Mendengar ada suara orang yang memanggilnya, Jizzy langsung memutar bola mata malas. Karena yang memanggilnya adalah si bocah bongsor penggemar setianya, dia adalah Marvin putra dari pangeran kodok dan Bunga Kamboja yang masih duduk di kelas 12. Entah kenapa bocah yang memiliki tinggi di atas rata-rata anak seusianya ini, malah sering mengejar Jizzy, yang usianya lebih tua dua tahun darinya. Kenapa ia tidak mengejar gadis yang seusianya saja pikir Jizzy. Kenapa ia harus menyukai dirinya yang lebih tua dua tahun darinya.
"Hei Dik, mau apa kau kemari?" tanya Jizzy.
Mendengar kata Dik yang dilontarkan oleh Jizzy membuat Marvin berdecak dengan sebal. Kenapa gadis cantik pujaannya ini selalu saja menganggapnya anak kecil. Tak tahukah ia jika Marvin sudah cukup dewasa jika Jizzy ingin menikah dengannya. Sayangnya Jizzy sudah menjadi milik makhluk karbol sekarang. Dan sebaiknya ia berhenti mengejar Jizzy.
"Jangan memanggilku seperti itu lagi. Aku ini pria dewasa, apa kau tak melihatnya." jawab Marvin sambil berjalan mendekati Kebenaran Jizzy dengan seragam sekolahnya.
"Ya ... ya kau memang sudah besar, terlihat dari ukurannya yang tidak biasa," ucap Jizzy sambil menengadah saat melihat Marvin yang memang jauh lebih tinggi darinya.
"Kenapa Kak Jizzy menikah?" tanya Marvin dengan wajah kecewa, sepertinya bocah bongsor ini patah hati karena mendengar pernikahan gadis cantik pujaan hatinya.
"Ya ... karena memang sudah saatnya aku menikah. Memangnya apa lagi?" jawab Jizzy asal. Ia tak mau mencari alasan yang logis hanya untuk memberikan penjelasan pada Marvin.
"Aku tahu Kak Jizzy tidak mencintainya,"
"Haahh, sudahlah Marvin cari pacar seusiamu saja. Jangan lagi mengejarku, lagi pula aku ini sudah menjadi istri orang. Jadi, jangan lagi menemuiku," ucap Jizzy.
"Tapi aku hanya mencintaimu! Dan aku tidak mau mencari pacar yang seusia denganku. Aku tidak suka mereka yang aku sukai hanyalah kau Kak Jizzy,"
Takk....
Sebuah jitakan yang cukup keras mendarat di kepala dari Marvin, dan jitakan itu membuat struktur kepalanya menjadi tidak rata. Karena mengalami kebenjolan.
"Hei bocah! Pergilah sana sekolah! Jangan keluyuran di sini!" ucap seorang gadis cantik yang seusia dengan Jizzy. Dia adalah Valenzia yang biasa dipanggil Zia. Itu karena dia sudah dewasa, jadi panggilannya dulu Cia kini menjadi Zia.
"Ahhh dasar gadis galak! Berani sekali kau memu-kul kepalaku. Kau membuat ketampananku berkurang!"
Zia malah tertawa melihat Marvin yang selalu dengan percaya dirinya mengaku jika ia adalah pria tampan. Ya dia memang tampan, sayangnya dia masih kecil dan membuat Zia menjadi jengah melihatnya.
"Ketampananmu itu hanya setengah! Jadi jangan sok tampan jika di depanku. Kau itu hanyalah anak kecil yang terperangkap di tubuhmu yang bongsor!"
"Aku sudah dewasa!"
"Terserah! Pergi sana atau kalau tidak kau akan mendapatkan jurus hame-hame milikku!"
Jika sudah ada Zia di samping Jizzy, sudah dapat dipastikan jika Marvin tidak akan bisa melawannya. Karena meskipun tubuhnya kecil, kemampuan Zia dalam bela diri sungguh luar biasa. Dan jika Marvin melawan, maka ia akan dibuat menjadi bakwan kodok. Belum lagi ia harus menghadapi planet Pluto yang akan siap mengomelinya sepanjang masa. Jadi lebih baik, demi menyelamatkan kehidupannya yang masih panjang. Lebih baik ia mencari aman saja.
"Baiklah, aku pergi dulu. Selamat tinggal Kak Jizzyku yang cantik, tunggu aku di hatimu. Karena dengan senang hati aku akan merebutmu dari suamimu," ucapnya sambil melakukan gerakan kiss bye pada Jizzy. Membuat istri dari manusia Karbol itu bergidik ngeri.
*
*
*
Di kantornya Zavier sedang membaca laporan pekerjaannya, tanpa lupa sebelumnya ia menyemprotkan sesuatu pada tangannya. Tingkah pria ini memang selalu membuat orang menggelengkan otaknya, karena sikapnya yang memang tidak normal.
"Apa kau tadi memegang sesuatu sebelum memegang berkas ini?" tanya Zavier pada sekretarisnya.
"T-tidak Pak, saya tidak memegang apa-apa. Saya hanya memegang ballpoint saja," jawabnya jujur.
"Baguslah, jadi aku tidak perlu cuci tangan," ucapnya menyebalkan. Memangnya apa yang ada dalam pikiran makhluk karbol ini. Hingga Zayan pun sebagai Daddy nya merasa merinding bulu kaki melihat kelakuan putranya.
Inilah salah satu alasan dari Zayan menjodohkan Zavier dengan Jizzy, karena sejujurnya ia tak yakin jika anaknya itu akan bisa menikah dan mendapatkan jodoh. Memangnya siapa yang mau menikah dengan makhluk anti bakteri sepertinya pikir Zayan. Dan beruntungnya Zaira sebagai istrinya pun, sangat mendukung dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Yaitu mencarikan jodoh untuk putranya si manusia langka.
"Memangnya kau pikir dia memegang apa sebelum dia memegang berkas yang kau pegang itu?" tanya Zayan berdecak sebal pada putranya ini.
"Bisa saja kan dia menggali emas ataupun melakukan hal lain yang aku tidak tahu, mengambil susuk matanya yang keluar mungkin," jawaban yang sungguh membuat kram jantung.
"Bahkan otakmu sampai kesana, astaga. Apa dulu benih yang sebar memang sangat steril hingga menjadikan dia manusia aneh," ucap zayan dan kemudian pergi meninggalkan ruangan putranya. Tadinya ia ingin bertanya tentang bagaimana pernikahannya dengan Jizzy. Namun, melihat Zavier seperti itu sudah bisa ia buktikan jika pernikahan mereka tidak baik-baik saja. Karena putranya ini masih saja bertindak seperti cairan desinfektan.
'Semoga putraku tidak menjadi duda,'
*
*
*
"Bagaimana pernikahanmu dengan makhluk jelmaan karbol itu?" tanya Zia.
Jizzy langsung menghembuskan napas kasar, "kau tahu, jika berada dekat dengan Marimar itu. Aku selalu merasa seperti sebuah kuman saja. Dia selalu menganggapku bakteri yang harus ia jauhi! Setiap kali ia terus berteriak jika aku harus mencuci tangan, setelah itu ia bertanya kapan aku mandi. Dan jika aku belum mandi, dia selalu mengomel agar aku mandi dengan sangat bersih. Dan aku tidak boleh keluar sebelum waktu yang telah ia tentukan!" jawab Jizzy dengan menggebu-gebu.
Saat ini di kantin kampus suasananya cukup ramai, jadi tak ada orang yang akan mendengarkan mereka berdua bicara.
"Wooaahh, lalu apa yang kau lakukan jika kau selesai mandi dan makhluk aneh itu tidak memperbolehkanmu keluar?" tanya Zia sangat penasaran.
"Aku tidur saja, memangnya mau apalagi. Yang benar saja, setiap hari aku harus mandi selama satu jam. Aku bahkan bisa melakukan hal yang lebih penting dengan waktu selama itu. Mencari pacar misalnya,"
"Hei! Kau sudah gila ya! Kau kan sudah punya suami, jadi jangan mencari pacar lagi!"
"Aku tahu, itu hanya seumpama saja Esmeralda!" ucap Jizzy dengan mulut yang penuh dengan makanan.
Zia pun kemudian mengangguk mengerti, meskipun dalam hatinya ia terus merapalkan doa agar tidak mempunyai suami seperti suami sepupunya.
Amit-amit
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Sweet Girl
Jurus Puk Hame Hame.
2023-09-28
0
cry ary
😂😂😂😂
2023-06-15
1
Mamh Rahma
lnjut
2023-06-11
0