Bab 12

"Kenapa aku harus menutup mata? Aku tidak mau menutup mataku, gelap!" jawab Rey.

"Dasar menyebalkan!" kesal Zavier dan kemudian langsung mendekati istrinya yang hot itu, ia langsung memeluknya dan mendekap tubuh mungil tapi saksi itu dengan tubuh kokohnya.

Jizzy pun dibuat terkejut oleh tingkah suaminya ini, kenapa tiba-tiba makhluk karbol ini memeluknya. Bukankah tadi dia bilang jika ia sama sekali tidak tergoda olehnya.

"Hei kau membuatku sesak napas!" ucap Jizzy sambil memu-kul punggung Zavier, hingga Zavier pun mengendorkan pelukannya.

"Diamlah! Apa kau tidak malu dadamu yang kecil itu dilihat oleh sepupuku?" bisik Zavier dengan penuh penekanan.

Jizzy pun mencebikkan bibirnya, karena Zavier mengatakan jika buah mangganya kecil. Meskipun kecil tapi ini tidak terlalu buruk, dia hanya belum pernah merasakannya saja. Kalau dia sudah pernah minum susu, dia pasti ketagihan.

Tapi meskipun begitu, Jizzy pun merasa malu pada sepupu dari suaminya ini. Dan ia pun menarik pakaian Zavier untuk menutup tubuhnya. Hingga tubuh pria tampan ini tertarik. Pemandangan di hadapannya ini, mendadak mengganggu Rey yang tadinya sedang mengagumi Jizzy yang sangat cantik.

"Hei apa yang kalian berdua lakukan?" tanya Rey.

"Hei pendek! Lepaskan pakaianku, kenapa kau menariknya?"

"Kau bilang harus ditutupi, aku pinjam bajumu dulu!"

Satu toyoran pun mendarat di kening Jizzy, Zavier tak habis pikir dengan apa yang ada dalam pikiran Istrinya yang ternyata tidak pintar ini.

"Pergi ke kamarmu dan ganti bajumu! Dasar cebol! Ternyata bukan hanya tubuhmu saja yang pendek, tapi otakmu juga kecil. Kau apakan otakmu yang kecil itu!"

"Oh iya ya ..." jawab Jizzy sambil tertawa dan kemudian pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.

Rey tertawa melihat Jizzy yang menurutnya sangat lucu, andai saja saat itu ia yang dijodohkan dengan Jizzy. Ia pasti merasa bahagia, karena gadis itu sangat cantik dan juga menggemaskan.

"Ada apa kau kemari?" tanya Zavier.

"Aku pikir kau kesepian, makanya aku datang kemari untuk menemuimu," jawab Rey.

"Sepertinya pikiranmu salah, karena aku tidak merasa kesepian,"

Rey mengangguk-anggukan kepalanya, " Aku bisa melihatnya, mempunyai istri seperti Jizzy tidak akan pernah membuatmu kesepian. Dia gadis yang ceria dan juga sangat lucu. Hidupmu pasti lebih berwarna,"

"Maksudmu berwarna abu-abu?"

"Hei aku serius!"

"Aku juga! Kehidupanku terasa aneh sejak aku menikah. Aku ..."

"Itu karena kau tidak merasa bersyukur dengan apa yang kau punya! Cobalah untuk menerima semua yang ada dalam hidupmu, kau kaya dan punya segalanya. Dan sekarang kau memiliki istri yang sangat cantik dan juga baik, apalagi yang kurang!"

"Aku kurang bahagia!"

"Jika seumur hidupmu kau berpikir seperti itu, aku pastikan hidupmu tidak bahagia,"

"Sialan kau!" Zavier melemparkan bantal sofa kearah Reyzi.

"Dan jika kau tidak bahagia dengan pernikahanmu, aku siap menjadi suami baru istrimu!" ucap Reyzi sambil terbahak-bahak.

"Hei!

*

*

*

"Ahh menyebalkan, aku tidak bisa merelakan Kak Jizzyku yang cantik pada manusia cantik itu. Gadis cantik-ku pasti sangat menderita karena harus menikah dengan pria cantik itu," ucap Marvin, ia sedang di kamarnya sambil berguling-guling memikirkan Jizzy yang menikah dengan Zavier karena dijodohkan. Ia batu baru tahu hal itu dari Mawar ibunya, yang mengetahui semua itu dari kakeknya Tama.

Karena tidak tahan akhirnya Marvin pun pergi menemui Papanya Satya, yang kini masih menyelesaikan pekerjaannya ditemani oleh Mawar.

"Pah ... saat itu kenapa bukan Papa saja yang membantu perusahaan Papa Planet. Jadi, aku yang menikah dengan Kak Jizzy!

Satya dan Mawar sejenak menghentikan pekerjaannya saat mendengar anaknya yang tiba-tiba berkata seperti itu. Ada apa dengan otak anak kodok ini pikir mereka berdua.

"Hei Marvin, apa kau habis makan kodok goreng? Apa otakmu bergeser?" tanya Satya.

Marvin pun kemudian duduk disamping Satya dan menatap papanya dengan serius. "Pah, aku mau menikah dengan Kak Jizzy. Selamat kan dia Pah. Selamatkan dia dari ancaman makhluk cantik yang mirip karbol itu. Selamatkan calon istriku, Pah!"

"Astaga, sepertinya otak anakmu itu rusak Bunga Kamboja. Harus segera di servis agar bisa dipakai lagi untuk berpikir,"

Marvin berdecak sebal mendengar ucapan Papanya, kenapa papanya ini tidak pernah serius dalam menanggapi ucapannya. Tak tahu kau ia, kalau anaknya ini sedang galau tingkat dewa. Dan juga sedang patah hati tingkat tinggi. Ia bahkan tidak bisa makan dengan kenyang, tak bisa berpikir dengan baik. Karena gadis yang ia sukai sejak dulu menjadi milik manusia cantik yang tidak ada manis-manisnya.

Sial

"Aku serius Pah, Kenapa saat itu bukan Papa yang menolongnya. Jika saat itu papa yang menolongnya mungkin saat ini aku sudah bahagia dengan Istriku yang cantik itu,"

"Marvin hentikan! kau ini masih remaja dan juga masih berstatus sebagai pelajar dan kau sudah memikirkan tentang pernikahan. Pernikahan itu bukan main-main, kau tidak hanya cukup memakan cinta saja! Kau juga harus menjadi pria yang bertanggung jawab, kau harus bekerja dan kau juga harus mampu membiayai istrimu itu, apa kau bisa melakukan semua itu?" tegas Mawar yang kesal dengan rengekan putranya yang ingin menikah, dan parahnya lagi putranya ini ingin menikah dengan istri orang lain. Yang benar saja ia tidak ingin anaknya menjadi seorang bibit pebinor, meskipun ia dan Satya dulu adalah mantan bibit pelakor dan juga pebinor yang berjodoh. Ia tak mau jika hal itu di alami oleh putranya.

"Kalian memang pengertian!" ucapnya dan kemudian pergi meninggalkan mereka untuk kembali ke kamarnya.

"Astaga, apa gagang sapunya itu sudah gatal sebelum waktunya. Kenapa ia ingin sekali menikahi istri orang," ucap Satya tak habis pikir dengan apa yang ada dalam pikiran Marvin.

*

*

*

Setelah makan malam Reyzi pun pamit pulang karena Mommy Rheina sudah menghubunginya. Zavier pun merasa lega, karena sepupunya yang kurang ajar ini akhirnya pulang juga. Sungguh Zavier tidak tahan ssat melihat Reyzi terus saja menatap Jizzy dengan sangat kagum.

Entah kenapa otaknya mendadak terasa sangat panas, dan hatinya pun terasa matang saat melihatnya. Ia tak terima istri yang belum ia cintai itu dipandang oleh pria lain, meskipun itu adalah sepupunya sendiri. Malam ini Zavier sungguh dibuat gelisah, belum selesai masalah si anak kodok sekarang kuda poni pun ikut-ikutan membuatnya pusing. Kenapa semua pria menatap kagum pada gadis yang ia anggap gadis ingusan itu.

Jizzy yang baru saja akan tidur terlelap, mendadak bangun lagi karena ada seseorang yang masuk kedalam kamarnya. Ia membuka matanya dan melihat ternyata Zavier yang masuk ke dalam kamarnya.

Jizzy yang merasa heran pun kemudian duduk kembali karena, ia berpikir jika ada yang akan Zavier katakan padanya.

"Ada apa? Aku mengantuk," ucap Jizzy.

Namun, bukannya menjawab pertanyaan Jizzy. Zavier malah ikut berbaring di sampingnya. Membuat putri planet Jupi-jupi ini merasa heran, ada apa dengan suaminya yang aneh ini. Apa ia salah makan atau otaknya sedang tidak berfungsi, kenapa tiba-tiba ia tidur di sampingnya pikir Jizzy.

Jangan-jangan ...

***

Dukungannya yang kenceng dong, biar up nya kenceng 😌😌😌

Terpopuler

Comments

Eko Sujatno

Eko Sujatno

lanjutken Thor,,,,,,,

2023-06-16

1

Ningsih

Ningsih

ngopi yuk Thor biar semangat nulisnya 💪💪🤭

2023-06-16

2

Mi Iwan

Mi Iwan

Si karbol otaknya lagi panas...

2023-06-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!