Setelah mengetahui jika dirinya terkadang dipandang aneh orang, akhirnya Zavier pun mencoba untuk sedikit berubah. Meskipun semuanya akan terasa berat bagi Zavier, akan tetapi ia akan tetap mencobanya. Ia ingin terlihat normal di depan semua orang, terutama di hadapan Jizzy. Ia tak ingin istri yang belum ia cintai itu, tak menganggapnya lagi jika dirinya adalah makhluk aneh, apalagi ternyata banyak pria di luar sana yang mengaguminya.
Entah apa yang dilihat para pria di luaran sana dari Jizzy, yang hanya terlihat sebagai gadis kecil dihadapannya. Nilai plusnya hanya cantik di mata Zavier. Karena Jizzy itu, kurang seksi menurutnya. Balon heliumnya saja hanya sebesar buah lemon. Tubuhnya mungil dan lebih terlihat seperti anak remaja. Pantas saja bahkan anak SMU saja bisa sangat menyukainya, karena ia lebih terlihat seperti anak sekolahan dibandingkan dengan anak kuliahan.
Tapi bagaimana pun juga yang jelas, makhluk cantik ini tak ingin jika istrinya dipandang oleh pria lain. Ia tak rela berbagi keindahan yang ada pada Jizzy dengan orang lain. Jadi, meskipun ia belum mencintainya Jizzy harus ia amankan dari pandangan dunia luar. Yang mungkin saja, menurut putri planet itu dunia luar itu sangat indah dan menyenangkan, atau mungkin dalam pandangannya seperti kata pepatah jika rumput tetangga itu lebih indah. Tapi untung saja ia tidak punya tetangga, jadi Zavier bisa bersyukur untuk itu. Karena jika ada, mungkin ia akan menghilangkan itu agar tidak jadi pemandangan Istrinya.
Dan mulai saat ini, Zavier memutuskan untuk tidur satu kamar dengan Jizzy. Tidur di ruangan yang sama dengan satu selimut yang sama, dan berbagi oksigen di tempat yang sama. Dan itu adalah langkah awal yang cukup baik bagi Jizzy, karena bahkan ia tak pernah membayangkan jika mereka akan merajut mimpi di tempat tidur yang sama. Karena bagi Jizzy hal itu sangatlah mustahil bisa terjadi.
Jizzy sangat tahu, bagaimana dengan sikap Zavier yang tak pernah ingin berdekatan dengan orang lain. Dan selalu menjaga jarak dengan siapa pun, tak ingin bersentuhan dan bahkan mungkin ia tak ingin berinteraksi dengan orang lain. Tapi, hal itu tak mungkin ia lakukan, karena bagaimana pun juga ia harus tetap berinteraksi dengan orang lain. Namun, ia membatasi diri dengan begitu apiknya dan mungkin bisa di bilang keterlaluan di mata orang lain yang berinteraksi dengannya.
Semua barang-barang Jizzy kini sudah ia pindahkan ke kamar suaminya, di kamar yang sangat luas itu barang-barang Jizzy sudah tertata dengan sangat rapi dan sangat nyaman dipandang mata. Ia bahkan berdecak kagum dengan penataan barang-barangnya dan juga barang suaminya yang sangat rapi di sana.
Demi kerang ajaib, Jizzy tak pernah menyangka jika ia akan tidur satu kamar dengan suaminya.Bahkan dalam bayangan pun ia tak pernah menduganya sama sekali. Tapi kini semua itu adalah kenyataan yang tak pernah ia bayangkan.
Apa nanti mereka akan mencetak anak? Ataukah hanya pemanasan saja, sebelum mereka memasuki tahap menebar benih. Aaahh, membayangkannya saja Jizzy sudah merinding bulu kaki. Padahal ia pun tak tahu apa yang akan mereka lakukan nanti. Ia hanya menduga-duga dan memikirkan hal yang indah-indah saja, tak lupa ia taburi dengan hal manis agar semakin indah membayangkannya.
Jizzy kini sudah berada di atas kasur king size milik Zavier, ia sedang menunggu suaminya untuk naik ke kasur dan membicarakan tentang masa depan mereka berdua. Yang sudah ia bayangkan akan penuh dengan senyuman. Semoga saja, karena tak ada yang tahu isi dari hati dan pikiran makhluk cantik yang mungkin saja akan berubah-ubah lagi.
Dan akhirnya, orang yang ia tunggu-tunggu pun datang juga, Zavier baru saja selesai membersihkan tubuhnya. Sudah menjadi kebiasaannya, jika sebelum ia naik ke tempat tidur maka ia harus dalam keadaan sangat bersih.
Jizzy pun menyambutnya dengan senyuman yang sangat manis, bahkan senyumannya itu mengalahkan rasa gula dicampur dengan madu. Namun, sayangnya senyumannya itu tak disambut hangat oleh suaminya itu. Ia malah menatap Jizzy dengan pandangan sebal, hingga akhirnya putri planet ini kembali memasang tembok tinggi untuk melindungi telinganya dari serangan omelan Zavier.
"Berhenti pamer gigi padaku! Aku geli melihatnya!" ucap pria cantik ini dengan sangat ketus. Sepertinya, ia belum ikhlas merajut merajut mimpi di kasur dan selimut yang sama.
"Aiihh ya ampun, ternyata karbol masih mengendap dalam otaknya," gumam Jizzy.
"Hai sayangku, jangan marah-marah seperti itu. Kau tahu, kalau kau marah kau terlihat sangat sekseh ... " ucap Jizzy dengan nada manjah-manjah basah yang di buat-buat. Namun, setelah mengucapkan itu pada Zavier, ia langsung membalikan tubuhnya dan bertingkah seperti orang yang sedang mual.
"Sepertinya, aku harus kumur-kumur." gumamnya dalam hati, tak lupa ia memasang senyum yang sangat manis kembali di hadapan Zavirer.
"Jangan berusaha menggodaku dengan buah lemonmu itu, aku tidak akan tergoda, rasanya pasti sangat asam!"
"Oh ya ampun, hei cantik ... siapa yang akan menggodamu. Bukankah aku tidur di sini juga atas permintaanmu! Aku pikir kau akan menggodaku dengan pisangmu itu!"
"Apa kau bilang! Astaga, aku bahkan tak menyangka jika kau berani berpikir seperti itu. Dasar otak mesum!"
"Memangnya kenapa kalau aku mesum? Aku mesum pada suamiku sendiri, kau sudah halal untuk aku sentuh. Memangnya kau tidak mau aku sentuh?" tanya Jizzy dengan senyum menggoda, sambil membelai dada bidang Zavier, yang tak pernah ia sangka jika ada roti sobek di dalamnya.
"Oh ya ampun, ternyata makhluk cantik ini seksi juga. Aku jadi ingin menyentuhnya lagi," gumam Jizzy.
Jika Jizzy terkejut karena telah menyentuh sesuatu yang menggetarkan jiwanya. Lain halnya dengan Zavier yang merasa terkejut karena istrinya menggerayangi tubuh seksinya.
"Hei dasar mesum! Berani sekali kau menyentuhku!"
"Aahh begitu saja marah, padahal aku ingin melihatnya,"
"Tidak boleh!" tolak Zavier sambil menghalangi tubuhnya dengan kedua tangannya.
"Sedikit saja," bujuk Jizzy.
"Aku bilang tidak boleh ya tidak boleh!"
"Dasar pelit!"
"Dasar mesum!"
"Baiklah kalau aku tidak boleh melihatnya. Aku akan melihat tubuh seksi sepupumu saja. Sepertinya ia tidak kalah tampan dan seksi sepertimu," bohong Jizzy, karena tidak mungkin ia melihat tubuh seksi sepupu suaminya.
"Apa kau bilang! kau tidak boleh melihat tubuh orang lain, jika mau lihat saja punyaku!" ucap Zavier sambil membuka kancing piyamanya satu per satu. Dan memperlihatkan tubuh seksinya yang keras dan berotot.
"Woooww amazing,"
Jizzy dibuat kagum dengan pemandangan indah yang ada di hadapannya.
****
Jangan lupa dukungannya ya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Mamaheazkia Azkia
pinter jg jizi 🤣🤣🤣🤣
2024-07-19
0
Eko Sujatno
lanjutken Thor,,,,,,
2023-06-17
0
Mi Iwan
Ada ada aja akal sicebol... 🤣🤣🤣🤣
2023-06-17
0