"Jadilah paman yang baik dan jangan banyak bicara," ucap Marvin dengan kesal. Karena selama ini tak ada yang tahu jika ia menyukai Jizzy. Selain Jizzy, Theo dan juga dirinya. Semua itu ia rahasiakan, karena putra dari pangeran kodok ini cukup malu jika ada yang tahu tentang kehidupannya
"Astaga! Jadi kau menyukai anak planet itu? Apa kau mau jadi komet?" tanya Satya, ia cukup terkejut mendengar kenyataan jika anaknya ini menyukai gadis kecil yang usianya lebih tua dua tahun dari Marvin itu.
Akan tetapi Marvin tak menanggapi ucapan dari papanya itu, dan melanjutkan makan malamnya yang terasa hambar itu. Hambar karena saya suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja.
"Kebetulan sekali kalian sedang makan, aku memang belum makan malam," ucap Theo dan kemudian ikut duduk dengan Satya dan juga yang lainnya.
Tingkah dari adik kecilnya, seringkali membuatnya kesal. Terkadang ia berpikir kenapa di saat ia sudah menikah dan di saat ia mempunyai anak. Di saat itulah, ia mempunyai seorang adik. Astaga, Ingin sekali ia telan adik manisnya ini.
"Memangnya Mamah tidak memasak?" tanya Theo.
"Aku tahu kalau Kakak tidak menyukaiku, tapi aku tidak tahu kalau kau sangat ingin adikmu yang manis ini pergi dari dunia fana ini!"
"Apa maksudmu Theodorant!" ketus Satya.
"Namaku yang keren menjadi jelek gara-gara kau yang menyebutkannya! Kau tahu kan kalau Mamah tidak bisa memasak, dan sekarang kau malah menyuruhku untuk memakan masakan Mamah. Sebegitunya kau membenciku, sampai kau ingin aku pindah alam!" jawab Theo menyebalkan.
"Jika tidak ingat kalau kau juga adik iparnya ayam jantan itu, sudah aku buat kau sup bebek! Kau sangat cerewet dan menyebalkan!" ucap Satya kesal.
"Sudahlah sayang, apa kau tidak lelah membicarakan dirimu sendiri," ucap Mawar pada suaminya ini.
"Apa! Oh astaga bahkan Bunga Kamboja milikku ikut membelanya. Menyebalkan!"
*
*
*
Keesokan harinya, Jizzy kembali pergi kuliah diantar oleh Zavier. Bagaimana pun juga Zavier adalah suami yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab untuk keselamatan dan kesehatan Istrinya. Akan tetapi, jika ia ditanya apakah ia melakukan hal itu karena ia sangat peduli pada Jizzy. Jawabannya adalah tidak! Ia melakukan semua itu hanya karena ia memperhatikan dirinya. Ia tak mau dianggap sebagai pria yang tak bertanggung jawab dan itu akan mengundang kemarahan ayam jantan. Yang pasti akan memberikan siraman rohani dan juga jasmani pada dirinya.
Sebelum berangkat seperti biasa, mereka akan sarapan dahulu. Sarapan di meja yang sama akan tetapi dengan jarak yang cukup jauh. Bukan Zavier yang tak ingin dekat dengan Istrinya. Akan tetapi, Jizzy yang tak mau berdekatan dengan suaminya. Dan hal itu sama sekali tak membuat Zavier keberatan. Ia bersikap biasa saja, justru ia senang jika istrinya ini sadar diri karena harus menjaga jarak dengannya.
"Zavier, nanti pulang kuliah aku mau jalan-jalan dulu ya," ucap Jizzy.
"Mau kemana kau? Aku tidak suka kau pergi ke tempat sembarangan!"
"Aku mau belanja, aku juga mau makan di luar. Sayang sekali jika uang yang kau berikan tidak aku gunakan! Mereka tidak akan beranak di dalam sana!"
Zavier pun kemudian terdiam dan kemudian menatap Jizzy dengan tajam, seperti sedang ingin mengetahui apa yang sebenarnya sedang Jizzy pikirkan. Namun, sayangnya ia tak menemukan apapun. Istrinya ini sepertinya memang butuh jalan-jalan dan udara luar. Jadi tak ada salahnya jika Zavier mengijinkannya.
"Baiklah, tapi kau harus tahu waktu dan jangan pergi ke tempat sembarangan!"
"Oke! Kau tenang saja sayang, aku tidak akan pergi ke tempat sembarangan, kau tahu sendiri kan jika uangku ini banyak," ucap Jizzy sambil tertawa. Ia senang karena akhirnya ia bisa makhluk karbol ini memberikannya ijin untuk keluar.
Itu artinya nanti siang ia akan bersenang-senang dengan Zia, sudah sejak lama ia sudah tidak pernah memanjakan lagi dirinya. Karena terakhir ini, perusahaan papanya sedang tidak baik-baik saja. Jadi, ia harus menghemat. Bahkan mobil kesayangannya pun harus di jual demi membantu keuangan perusahaan.
*
*
*
Sesampainya di kampus Jizzy sudah ditunggu oleh Marvin yang semalaman hampir tidak bisa tidur karena merindukan Jizzy. Jika kemarin Zavier tak melihatnya. Tapi saat ini, ia melihat jika ada seorang anak SMU yang melihat ke arah Jizzy dengan pandangan tak biasa.
Merasa miliknya dipandang oleh seseorang yang tak ia kenal, membuat Zavier langsung menghampiri Marvin. Yang sejak Jizzy keluar dari mobil, dari pandangan matanya saja Zavier tahu, jika anak SMU itu memiliki perasaan yang lain pada istri yang belum ia cintai itu.
"Hei bocah bongsor! Kenapa kau menatap istriku seperti itu? Apa kau menyukainya?" tanya Zavier tanpa ba-bi-bu pada Marvin, yang memiliki tinggi badan hampir sama dengan Zavier. Bahkan dari postur tubuhnya pun mereka tak jauh berbeda.
"Kalau iya kenapa? Aku memang sangat menyukai istrimu bahkan aku sangat mencintainya! Bahkan sebelum kau menikahinya," jawab Marvin tanpa ragu.
Melihat bocah bongsor dan makhluk karbol berhadapan membuat Jizzy menjadi tegang. Pasalnya, ia takut jika suaminya yang bersih itu akan berkelahi dan membuatnya kotor. Dan pasti Jizzy lah yang ia salahkan karena sudah membuatnya kotor.
"Woaahhh berani juga bocah kelebihan gizi ini! Hei cebol ... kenapa kau tidak bilang jika kau mempunyai pacar seorang anak kecil seperti dia!" tunjuk Zavier dengan mengangkat dagunya pada Marvin.
"Aku tidak pacaran dengannya," bantah Jizzy, karena ia memang tak menjalin hubungan dengan anak sekolahan. Jizzy tak suka pria setengah matang dan sialnya ia malah menikah dengan pria tangguh setengah jadi.
"Kakak, aku sangat merindukanmu. Semalam aku bahkan tidak tidur karena memikirkanmu," ucap Marvin manja pada Jizzy.
"Oh astaga aku mual mendengarnya," sinis Zavier.
"Tutup saja telingamu itu Cantik!" ejek Marvin pada Pria yang wajahnya terlihat cantik ini.
"Kau mengejekku bocah!"
"Tidak! Tapi aku hanya mengatakan kenyataan jika wajahmu terlihat cantik untuk wajah pria," balas Marvin sambil tertawa terbahak.
'Jadi selama ini gadis pendek ini tidak memfitnahku dengan mengatakan jika aku ini Cantik. Baiklah nanti akan aku perbaiki jadi wajahku ini,' batin Zavier.
"Bukan wajahku yang cantik, tapi tak wajahmu yang kurang tampan," balas Zavier.
"Siapa bilang, aku ini adalah pria tampan keren! Aku bahkan seorang bintang di sekolahku. Dan banyak siswi yang mengejarku!"
"Jangan bercanda! Jika benar banyak siswi perempuan yang menyukaimu kenapa kau harus repot-repot menyukai istri orang! "
"Itu karena cintaku hanya padanya!"
"Dan jika benar kau tampan, istriku ini pasti akan tertarik padamu! Tapi nyatanya, ia sama sekali tak tertarik dan menikah denganku. Bukan begitu sayang." ucap Zavier menarik pinggang Jizzy dan kemudian mencium Jizzy dengan sangat mesra di hadapan Marvin. Membuat Marvin menjadi lemas melihat pemandangan itu.
'Aroma hati panggang mulai tercium,' gumam Zavier dalam hati.
"Astaga, jantungku. Dimana jantungku?"
****
Hari Senin waktunya vote, jangan lupa ya 😚😚😚*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Sweet Girl
habis ini bibir Zavier di steamer biar kembali higienis.
2023-09-28
1
Sweet Girl
gak sopan tenan kamu Zavier....
2023-09-28
0
Defi
Marvin somplak, sampai2 Zavier jadi lepas kendali 🤭😂
2023-06-13
2