Bab 7

Saat sedang bersantai di kamarnya, Jizzy dikejutkan dengan kedatangan Zavier yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Tidak biasanya makhluk karbol itu masuk ke kamarnya. Apa tiba-tiba pisang tanduknya terbangun dan ingin bersarang? Oh tidak! Jangan sampai itu terjadi, karena Jizzy belum siap untuk main jungkat-jungkit bersama dengan Zavier. Mental dan fisiknya belum siap untuk mencetak seorang anak.

Zavier menatapnya dengan tajam membuat titisan planet jupi-jupi ini tegang saja. Ia takut di preteli dan kemudian dimasukan kedalam kolam karbol yang mungkin saat ini sudah Zavier sediakan.

"M-mau apa kau?" tanya Jizzy dengan gugup.

Zavier pun kemudian menatap kamar Jizzy yang bernuansa pink itu, untung saja saat ini kamar ini kamarnya sedang dalam keadaan waras, jika tidak makhluk karbol ini pasti akan melakukan siraman rohani padanya.

"Apa kau lupa, dengan apa yang aku katakan padamu tadi saat makan malam?" tanya Zavier dengan wajah menahan gemas padanya.

Ditanya seperti itu, otak Jizzy yang hanya sebesar jantungnya itu hanya menggaruk kepalannya. Sungguh ia tidak ingat apa yang diucapkan oleh suami cantiknya ini.

"Memangnya tadi kau bicara apa?" tanya Jizzy hati-hati, agar bom waktu yang ada dalam otak Zavier tak meledak sebelum waktunya.

"Astaga! Sudah aku duga jika otakmu yang kosong itu memang tak bisa menyerap apapun." Pria yang sangat cantik ini sampai geleng-geleng kepala dengan kelakukan anak planet ini.

"Aku memang tidak ingat!" jawab Jizzy yang kesal, dan menerima kenyataan jika ia memang makhluk kurang pintar. Ia sadar betul dengan kekurangannya. Akan tetapi, tak perlu dijabarkan seperti itu, karena itu membuat hatinya jadi tersungging.

"Sejak tadi aku menunggumu di depan, apa kau lupa jika malam ini kita akan perawatan sama-sama,"

"Oh ya ampun aku lupa, maaf," Jizzy langsung bangkit dan langsung menghampiri Zavier untuk minta maaf, karena ia memang lupa dengan apa yang diucapkan oleh suaminya itu.

"Baiklah, untuk kali ini aku berbaik hati padamu. Sekarang ikut denganku, kita akan mulai membersihkan wajahmu yang kurang cantik itu," ucap Zavier kemudian ia berjalan meninggalkan kamar Jizzy dan diikuti oleh Jizzy yang berada di belakangnya.

Sesampainya di sebuah ruangan yang Zavier sulap menjadi seperti sebuah salon pribadi di rumahnya itu, Jizzy diminta untuk duduk dan kemudian para pelayan pun langsung menyiapkan barang-barang yang tadi dibeli oleh Zavier.

"Duduk dan perhatikan aku," ucapnya.

Jizzy pun kemudian duduk dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Zavier, suaminya ini mengambil sebuah botol yang entah apa itu. Kemudian ia mengoleskannya pada wajahnya yang tampan itu. Setelah sebelumnya ia mencuci tangannya terlebih dahulu.

"Ayo ikuti apa yang aku lakukan!" ucapnya pada Jizzy.

Jizzy pun kemudian mengikuti apa yang Zavier lakukan, yaitu dengan memijat wajahnya dengan sebuah krim atau apa yang dioleskan di wajahnya itu.

"Kau salah memutar tanganmu, lihatlah aku memutarnya ke arah luar bukan kearah dalam!"

"Oh ya ampun jadi memijat-mijat wajah juga ada tekniknya?"

"Tentu saja! Hal seperti itu saja kau tidak tahu!"

"Isshh, mana aku tahu selama ini kan aku ke salon dan orang lain yang melakukannya,"

"Dasar planet bodoh," gumam Zavier.

*

*

*

Di rumahnya Marvin terlihat sedang sedih, ia masih tidak percaya dan juga tidak bisa menerima jika gadis yang ia sukai sedari dulu telah menikah. Padahal selama ini Marvin selalu berusaha untuk menjadi dewasa sebelum waktunya. Semua itu ia lakukan hanya karena ingin memiliki Jizzy, gadis mungil yang cantik.

Dan tingkah Marvin yang sedang bersedih dan tidak bersemangat itu, menjadi perhatian dari sang pangeran kodok. Ia merasa aneh pada putranya yang biasa selalu bersikap ceria, kini malah terlihat sedih dan banyak diam.

"Ada apa denganmu? Apa ada masalah? Atau kau putus dengan pacarmu?" tanya Satya, sambil menyuapkan makan malamnya.

"Lebih buruk dari itu, gadis yang aku sukai itu sudah menjadi milik orang lain dan parahnya ia sudah menikah?" jawab Marvin sambil mengaduk -aduk nasinya.

"Apa!" Satya hampir saja tersedak karena mendengar perempuan yang anaknya sukai itu sudah menikah, bagaimana bisa seorang gadis SMU menikah pikir Satya, apa karena hamidun ataukah karena ia dijodohkan seperti cerita dari novel-novel yang sering ia baca.

"Bagaimana bisa anak sekolah menikah?" tanya Satya shock, sedangkan Mawar masih menyimak apa yang sedang dirasakan oleh putranya itu.

"Siapa bilang dia anak sekolah?"

"Memangnya dia tidak sekolah?" tanya Satya, yang mulai berpikir jika gadis yang Marvin sukai adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga tak punya, dan terpaksa harus menikah karena mempunyai hutang yang sangat banyak. Kenapa putranya ini tidak bercerita pikirnya, mungkin saja ia bisa membantu anaknya ini untuk mendapatkan cintanya.

"Dia tidak sekolah," jawab Marvin menghela napas berat, ia sedang membayangkan jika Jizzy sedang bermesraan dengan suaminya. Padahal yang sebenarnya adalah Jizzy sedang melakukan kelas kecantikan bersama dengan suaminya.

"Lalu?" Mawar yang penasaran pun akhirnya bertanya, siapa yang disukai oleh putranya ini. Kenapa ia sampai tidak tahu, jika putranya sudah bisa jatuh cinta.

"Dia seorang mahasiswi, dan ia tiba-tiba saja menikah tanpa memberitahuku. Aku hampir pingsan saat melihat mereka di atas pelaminan, kalian masih ingat saat aku sakit kemarin kan?"

Ya ... satu hari setelah Jizzy dan Zavier menikah, ia memang sakit demam. Bahkan sampai satu minggu, dan hari ini adalah hari pertama ia mulai sekolah kembali. Dan sebelum sampai ke sekolah ia sengaja pergi ke kampus untuk menemui Jizzy dan bertanya kenapa ia dengan teganya menikah dengan orang lain. Apa karena keluarga Guntara sangat kaya raya, hingga ia mau begitu saja menikah dengan salah satu anggota keluarga Guntara.

"Jadi kau sakit hanya gara-gara perempuan?" tanya Satya tak habis pikir dengan pikiran anaknya.

"Aku sakit hati, hanya karena aku masih SMU ia menolak cintaku sampai berkali-kali. Padahal meskipun usianya lebih tua dariku, tapi wajahnya yang imut dan tubuhnya yang mungil sangat pas berada dalam pelukanku!" ucapnya menggebu-gebu.

"Oh astaga, kenapa tidak mencari yang seumuran saja. Atau kau menyukai gadis imut. Kau kan bisa memacari anak SMP yang masih imut-imut!" jawab Satya mendelik sebal pada Marvin.

"Aku tidak suka anak kecil yang masih mentah!"

"Kalau begitu masak saja biar matang!"

"Memangnya siapa yang kau sukai?" tanya Mawar penasaran, tapi Marvin diam dan tak mau menjawabnya. Ia tak mau bercerita tentang siapa yang ia sukai, cukup ia saja yang tahu.

"Gadis itu namanya Jizzy, putri cantik dari planet Jupi-jupi!" jawab seorang pemuda yang seusia dengan Marvin, yang tengah tersenyum kearah mereka. Pemuda tampan yang juga sama tinggi dan besarnya seperti Marvin, dia adalah Theo. Adik dari Satya putra dari Tama dan juga Rosa.

"Dasar paman tidak ada akhlak," ucap Marvin kesal pada paman yang seumuran dengannya itu.

Terpopuler

Comments

Mamaheazkia Azkia

Mamaheazkia Azkia

Paman ny msih muda🤣🤣🤣🤣

2024-07-19

0

Sri Mulyaningsih

Sri Mulyaningsih

somplak 🤣🤣🤣🤣🤣

2024-01-04

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Bwahahahaha bener tuuu pak Satya.

2023-09-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!