Bab 10

"Gila! Aku pasti sudah gila! Bagaimana bisa! Bagaimana bisa aku menciumnya. Bagaimana nanti kalau ingusnya menempel di bibirku!" ucap Zavier, ia masih sangat ingat saat melihat Jizzy waktu kecil. Ia pernah melihat Jizzy yang bersin mengeluarkan ingusnya, dan kemudian ia mengusapnya dengan tangan pada pipinya. Itulah kenapa Zavier selalu memandang dan memanggil Jizzy dengan gadis ingusan. Maksudnya adalah gadis ingusan yang sebenarnya.

Sebenarnya itu adalah masa lalu, masa kanak-kanak yang pasti semua orang pernah mengalaminya. Namun, bagi Zavier itu adalah hal menjadi memori yang tidak indah bagi Zavier. Dan menjadi salah satu kenangan buruk baginya.

Samuel hanya bisa mengatur napas dan otaknya, agar bisa tetap waras dalam menghadapi bos nya yang luar binasa. Ia tak habis pikir kenapa ia sampai merutuki dirinya sendiri, karena sudah mencium istrinya yang sangat cantik. Padahal menurut Samuel, Jizzy adalah seorang gadis cantik dan menggemaskan. Mungkin jika ia yang menjadi suami Jizzy, ia akan merasa menjadi pria yang sangat beruntung. Dan akan merasa bahagia jika berhasil mencium bibir yang seperti Cherry itu. Bukannya membayangkan akan ada ingus yang menempel. Ada-ada saja makhluk cantik ini pikir Samuel.

"Sam!" panggil Zavier, ia kini mulai bisa duduk sambil terus memegang bibirnya yang tidak kenapa-kenapa itu.

"Iya Pak," jawabnya dengan posisi siaga, karena jika Zavier sudah gelisah seperti itu, Samuel harus siap siaga menerima perintah yang tidak masuk di akal..

"Ambilkan, aku cermin!" ucapnya dengan wajah frustasi.

"C-cermin?" tanya Samuel agak bingung dengan permintaan Zavier, karena ia tak mempunyai cermin.

"Iya cermin, aku harus melihat bibirku sekarang juga!"

"Yang besar atau yang kecil Pak?" tanya Samuel, dengan jantung berdebar. Ia takut jika Zavier menginginkan cermin yang besar saat ini juga. Ia Bingung untuk membawanya.

"Cermin kecil saja, ambilkan di tas ku," jawaban Zavier membuat hati Samuel mendadak berbunga-bunga karena ia tak perlu susah payah untuk mencari cermin yang besar, yang harus ia panggul dan ia persembahkan pada makhluk cantik dan menyebalkan ini.

Samuel pun dengan segera pergi ke arah meja Zavier dan kemudian mengambil cermin yang ada di tas nya. Sebenarnya ia cukup geli, mendengar jika seorang pria membawa cermin kemana-mana. Itu terdengar sangat menggemaskan bagi Samuel.

Belum hilang rasa gemasnya pada saat mendengar ada cermin, di tas bosnya yang luar binasa. Kini ia dikejutkan dengan pemandangan yang lebih mengejutkan. Karena di dalam tas pribadi Zavier yang selalu ia bawa-bawa itu. Ternyata isinya sungguh di luar solar.

Di dalam tas itu ternyata bukan hanya ada cermin, tapi ada tissue, lengkap tissue basah dan kering. Pelembab wajah dan juga bibir serta lotion agar kulit makhluk cantik itu tidak kering. Tak lupa di sana juga ada cairan sanitizer yang akan selalu ia pakai. Astaga, kenapa tidak membawa bedak dan pemb@lut saja sekalian pikir Samuel. Yang tak habis pikir dengan apa yang ada dalam tas pria aneh itu.

"Ini Pak, cerminnya." ucap Samuel sambil menyerahkan cermin itu kepada Zavier.

Pria cantik ini pun langsung mengambil cermin yang disodorkan oleh Samuel, dan langsung melihat tampilan wajahnya yang tidak kenapa-kenapa itu.

"Ahhh, syukurlah wajah dan bibirku tidak apa-apa," ucapnya sambil terus bercermin.

'Anda masih terlihat cantik, Pak,'

"Untung saja bibirku baik-baik saja, jika tidak aku akan meminta pertanggungjawaban darinya nanti," ucapnya dengan kesal.

'Oh ya ampun, aku ingin pingsan saja melihat pria seperti dia,'

*

*

*

"Zia, tadi makhluk karbol yang cantik itu benar-benar menciumku kan?" tanya Jizzy pada sepupunya itu.

"Aku bosan sejak tadi kau bertanya seperti itu!" ketus Zia, karena kesal mendengar Jizzy yang terus-menerus menanyakan hal yang sama sejak tadi, pertanyaan yang jawabannya adalah iya .

"Aku kan hanya ingin memastikan saja,"

"Itu sudah pasti! Sudah diamlah aku sedang mengerjakan tugasku," jawab Zia yang sedang serius mengerjakan tugasnya. Itu karena, ia ingin pintar seperti Papanya Venus. Dan tak ingin seperti Alma yang jauh dari kata pintar.

"Menyebalkan!" kesal Juga Jizzy yang merasa tak dianggap.

*

*

*

Zavier yang sedang bercermin dikejutkan oleh kedatangan Zayan yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya. Dan sontak saja, cermin yang ia pegang langsung ia berikan pada Samuel.

"Astaga, pegang ini!" bisik Zavier pada asistentnya ini, ia tak ingin jika Zayan menganggapnya makhluk tidak normal. Meskipun sebenarnya itu adalah kenyataan, jika Zavier agak sedikit aneh untuk menjadi seorang pria.

"Mana laporan yang aku minta," ucap Zayan.

Zavier yang tadi frustasi pun mendadak, bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Dan kemudian mengambil map yang diinginkan oleh Zayan, Daddy nya.

"Ini Dad,"

Zayan pun kemudian melihat pekerjaan yang ia minta pada putranya itu, ia membuka selembar demi selembar laporan yang dibuat oleh Zavier. Dan seperti biasa, laporan yang dibuat oleh Zavier memang selalu sempurna. Dan sangat detail, putranya ini memang sangat pintar.

"Bagus, jadi Daddy tinggal tanda tangan saja kan?" tanya Zayan sambil menatap putranya yang kini duduk berhadapan dengannya.

"Iya Dad,"

Zayan pun kemudian hendak mengambil ballpoint yang akan ia gunakan, akan tetapi sepertinya ballpoint itu ketinggalan.

"Sepertinya ballpoint Daddy ketinggalan, Sam pinjam milikmu saja," ucap Zayan, yang tahu jika putranya ini pasti tidak mau jika barangnya disentuh oleh orang lain.

"Ini Pak." Samuel pun menyodorkannya pada Zayan.

Tapi bukannya mengambil Zayan malah berdecak sebal pada asistentnya ini. Karena yang Samuel berikan bukanlah ballpoint akan tetapi malah cermin Zavier yang ia pegang, yang ia sodorkan pada Zayan.

"Hei kau! Aku mau menulis bukan mau berdandan!"

"Oh ya ampun! Maaf Pak ... Maaf," Samuel merasa sangat malu sekali karena telah memberikan cermin cantik berwarna gold itu pada Big Bos nya.

"Dasar laki-laki aneh, kenapa kau membawa cermin seperti itu! Apa kau merasa kurang cantik, sampai-sampai kau membawa benda itu?" ejek Zayan, sambil geleng-geleng kepala, karena tak habis pikir melihat seorang pria membawa cermin cantik ke kantornya.

"I-ini ..."

Zavier langsung memberikan kode untuk diam agar Samuel tidak mengatakan jika cermin itu miliknya. Dan Samuel pun dengan pasrah hanya diam saja, karena diam lebih baik daripada gajinya akan berkurang saat ditarik

"Astaga! Lain kali jangan seperti itu Sam, aku geli melihatnya!"

"Iya Pak,"

'Cermin ini bukan milikku Pak Rembo, tapi milik anakmu yang cantik itu,' jerit Samuel dalam hati. Ia berharap semoga ayam jantan gila ini memeriksa tas anaknya yang cantik itu.

*

*

*

Kasih like dan juga komentarnya dong 😚😚😚 biar Mimin semangat up

Terpopuler

Comments

Mamaheazkia Azkia

Mamaheazkia Azkia

ngakak wkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣

2024-07-19

0

Kim shopie jeon

Kim shopie jeon

maaf bgt ya Mimin aku mau tanya boleh kan ?????


Mimin ini salah satu fans nya BTS juga bukan sie Mimin maaf bgt ya aku kepo sopa nya 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

2023-09-10

0

Nara kim

Nara kim

asliii ngakak muluuu dh

2023-06-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!