiliki sindrom OCD. Dimana ia selalu merasa terbebani dan takut akan muncul kesusahan besar, jika tidak melakukan sesuatu yang biasa ia lakukan.
Terkadang Zavier pun merasa jika dirinya sangat aneh dan terlalu berlebihan dalam melakukan sesuatu, tapi semua itu sangat sulit ia hilangkan. Apa yang harus ia lakukan, pikirnya. Zavier pun kemudian langsung melihat kearah Samuel yang tengah sibuk dengan pekerjaannya. Tak ada salahnya jika ia bertanya pada asistentnya ini, pikir Zavier.
"Sam, aku mau bertanya padamu,"
Samuel yang sedang mengetikan tangannya di laptop pun langsung mengehentikan kegiatannya, dan kemudian melihat ke arah Zavier dengan hati yang bertanya-tanya. Berharap jika bos nya yang aneh dan langka ini tak menanyakan sesuatu yang aneh, hingga ia kesulitan untuk menjawabnya.
"Iya Pak, apa yang ingin anda tanyakan,"
"Begini, apa menurutmu aku ini aneh?" pertanyaan Zavier ternyata sungguh sangat sulit untuk dijawab, jika ia jujur maka bersiaplah jika ia akan kehilangan pekerjaannya. Dan jika ia berbohong maka Samuel pasti akan kehilangan separuh gajinya yang tidak sedikit itu. Apa yang harus ia lakukan?
"Ayo jawab!"
Melihat bos nya yang kesal, akhirnya Samuel pun memutuskan untuk bertanya lebih dulu pada Zavier.
"Anda ingin saya menjawab dengan jujur atau tidak?"
"Tentu saja kau harus jujur, kau tidak boleh berbohong Sam!"
"Tapi anda harus berjanji jika anda akan tidak akan, marah ataupun memotong gaji serta bisa menjamin jika saya tidak akan dipecat,"
"Cepat katakan!"
"B-baiklah, begini Pak sebenarnya anda itu pria yang aneh dan menggelikan. Anda terlalu cantik dan juga terlalu imut, menurut saya anda itu ..."
"Cukup!
Astaga ... Tuhan selamatkan aku dan gajiku,'
***
Kencengin dong dukungannya 😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Eko Sujatno
lanjutken Thor,,,,,,,
2023-06-17
0
Mi Iwan
Samuel ada mirip sama asisten tegang yaa... Sangat takut gajinya menguap...
2023-06-16
2