Bab 4

Seminggu sudah Zavier dan Jizzy menjadi suami istri, dan selama itu pula kehidupan mereka tidak baik-baik saja. Sifat dan sikap mereka yang sangat berlawanan membuat mereka tidak bisa akur dan tidak bisa sejalan. Dan hari-hari mereka selalu diisi dengan pertengkaran.

Hari ini adalah hari pertama bagi mereka untuk menjalankan lagi aktivitas mereka masing-masing. Karena selama seminggu ini mereka libur karena mereka adalah pengantin baru. Zavier akan pergi bekerja dan Jizzy akan pergi kuliah.

Seharusnya mereka pergi bulan madu, akan tetapi Jizzy menolaknya dengan keras. Karena jika ia dan suaminya pergi berdua ke sebuah tempat asing, Jizzy yakin jika ia akan pulang dalam keadaan yang tidak utuh. Jantungnya pasti shock, hatinya akan berubah menjadi matang, ginjalnya akan terkena radang dan paru-parunya akan sesak napas. Oh tidak, itu adalah hal yang sangat menyeramkan. Jizzy masih ingin hidup dan tak mau mati konyol gara-gara makhluk karbol itu.

Bahkan saat sarapan pun mereka tidak mau berdekatan dan selalu menjaga jarak. Karena Zavier yang selalu cerewet mengajarkan makan dengan cara yang anggun pada Jizzy. Sedangkan Jizzy adalah orang yang tak suka diatur oleh siapapun. Ia tak mau repot-repot harus makan dengan penuh aturan daru cara menyendok nasi dan juga cara menyuapkannya. Itu sangat merepotkan, lagi pula makanan itu akan sama-sama masuk mulut untuk dikunyah dan juga akan ditelan. Jadi untuk apa susah payah harus membuka mulut dan mengunyah pikir Jizzy. Dan tentu saja, bagi makhluk karbol itu semua harus ada aturannya.

"Zavier, aku ingin membawa mobilku sendiri, boleh kan?" tanya Jizzy, saat ini mereka berdua sedang sarapan dengan menjaga jarak tentunya, sesuai protokol makhluk karbol.

Zavier yang akan menyuapkan sandwich pada bibir merah mudanya itu pun langsung terhenti, dan melihat JIzzy dengan tatapan tajam, yang artinya adalah siaga satu dimulai.

"Maksudmu, kau ingin aku menjadi duda?" tanya Zavier mendelik sebal pada putrinya Jupi-jupi ini.

"Hei Marimar! Aku akan pergi ke kampus untuk kuliah, dan bukan pergi ke pengadilan untuk membuat gugatan. Apa otakmu yang sebesar buah pisang itu tidak bisa berpikir positif padaku?" tanya Jizzy sangat gemas pada suami cantiknya ini. Bisa-bisanya pikirannya bisa sampai ke pengadilan pikir Jizzy.

"Dengarkan aku Jizzy Jupi-jupi! Semua data tentang dirimu sudah aku kantongi. Dan semua hal tentangmu sudah ada dalam otak jeniusku. Kau adalah orang yang suka mencari masalah di luar, kau juga sudah sering mendapatkan surat tilang, karena kau selalu mengemudi dengan kecepatan tinggi. Jadi, sampai kapan pun kau tidak akan pernah bisa membawa mobil sendiri. Aku akan mengantarmu pergi ke kampus, dan jika kau pulang aku akan meminta supir untuk menjemputmu," ucap Zavier dengan tegas dan juga lugas.

"Oh ya ampun! Kau bahkan lebih cerewet dari Mommyku, tapi tidak apa-apa. Aku sangat senang karena suamiku yang cantik ini ternyata sangat perhatian dan juga menyayangiku. Jadi tak masalah jika kau ingin selalu mengantarku dan juga memastikan keselamatanku. Aku sangat terharu," ucap Jizzy malu-malu kambing, tak lupa matanya ia kedip-kedipkan berharap suaminya yang cantik ini muntah-muntah melihatnya.

"Jangan membuatku mual pagi-pagi," ucap Zavier yang sangat sebal melihat kelakuan Istrinya yang selalu di luar solar.

Namun, Jizzy hanya tertawa saja menanggapi suaminya yang kini sedang kesal. Karena Jizzy bukanlah orang yang akan dengan mudah dikalahkan hanya dengan kata-kata saja.

*

*

Mereka berdua pun kini sudah sampai di kampus, karena Zavier memang mengantarkan dulu istrinya. Dan setelah itu barulah ia akan pergi ke perusahaan Guntara.

Jizzy baru saja akan pergi keluar mobil, tapi ia dihentikan oleh Zavier yang baru ingat jika ia belum memberikan nafkah untuknya. Ia mengeluarkan sebuah kartu ATM untuk Jizzy, yang didalamnya berisi uang dengan jumlah fantastis. Yang bahkan orang tuanya pun belum pernah memberikan uang jajan sebanyak itu.

"Gunakan uang yang ada di sana dengan sangat bijak, karena aku tidak akan segan-segan untuk memblokirnya jika kau macam-macam,"

"Oke sayangku," ucap Jizzy sangat bahagia karena mendapatkan uang yang sangat banyak. Memangnya siapa yang tak suka dengan uang, meskipun suaminya itu sangat menyebalkan. Akan tetapi uang yang ia berikan sangatlah manis. Membuat putri planet Jupi-jupi ini merasa sangat bahagia.

"Jangan memanggilku dengan sebutan seperti itu! Jantungku terasa geli!"

"Mau aku garuk jantungmu sayang, karena aku sangat bersedia," goda Jizzy menyebalkan.

"Jangan macam-macam atau aku ambil lagi uangku!"

"Oke-oke, jangan jadi pria pemarah seperti itu. Kau tahu, menjadi pria yang sangat pemarah itu tidak baik untuk jantungku,"

"Kenapa tidak baik untuk jantungmu? Bukankah seharusnya jantungku yang tidak akan baik-baik saja jika aku selalu marah-marah padamu!"

"Aihhh, ternyata Marimar ini memang masih sangat polos dan tidak tahu apa-apa. Asal kau tahu saja, jika kau sedang marah-marah kau terlihat sangat menggemaskan. Aku kan jadi ingin menciummu,"

"Oh astaga! Aku benar-benar merasa tidak aman sekarang. Sebaiknya kau jaga bibirmu itu untuk tidak bicara sembarangan, apalagi jika sampai menyentuh bibirku yang suci alami. Aku takut jika bibirmu yang bisa saja bekas orang itu, akan mencemari bibirku yang bersih dan suci,"

"Apa kau bilang! Bekas! Siapa yang kau bilang bekas? Aku bahkan belum pernah berciuman, dan kau bilang jika bibirku bekas! Berani bicara lagi seperti itu, aku pastikan jika bibirmu akan aku renggut keperjaka@nnya!"

Oh astaga, ucapan Marimar ini sungguh menguji iman Jizzy. Hampir saja ia cekik suaminya yang kurang garam ini. Untung saja, emosinya masih terkontrol dengan sangat baik.

"Coba saja, karena sebelum kau merenggut keperjaka@nku maka aku akan merenggut keperawan@nmu!" balas Zavier.

Ya ampun supir yang berada di balik kemudi itu hanya bisa mengusap dadanya serta memijat kepalanya. Karena baru kali ini ia melihat manusia langka yang kini sedang berdebat di belakangnya.

Ia hanya mampu berdoa saja, semoga otak dan hatinya baik-baik saja karena mulai saat ini, pemandangan dan pendengarannya yang seperti ini akan menghiasi hidupnya setiap hari. Untung saja gaji yang ia dapat besarnya 5 kali lipat dari gaji sopir yang pada umumnya. Jadi, rasa pegal di otaknya mampu terobati.

"Sudah pergi sana!" usir Zavier, mendapatkan suami seperti Zavier membuat Jizzy menyesal jika dulu ia tidak ikut latihan karate seperti Zia. Padahal jika saja ia bisa karate, mungkin ia bisa dengan mudah mengalahkan Marimar yang cantik ini.

"Awas akan aku balas kau!" kesal Jizzy sambil keluar dari mobil Zavier.

"Aku tidak takut dengan ancaman cebol sepertimu," jawab Zavier kemudian ia meminta supir untuk segera meninggalkan kampus Jizzy.

"Dasar makhluk karbol lihat saja kau, suatu saat aku akan membalasmu. Untung saja uangmu itu banyak, jadi aku bisa memaafkanmu!" sambil berjalan Jizzy tak berhenti menggerutu. Sampai ada suara seseorang yang sangat ia kenal memanggilnya.

"Kak Jizzy ..."

"Oh ya ampun, kenapa aku harus melihat bocah itu lagi!"

***

Hayooo siapa tuh yang manggil Jizzy 🤫

Like dan komentarnya jangan lupa ya 😘😘😘 kalau like dan komentarnya kenceng up nya juga bakal kenceng 🤗

Bonus visual Zavier

Terpopuler

Comments

Sweet Girl

Sweet Girl

Beneran cantik Tor...

2023-09-28

0

Sweet Girl

Sweet Girl

bwahahahaha terus aja acam Ji... biar tambah merinding, seakan lihat mahluk astral.

2023-09-28

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Bwahahahaha beneran mual.

2023-09-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!