Bab 9

Melihat Zavier mencium Jizzy dihadapannya, sontak saja Marvin terkena serangan ginjal dadakan. Otaknya terasa kram bahkan hatinya kini telah matang, ia tak terima gadis yang ia impikan siang dan juga malam tiba-tiba dicium oleh suaminya. Tidak ada yang salah sebenarnya hanya saja pemikiran anak dari Bunga Kamboja lah yang tak menerima kenyataan. Ia tak terima jika Jizzy menjadi milik orang lain. Akan tetapi yang masih berharap jika Jizzy akan menjadi miliknya.

"Hei cantik! Kenapa kau mencium kekasihku?" ucapnya sambil mengelus dada, mencoba menerima kenyataan pahit yang sedang ia rasakan saat ini.

Zavier tersenyum mengejek saat melihat Marvin, dan malah semakin merapatkan tubuh JIzzy padanya, dengan menarik pinggang ramping milik Jizzy si putri planet.

"Kenapa? Dia ini istriku bocah bongsor! Aku bebas melakukan apa saja pada dirinya. Sana pergilah belajar, jangan sibuk mengurusi rumah tanggaku!"

"Kak Jizzy, hatiku sakit." ucapnya dengan mendramatisir keadaan. Seolah ia sedang teraniaya oleh keadaan.

"Marvin pergilah, nanti kau terlambat sekolah," ucap Jizzy lembut, ia sengaja membujuk Marvin agar ia pergi. Karena ia takut jika suaminya yang cantik ini, akan melakukan hal lain lagi untuk membuat Marvin cemburu. Seperti sekarang ini, jarak antara dirinya dan Zavier sangatlah dekat dan itu membuat jantung Jizzy berdetak tak karuan. Ia bahkan harus beberapa kali menarik napas, untuk menetralkan perasaannya.

Karena bagaimana pun juga, selama ini Jizzy tak pernah dekat dengan pria. Meskipun selama ini banyak sekali yang mengejarnya, akan tetapi tak pernah sekali pun ia menjalin kasih dengan pria mana pun. Jadi, interaksi dengan Zavier seperti ini membuat jantung Jizzy serasa jungkir balik tak karuan.

"Tapi Kak, aku masih sangat merindukanmu," ucap Marvin manjah-manjah basah. Zavier sampai menahan geram beberapa kali karena melihat tingkah bayi besar yang ingin dimanja olah istrinya ini. Zavier juga tidak suka mendengar Jizzy berbicara lembut padanya. Jizzy harus lembut hanya padanya saja, jangan pada oran lain apalagi pada Marvin si bocah besar.

"Pergi kau! Sebelum aku makan kau!" sentak Zavier yang semakin gemas pada Marvin.

"Sudah cantik, pemarah pula. Dasar Beautyful Boy!"

"Selalu kau yang membuat keributan di sini!" ucap Zia yang baru datang. Dan melihat Marvin dengan ekspresi menyebalkan sedang memandang Jizzy penuh damba.

Zavier yang akan menyemburkan lahar panasnya pun terdiam saat mendengar suara cempreng yang berasal dari suara sepupunya ini.

"K-kau, oh ya ampun." Marvin agak gugup saat melihat Zia datang. Pasalnya gadis cantik dan mungil itu selalu tak segan-segan membuat wajahnya tidak tampan dengan jurus hame-hame miliknya.

"Pergi kau! Atau kau ingin aku buat bengkok wajahmu yang pas-pasan itu!" ucap Zia pada Marvin, dengan memainkan ke sepuluh jarinya.

Nyali Marvin yang hanya sebesar kotoran cicak itu pun langsung menciut saat melihat Zia datang. Entahlah, ia tak takut apapun yang ia takutkan hanyalah serangan Zia, yang memang tak akan pernah segan-segan saat menghadapi orang yang ia anggap menganggu itu.

"B-baiklah, aku akan pergi. Aku juga tidak mau berlama-lama di sini, apalagi harus berhadapan denganmu. Astaga, bisa-bisa aku pulang menjadi kodok geprek!" ucapnya dan kemudian ia bersiap dan kembali menaiki motor sport miliknya.

"Aku bisa membuatmu lebih dari itu," ancam Zia.

"Aku tidak takut!" sambil memakai helmnya ia kembali melihat kearah wajah cantik Jizzy yang masih ada dalam dekapan Zavier.

"Kakak cantik, aku akan kembali lagi nanti. Muuaaacchhh ...!" ucapnya sambil melakukan gerakan kiss bye, setelah itu ia langsung tancap gas, sebelum mendapatkan serangan dari Zavier dan juga Zia.

"Dasar bocah kurang ajar!" sentak Zavier tak terima dengan sikap Marvin, apalagi ia sampai memonyongkan bibirnya ke arah Jizzy, seolah ia membayangkan sedang mencium Jizzy.

"Astaga, dia memang kodok goreng!" ucap Zia, sedangkan Jizzy yang sudah terbiasa dengan sikap Marvin hanya geleng-geleng kepala saja melihatnya.

"Jadi selama ini, bocah itu selalu mengganggumu ya!"

"Ya ... ?" ucap Jizzy, yang bingung harus melakukan apa dan menjawab apa.

"Awas saja bocah itu nanti!"

"Sudahlah jangan dihiraukan, memangnya kau mau apa kalau dia mau datang,"

Bukannya menjawab, Zavier malah semakin menarik Jizzy semakin dekat hingga tubuhnya benar-benar menempel pada tubuh kokoh Zavier.

"Kau bertanya apa yang akan aku lakukan? Inilah yang akan aku lakukan," ucapnya sambil menempelkan bibirnya dengan bibir Jizzy, hanya menempel tak lebih dari itu. Tapi hal itu saja mampu membuat Jizzy hampir pingsan. Ia terkejut jika bibir yang berwarna merah itu menempel di bibirnya yang berwarna pink.

Bukan hanya Jizzy yang terkejut, akan tetapi Zia yang ada dihadapan mereka pun ikut shock melihat acara siaran langsung yang ada dihadapannya ini. Tapi, itu tak berlangsung lama dan gegas mengambil ponselnya dan kemudian mengambil gambar sepupunya yang sedang dicium oleh suaminya. Setelah itu ia tersenyum melihatnya, karena gambar yang ia ambil cukup bagus.

Setelah men menempelkan bibirnya dengan Jizzy, makhluk cantik itu pun langsung pergi meninggalkan Jizzy dengan perasaannya yang kacau balau. Saat ini hati dan pikirannya tengah diporak-porandakan oleh suaminya yang adalah makhluk langka dari dunia nyata.

"Oh ya ampun, makhluk cantik itu menciumku Zia. Apa aku tidak sedang bermimpi?" ucap Jizzy tidak percaya sambil terus memegang bibirnya yang masih terasa akan sentuhan bibir indah milik suaminya itu.

Zia pun langsung memberikan foto yang barusan ia ambil, "Lihatlah, ini bukan mimpi. Aku tidak percaya jika makhluk cantik itu bisa romantis juga,"

"Ohhhh ya ampun ... jantungku Zia... Jantungku!"

*

*

*

Di sekolah Marvin baru saja sampai di sekolah, untung saja ia tidak terlambat karena bel sekolah sebentar lagi berbunyi.

Theo yang sudah sampai dari tadi pun sudah bisa menebak darimana keponakannya yang seumuran itu. "Kau masih datang kesana?" tanya Theo tertawa.

"Aku sangat merindukan kakak cantikku," jawab Marvin kesal, ia masih ingat bagaimana gadis pujaannya dicium oleh Zavier yang ia nobatkan sebagai rivalnya.

"Kenapa kau tidak lupakan saja gadis itu, lagian dia sudah menikah,"

"Tidak bisa! Aku tidak akan pernah melupakannya. Kalau saja tadi planet Pluto itu tidak datang. Mungkin aku akan tetap diam di sana!"

"Apa maksudmu gadis cantik yang jago berkelahi itu?" tanya Theo.

"Iya, dia Zia si gadis tupai dari bikin bottom! Dia itu sangat kuat, dia bisa merusak wajah tampanku! Makanya lebih baik aku menghindarinya saja daripada wajahku bengkok," jawab Marvin.

"Woaahhh gadis itu sangat keren, aku sangat menyukainya. Dia cocok kan denganku?" ucap Theo yang memang ia sangat tampan sama seperti kakaknya Zein.

"Tampan kepalamu! Kau akan menjadi duda sebelum menikah jika mendekati gadis galak itu!"

*

*

*

Jangan lupa like dan juga komentarnya ya 😘😘😘 untuk anak-anak yang lainnya. Mereka akan punya cerita sendiri, insyaallah kalau gak ada halangan bulan depan itu ceritanya si kembar anaknya Areta sama Arkana ya 🥰

Terpopuler

Comments

Sweet Girl

Sweet Girl

belum Sada dia klo nempel² Jizzy
klo sadar, bakal di guyur desinfektan badannya.

2023-09-28

0

Kim shopie jeon

Kim shopie jeon

si Marvin ininklw ngomong gk di saring lagi asal jeplak aja ya mimin tapi lucu bikin ngakak seperti j-hoope klw ketawa bikin nular ke orng sekitar nya 😊🥺 pokok nya aku yakin Mimin ini salah satu bias nya BTS kan semoga aja aku di sini gk ketemu madu 🥺🤧 cukup madu ku udh banyak di gc STAN army aja yg banyak bgt madu nya 🤧🤧🤧🤧

2023-09-10

1

ari dinata

ari dinata

explore Samuel dong Thor asisten zaxier.....

2023-06-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!